
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Semua sedang asyik membicarakan pemecahan masalah perusahaan keluarga Maria, semuanya terlihat serius dan tak ada yang menyadari kehadirannya.
Saat diskusi itu berlangsung mata indah Maria tak beralih dari wajah tampan Biyan, yang membuat Biyan sedikit risih karenanya, mami Maria sangat menyadari bahwa Maria menyukai Biyan pada pandangan pertama.
Keseriusan ditengah keluarga itu terpecah saat sebuah ucapan salam terdengar.
"Assalamualaikum "Ucap Ais, didalam hatinya ia menjerit gembira karena rindunya selama setahun terbayar sudah, ingin rasanya memeluk mereka semua terlebih kak Rey, belahan jiwanya.
Semua menjawab serentak dan mereka semua terkejut, hanya Biyan yang terlihat bahagia dan tak terkejut.
"Om... Tante... Reyhan... dan Maria.. kenalkan ini teman yang datang bersama saya Aisyah"Ucap Biyan tak bersalah karena memang dia tak tahu mereka sudah saling kenal sejak lama.
Mami langsung berdiri melihat Ais dari atas ke bawah seolah tak percaya sekarang Ais terlihat lebih desawa, cantik dan anggun karena telah berhijab, namun mami menatap Ais dengan sinis karena dalam benak mami Ais telah berpaling pada cinta Rey dan memilih Biyan.
Papi juga terkejut namun lebih bisa menahan perasaanya dan tetap tersenyum seperti biasa, menyambut uluran tangan Ais.
Maria menatap tajam tanpa senyum, dan menepis tangan Ais karena merasa Ais telah melupakan kak Rey yang setiap hari merindukannya, dan memilih bersama Biyan lelaki yang baru saja Maria sukai pada pandangan pertama.
Dan Rey... rasa rindunya membuncah, ingin rasanya ia memeluk Ais dan menumpahkan semua kerinduannya, namun Rey merasa tak pantas karena sekarang Ais bersama Biyan, pengusaha muda yang tampan dan pintar, tak pantas rasanya Rey merebut Ais, karena Biyanlah yang akan membantu keluarganya.
Ya Tuhan... Aisku sangat cantik dan anggun, keinginannya sejak SMP sudah tercapai, hijab itu menambah kecantikanmu zohir dan batin Ais... mengapa kau tak lagi menjaga hatimu untukku....mengapa kau bersamanya... batin Rey menangis
Ais hanya menatap terpaku ia tak mengerti mengapa papi, mami, Maria, dan kak Rey tak senang bertemu dengannya, apa mereka memang benar - benar sudah melupakannya , apa ini alasan mereka tak lagi menghubunginya selama setahun ini, Ais menyeka air mata kerinduannya yang tak berbalas.
Melihat kecanggungan ini Biyan mengajak Ais duduk dan menghabiskan makananya dan setelahnya mereka akan pamit pulang ke apartemen Biyan yang bersebelahan dengan tempat tinggal keluarga Reyhan.
"Om... tante.. Reyhan dan Maria kami pamit dulu, kita akan sering bertemu karena kita tinggal bersebelahan"Ucap Biyan
"Besok pagi saya akan kerumah om untuk membahas laporan yang akan saya terima dari anak buah saya malam ini "Ucap Biyan
Ais hanya terdiam, sikap keluarga Maria membuat ribuan kata yang ingin Ais sampaikan terpaksa terkubur bersama perasaan luka di hatinya.
Ais berjalan mengikuti Biyan dari belakang hanya menunduk , sampai dimobil Biyan membuka pintu untuk Ais , Ais masuk dan segera duduk.
Sepanjang perjalanan menuju apartemen Ais tak dapat membendung air matanya lagi, Biyan merasa aneh mengapa Ais menangis, dan entah mengapa ada bagian yang sakit didadanya melihat Ais menagis.
*****
Kediaman Keluarga Maria...
Mami tampak uring - uringan begitu juga dengan Maria.
"Pi... mami rasanya nggak percaya, calon mantu yang sedari dulu mami harapkan ternyata tidak lah setia, baru setahun kita memberinya kabar dia sudah selingkuh dengan orang lain"Ucap mami marah air mata nya berlinang
"Iya mi... Mar juga nggak percaya ternyata Ais tak menjaga hatinya yg untuk kak Rey"Ucap Maria tak kalah sedih
"Sudah... kita belum tahu apa hubungan Biyan dengan Ais, tadi dia memperkenalkan Ais sebagai temannya bukan istri atau pun tunangannya"Ucap papi
"Kalian tidak lihat lelehan air mata Ais, seperti ada kerinduan yang mendalam dalam tatapan matanya "Ucap papi
Reyhan langsung berlari masuk kamar dan menguncinya, ia duduk bersandar dipintu kamarnya air matanya berderai ,ia tak masih tak percaya jika Aisnya akan dengan mudah berpaling, Rey percaya ini semua hanya salah paham dan ia akan mencari tahu kebenarnya.
Malam itu Ais tertidur dengan lelehan Ais mata, di apartemen Biyan Ais diberikan kamar sendiri. Kepalanya terasa pusing mungkin karena terlalu banyak menagis.
Aku tak tahu apa yang Ais alami yang jelas ia sangat sedih, apa karena melihatnom Budi dan Istrinya membuat Ais teringat Ayah dan ibunya, batin Biyan.
*****
Apartemen Biyan....
Waktu subuh telah tiba Ais segera menunaikan sholat dan dilanjutkan dengan membaca Al Quran.
Biyan terbangun karena mendengar suara Ais mengaji tak terasa ada bulir hangat mengalir dipipinya.
Suara Air mengaji sangat indah, mengapa aku merasa hampa, apa karena aku sudah lama tidak sholat... aku juga sudah lupa bagaimana untuk sholat... Ais... kau membuat ku kangen ibuku yang selalu marahiku karena tidak sholat, batin Biyan
"Tok... tok.. Ais... ayo kita olahraga sekalian nanti kita sarapan dirumah om Budi"Ucap Biyan
Ais membuka pintu tampak ia masih memakai mukena.
"Maaf... aku nggak bisa ikut, aku akan dirumah saja, nggak apa - apa kan kamu pergi sendiri"Ucap Ais
Ternyata dia banyak menagis, matanya masih sembab, Ais... andai aku bisa membuatmu tersenyum terus, batin Biyan
"Oke nggak apa - apa, kalau mau makan kamu tinggal minta dimasakin aja ya sama bibi yang ada didapur"Ucap Biyan
*****
Tak terasa sudah hampir dua minggu Ais di Amrik, dan ia semakin tersiksa karena rasa rindunya pada kak Rey yang belum tersampaikan.
Ais kembali demam dan ia tak bisa bangun dari tempat tidurnya. Saat Biyan mengetuk pintu tak ada jawaban akhirnya ia memanggil bibi untuk mengecek keadaan Ais dikamarnya.
"Bagaimana bik, kenapa Ais tak membuka pintu"Tanya Biyan gelisah
"Non Ais deman tuan dan panasnya sangat tinggi" Ucap bibi
"Apa ia memakai hijabnya bik"Tanya Biyan soalnya aku mau masuk
"Iya Tuan, nona memakai mukena sepertinya habis sholat dia langsung tertidur"Ucap bibi
__ADS_1
Biyan segera memangil Rudi untuk datang, dan memintanya untuk mengobati Ais.
"Bagaimana"Tanya Biyan
"Nggak usah khawatir nanti juga demamnya akan turun, sepertinya ia terlalu banyak menagis sehingga tubuhnya bereaksi menjadi demam"Ucap Rudi
"Nanti kalau dia sudah bangum segera minumkan obat ini"Ucap Rudi sambil meninggalkan kamar Ais
Biyan rasanya tak tega meninggalkan Ais akhirnya ia duduk disofa dalam kamar Ais sambil membuka laptopnya, dan tak senggaja ia mendengar Ais mengigau.
" Mariaaa... kak Rey... mengapa kalian berubah... mengapa kalian melupakan aku... aku sayang kak Rey... aku masih menjaga hatiku untuk kak Rey... kak Reyyyy"Ucap Ais dan langsung terbangun dan air matanya terus mengalir. Ais tak tahu ada Biyan dikamarnya...
"Ya Allah... aku merindukan kak Rey... merindukan ayah dan ibu... kak Rey... aku masih menjaga hatiku untukmu, tolong jangan abaikan Aku"Ucap Ais
Entah mengapa ada rasa sakit dihatiku saat melihat Ais memyebut nama Rey ...ternyata Reyhan adalah Rey yang dirindukan Ais, mungkin mereka salah paham karena melihat Ais bersamaku, aku harus meluruskannya aku tak mau Ais menderita , batin Biyan
"Ais... "panggil Biyan
"Kau... kau.. mengapa ada disini, apa kau mendengar semuanya"Ucap Ais menghapus Air matanya
"Kau demam, nih minum obatnya"Ucap Biyan
"Yan... aku mohon pulang kan aku kerumahku, aku merindukan ayah dan ibu, entah mengapa aku merasa ibu sangat membutuhkan aku, aku mau pulang besok"Ucap Ais
"Baiklah Ais besok kau akan pulan bersama pak Rusli oke, aku tak mau kau pulang sendiri, jika kau tidak mau maka kau tidak akan pulang dan satu hal lagi, aku akan meluruskan kesalah pahaman antara kau dan Reyhan"Ucap Biyan segera pergi meninggalkan Ais.
"Terima Kasih Yan, kau tak usah menceritakan apa yang kau dengar pada kak. Rey, biar ku bawa pulang rasa ini kembali bersamaku besok"Ucap Ais
Seharian Biyan berusaha menelpon Rey untuk membicarakan masalah Ais, ia bermaksud menjelaskan semua dan meluruskan kesalahpahaman ini namun Rey memgabaikan teleponnya.
****
Ke esokan harinya
Kediaman Maria
"Assalamualaikum "Ucap Biyan
"Waalaikilumussalam"Ucap Maria
Hatinya berdegub kencang melihat Biyan yang datang.
"Silahkan masuk ada yang bisa gue bantu "Ucap Maria lagi tersenyum manis
"Aku mau bertemua Rey, apa dia ada"Tanya Biyan
"Ini berhubungan dengan Ais"Ucap Biyan
Kemudian datanglah mami dan papi yang baru saja dari m minimarket dekat rumah mereka.
"Ada apa Yan, ada sesuatu yang penting "Tanya papi
"Iya om, ini menyangkut masalah Ais dan aku perlu Rey disini sebelum semuanya terlambat "Ucap Biyan
"Maria sayang... tunggu apa lagi cepat panggil abangmu"Ucap papi
Akhirnya dengan enggan Maria memanggil kak Rey.
Sementara di apartemen Biyan, Ais dan pak Rusli sudah berangkat menuju bandara, Ais sudah mengikhlaskan semuanya, namun satu hal yang pasti hatinya hanya akan untuk Kak Rey seorang.
Semua sudah berkumpul...
Aku bertemu Ais dijalanan... ia pingsan dengan luka lebam diwajah lalu aku membawanya kerumah sakit, ternyata saat mau berangkat ke Amrik aku bertemu lagi dengan Ais yang kembali tergeletak dijalan. karena terburu - buru akhirnya aku membawanya serta ke sini, dan setelah dia sadar aku baru tahu kalau ia dirampok Hp dan juga uangnya hilang , saat bertemu kalian disepanjang perjalanan Ais menagis semalaman, aku pikir Ais menagis karena kangen ayah dan ibunya. Ternyata subuh kemarin Ais demam karena terlalu banyak menangis, dalam tidurnya ia mengigau meminta Maria dan Rey jangan meninggalkannya mengapa kalian melupakannya, ia ingin memeluk Maria tapi tak bisa ...Ais masih menjaga hatinya untukmu Rey, di setiap doanya didalam sholat aku selalu mendengar Ais menyebut namamu agar selalu melindungi keluargamu dimanapun berada, aku memang menyukai Aia tetapi direlung hatinya hanya ada dirimu Rey, dan Ais menitipkan ini untukmu"Ucap Biyan sedih
Rey tak kuasa menerima liontin hati yang pernah ia berikan pada Ais setahun yang lalu, begitu juga dengan mami dan maria, mereka merasa sangat jahat pada Ais.
"Cepatlah ke bandara Ais akan pulang sekarang, dan sebentar lagi pesawatnya berangkat, dia melarangku memberitahu Rey masalah ini, tapi aku tak mau Ais terus terluka"Ucap Biyan
Biar aku yang terluka asalkan Ais bisa tersenyum, batin Biyan
"Dan kau Rey, jangan biarkan Ais menderita lagi jika kau tak bisa membuat Ais tersenyum. aku akan membawa Ais jauh dari mu"Ucap Biyan
Keluarga Rey bergegas ke bandara, Rey membawa mobil sendiri, dia memacu kendaraanya sebisa yang dia mampu dwngan kecepatana maksimal.
*****
Bandara....
"Penumpang Pesawat Boing 5780 segera melakukan cek in karena pesawat akan berangkat kurang lebih dua puluh menit lagi"Ucap petugas bandara
Rey berlari sekuat tenaga untuk segera sampai ke pintu cek in karena ia telah mendengar pengumuman cek in itu, Rey menerobos kerumuman penumpang yang akan cek in.
Ya Allah... pertemukan aku dengan Ais... Ais... maafkan kak Rey yang tak mempercayai hatimu... Ais... dimana kamu... Aisssss batin Rey
Setelah lelah berkeliling Rey hampir saja memyerah sampai dia melihat seorang gadis dengan gamis hijau muda mengenakan hikab bermotif bunga berdiri dipinggir pintu cek in dan hampir memasuki pintu
"Aissssssss...."Teriak Rey sekuat tenaga semua orang menoleh dan memberi jalan untuk Rey yang berlari menuju Ais.... Ais membalikkan badanya dan tak kuasa menahan tangisnya melihat belahan jiwanya berlari menghampirinya dengan peluh dan air mata, semua orang yang menyaksikan pertemuan itupun tak kuasa menahan haru bahkan ada yang juga ikut menangis, cerita yang biasa mereka lihat di film - dilm romagis India sekarang terjadi nyata didepan mata.
Rey berlutut didepan Ais... "Ais... maafkan kakak yang meragukan hatimu"Ucap Rey bergetar
"Kakak mohon terimalah liontin ini lagi, dan jangan pergi"Mohon Rey
__ADS_1
Ais masih terdiam dengan linangan air mata, semua orang berteriak memberi dukumgan untuk Rey.
"TERIMA... TERIMA..
"Ucap semua orang
Akhirnya Ais menerima kembali lointin itu dan memakainya lagi
Peringatan untuk segera menaiki pesawat sudah diumumkan.Dan semua orang sudah hampir naik semua hanya Ais yang belum naik.
"Ais... kakak mohon jangan pergi"Ucap Rey
"Maaf kak Rey, Ais harus pergi... yakinlah Ais akan selalu menjaga hati Ais untuk kak Rey, cepatlah kembali dan jemput Ais sebagai pengantin kakak, sekarang Ais juga seorang mahasiswi kak Rey, selamat tinggal calon imamku ana uhibbuka fillah"Ucap Ais segera memasuki pesawat.
Semua menagis menyaksikan kembali perpisahan itu, ....sekeping hati kini terbawa dan tertinggal lagi diantara Ais dan Rey.
Pesawat yang membawa Ais semakin jauh dan tak terlihat lagi
Selamat jalan khumairoku sayang, doakan kakak akan segera menjemputmu sebagai pengantin kakak, batin Rey masih terduduk dilantai bandara yang membawa Ais pergi
Bagaimana nasib Ais saat sampai di Indonesia... kejutan apa lagi yang memanti Ais....
ikuti terus kisahnya ya
To be Cntinue
Maksih ya dah baca karyaku
Maksih juga like, komen, sama vote nya
Author sangat mengharapkan komen kaliam karena akan menjadi penyemangat bagi Author.
Semoga readers loverku sehat dan bahagia selalu.
Salam Manis,
🤗
Author
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam
__ADS_1