Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
PERASAAN ALIF 1


__ADS_3

🌻Terimakasih sudah membuka chapter ini, jangan lupa tinggalkan jejakmu, semoga kamu sehat dan bahagia selalu.🌻


Selamat Membaca!


"Apa itu tidak akan membebani orang panti?" tanya sang nenek ragu, karena tidak ingin mengusahkan orang lain.


"Tentu saja tidak, Nek. Karena itu panti punya kita. Orang yang akan merawat nenek akan mendapat gaji, sekolah cucu nenek juga kami yang akan menanggungnya," jelas Rey.


Mata renta sang nenek kembali berkaca-kaca. Kini do'a yang setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik yang diucapkan sepanjang hayatnya telah diijabah oleh sang Maha Kuasa. Kini ia dapat menghabiskan sisa hidupnya dengan tenang tanpa rasa gelisah memikirkan hari ini kedua cucunya mau makan apa? Kapan bisa sekolah? Sungguh asalkan kita yakin pasti akan dimudahkan oleh Gusti Allah. Seperti keyakinan sang nenek selama puluhan tahun. Dalam sekejab semua menjadi kenyataan. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang engkau dustai. Semua kesenangan ataupun kesusahan haruslah kita syukuri.


*****


Acara makan malam pun selesai kini mereka bersiap untuk pulang.


"Nek, malam ini menginap di rumah kamis aja ya, besok baru kami antarkan ke panti. Karena jaraknya sedikit jauh dari sini, dan kedua putri kami sepertinya sudah kecapean," terang Ais.


"Iya, Nak. Kami ikut saja mana baiknya menurut kalian. Sudah di tolong pun kami sangat berterimakasih," jawab sang nenek.


Mereka pun akhirnya segera pulang menuju kediaman keluarga Rey dan Ais. Karena Aza dan Ara sudah tertidur. Hanya butuh waktu 2 sampai 3 jam, mereka sudah sampai di Kelapa Gading. Tampak ekspresi keterkejutan di wajah renta sang nenek.


"Kalian tinggal di sini?" tanya nenek.


"Iya, Nek. Kenapa?" tanya Rey heran, mana tahu sang nenek punya teman atau kerabat yang mau dia temui.


"Nggak kenapa napa, itu artinya kalian orang kaya," jawab nenek jujur.


"Kita hidup sederhana kok, Nek." Rey menoleh pada istrinya untuk mencari dukungan.


Sang Nenek hanya diam sambil mangut-mangut, menandakan dia setuju dengan jalan pemikirannya.


Kini mereka sudah sampai. Di depan pintu utama mereka sudah di sambut hangat seluruh keluarga. Nenek yang menyaksikan turut metada bahagia, ia terharu. Kehangatan keluarga Rey, mengingatkan dirinya akan kenangan keluarganya.


Kedatangan nenek kerumah bersama cucunya membawa warna baru dalam kehidupan keluarga Rey dan Ais. Mereka ingin mengajarkan pada kedua putrinya tentang arti pentingnya berbagi.


Setelah beramah tamah akhirnya semua kembali beristirahat kekamar mereka masing-masing.


*****


Pagi ini suara rintik hujan menghiasi suasana subuh. Seolah bernyanyi dengan syahdu seirama dengan alunan suara azan. Membuat raga seolah enggan berpisah dengan hangatnya dekapan selimut malam.


Namun tidak dengan para santri penghafal Al Qur'an. Mereka berusaha tuk meretas kenyamanan dunia. Semua sudah bersiap antri untuk mensucikan diri dengan siraman air wudu. Dingin mememang bahkan terasa menusuk tulang. Namun mereka adalah para pejuang subuh yang berharap selalu menang melawan jahatnya nafsu.


Begitu juga dengan seorang bocah yang bernama Alif. Dengan semangat ia segera bergegas menuju tempat wudu, tak ada rasa malas atau lesu yang ia rasakan. Ia berusaha untuk semangat dalam segala hal saat jauh dari kedua orang tuanya. Meski saat berwudu ada lelehan air mata karena teringat saat digendong sama sang ayah saat menuju tempat wudu, dan ada sang ibu yang sudah sedia dengan kain sarung dan baju koko. Namun kini ia harus bisa sendiri, dan berusaha untuk bisa.


Dalam rombongan hafiz yang sedang dalam masa karantina, seorang Alif dapat dijadikan contoh. Meski masih kecil namun kesadaraan dan kemandiriannya patut diacungkan jempol. Banyak peserta karantina yang menangis tersedu karena merindukan orang tuanya, ada juga yang malas untuk bangun pagi dan masih harus dibujuk. Sangat jauh berbeda dengan Alif kecil. Ia sangat pandai memyimpan perasaannya.


Saat bertemu dengan orang lain ia akan selalu menampakkan senyumnya. Meski dalam hatinya ada rasa rindu yang mendalam pada keluarganya.


Kini rombongan peserta karantina hafiz akan memulai salat berjamaah yang diawali dengan lantunan azan Alif kecil. Para ustad tahu kalau ia bisa melantunkan azan dengan merdu karena pernah mendengarnya. Dengan lancar dan merdu ia mulai mengumandangkan azan.


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)


Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)

__ADS_1


Hayya 'alashshalaah (2x)


Hayya 'alalfalaah. (2x)


Ash-shalaatu khairum minan-nauum (2x)


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)


Laa ilaaha illallaah (1x)


Selesai mengumandangkan azan mereka mulai salat berjama'ah yang diimami oleh ustad Fajar. Setelah melaksakan salat dilanjutkan dengan kultum tentang orang yang mengumadangakan azan, ini bertujuan agar anak-anak yang sedang dalam masa karantina dan belajar mau bergantian dalam mengumandangkan azan atau menjadi muadzin.


Ustad Fajarpun memulai kultumnya. "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," ucap ustad Fajar.


"Kultum kita kali ini tentang muadzin. Dalam Alquran surah At Taubah ayat 3, Allah berfirman:


"Dan ini (adzan) adalah seruan dari Allah dan Rasul-Nya kepada manusia."


"Tak hanya itu, muadzin juga memiliki keutamaan yang dijelaskan dalam hadits, yang artinya sebagai berikut:


"Muadzin diampuni sejauh jangkauan adzannya. Seluruh benda yang basah maupun yang kering yang mendengar adzannya memohonkan ampunan untuknya." (HR. Ahmad)


" Dalam banyak kondisi, kamu pun bisa memiliki kesempatan menjadi muadzin lho. Karena itulah penting untuk mengetahui bagaimana bacaan adzan untuk sholat lima waktu, khususnya sholat subuh yang memiliki tambahan lafadz yaitu Ash-shalaatu khairum minan-nauum sebanyak dua kali yang artinya salat itu lebih baik dari pada tidur." jelas ustad Fajar.


"Jadi bagaimana? Besok ada yang mau jadi muazdin?" tanya ustad Fajar.


"Kami mauuuu ustad," jawab mereka serempak dengan semangat.


"Alhamdulillah, jadi jangan takut kalau di suruh jadi muadzin ya, apalagi kalian anak laki-laki itu wajib tahu, suatu saat kalianlah yang akan menggantikan kami yang sudah tua nantinya !" ucap ustad Fajar lagi.


Kultum penyemangat pagi ini pun selesai, dan dilanjutkan dengan muraja'ah sesuai dengan bagian mereka masing-masing.


*****


Setelah selesai muraja'ah mereka sarapan bersama, saat akan menyuapi nasi kedalam mulutnya air mata Alif kembali mengalir, namun dengan cepat ia menghapusnya. Ia segera teringat akan nasihat sang ayah, yang memintanya menjadi lelaki yang tegar, mandiri, dan tidak mudah menyerah.


Dengan cepat Alif menyuapi makanannya dan segera minum air putih hangat yang sengaja diberikan kepada mereka agar kualitas suara tetap terjaga. Melihat dirinya yang makan sedikit tergesa, ustad Fajar menghampirinya.


"Alif, kamu baik-baik saja kah?" Menarik kursi dan duduk di sampingnya.


"Alif baik-baik saja, Pak Ustad," jawabnnya sambil tersenyum manis.


"Apa kamu kangen rumah?" tanya ustad Fajar lagi.


"Sedikit," jawab Alif jujur.


"Segera berdoa saat ingat kedua orang tua, baik itu mereka masih ada ataupun sudah meninggal dunia," ucap Ustad Fajar menepuk pundak Alif lembut.


"Iya, Tad. Terimakasih," ucap Alif kembali tersenyum.


"Ya sudah sekarang kamu istirahat sebentar, nanti sebentar lagi kita akan salat duha," pinta ustad Fajar pada Alif.


"Siap, Tad." Mengangkat tangannya posisi hormat.


Alif kecil segera beranjak menuju kamarnya, dan ustad Fajar melepasnya dengan senyum yang indah. Baginya suatu keberuntungan bisa mengenal sosok Alif dari dekat.

__ADS_1


Bersambung.....


Terimakasih sudah membaca.


Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.


Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.


Fit Tree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.


Mengejar Cinta Ariel


Tabib Cantik Bulan Purnama


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


Putri Asisten Pribadiku


* Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.


Audio Nyanyian Takdir Aisyah


* Karlina Sulaiman


Mencintaimu dalam Diam


Kembali


*WIB (Write in Box)


Ya Dia Istriku


*Khauma


I Love My Army Wife


*Syala Yaya


Istri Kedua Tuan Krisna


*Laura V


Sang Penggoda


*Bintun Arief

__ADS_1


Terjebak Cinta Brondong


__ADS_2