Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
CEMBURU


__ADS_3

🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻


#Kamar Ais#


Salat dhuha memiliki banyak manfaat, salah satunya yaitu untuk dapat mempermudah segala urusan. Seseorang yang rajin salat dhuha, akan merasakan segala urusannya dimudahkan oleh Allah SWT.


"Nah apa sekarang kamu sudah faham tentang sholat dhuha?"


"Iya Ais alhamdulillah, inshaa Allah mulai besok aku akan coba untuk sholat dhuha, aku ingin semua urusan pernikahanku dimudahkan oleh Allah," ucap Nara dengan mata berbinar.


"Alhamdulillah, aamiin ya mujibus sailiiin," ucap Ais sambil menepuk pundak sahabatnya.


"Sekarang temanin aku sarapan ya," pinta Ais pada Nara sahabatnya.


"Oke!" Mengangkat jarinya membentuk tanda oke.


Keduanya bergegas keluar kamar menuju keruang makan.


Sampai diruang makan, Ais tak menjumpai suami dan anak-anaknya, dan ia pun menjadi bingung.


"Hmm kemana mereka ya?" gumam Ais.


Nara yang mendengar gumaman Ais segera bertanya.


"Siapa yang kau tanyakan Ais? Rey, Alif, ayah ibumu atau siapa?" tanya Nara penasaran.


Ais tersenyum dan menjawab.


"Tentu saja suami dan anak-anakku teman." Tersenyum pada Nara dan menarik kursi.


Kini Ais telah duduk dan siap untuk sarapan.


"Ais! Aku kebelakang sebentar ya, aku harus bongkar muatan dulu, udah nggak tahan." Mengusap perutnya.


Ais hanya tersenyum dan mengangguk, ia merasa lucu melihat ekspresi Nara yang sudah kebelet ingin kebelakang.


Jadilah Ais makan sendiri tanpa ditemani Nara. Sedang asyik makan tiba-tiba seseorang duduk disampingnya.


"Ais!" sapa Reza tiba-tiba .


Ais yang terkejut dengan sapaan Reza segera tersedak makanan yang dimakannya.


"Uhukkk ... uhukk."


"Ini minum dulu Ais." Menyerahkan segelas air putih.


Ais segera meminum air itu hingga habis, karena tenggorokannya terasa serak akibat tersedak tadi. Tanpa Ais sadari suaminya telah berdiri didepan pintu ruang makan, dan menyaksikan Ais meminum air dari Reza hingga tandas.


Perasaan Rey tiba-tiba menyeruak, ada rasa sakit dihatinya, kala melihat bidadari syurganya menerima minum dari lelaki lain selain dirinya.


Selama menikah baru kali ini Ais mau menerima makanan atau minuman dari lelaki lain yang bukan mahromnya.


Rey segera berlalu menuju kekamar kedua putrinya untuk mengajak mereka bermain ditaman, tadinya ia juga ingin mengajak Ais untuk bermain bersama. Namun niatnya untuk Ais diurungi oleh Rey karena kesal pada Ais.


Sementara itu diruang makan Reza segera mengambil tisu untuk Ais.


"Kamu kalau makan hati-hati Ais, jadi tersedakkan." Menyodorkan tisu.


Ais segera menyeka wajahnya yang berkeringat karena tersedak tadi.


"Makasih Za, kamu kok ngagetin aku sih, datang nggak pake salam tahu-tahu aja dah duduk disamping aku," omel Ais.


"Lagian kurang baik kamu dekat-dekat aku, karena kita hanya berdua. Nanti kalau ada yang salah faham bagimana?" sewot Ais dengan sedikit cemberut.


"Iya maaf, emang siang hari begini kita nggak boleh berdua? Lagiankan kita ada diruang makan bukan dipantai," ucap Reza membela diri.


"Kamu lupa tentang khalwat yang aku dan Kak Rey jelaskan tempo hari?"


"Eh iyaa maaf aku lupa." Menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya sudah, kamu ada perlu apa? Cepat katakan, lalu segera pergi sana," ucap Ais tanpa memandang Reza.


"Aku merasa deg-degkan, hari pernikahanku semakin dekat, apa yang harus aku persiapkan Ais? Tadinya aku mau bertanya pada Rey," ucap Reza sambil cengar-cengir.

__ADS_1


"Ohh masalah itu nanti aku akan bantu jawab bersama Kak Rey, sekarang sebaiknya kamu segera pergi, aku masih ingin lanjut makan." Menyuapkan nasi kedalam mulutnya tanpa melihat pada Reza.


"Iya Zah aku permisi, assalamualaikum!" Berangkat dari kursi dan berjalan meninggalkan Ais sendiri.


Dengan cepat Ais menyelsaikan makannya dan segera bergegas mencari suami dan anak-anaknya, saat Nara kembali Ais sudah tidak diruang makan lagi.


"Loh Aisnya mana? Kok aku nggak ditungguin sih? Apa aku kebelakangnya terlalu lama kali ya," ucap Nara bingung.


Narapun akhirnya memutuskan untuk kekebun belakang menemui ibu Aminah dan pak Abdullah yang sedang mengurusi kebun hidroponiknya.


Setelah berkeliling akhirnya Ais berhasil menemui suami dan anak-anaknya yang sedang bermain ditaman samping.


Tampak Alif sedang menaiki mobil-mobilannya, sedangkan Rey ditemani bik Ijah sedang bermain bersama Aza dan Ara yang sedang berlajar berjalan.


Ais tersenyum dan tak hentinya bersyukur pada Allah yang telah memberinya keluarga kecil yang hangat, penuh dengan kasih sayang.


Perlahan Ais mendekat, dan memanggil ketiga buah hatinya secara bergantian, dan tak lupa menyapa Kekasihnya dan bik Ijah juga.


"Assalamualaikum Babang Alif, lagi main apa sayang? Maaf ya Ummi telat bangunnya jadi baru bisa main sekarang." Mencium kening Alif mesra.


"Iya Ummi nggak apa-apa, Babang tahu kok Ummi capek." Tersenyum pada Ais.


"Lanjutin mainnya ya sayang, Ummi samperin dedek Ara dan Aza dulu ya." Mengucek rambut Alif gemes.


Ais menyapa putri kembarnya dengan tersenyum sangat manis.


"Assalamualaikum, sholehah Ummi dan Abi, Azaaa ... Araaa." Merentangkan kedua tangannya.


Dengan tersenyum kedua putrinya berlomba berjalan menuju kepelukan ibunya. Namun karena keduanya sedang berlatih berjalan membuat mereka berdua terlihat sangat lucu. Keduanya berjalan dengan hati-hati karena takut terjatuh.


Melihat kedua putrinya sedang berlomba menuju pelukan ibunya, Rey segera beranjak hendak pergi dan hanya pamitan pada bik Ijah.


"Bik, titip anak-anak ya, temani mereka bermain sama Ais, aku ada sedikit kerjaan diruang kerja." Berlalu meninggalkan mereka berlima yang diiringi tatapan aneh dari Ais. Karena tidak biasanya Rey bersikap seperti ini padanya.


*Kak Rey kenapa ya? Kok aneh begitu, nggak biasanya dia bersikap dingin seperti ini, apa dia lagi punya masalah ya?*


Ais tetap melanjutkan mainnya bersama anak-anaknya sampai tiba waktu mereka harus istirahat dan mandi karena hari sudah semakin siang, dan sikembar pun sudah terlihat capek dan mengantuk.


Setelah selesai mengurusi anak-anaknya mandi dan berganti pakaian, kini waktunya Ais menidurkan sikecil dan setelahnya mengajak Alif murojaah hafalannya, sampai Alifpun tertidur karena hari ini adalah hari libur.


Sampai dikamar Ais melihat suaminya yang sedang sibuk dengan laptopnya.


*Hemm ternyata benar Kak Rey sedang punya masalah dengan kerjaannya.*


Ais segera mengambil baju kotor dikeranjang dan membawanya keluar, ia tidak menyapa suaminya karena tak mau menganggu pekerjaanya. Namun Rey yang sedang kalut menanggapinya berbeda.


*Ya Allah, apa Ais memang sedang merasa senang dengan lelaki lain, sehingga ia tak menegurku sama sekali, saat aku menghindar ia malah menikamatinya.*


Rey terlihat sangat kesal, dengan cepat ia menutup laptopnya, dan segera menuju kekamar mandi untuk berwudhu, dan ia segera menuju kemushola untuk sholat sunat agar pikirannya menjadi tenang.


Sampai dimushola ia segera sholat sunat hajat dua rokaat, ia minta ketenangan untuk hatinya dan kelanggengan rumah tangganya.


Selesai berdoa ia segera mengambil mushaf AlQuran dan mulai membacanya. Lantunan ayat-ayat suci yang Rey ucapkan sangat menyejukkan kalbu. Ais tersenyum melihat suaminya dan ia segera ikut masuk kemushola.


Ais segera duduk disamping suaminya, dan berbaring dipundak suaminya manja. Merasa ada yang berbaring dipundaknnya Rey segera menyudahi mengajinya.


"Shodaqallahul adzim." Menutup Qurannya.


"Ayang, kamu udah selesai," tanya Ais.


"Hemm," jawab Rey enggan.


"Ayang ... apa kamu punya masalah? Kenapa kamu bersikap sangat dingin?" tanya Ais tersenyum.


"Aku ... aku hanya tidak senang saat kamu menerima minuman dari lelaki yang bukan mahrommu, apalagi hanya berdua," ucap Rey akhirnya.


Perasaanya yang galau terungkap juga, dan ditanggapi Ais dengan tersenyum. Ais tahu kalau suaminya ternyata cemburu pada Reza.


"Alhamdulillah terimakasih Ayang, " ucap Ais tersenyum.


Rey yang heran melihat respon istrinya mengerutkan dahinya.


Melihat suaminya yang binggung Ais malah tertawa, kemudian ia mencubit hidung Rey.

__ADS_1


"Ayang ... aku mengucapkan alhamdulillah dan terimakasih karena, aku bersyukur ternyata kau sangat perduli dan menyayangi aku, dan aku merasa sangat bahagia karena suamiku bisa juga cemburu." Berbaring dipangkuan suaminya.


"Cemburu?" ucap Rey binggung.


"Iya Ayang, kamu cemburu pada Reza yang memberikan aku minumkan?"


Rey terdiam, semua yang diucapkan istrinya adalah benar adanya. Akhirnya Aisyah menceritakan semua kronologi kejadian dimeja makan bersama Reza.


Setelah mendengar penjelasan istrinya Rey merasa sangat bersalah telah berprasangka pada istrinya.


"Ayang maafin aku ya." Mencium pucuk kepala Ais yang tertutup hijab.


"Makanya jangan suka berprasangka seperti yang tertuang dalam surat Al-Hujaraat ayat 12," ucap Ais.


"Jauhilah kalian dari kebanyakan persangkaan, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa” (QS. Al-Hujuraat: 12). “Jauhilah prasangka, karena prasangka itu adalah perkataan yang paling dusta” (HR. ... Inilah hukum asal prasangka buruk terhadap sesama Muslim, yaitu terlarang.


"Iya Ayang terimakasih telah mengingatkan aku, kamu membuat aku semakin mencintaimu." Memeluk istrinya erat.


Ais tersenyum bahagia dalam hangatnya dekapan kekasih halalnya.


Ikuti terus kisahnya ya love you readers loversku😍


Bersambung....


Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.


Dan karya apik author yang lain :


Fit Fithree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.


Mengejar Cinta Ariel


Almaira My Secret Wife


My Love My Babysitter


*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu


Kembar Tidak Identik


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


My Heart Is Only For You


*Sudrun


Penjelah Malam


Samudra


*Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.


*Sisca Nasty


Mafia in Love


*Cindyelvira


Ketika Muslimah Jatuh Cinta


Istri Sholehah


*Karlina Sulaiman

__ADS_1


Mencintaimu Dalam Diam


__ADS_2