
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Semua korban baku hantam hari itu sudah dibawa kerumah sakit semua. Hanif dibawa kerumah sakit yang terpisah karena memang tempatnya jauh diluar kota A, sedangkan Ais dan Rey dibawa kerumah sakit yang sama di kota A.
*****
Hanif....
Selang infus terpasang ditangan kekar yang halus milik Hanif, karena memang Hanif seseorang yang lembut dan hampir tidak pernah bekerja kasar.
Keluarga Hanif belum ada yang datang karena memang belum ada yang mengabari, sedangkan Burhan tidak tahu jika Hanif adalah putra semata wayang Bayu dan Mira
Nara dengan setia menunggui Hanif karena merasa bersalah pada Hanif yang menjadi korban papanya Burhan.
Hanif masih belum sadarkan diri kata dokter kondisinya sangat parah terlebih karena jantungnya yang terkejut itu, Hanif harus segera dioperasi dan memerlukan pendonor jantung. Dan hal ini membuat Nara sangat terpukul , pasalnya bukanlah mudah untuk mencari pendonor jantung.
"Pa... pokonya entah bagaimana caranya kita harus mencarikan pendonor untuk pemuda ini, dia telah mengorbankan nyawanya untuk Nara"Ucap Nara tersipu
Ya... Nara sudah jatuh cinta pada Hanif saat melihat keberanian Hanif menyelamatkannya. Dan ia tak mau kehilangan Hanif.
Pemuda tampan bertahanlah, aku akan menyelamatkanmu, batin Nara.
*****
Rumah Sakit Kota...
Keadaan ibu sedikit membaik meski sangat lemah, ibu berusaha untuk tegar dan menerima takdir, apa yang terjadi pada Ais semuanya pasti sudah digariskan oleh Allah.
Ibu mulai mau makan, dan ayah dengan sangat telaten dan penuh kasih sayang merawat ibu, wanita yang selalu ada untuk ayah dalam suka maupun duka.
Meski ayah terlihat biasa - biasa saja tetapi sesungguhnya hati ayah sangatlah hancur melihat wanita terkasihnya terbaring lemah tak berdaya, dan putri kesayangannya hilang entah dimana, tetapi begitu lah lelaki, tak akan bisa menyampaikan perasaanya lewat kata atau air mata.
Keluarga Ais tak ada yang tahu kalau Ais sebenarnya juga sedang dirawat intensif di ruang ICU karena kehabisan banyak darah dan dehidrasi akut, sehingga kondisinya sangat drop, dan butuh banyak darah.
Sedangkan Biyan sudah menguhubungi keluarga Rey, dan sebentar lagi mereka akan sampai di indonesia.
Rey dan pak Romli serta beberapa anak buah Burhan bergantian menjaga Ais dan Rey. Kondisi Rey pasca operasi sedikit membaik dan sekarang sudah berada diruang perawatan.
Mereka juga stanby berjaga disepan ruangan Rey dan Ais, takutnya akan ada musuh yang memyelinap.
Keluarga Rey sudah datang mami dan papi tampak berjalan tergesa -gesa, mereka tak sabar ingin melihat keadaan Rey dan Ais.
sehingga tanpa sengaja bertabrakan dengan ayah Ais yang juga terburu - buru untuk memgambil obat ibu.
"Brukkk"Suara tubuh ayah bertabrakan denganntubuh papi Maria.
"Maaf... maafkan saya tuan, saya terburu - buru " ucap ayah sambil mengambil obat ibu yang berhamburan.
Papi juga yang merasa bersalah karena juga terburu - buru, segera meminta maaf dan membantu ayah mengambil obat yang berhamburan.
"Maaf... saya juga terburu - buru, ini obat bapak"Ucap papi sambil mengankat wajahnya dan....
"Pak Abdul"Ucap papi kaget dan pak Abdul juga nggak kalah kaget.
"Pak Budi, sedang apa disini, dan kapan pulang ke Indonesia"Ucap ayah senang untuk sesaat.
"Apa kamu sudah bertemu Ais"Tanya papi
Ayah binggung dengan apa yang ditanyakan papi Maria.
"Maksudnya... bertemu Ais apa"Tanya ayah bingung.
"Jadi ini obat siapa"Tanya papi
"Ini obat istri saya, sejak ayis hilang diculik serta dirampok satu bulan yang lalu, istri saya jatuh sakit karena tekanan perasan"Ucap ayah sedih.
Papi dan mami Maria juga terkejut ternyata begitu menyedihkan nasib yang dialami Ais, dan saat di Amrikpun hanya kesedihan yang dia dapat, dan sekarang entah bagaimana nasib anak itu.
Akhirnya papi menceritakan kejadian yang Ais dan Rey alami sampai juga bertemu dengan Biyan, Ais berada di amrik, Ais balik ke Indonesia dan mengalami penculikan serta penembakan yang membuat Ais dan Rey harus menjalankan perawaran dirumah sakit ini.
"Dan sekarang kami juga mau menjengguk Rey dan Ais"Ucap papi diangguk oleh istrinya.
"Saya mau ikut tetapi saya harus mengantarkan obat ini dulu, dan sebaiknya istri saya jangan diberi tahu dulu, takutnya dia makin tertekan saat tahu Ais terluka"Ucap ayah.
"Baiklah kami akan menunggu disini, bapak cepatlah kembali"Ucap mami.
*****
Akhirnya Rey sudah siuman setelah beberapa hari ia tak sadarkan diri, beruntung peluru yang menembus tubuhnya tak mengenai jantungnya sehingga tidak berakibat fatal, sekarang tinggal menunggu masa pemulihan saja.
Berbeda dengan Ais... sedari tadi perawat berlarian mondar - mandir masuk keruang Ais, dan Biyan mau oun Rey tak ada yang tahu karena mereka fokus pada Rey yang baru sadar.
"Yan... bagaimana Ais, apa dia baik - baik saja"Ucap Rey.
"Bawa aku ketempat Ais ..Yan, aku ingin melihat Ais"Ucap Rey memohon.
"Kamu baru siuman, nanti kalau sudah agak kuat baru kita lihat Ais"Ucap Biyan.
Biyan belum mau menceritakan kondisi Ais yang kritis. Ia takut Rey akan memgalami sesuatu yang fatal.
Kemudian pintu diketuk....
"Tok... tok... tok... "Suara pintu diketuk dan "Kreiiit"Suara pintu terbuka.
"Rey sayanggggg"Panggil mami dengan linangan mata diikuti papi dan ayah Ais.
Mami memeluk Rey dan memeriksa ke adaannya.
"Bagaimana ke adaannmu sayang, apa masih sakit"Tanya mami khawatir.
"Yan.. dimana Ais"Tanya papi
__ADS_1
kemudian Biyan mengajak papi keluar dan diikuti ayah Ais, Biyan belum tahu kalau itu adalah ayah Ais, gadis yang diam - diam juga disukainya.
"Om... kondisi Ais sedang kritis"Ucap Biyan sedih.
"Apaa kritisss"Ucap ayah langsung terduduk dilantai sambil menutupi wajah dengan kedua tangannya.
"Ya Allah... ujian apa lagi ini, kurang cukup bersabarkah aku selama ini, mengapa derita keluargaku seolah tiada akhir"Ucap ayah yang tak bisa lagi menahan derita hati yang selama ini ia pendam sendiri.
Meski banyak anaknya yang lain, dan ada istrinya, tetapi ayah kadang lebih senang berbagi masalahnya dengan Ais, karena Ais begitu dewasa pemikirannya dan setiap kata yang diucapkannya terasa menyejukkan bagi ayah.
"Pak Abdul... yang sabar ya, sebaiknya kita jengguk Ais sekarang"Ucap papi
"Om... bapak ini.. "Ucap Biyan terputus.
"Dia ayahnya Ais, dan ibu Aispun sedang dirawat disini"Ucap papi sedih.
"Saya Biyan om, teman Ais"Ucap Biyan memperkenalkan diri.
"Sebaiknya kita segera keruangan Ais"Ucap Biyan.
Mereka berjalan menuju ruangan Ais, dan sangat terkejut melihat paramedis berlalu lalang dengan tergesa - gesa, dan saat melihat Biyan salah satu dari mereka berlari mendekat.
"Pak... apa bapak yang kemarin membawa pasien yang bernama Aisyah"Tanya perawat itu sedikit panik.
"Iya... saya"Ucap Biyan.
"Tolong kabarkan keluarganya segera kondisi pasien semakin menurun dan sepertinya tidak akan bertahan, tetapi kami akan berusaha sebaik mungkin"Ucap perawat itu.
"Izinkan saya masuk... saya ayahnya"Ucap ayah bergetar.
"Baik pak mari ikut saya"Ucap perawat itu.
"Ya Allah naaaaakkkk "Ucap ayah tak kuasa menahan tangisnya.
"Mengapa jadi seperti ini nak, bukankah kau masih mau kuliah, kau mau bantu ayah dan ibu, Aisssss... bangun naakkk, lihat ayah... ayah sudah menabung untuk bantu uang kuliahmu sejak tahu kau kuliah... Aissss bangun sayanggg"Ucap ayah dengan rasa sedih yang tak terperi.
"Pak... sebaiknya kumpulkan saja semua keluarga bapak sebelum terlambat, semoga ada mukjizat untuk Ais"Ucap perawat itu.
Ayah segera teringat ibu dan adik-adik Ais, karena kakak -kakaknya sudah pindah keluar kota semua dan tak ada nomor yang bisa dihubungi.
Ayah segera berlari keluar ruangan dan memohon pada pak Budi untuk menjemput adik -asik Ais dirumah dan istrinya dikamar ujung sal yang sama sengan Rey.
Papi segera menyuruh Supirnya untuk berangkat, dan segera berlari memanggil Rey dan istrinya.
Rey sangat shok dan segera ingin berlari ke kamar Ais, ia lupa kalau dirinyapun masih sakit.
Biyan memaksa Rey untuk duduk dikursi roda, kemudian Mendorongnya ke Ais.
Sampai dikamar Ais...
"Ais... sayang.. bangunlah.. kak Rey disini"Ucap Rey penuh linangan Air mata.
Semua sudah berkumpul diruangan Ais.
Tak ada yang tak menagis, melihat keihklasan seorang ibu terhadap anaknya.
"Papi... Rey ingin sekali memeluk Ais... halalkan Ais untukku pi... pak Abdul... aku mohon.... "Ucap Rey bersimpuh didepan pak Abdul dan papinya.
"Pak Abdul ...izinkan Rey memenuhi janjinya untuk bersama dalam ikatan suci pernikahan, karena ini juga yang Ais inginkan"Ucap papi.
Ayah tak kuasa menolak., karena memang itulah keinginan Ais sejak SMP, menjadi pengantin Rey.
Mereka segera memanggilkan penghulu dan ijab qobul pun dimulai.
"Reyhan bin Budianto saya nikah dan kawinkan anak gadis saya yang bernama Aisyah binti Abdullah dengan mas kawin tujuh ayat Alfatihah dan sebatang cincin dibayar tunai"Ucap ayah.
"Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah binti Abdullah dengan mas kawin yang tersebut dibayar tunai"Ucap Rey lantang dan penuh linangan air mata.
"Bagaimana para saksi sah... "Ucap pak penghulu.
"Sahhhhhh"Ucap semua orang.
Ada genagan air mata daru sudut mata Ais mungkin ia juga mendengar semuanya, dan saat Rey pertama kali memegang tangan Ais semua orang menagis haru, sekian lama mereka bisa menahan nafsu dan sekarang mereka telah dihalalkan melalui sebuah pernikahan.
"Ais... izinkan kak Rey memelukmu sekarang, kak Rey sangat bahagia"Ucap Rey terisak.
Biyan pun menyadari begitu tulus dan besar cinta yang Rey dan Ais punya.
Saat Rey memeluk tubuh Ais saat itu lah suara monitor berbunyi.
"Teeeeeeeeettttttt"....
"Aissssssssssssss"Tangis Rey histeris.
"Mohon maaf sepertinya pasien sudah plus" Ucap dokter yang bertugas.
Yah Ais telah pergi... meninggalkan semua yang disayanginya.
Ibu dan ayah terlihat tegar mengahadapi semuanya.
Mami pingsan dan harus mendapatkan perawatan.
Papi segera memghubingi Maria untuk segera terbang ke Indonesia.
Biyan termenung mengingat kenangan manis yang ia rasakan meski hanya sebentar bersama Ais.
Rey merasa tak percaya Ais belahan jiwanya telah pergi, ia yakin Ais hanya tertidur dan ia tak mengizinkan dokter membuka alat - alat medis ditubuh Ais.
"Tolong pak... "Renggek Rey .
"Jangan dibuka dulu, saya yakin istriku hanya tertidur karena ia kelelahan"Ucap Rey sambil menggenggam tangan Ais, dan Rey semakin yakin karena tangan ais masih hangat.
__ADS_1
*****
Dialam lain....
Ais seakan berlari gembira mengenakan pakaian pengantin putih dengan hijab yang senada yang sangat cantik, ditaman bunga yang sangat cantik... disana ia melihat seorang pemuda yang menangis menatapnya.
"Jangan pergi"Ucap pemuda itu.
"Kau siapa, mengapa melarangku pergi"Ucap Ais.
"Aku suamimu"Ucapnya lagi
"Tapi aku ingin pergi"Jawab Ais.
Tiba - tiba datang seorang wanita tua yang sangat bersahaja.
"Pulanglah nak... ikutlah bersama suamimu, kau belum waktunya untuk kembali... karena rumah impianmu belum selesai"Ucap wanita itu.
Ais berdiri diantara pintu gerbang yang indah, dia bingung harus pergi ketaman yang indah itu atau berlari kepelukan suaminya.
"Ais.... "Ucap lelaki yang mengatakan ia suaminya sambil merentangka tangan.
Akhirnya Ais memutuskan untuk berlari kepelukan suaminya dan....
"Hachiiiiiih"Suara Ais bersin dan denyut jantungkan kembali berdetak.
Tim medis yang sedang melepaskan alat -alatnya segera memasang kembali semuanya. Mereka semua serempak mengucapkan.
"Subhanlallah "Ucap mereka serempak.
Rey langsung sujud syukur meski dadanya kembali berdarah karena tertekan.
"Alhamdulillah ya Allah kau mengijabah doaku"Ucap Rey.
"Aissss... kau kebali sayang"Ucap Rey mengecup tangan Ais.
Meski Ais belum sadarkan diri, semua tampak gembira karena masa Kritisnya sudah lewat, namun jika dalam waktu dua minggu Ais belum sadar juga maka ia akan dinyatakan koma.
Bagaimana nasib Ais... sadarkah atau koma kah... yuk ikuti terus kisahnya.
Thanks for reading..
Makasih like and komennya😍
Makasih juga yang udah kasih Votenya 😍
Semoga readers loveku sehat dan bahagia selalu 😍
Salam Manis,
🤗
Author.
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
__ADS_1
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam