Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
IMUNISASI SI KEMBAR


__ADS_3

🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu. 🌻


Semuanya segera membersihkan diri dan bergegas menuju mushola, Alif kecil telah mengumandangkan azan dengan suaranya yang merdu, sementara yang lain sudah siap untuk sholat berjamaah yang diimami oleh ayah Ais Abdullah.


Susana sholat berjamaah bukanlah pemandangan baru dikeluarga Ais sedari kecil Ais selalu berjamaah bersama ayahnya.


Selesai sholat berjamaah barulah mereka makan bersama.


🌻Ruang keluarga 🌻


Setelah selesai makan bersama keluarga Rey dan Ais duduk bersantai diruang keluarga, biasanya disini lah mereka akan bercengkerama bersama sebelum beristirahat di kamar masing - masing, atau melakukan kegiatan mereka masing - masing.


Abdullah dan Aminah sedang bermain bersama dengan Ira dan Iza yang sedang belajar berjalan, sedangkan Alif bermain mobilan tak jauh dari kedua adiknya. Sementara Ais dan Rey lebih memilih untuk berbincang perihal lomba yang akan Alif ikuti.


"Ayang tadi sewaktu menjemput Alif ke sekolahnya aku di panggil oleh ibu kepseknya Alif, katanya anak sholeh kita terpilih untuk lomba hafalan surat pendek dan azan mewakili sekolahnya pada lomba yang akan dilaksanan minggu depan."


"Oh ya, alhamdulillah kalau begitu semoga saja ananda Alif sehat dan siap mental untuk lomba," ucap Ais memegang tangan suaminya.


"Aamiin, tapi jangan lupa terus murojaah sama Alif."


"Inshaa Allah Ayang."


"Oh ya Yang, nanti jam tiga jangan lupa kita imunisasi Ira dan Iza," ucap Ais mencubit hidung suaminya.


"Iya Ayang, sekalian juga nanti kita belanja bulanan buat mereka." Membalas cubitan Ais.


Keduanya saling pandang dan tersenyum.


"Aku sayang bersyukur bisa menjadi imammu Ayang, rasanya aku tak mau jauh darimu meski sedetik." Mencium tangan Ais lembut.


"Aku juga sangat bersyukur bisa menjadi istrimu Yang, setelah semua yang kita lalui masa itu." Berbaring dipundak Rey.


"Ayang ... aku siap - siap dulu ya, agar nanti kita nggak terlambat ke rumah sakitnya."


"Iya deh boleh, tapi ...." Rey menggantung ucapannya.


"Tetapi apa?"


"Ayang siapin dulu pakaian ganti buat aku, yang ingin berjihad kemedan perang." Melirik genit pada Ais.


"Ayang ...." Mencubit perut Rey.


"Ha ... ha ...." Rey tertawa sambil mengusap perutnya yang dicubit Ais.


Wajah Ais telah bersemu merah karena digoda oleh Rey. Dengan cepat ia berangkat menuju kamar Iza dan Ira untuk menyiapkan keperluan keduanya untuk imunisasi.


Sepeninggalan Ais, bunyi Hp Rey berdering.


"Halo ... assalamualaikum," ucap Rey.


"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh." jawab seseorang diseberang telepon.


" Apa kabar Za?"


"Alhamdulillah aku baik Rey."


"Tumben nelepon, ada yang penting?"


"Iya Rey, aku mau minta tolong pada mu dan Ais."


"Apa yang dapat kami bantu?"


"Ultah Alifkan nggak lama lagi, aku rencananga akan pulang ke Indonesia pada hari itu sekalian aku akan melamar Nara, kamu ingat janjiku dulu?"


"Iya ... ya ... aku masih ingat, jadi mau tahun ini ya?"


"Inshaa Allah, tapi aku ingin kalian yang atur suprise untuk Nara, karena ia belum tahu rencanaku ini."


"Baiklah inshaa Allah akan kami usahakan, tetapi tolong kamu ingatkan lagi nanti takutnya kami lupa, harap maklum aku tiap hari serasa jatuh cinta yang tak pernah hilang sama Ais."


"Huh dasar Rey sudah jadi bucin ya sekarang, atau jangan - jangan kamu lagi program penambahan pasukan?"


" Enggak lah, Ais mana mau, Ira daj Iza saja masih kecil, masih repot ngurusinnya."


"Kan babysitternya ada?"


"Iya tapi Ais tidak mau anaknya jadi anak babysitternya," ucap Rey tertawa.


"Kamu sangat beruntung Rey punya Ais sebagai istrimu, andai saja dulu dia jadian denganku, aku pasti akan menjadi lelaki yang paling beruntung."


"Mulai deh fantasi liarnya kambuh," canda Rey.


"Ha ... ha ... kamu benar Rey, butuh waktu untuk aku bisa move on dari istrimu itu," ucap Reza sambil tersenyum meski Rey tak bisa melihatnya.


"Ya sudah aku tutup ya teleponnya, nanti kalau sudah dekat hari H nya aku akan telepon lagi," ucap Reza.


"oke."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam Warohmatullahi wabarokatuh."


Sambungan telepon pun terputus, dan Rey segera menuju kamar mereka untuk bersiap - siap kerumah sakit.


🌻 Kamar Rey dan Ais 🌻


"Klek." Pintu kamar terbuka dan Rey sangat terpesona melihat istrinya yang baru selesai mandi.


"Assalamualaikum, ya Allah kalau rezeki emang tidak kemana," ucap Rey.


"Buk." Suara bantal mengenai wajah Rey.


"Ayang ... udah mulai berani ya, mau mengibarkan bendera perang?"


"Enggak lah, aku kan cinta damai Yang." Berlalu menuju lemari ganti.


Rey tersenyum mendengar jawaban istrinya yang memang selalu bisa menyejukkan hatinya.


Dengan gemas Rey memeluk istrinya dari. belakang, dan tak hentinya ia mengucapkan terimakasih pada Ais karena telah memilihnya untuk menjadi pendamping hidupnya.


"Ayang ... kalau manja seperti ini kapan kita akan berangkat?"


"Baiklah aku akan melepaskanmu asalkan kamu beri aku hadiah disini." Menunjuk bibirnya yang merah.


"Baiklah." Mencium sekilas bibir suaminya.

__ADS_1


"Terimakasih Khumairohku." Melepaskan pelukkannya.


Setelah berganti pakainan selama hampir satu jam yang seharusnya bisa dalam waktu setengah jam, kini Ais bersiap keluar kamarnya, Ais mengenakan gamis salem dengan jilbab segi empat bermotif bunga - bunga paduan salem, hitam,dan kuning, membuat penampilan Ais semakin cantik.


Saat Ais keluar kamar suaminya diem terpesona memandang kecantikan istrinya meski tanpa make up, hanya bedak tipis dan lip glose. Karena Ais memang bukan tipe wanita pesolek.


"Subhanaallah, cantik," puji Rey yang juga mengenakan kemeja warna salem dengan katun hitam.


"Terimakasih Ayang, tapi jangan memujiku sering - sering nanti aku bisa sombong," ucap Ais mengandeng tangan Rey.


Rey tersenyum manis dan menyambut gandengan istrinya dengan mesra, keduanya segera turun menuju ruang keluarga, karena disana ketiga anaknya sudah menunggu.


"Umiiii ... Abiiii ...." Teriak Alif berlari memeluk keduanya.


"Umi cantik," puji Alif.


"Benarkah, terimakasih sayang." Mencium pipi Alif.


"Abi kok cemberut," tanya Alif polos.


"Habis yang dipuji cuma Umi, sedangkan Abi dicuekin," ucap Rey pura - pura merajuk.


"Abi juga tampan tapi ...."


"Tapi apa?" Tanya Rey.


"Dikit ... ganteng Babang Alif banyakkkkk." Mencium pipi Rey.


"Hemmm anak Abi udah pinter ya membanding -bandingkan."


Semua orang yang ada diruang keluarga tertawa riuh mendengar gombalan Alif pada Rey.


"Ya udah Karena semuanya sudah siap, yuk kita berangkat !" Ajak Ais.


Kedua babysitter Iza dan Ira juga ikut, Rey tidak mau istri kesayangannya merasa. kecapean karenanya.


Kini mereka semua sudah masuk kedalam mobil, dan Rey sengaja menyupir sendiri kali ini karena sehabis dari rumah sakit mereka akan mampir ke mall untuk belanja keperluan bulanan mereka.


Suansana didalam mobil Rey sedikit ramai sekarang karena baby twin mereka sudah mulai mengoceh.


"Nak Ais ... sepertinya Iza sudah mau tidur ini, " ucap Bi Inah.


"Iya Bi ... tolong bawa kemari biar saya susuin dulu." Meraih putrinya Iza.


Setelah Iza tertidur kini giliran Ira yang merengek minta disusui. Dengan cepat Ais memindahkan Iza ke Bi Inah dan meneruma Ira untuk disusui.


Kini keduanya sudah tidur, begitu juga dengan Alif kecil. Barulah suasana mobil terasa hening.


"Ayang ... anak - anak dah tidur kah?"


"Iya Yang, semuanya udah tidur." Melihat keluar jendela.


"Sebentar lagi kita sampai kok," ucap Rey tenang.


"Iya Yang." Merapikan jilbab dan pakainnya sehabis menyusui tadi.


🌻Rumah Sakit 🌻


Ucapan Rey benar adanya, sekarang mobil mereka sudah memasuki parkiran rumah sakit. Perlahan Rey menepi dan segera membuka sitbeltnya. Kemudian turun membukakan pintu untuk orang - orang tersayangnya.


"Makasih ya Yang." Segera turun.


Kini Iza dan Ira sudah dibawa turun, karena sudah membuat janji, mereka tidak perlu mengantri.


"Permisi," ucap Ais.


"Keluarga Pak Reyhan?" Tanya perawat.


"Iya ." jawab Ais."


"Mari Bu, ikuti saya sudah ditunggu."


Mereka mengikuti suster itu menuju sebuah ruangan yang bertuliskan ramah anak. Sebuah ruangan yang sengaja didekor untuk membuat anak - anak merasa senang tidak horor saat masuk kerumah sakit.


"Abi ... ruangannya asyik ya, penuh gambar dan mainan," ucap Alif yang baru saja terbangun dalam gendongan Rey.


"Iya sayang, kamu turun ya," ucap Rey.


"Iya Bi." Turun dari gendongan Rey.


"Ayang ... aku ke depan sebentar ya, ini kevin telepon, mungkin ada yang penting."


"Ehmm," ucap Ais tersenyum.


Ais sedikit tenang meskipun Rey tidak ada karena ada kedua babysitternya yang menemani.


Kini Ais telah masuk kedalam bersama kedua anaknya, sedangkan Alif bermain diruang tunggu dengan Lela.


Melihat Rey yang berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju ke taman belakang tempat untuk bersantai menerima telpon, banyak suster yang berbisik - bisik, pasalnya selain tampan tubuh Rey yang altetis membuat mata kaum hawa pasti tertarik.


"Hei coba lihat lelaki yang sedang menelpon itu." Tunjuk seorang suster dibagian informasi.


Semua suster diruangan itu sudah heboh dibuatnya.


"Yang mana?"


"Itu yang pakai kemeja salem."


"Oh iya ... ya Tuhannnn sungguh tampan."


"Apa dia masih single ya?"


"Uhhh mau dong jadi pacarnya."


"Uh ... pacarmu mau dikemana in."


Mereka semua tertawa sibuk menggosipin Rey yang sedang teleponan dengan Kevin.


Karena asyik bergosip,para suster itu tidak tahu kalau dokter anak yang tadi memvaksin anak - anak Rey dan Ais sudah selesai.


"Ehemmm," ucap Dokter.


"Eh Bu Dokter, sudah sudah selesai ya," ucap mereka hampir bersamaan.


"Lagi ngegosipin apa kali ini?"

__ADS_1


Semua terdiam, tidak ada yang berani menjawab.


"Kalian ya kebiasaan kalau melihat lelaki tampan saja matanya langsung lebar."


"Lelaki itu sudah menikah, dia salah satu penanam saham terbesar dirumah sakit ini, jadi kalian jangan macam - macam."


"Ayo semuanya bubar, dan kembali bekerja."


"Baik Dok," jawab mereka serentak.


Semuanya telah kembali kemeja tugas masing - masing. Tetapi tetap saja yang namanya perempuan suka bergosip tidak akan serta merta berhenti.


"Aku kok jadi penasaran sama tu lelaki tajir ya, siapa ya istrinya?"


"Iya kamu bener, kita tunggu aja, nanti pasti ada istrinya lewat atau mendatanginya."


Sedang asyik bergosip mereka kini dibuat lebih heboh pasalnya mereka melihat seorang wanita berhijab yang terlihat sangat angun dan cantik mendekati lelaki itu.


"Hei ... hei ... lihat wanita berhijab itu, ia mendekati lelaki itu."


"Iya, apa dia istrinya?"


"Sepertinya ia, coba lihat aduhhh aku jadi iri sangat serasi dan sangat mesra."


"Lihat dia mencium kening wanita itu."


"Ah andainya aku yang jadi wanita itu, pasti hidupku akan berbanding terbalik dengan sekarang, setiap pulang selalu disambut dengan pertengkaran dengan suami."


"Dan coba lihat lagi, lelaki mungil yang tampan itu, itu pasti anaknya, dan ya Allah sungguh sempurna kehidupan pasutri itu dengan anak kembar yang cantik dan imuttt, ah benar -benar membuat iri."


"Lelaki tampan dan kaya saja menyukai wanita berhijab, aku jadi malu sebagai muslimah, auratku masih kemana - mana."


"Iya kamu benar, aku akan segera berhijab, siapa tahu nanti setelah berhijab aku akan dapat jodoh yang vaik pula seperti wanita itu."


"Iya kamu benar, selama ini aku pikir lelaki yang tampan dan kaya akan tertarik dengan wanita yang berbadan bagus dan seksi."


"Aku mau berhijab, entah mengapa saat melihat wanita itu perasaanku menjadi damai, wajahnya sangaaaat sejuk untuk dipandang, senyumnya, mata indahnya yang bening, ukh sungguh sempurna."


"Selama ini aku pikir berhijab akan menutupi kecantikan kita, tapi lihat wanita itu dengan berhijab justru aura kecantikannya semakin tampak, apalagi saat wajahnya bersemu merah, sungguh cantik."


"Kamu benar, selama ini ayahku sudah berbuih menasihatiku supaya berhijab tapi banyak sekali alasan yang aku buat, hari ini aku ingin menangis rasanya, aku malu, aku merasa bersalah pada ayahku."


Mereka tidak menyadari kalau Ais dan Rey sudah berdiri didekat mereka, dan mendengar semuanya.


"Kalian benar, segeralah berhijab karena itu hukumnya wajib bagi wanita muslimah yang sudah aqilbaliq, sebab jika belum berhijab maka nanti dihari akhir kalian akan menyeret ayah dan semua saudara lelaki kalian ke neraka." ucap Rey tersenyum sambil menggendong Alif.


"Kami permisi, semoga segera bisa meraih hidayah itu," ucap Ais tersenyum.


Para suster itu semuanya tertegun, mereka tak satupun mampu berucap, kata - kata yang Rey dan Ais ucapkan sungguh membuat mereka bergidik, bahkan ada yang langsung menangis karena menyesali diri, mereka saling pandang dan saling merangkul.


"Ya Allah, kami bertobat, ampuni kami ya Allah," ucap mereka bersamaan dengan linangan air mata.


Kini keluarga Rey telah berlalu menuju keparkiran, kehadiran mereka dirumah sakit kali ini telah menjadi pembicaraan heboh dikalangan tim medis dan tidak sedikit pula yang telah memantapkan hatinya untuk segera berhijab.


🌻Parkiran rumah sakit 🌻


"Ayang ... kita mampir ke mall dulu ya."


"Kenapa harus ke mall?"


"Katanya keperluan bulanan anak - anak sudah habis."


"Iya memang sudah habis, tetapi kasihan mereka bertiga kalau harus dibawa, nanti mereka pasti akan kecapean, nanti kalau sudah capek pasti akan tewel, kasihan bi Inah dan Lela."


" Ya sudah kita pulang dulu nganterin mereka, nanti baru kita ke mall, sekalian kita makan malam ya."


"iya Yang, tapi cari rumah makan yang ada musholanya."


"Iya sayangku cintaku."


Setelah negosiasi untuk rencana ke mall, kini mobil itu akhirmya bergerak juga menuju kediaman mereka, sedangkan lima orang yang berada dibelakang menjadi pendengar setia kedua pasutri tersebut.


"Hemm dasar Umi dan Abi, selalu saja begitu, " ucap Alif yang membuat semua tertawa.


Bersambung.....


Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.


dan karya apik author yang lain :


* Fit Fithree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.


* Almaira My Secret Wife


My Love My Babysitter


*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu


Kembar Tidak Identik


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


My Heart Is Only For You


*Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Sudrun


Penjelah Malam


Samudra


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.


*Sisca Nasty


Mafia In Love

__ADS_1


__ADS_2