Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
SALAH LAMAR


__ADS_3

Hampir satu minggu setelah makan malam sangat romantis itu, Maria tak hentinya tersenayam senyum sendiri, terkadang ia memeluk gulingnya erat - erat untuk pelampiasan rasa bahagianya.


Melihat perubahan Maria tentu saja Ais dan Rey merasa sangat senang, setidaknya dilihat dari ekspresi Maria hubungannya dengan Biyan berjalan lancar.


Sementara Biyan segera menghubungi kedua orangtuanya yang ada dijepang untuk segera datang ke Amrik untuk menghadiri acara tunangannya dengan Maria, namun Biyan belum memberitahu kepada kedua orangtuanya jika ia akan bertunagan dengan orang lain bukan dengan gadis yang dulu ia berikan fotonya kepada ibunya. Biyan ingin pas dihari pertunangannya mereka sudah sampai.


Biyan juga sudah menyewa sebuah hotel yang cukup mewah meskipun terlihat kecil, semua didekor dengan bunga mawar merah seperti kesukaan Ais, karena dulu ia berencana akan melamar Ais dengan nuansa mawar merah yang menghiasi seluruh ruangannya.


Ruangan untuk acara lamaran pun sudah Biyan siapkan, meskipun ia belum memberitahu Maria maupun Rey dan juga Ais. Semua Biyan siapkan dengan nuansa merah putih yang berari keberaniannya untuk move on dari Ais dan sucinya cinta Maria untuknya. Karena memang benar kata ibunya lebih baik kita dicintai dari pada kita mencintai.


*****


Taman Belakang...


Ais sedang mengurusi bunga - bunga ditaman belakang yang mulai tumbuh dan panjang, sambil menyenandungkan sholawat.


"Umiiiii"


"Sholeh umi , kenapa kemari, banyak duri disini sayang"Sambil menghentikan kegiatannya dan memeluk putranya.


"Umi... laperrrr"


"Umm kasihan solgan umi, ayo umi masakin nasi goreng mentega kesukaanmu sayang" Sambil mencium putranya.


Ais asyik memasak untuk putranya, dan ia lupa kalau Hp nya tertinggal dikamar sedangkan Rey sudah puluhan kali menelpon istri tercintanya, dan itu membuatnya khawatir sehingga ia memutuskan untuk segera pulang sekalian makan siang dirumah.


Sedang asyik makan menyuapi Alif tiba - tiba bik Minah berlari mendekatinya, memgatakan bahwa Rey sudah kembali. Dengan segera Ais menyambut suaminya yang raut wajahnya sedikit ditekuk.


Ayang kenapa ya kok mukanya ditekuk gitu apa dia banyak masalah dikantor, atau dia kecapean, atau dia kurang enak badan, atau... akh kenapa aku berprasangak pada suamiku, sebaiknya aku tanyakan langsung, batin Ais.


Ais menyalami suaminya namun kali ini Rey tidak mencium keningnya, dia berjalan langsung menuju kamar, dan Ais tidak mengikutinya karena memang dia sedang memyuapi putranya makan.


Rey merasa semakin kesal karena ia mengira Ais tak memperdulikannya, dan ia melihat Hp Ais tergeletak di atas nakas dan tak tersentuh sama sekali panggilan dan pesan yang ia kirimkan.


Sebegitu sibukkah dirimu Ayang Sehingga kau mulai tak memperdulikan aku ,Rey sedih dan kecewa, Rey juga heran mengapa ia menjadi begitu sensitif sekarang, apa karena hasrat untuk berperangnya yang belum tersalurkan, haaah entahlah aku sangat pusing memikirkannya, batin Rey.


Rey berbaring dikamar mereka dan tertidur. Sementara Ais merasa heran dengan sikap suaminya hari ini, makanya setelah selesai menyuapi Alif, Ais segera menitipkan Alif pada pengasuhnya karena ia akan menemui suaminya.


Ais perlahan menaiki tangga menuju lantai dua paling ujung yang merupakan kamar dia dan Rey, Ais sengaja memilih kamar yang ujung itu karena dari atas balkonnya Ais langsung bisa menikmati pemandangan kebun bunga yang tadi sedang diurusinya. Ais tak lupa membawakan makan siang untuk suaminya karena ia yakin suaminya belum makan.


"Cletek"Suara Ais membuka pintu kamar mereka, dilihatnya suaminya tertidur pasih dengan pakaian kerja yang lengkap. Perlahan Ais melepaskan sepatu dan kaos kaki yang melekat dikaki suaminya. Dan merapikan posisi tidur suaminya lalu mencium keningmya lembut.


Setelah itu baru lah Ais melihat HPnya yang tergeletak diatas nakas.


"Asstaqfirullahaladzim, Ya Allah ternyata kak Rey menelponku sudah puluhan kali, dan segera Ais membuka pesan suaminya.


*Assalamualaikum


Ayang kenapa telponnya nggak diangakat

__ADS_1


Ayang kamu dimana... angkat dong


Ayang... apa kamu baik - baik saja, kasih kabar jangan buat aku khawatir


Ayang.... ayang....


dan masih banyak lagi pesannya*.


Tak terasa air mata Ais menetes, karena ia merasa sangat bersalah karena telah mengabaikan suaminya.


Ayang... maafkan aku... maaf... batin Ais.


Rey perlahan terbangun melihat istrinya sudah menangis sambil memegang tangnnya.


"Ayang... maafkan aku... aku tak bermaksud mengabaikanmu, aku seharian berada ditaman belakang, dan sewaktu dirimu pulang aku sedang menyuapi Alif makan, karena minta dimasakin nasi goreng mentega kesukaannya "


"Maaf... maafkan aku"


Dengan cepat Rey segera memeluk istrinya, ia pun merasa bersalah karena sudah berpikir yang jelek terhadap istrinya yang begitu sholehah.


"Ayang... sudah... yang seharusnya memintanya maaf itu aku bukan dirimu, karena aku sempat punya prasangka yang jelek terhadapmu"


Keduanya saling berpelukan dan saling meminta maaf atas kesalahan masing - masing, dan keduanya makan siang bersama saling suap menyuapi, sungguh pemandangan yang sangat sedap dipandang mata.


*****


Ditempat lain....


Biyan lupa memberitahukan pada mamanya bahwa ia akan bertunangan bukan dengan gadis yang dulu pernah ia ceritakan pada ibunya sejak pertama ia bertemu Ais.


Dari bandara mereka Segera memuju ke sebuah toko perhiasan terkenal disana dan mengambil pesananya, sebuah cincin berlian bermata biru muda dengan kelopak bunga yang indah.


Setelah itu barulah ia mengajak kedua orangtuanya untuk kembai kehotel dan beristirahat karena besok adalah acara puncaknya sebab hari seninnya Maria akan terbangke kota C untuk memimpin perusaahan papinya yang ada disana.


*****


Kediaman Rey...


Setelah kejadian itu hubungan keduanya semakin mesra saja, dan membuat iri setiap jomblo yang melihatnya. Dan semua pegawai dirumah Rey sangat senang melihat kemesraan keduanya.


Sedang Maria begitu gembira hingga enggan keluar kamar, ia sibuk menghayal tentang kelanjutan hubungannya dengan Biyan.


Kemudian Hp Maria diatas nakas berbunyi, sebuah pesan dari Biyan, Maria tersenyum sangat manis dan mencium Hp nya.


*Assalamualaikum


Mar...malam besok datang lah bersama keluargamu ke hotel Mawar jam 8 malam, pakailah gaun yang nanti aku kirimkan.


Wassalamualaikum. wr. wb.

__ADS_1


Biyan. 😍*


Maria sudah berguling - guling dikasurnya saking senang nya membaca pesan dari Biyan.


Ya Tuhannn Aku serasa bermimpi, apakah ini nyata alhamdulillah ya Allah, batin Maria.


Maria segera mengetuk kamar Ais untuk menyampaikan kabar gembira yang ia terima. Namun diurungkannya karena tersengar suara manja Ais sedang bersenda gurau dengan suaminya.


Setelah waktunya tepat barulah Maria menyampaikan berita bahagia ini, dan tentu saja Rey dan Ais sangat menyambut gembira berita ini


Paket untuk Maria sudah datang dilihatnya sebuah gamis berwarna merah muda dengan banyak payet berlapis emas menghias gaun sederhana dengan desain yang elegan.


*****


Malam hari H lamaran....


Biyan bersama kedua orangtuanya sudah menunggu kedatangan tamu spesial anaknya tersayang. Biyan akhirnya izin ke toilet karena ada hajat yang harus diselesaikan saat itu.


juga.


Sedangkan keluarga Rey diantar oleh pak Ahmat dikarenakan Biyan harus lemur sedikit lagi, dan langsung akan ke hotel yang telah Biyan pesankan.


Sehingga didalam mobil hanya ada Maria dan Ais, dikarenakan hari sudah malam maka. Alif tidak dibawa serta.


Saat tiba dihotel keduanya segera turun, Ais tak kalah cantik dari Maria , ia menggunakan baju berwarna mocca dengan jilbab yang senada. Saat tiba diruangan yang telah disiapkan Maria dan Ais sangat terkejut melihat kejuta yang telah Biyan siapkan.


Dengan segera mama Biyan memeluk Ais, selamat datang menantuku, seraya meraih jari manis Ais hendak menyematkan cincin.


"Ma.. buka... "Ucapan Biyan terputus karena mamanya sudah menyuruhnya diam.


Dan disaat mama Biyan hendak memasukkan cincin itu Ais segera meminta maaf dan hendak menjelaskan semuanya, namun mama Biyan tidak mau mendengarkannya.


Pada saat itu lah Rey datang ada perasaan cemburu karena Ais mengenakan cincin orang lain. Wajah Rey sudah berubah merah begitu juga Maria ia tak mengira semua akan jadi seperti ini.


Akhirnya Ais kembali bersuara untuk menjelaskan duduk perkaranya. Barulah orang tua Biyan bisa memahami dan meminta maaf kepada Ais dan juga Reyhan serta Maria.


Dari kejadian salah lamar itu lah Ais baru mengetahui perasaan Biyan dan ia meminta maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi. Setelah semuanya kembali normal akhirnya Maria dan Biyan resmi bertunangan dan berencana segera menikah secepatnya.


Dan Maria dapat berangkat ke kota C dengan tenang dan gembira. Tak ada lagi kegalauan dihatinya meski terjadi peristiwa salah lamar yang di alaminya, nyatanya itulah yang membuat mereka semakin dekat.


To be continue...


Terima kasih yang sudah baca karyaku 😍


Yang berkenan kasih like, komen, dan votenya ditunggu ya dan terkasih banyak 😍


Semoga semua sehat dan bahagia selalu.


Salam Manis,

__ADS_1


🤗


Author


__ADS_2