
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Selamat Membaca!
Sekolahan Ais ....
Wajah Ais tampak murung setelah membaca isi surat Hanif, lebih binggung dan lebih stress pada saat ia menerima surat dari kak Rey, yang entah bagaimana sekarang keadaannya, yang pasti sekarang kak Rey sudah kuliah dan kemungkinan besar dia sudah di luar negeri.
Ais segera bergegas meninggalkan sekolah dan menunggu angkot, karena ia ingin segera sampai di rumah, Ais ingin kak Ara membantunya untuk menjawab surat Hanif yang tampak susah untuk dijawab, karena Ais tak ingin membuat siapapun terluka karenanya, meski ia tahu dengan tak menerima cinta seseorang pasti akan membuat orang itu akan kecewa, hanya saja Ais ingin jawabannya bisa menolak dengan bahasa yang halus.
Tak lama menunggu, angkot pun datang. Ais segera naik, ia duduk di bangku paling pojok, dan belum lama berjalan angkot kembali berhenti karena ada seorang remaja laki-laki dengan seragam yang sama dengan Ais naik, ia duduk di paling pojok juga pas di depan Ais.
Ya dia adalah Hanif orang yang telah mengirimi Ais surat, ia sengaja naik angkot karena ingin memastikan Ais pulang dengan selamat, tetapi sayang Ais tak memperhatikannya karena ia hanya menunduk dan sibuk membaca bukunya.
"Aduh jantungku ...." gumam Hanif sambil memegang dadanya yang hampir tak terdengar oleh siapapun kecuali seorang ibu yang kebetulan duduk disamping Hanif.
"Jantungnya kenapa, Dek? Sakit kah?" tanya ibu itu serius.
"Nggak kok Bu, hanya saja jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya." ucap Hanif tersenyum menatap sang ibu-ibu yang berada tepat di sampingnya.
*Aduh senyummu Nal, buat ibu meleleh aja, seandainya ibu masih ABG, udah ibu gaet dirimu, batin ibu disebelah Hanif.*
Setelah dapat menguasai pikirannya si ibu akhirnya memutuskan untuk mencandai Hanif.
"Apa jantungmu berdetak cepat karena duduk dekat ibu yang cantik ini?" tanya ibu itu dengan maksud bercanda.
Hanif tersenyum lebar mendengar candaan ibu-ibu yang ada disebelahnya.
"Ibu bisa aja," ucap Hanif.
*****
Tak terasa angkot yang mereka tumpangi kini telah berhenti di terminal pasar, Ais segera turun juga dan mencari angkot yang akan ke kampungmya.
Hanif ikut turun ia berjalan di belakang Ais, ia juga kembali ingin naik angkot yang sama dengan gadis pujaannya itu.
Kini Ais kembali naik angkot tetapi kali ini ia duduk di tepi dekat pintu keluar hal ini untuk memudahkannya untuk turun nanti. Baru beberapa meter berjalan mobil angkot kembali berhenti, seorang ibu hamil yang sudah cukup besar mau naik, tapi saat melonggo ke dalam angkot penumpangnya hampir laki -laki semua ia menjadi ragu, dengan cepat Ais menawarkan kursinya untuk ibu itu.
"Ibu mau duduk di tempat saya?" tanya Ais ramah pada si ibu hamil.
Si ibu memandang Ais sambil berkata:
"Kalau ibu duduk ditempatmu kamu akan duduk dimana?"
__ADS_1
"Aku bisa berdiri dekat pintu kok bu, soalnya rumahku udah nggak jauh lagi, itu nanti diperempatan depan aku akan turun," terang Ais dengan masih tersenyum ramah.
Akhirnya ibu itu tersenyum dan mengangguk, Ais segera turun dan memberikan tempat duduknya, setelah ibu itu naik, Ais segera berdiri di dekat pintu. Kini angkot pun kembali melaju.
Hanif yang melihat Ais berdiri di pintu merasa sangat tak tega, namun ia tak berani menggantikan posisi Ais, ia takut Ais menyadari kalau ia mengikutinya. Akhirnya Hanif hanya bisa pasrah saja meandang gadis yang disukainya berdiri di bibir angkot.
*****
"Kiri bang," Ucap Ais lembut pada sopir angkot.
Angkot pun menepi.
"Nih ongkosnya, Bang!" Ais merogoh saku bajunya kemudian segera menyodorkan uangnya pada sang supir.
"Nggak usah Neng, hari ini gratisss karena neng udah mau bantu ibu hamil itu." Abang supir angkot itu membalas senyum Ais.
"Ini beneran Bang?" tanya Ais dengan matabyang telah berbinar.
"Iya ini serius tentu saja, untuk neng Ais cantik beneran, nggak pake bo ong.." Ucap abang supir sembari menjalankan mobilnya kembali.
"Maksih bang.." Ucap Ais sedikit berteriak karena mobilnya udah melaju.
Air segera berjalan memasuki jalan menuju rumahnya dan mulai menjauh dari jalan raya.
*Ais kau semakin membuatku kagum, jadikan Ais milikiku ya Allah, batin Hanif.*
Bersambung.....
Mohon masukannya ya buat author karena ini tulisan perdana author. Love you readers
Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.
salam manis
😊🤗
Author
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
__ADS_1
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
__ADS_1
Mencintaimu Dalam Diam