Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
KALIAN DIMANA


__ADS_3

Selama dalam perjalanan Ais tak banyak bicara hal ini ia lakukan untuk keselamatan dirinya dan putranya.


Dalam keheningan perjalanan yang menuju kearah perkebunan bunga, Alif sudah tertidur, Ais sangat terpesona dengan hamparan bunga yang terbentang didepannya.


Andai saja aku ditempat itu bersama kak Rey, pasti akan sangat menyenangkan, tapi ini aku bersama putraku sedang dalam bahaya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami. berdua, ya Allah lindungilah kami, segera pertemukan aku dengan suamiku.


Perlahan mobil itu memasuki sebuah mansion yang sangat mewah bernuansa putih dan coklat, dengan arsitektur klasik yang sangat elegan.


"Nyonya kita sudah sampai anda silahkan turun dan masuk lewat pintu utama, karena kedatangan anda sudah sangat lama dinantikan dirumah ini".


Ais menatap binggung pada sopir yang mengantar mereka.


Mengapa tiba - tiba ia bicara sangat lembut, seolah dia bukan sedang menculikku dan Alif.


Seolah mengerti dengan tatapan Ais yang binggung lelaki itu berkata" Nggak usah binggung nyonya, turun saja anda akan disambut dengan sangat baik dirumah itu".


Akhirnya Ais turun sambil menggendong Alif. Tanpa diduga ada beberapa pelayan langsung menghampiri Ais dan Alif, dengan segera kopmereka mengambil alih Alif dari gendongan Ais dan membawa mereka berdua ke kamar yang berbeda.


"Maaf nyonya kamar yang pintunya biru khusus untuk tuan muda Alif, sedang kamar nyonya adalah pintu yang berwarna hijau ini, disebelah kamar tuan muda".


Ais masih tak bicara sepatah kata pun, hanya diam memandang para pelayan dengan tatapan binggung.


Apa ini rencana kak Rey tapiii kenapa aku merasa. sedikit kejanggalan.


Dan Ais baru teringat Hp nya, hendak menelpon suaminya tetapi terlihat sinyal di hp nya tidak ada.


"Maaf nyonya anda tidak bisa menelpon disini karena simyalnya tidak ada".Jawab seorang pelayan wanita setengah baya, namun masih terlihat sangat muda.


Dan akhirnya Ais hanya bisa pasrah dengan keadaanya, satu yang masih Ais syukuri dia masih bersama putranya Muhammad Alif.


"Kalau nyonya butuh sesuatu nyonya tinggal bilang saja, kami siap melayani nyonya dan tuan muda, saya permisi dulu".


"eh.. maaf boleh saya panggil anda ibu"Tanya Ais.


Sambil tersenyum manis.


"Maaf nyonya, panggil saja saya bibik ke satu, ada yang bisa saya bantu nyonya".


"Ehmmm saya mau sholat, apa ada mukena, dan kemana arah kiblatnya".


"Oh itu nyonya tunggu aja sebentar lagi akan saya siapkan, sebaiknya nyonya segera beristirahat dulu, sebentar lagi akan makan siang dan Tuan besar akan pulang ke rumah ini".


Hati Ais sudah berdetak lebih cepat, bukan karena jatuh cinta melainkan ia sangat takut, apa yang akan terjadi pada dirinya dan Alif.


Ya Allah lindungilah aku dan putraku.


Ais segera berwudhu untuk menenangkan hatinya, saat ia selesai dari kamar mandi sebuah mukena sutra berwarna putih dengan hiasan bunga lili berwarna hijau sudah terlipat rapi diatas Kasurnya lengkap dengan sajadah berwarna marun.

__ADS_1


Mukena ini, hanya kak Rey dan seseorang temanku dimasa SMP yang tahu warna dan motif yang kusukai , juga sajadah ini... ini kan sajah yang pernah kuhadiahkan pada...


"Ya Allah, apa dia Reza???? ".


"Tapi mengapa dia bisa seperti ini".


"Apa dia marah karena aku menikah dengan kak Rey, sedang dulu aku menolak nya karena janji ayah".


"Ya Allah apa benar demikian, lindungi kami ya Allah".


Hanya dengan melihat mukena dan sajadah itu Ais sudah bisa mengira siapa dibalik semua ini.


*****


Dikantor Rey...


Suara telepon kantor berdering namun saat diangkat oleh Antonio hanya tetdengar suara telpon yang terputus.


Saat ini sudah deringan kesepuluh dan semuanya masih sama, tidak ada yang bicara, dan ini membuat Antonio sangat kesal sampai suara makiannya terdengar oleh Rey.


"Akhhhhh, siapa sih".


"Hei"Sambil menepuk pundak Antonio.


"Mengapa sampai semarah itu pada telepon hah".


Sedang berbicara dengan Rey telepon itu kembali berdering, dan kali ini Rey meminta untuk mengangkatnya.


"Klek" Telepon diangkat dan Rey mengucapkan salam.


"Assalamualaikum ".


Hening....


"Assalamualaikum maaf dengan siapa ini".


Masih hening namun tidak ditutup.


"Assalamualaikum, maaf ini dengan siapa, ada. perlu apa".


Rey kau masih selalu sabar seperti dulu, mungkin ini yang membuat Ais sangat mencintaimu, andai kau tahu anak dan istrimu ada bersamaku, sambil tersenyum.


"Aku...... "Tak menyambung ucapannya.


"Hallo... kamu siapa ".


"Aku meminjam anak dan istrimu, sampai nanti kita buat kesepakatan, kau berikan aku istrimu atau anakmu".

__ADS_1


Rey diam mematung mendengar ucapan diseberang telepon.


"Maaf anda jangan bercanda, anda siapa???! ".


"Tut... tut... tut.. "Telepon terputus.


"Haloooo... halooo".


Wajah Rey langsung gusar dan pucat, kepalanya terasa sangat pusing.


"Rey siapa yang meneleponmu".


"Aa.. aaku juga tidak tahu, tetapi katanya dia membawa Ais dan Alif".


"Maksudmu Ais dan Alif diculik".


"Entahlah aku juga belum yakin, aku akan menghubungi pak Amat".


"Tut.. tut.. hallo Assalamualaikum pak Amat".


"Iya Tuan".


"Dimana nyonya dan tuan muda".


"Sudah dijemput orang suruhan tuan menuju sekolah, tadinya bersama saya lalu tiba - tiba ban mobil pecah tuan, dan sekarang saya baru keluar dari bengkel mau menuju ke sekolah".


"Asstaqfirullah ya Allah, ya sudah pak hati - hati".


Ya Allah apa lelaki ditelepon itu benar kalau ia telah membawa anak dan istriku.


Rey segera mengecek ke sekolah dan hasilnya anak istrinya tidak kesekolah, kemudian mengecek ke rumah, anak Istrinya juga tidak ada. Akhirnya Rey mengerahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan anak dan istrinya, namun hasilnya masih nihil.


"Ya Allah....kalian dimana Ais.. Alif".


Bisakah Rey menemukan anak istrinya dan bagaimana reaksi Ais saat nanti bertemu Reza....


Nantikan kisahnya diepisode Berikutnya ya....


Terimakasih sudah mampir ke karyaku jika berkenan tinggalkan jejakmu berupa like, komen, atau vote 😍 Karena itu adalah penyemangat author untuk terus berkarya.


Semoga kita semua sehat dan bahagia selalu aamiin 🤗


Salam Manis,


🙏


Fitri Rahayu

__ADS_1


__ADS_2