Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
KEGELISAHAN AIS


__ADS_3

🌻Terimakasih sudah membuka chapter ini, jangan lupa tinggalkan jejakmu berupa like dan komen, karena itu sangat berarti bagiku tuk terus semangat dalam berkarya, semoga kamu sehat dan bahagia selalu.🌻


Selamat Membaca!


*****


Kamar Ara dan Aza ....


"Ibu yang sabar dan ikhlas ya, inshaa Allah kakek meninggal dalam keadaan husnul khotimah, semoga kita pun nanti bisa diwafatkan dalam keadaan yang demikian." Ais memeluk erat sang ibu. Ais merasa khawatir dengan ibunya, tak bisa dia bayangkan jika harus kehilangan ibunya saat ini.


Kegelisahan yang Ais rasakan dapat dirasakan oleh Aminah. Ia pun merangkul erat sang putri.


"Kamu tidak udah khawatir, Nak. Tidak ada yang tahu dengan pasti, kapan ajal seseorang akan datang, entah besok, lusa, atau saat ini juga. Makanya kita sebagai manusia hanya bisa berusaha agar kelak bisa berpulang dalam keadaan husnul khotimah." Nadya mengakhiri ceritanya dengan sebuah alasan dan ulasan yang tepat.


"Iya, Bu. Ais mengerti dan akan selalu berusaha memperbaiki diri. Ibu harus selalu sehat, jangan banyak memikirkan hal-hal di luar kamampuan diri." Ais melepaskan pelukannya dan tersenyum pada sang ibu.


"Baiklah, ibu kembali kekamar saja ya. Ibu mau beristirahat dulu, jangan lupa nanti asyar tolong bangunkan ibu." Aminah beranjak dari duduknya dan berjalan menuju keluar kamar.


Sepeninggalan Aminah, Ais juga segera keluar kamar untuk menuju kamarnya. Entah mengapa sejak mendengar penuturan ibunya ia merasa tidak tenang. Karena berjalan dengan pikiran yang melayang kemana-mana membuat Ais tanpa sadar sudah melewati kamar mereka menuju kekamar putranya Alif. Melihat hal ini tentu saja membuat suaminya heran, kebetulan saat Ais melintas pintu kamar mereka tidak Rey tutup. Dengan cepat ia segera keluar kamar untuk melihat istrinya.


"Ayang!" sapa Rey yang mampu membuyarkan lamunan Ais.


"Iya, Yang," jawab Ais seperti orang linglung.


"Kamu mau kemana?" tanya Rey yang belum menyadari kelinglungan istrinya.


"Aku?! jawab Ais sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, kamu Ayang." Rey tersenyum sambil berjalan mendekati istrinya.


"Aku mau kekamar kita lah, emang kemana lagi?" jawab Ais santai karena tidak menyadari kalau dirinya telah melewati kamar mereka.


"Kamar kita sudah kamu lewati, Ayang." Rey memeluk pinggang istrinya dan mencium lembut kepala istrinya yang tertutup hijab.


"Benarkah?" Dengan cepat Ais menyapu pandangannya kesekeliling tempat dirinya berdiri saat ini.


"Astagfirullah haladzim, ini sudah kamar Babang Alif ya? Kok aku bisa kelewatan ya?" Ais binggung dengan keadaanya sendiri.


"Kamu kenapa seperti sedang banyak pikiran Ayang." Rey melepaskan dekapannya dan menuntun tangan kekasih halalnya itu menuju kamar mereka.


Ais mengikuti langkah suaminya menuju kekamar mereka. Setelah sampai mereka duduk bersebelahan ditepi tempat tidur.


"Ceritakan! Apa masalah yang Ayang pikirkan sehingga bisa melewati kamar kita sendiri," ucap Rey menatap netra istrinya yang tertunduk.


Ais masih terdiam, ada rasa ragu untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan pada suaminya. Diamnya membuat Rey semakin penasaran.


Rey menggeser posisi duduknya, kini ia berjongkok di depan sang istri sambil mengenggam erat tangannya.


"Ayang, ceritakanlah. Kamu selalu menyimpan masalahmu sendiri, sedangkan saat aku ada masalah kamu langsung membantuku. Apa kamu masih belum mempercayai aku meski kita sudah lama menikah?" Rey kembali manatap mata sang istri yang begitu bening.


Mendengar pernyataan suaminya membuat Ais dengan cepat menggeleng, dan mencium tangan suaminya.


"Ma-maaf ... maafkan aku Ayang, aku tidak ada maksud seperti itu, aku ... aku ...." Ais sudah meneteskan air mata, perasaannya menyeruak tiba-tiba di saat Rey mengatakan kalau dia belum mempercayainya.


Dalam sesegukannya Ais berbicara dengan terbata.


"A-aku ... ha-nya kepikiran ucapan ibu." Akhirnya bisa lancar juga Ais mengungkapkannya.


"Bukan aku tidak mempercayaimu Ayang, aku hanya merasa tidak ingin merepotkanmu." Ais kembali diam mendengarkan ucaoan suaminya.


"Kita bukanlah orang asing lagi, kamu adalah istriku. Masalahmu adalah masalahku, senyummu adalah bahagiaku. Dan aku sudah berjanji dalam hatiku untuk tidak lagi membuat kamu menangis. Dasar bisa berdirinya rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warahmah itu adalah salah satunya saling percaya." Rey kembali duduk disamping istrinya.


"Agar menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan , warohmah banyak hal yang harus kita sipakan mulai dari :



Memilih pasangan dengan kriteria yang tepat.



Untuk memastikan kita bisa membangun keluarga yang sakinah maka kita harus bisa menentukan kriteria pasangan yang dicari dengan tepat. Tanpa pemilihan pasangan yang cermat, akan sulit mencapai kondisi rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warohmah. Oleh karena itu tentukan dulu pasangan seperti apa yang dibutuhkan untuk membina keluarga yang sakinah, dan carilah kriteria tersebut pada calon pasangan yang ada.


__ADS_1


Memenuhi syarat utama dalam berumah tangga



Syarat utama lainnya dalam berumah tangga adalah Mawaddah yaitu artinya ‘Cinta yang menggebu’ dan Rahmah yang artinya siap berkorban kepada yang dikasihi dan memiliki kasih sayang yang lembut. Ketika kedua syarat ini terpenuhi maka untuk menuju rumah tangga yang sakinah tidak akan menjadi begitu sulit, karena keduanya sudah menjadi landasan terbentuknya satu rumah tangga.




Memelihara saling pengertian


Sebuah perkawinan tidak akan berjalan dengan baik jika tidak ada saling pengertian antar suami istri. Tumbuhkanlah rasa itu baik — baik. Kedua pihak harus dapat mencari cara menghilangkan sifat egois dan cara menghilangkan sifat sombong agar dapat saling memahami dan mengerti satu sama lain. Saling mengerti dapat menghindarkan suami istri dari pertengkaran hebat yang akan merusak rumah tangga.




Landasi rumah tangga dengan ajaran agama.




Tentu saja cara membina rumah tangga sakinah dan cara membina rumah tangga yang baik adalah dengan melandasinya dengan ajaran agama Islam. Suami harus bertindak sebagai pembimbing istri serta anak — anaknya, dan membawa keluarganya dalam ajaran agama yang benar. Ikutilah ajaran Al Qur’an dan Sunnah Rasul sebagai panduan dalam menjalani rumah tangga.



Mengisi rumah tangga dengan kasih sayang.



Sebuah rumah tangga tanpa cinta dan kasih sayang akan membuat sengsara orang — orang yang ada di dalamnya. Anak — anak butuh dipeluk orang tuanya dan pasangan hidup butuh untuk didampingi dan menjadi batu sandaran dalam keadaan sulit.


Karena itulah usahakan untuk selalu memenuhi rumah tangga dengan suasana yang penuh kasih sayang dan cinta. Selalu utamakan untuk mengatasi setiap persoalan dengan kasih sayang dan pikiran yang rasional, jangan menggunakan kekerasan atau emosi. Cintailah setiap anggota keluarga dengan sepenuh hati, maka rumah tangga akan selalu penuh dengan kasih sayang.



Tidak lupa bersyukur.




Menjalankan kewajiban masing — masing dengan baik.



Cara menjaga rumah tangga dengan baik adalah menggunakan tips menjaga keharmonisan rumah tangga yaitu suami atau istri seharusnya sudah mengetahui bagaimana kewajiban masing — masing. Dengan adanya kesadaran untuk menjalankan perannya dalam keluarga dan kegiatan lainnya maka kondisi rumah tangga perlahan akan menguat ikatannya. Rumah tangga akan berjalan dengan baik dan berfungsi penuh ketika suami dan istri saling menyadari kewajiban dan perannya masing — masing. Juga tidak lupa untuk saling mendukung masing — masing agar mendapatkan haknya selain kewajiban saja.



Saling menghargai.



Adanya rasa untuk mengetahui cara menghargai orang lain benar — benar akan menjadi landasan yang kokoh pada cara membina rumah tangga. Dengan adanya rasa saling menghargai maka suami dan istri akan tahu bagaimana perasaan masing — masing terhadap sesuatu hal tanpa perlu dipaksa untuk mengungkapkannya. Mereka juga akan lebih mudah mengembangkan rasa empati dan toleransi terhadap satu sama lain.



Menerima kekurangan dan kelebihan masing — masing.



Kelebihan seseorang biasanya menjadi pelengkap kekurangannya. Ketika memutuskan untuk menikah seharusnya kita sudah siap untuk menerima kekurangan pasangan masing — masing. Perlunya kebiasaan saling mengintrospeksi diri dan terus mencari cara merubah sifat serta cara menjadi pribadi yang baik sangat penting agar kekurangan suami dan istri dapat diterima oleh satu sama lain dan tidak menjadi masalah besar dalam sebuah pernikahan.



Memelihara kepercayaan terhadap pasangan.



Cara menghilangkan rasa curiga terhadap pasangan sangat diperlukan dalam membina rumah tangga yang sakinah. Suami dan istri tidak bisa rukun bila salah satu selalu curiga terhadap yang lainnya. Untuk itu diperlukan sikap yang menunjukkan bahwa masing — masing dapaat dipercaya oleh pasangannya. Misalnya selalu memberi kabar ketika sedang berkegiatan, mengirim sms, memberi tahu kegiatan masing — masing untuk sehari — hari, dan banyak lagi" Jelas Rey pada istrinya.

__ADS_1


"Bukankah setiap berdo'a kita selalu minta untuk menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah? Nah ini akan aku jelaskan padamu Ayang, aku ingin cinta kasih kita di ridhai oleh Allah." Rey mencium pucuk kepala istrinya yang semakin terisak.


Sakinah berasal dari bahasa arab yang artinya adalah ketenangan, ketentraman, aman atau damai. Lawan kata dari ketentraman atau ketenangan adalah keguncangan, keresahan, kehancuran. Sebagaimana arti kata tersebut, keluarga sakinah berarti keluarga yang didalamnya mengandung ketenangan, ketentraman, keamanan, dan kedamaian antar anggota keluarganya. Keluarga yang sakinah berlawanan dengan keluarga yang penuh keresahan, kecurigaan, dan kehancuran.


Mawaddah berasal pula dari bahasa Arab yang artinya adalah perasaan kasih sayang, cinta yang membara, dan menggebu. Mawaddah ini khususnya digunakan untuk istilah perasaan cinta yang menggebu pada pasangannya. Dalam islam, mawaddah ini adalah fitrah yang pasti dimiliki oleh manusia. Muncul perasan cinta yang menggebu ini karena hal-hal yang sebabnya bisa dari aspek kecantikan atau ketampanan pasangannya, moralitas, kedudukan dan hal-hal lain yang melekat pada pasangannya atau manusia ciptaan Allah


Kata Rahmah berasal dari bahasa arab yang artinya adalah ampunan, rahmat, rezeki, dan karunia. Rahmah terbesar tentu berasal dari Allah SWT yang diberikan pada keluarga yang terjaga rasa cinta, kasih sayang, dan juga kepercayaan. Keluarga yang rahmah tidak mungkin muncul hanya sekejap melainkan muncul karena proses adanya saling membutuhkan, saling menutupi kekurangan, saling memahami, dan memberikan pengertian.


Rahmah atau karunia dan rezeki dalam keluarga adalah karena proses dan kesabaran suami istri dalam membina rumah tangganya, serta melewati pengorbanan juga kekuatan jiwa. Dengan prosesnya yang penuh kesabaran, karunia itu pun juga akan diberikan oleh Allah sebagai bentuk cinta tertinggi dalam keluarga.


"Sekarang apa kamu ingin cita-cita kita untuk sakinah, mawadah, dan warahmah tercapai?" Rey mengusap air mata yang masih setia mengalir di pipi mulus sang istri.


"Iya, Ayang," jawab Ais pelan.


"Berbagilah masalahmu denganku," pinta Rey pada sang istri.


Akhirnya Aispun menceritakan kegelisahannya pada sang suami. Ia sangat beruntung memiliki suami yang sangat sabar dan menyanyanginya dengan sepenuh hatinya.


Cinta kasih yang kita miliki akan terus tumbuh subur jika terus kita pupuk dengan kasih sayang, saling pengertian, dan kesetiaan. Satu yang tak kalah penting adalah rasa saling percaya.


Bersambung.....


Terimakasih sudah membaca!


Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.


Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.


Fit Tree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.


Mengejar Cinta Ariel


Tabib Cantik Bulan Purnama


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


Putri Asisten Pribadiku


* Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.


Audio Nyanyian Takdir Aisyah


* Karlina Sulaiman


Mencintaimu dalam Diam


Kembali


*WIB (Write in Box)


Ya Dia Istriku


*Khauma


I Love My Army Wife


*Syala Yaya


Istri Kedua Tuan Krisna


*Laura V


Sang Penggoda

__ADS_1


*Bintun Arief


Terjebak Cinta Brondong


__ADS_2