
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Sepulang dari pantai itu kondisi Acong sedikit lebih baik, namun ia belum memberitahukan kapada kedua orangtuanya tentang keinginanya untuk memeluk agama Islam.
*****
Ujian kenaikan kelas hari terakhir dijalani dengan penuh hikmad, semua siswa berkonsentrasi untuk memdapatkan hasil yang maksimal, begitu juga dengan Ais CS, Han, Reza, dan Acong.
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga perjuangan tahun ini semoga hasilnya bisa maksimal.." Ucap Ais sambil berjalan keluar kelas.
Ais bergegas menuju mushola karena hari ini ia belum dhuha, sambil menunggu teman - temannya selesai ia akan menghabiskan waktunya di mushola saja.
Dimushola...
Ais sudah selesai mengaji, ia duduk ditaman belakang mushola sambil membaca buku Fiqih yang ia pinjam dari perpustakaan sekolahnya kemarin. Tiba - tiba ada yang memanggilnya.
"Assalamualaikum.." Ucap Rey.
"Waalaikumussalam kak Rey.." Jawab Ais
"Ais.. maaf menganggu waktu bacamu, bagaimana ujiannya lancar?" Tanya kak Rey.
"Alhamdulillah kak lancar, kakak nggak ganggu kok, Ais cuma mengisi waktu sambil menunggu teman - teman Ais yang lain.." Jawab Ais.
"Syukurlah kalau begitu, Kakak mau pamit Ais.." Ucap Rey sambil mandang wajah Ais.
Ais terdiam, ia binggung harus mengucapkan apa untuk kak Rey.
"Kakak akan berangkat besok , kakak rencananya akan melanjutkan SMA ke Bandung, dan setelahnya kakak akan kuliah keluar negeri Ais, jadi ini mungkin pertemuan kita yang terakhir sebelum kakak berangkat .." Ucap Rey sedih.
"Sebenarnya kakak sangat berat untuk berjauhan dengan Ais meski kakak tahu perasaan Ais belum ada untuk kakak tapi kak Rey merasa harus pamit pada Ais, tolong tetap lah menjadi Ais yang sangat kakak kagumi, rajin sholat, sabar, mandiri, jujur, dan tegas, dan kalau kakak boleh minta jagalah hati Ais untuk kakak, semoga kita bisa bertemu lagi Ais, namun kakak juga tidak tahu itu kapan.." Ucap Rey sambil menunduk menahan bulir bening dipelupuk matanya.
Ais masih terdiam ia tak kuasa menahan air matanya yang tiba - tiba saja keluar tanpa bisa diajak kompromi, ia masih membungkam tanpa sepatah katapun.
"Ais.. tolong bicara lah kakak tak punya waktu banyak sebentar lagi pesawat kakak berangkat, sopir kakak sudah menunggu didepan gerbang sekolah.." Ucap Rey mulai terisak.
"Maaf... maafkan Ais kak Rey.. Ais belum bisa membalas perasaan kakak, Ais masih terikat janji dengan ayah, semoga kak Rey bisa meraih cita - cita kakak, dan menjadi anak yang dapat membanggakan kedua orangtua kak Rey.." Ucap Ais dengan air mata yang berlinang.
Ais merasa sangat sedih karena akan kehilangan sosok kakak yang diam - diam dikagumi Ais tanpa ada yang tahu kecuali dirinya dan Allah tentunya.
Sebelum berangkat Rey memberikan sebuah liontin pada Ais dengan mata bunga mawar.
"Ais.. simpanlah liontin ini, sebagai kenang - kenangan dari kakak, dengan demikian Ais tak akan melupakan kakak.." Ucap Rey dan akahirnya pergi.
Kak Rey... ucap Ais dalam hatinya sambil memandang kepergian Rey.
Rey pun perlahan menghilang dengan pandangan yang tak lepas dari Ais.
Selamat tinggal jodohku, semoga kita bertemu lagi, batin Rey.
*****
Bahagianya aku jika yang ditangisi Ais adalah kepergianku bukan Rey, batin Acong.
Ais tak tahu jika Acong melihat semua kejadian yang Ais alami, namun ia pura - pura tidak tahu dan seolah - olah baru datang ke taman belakang mushola.
"Hei... " Ucap Acong.
Ais dengan cepat menghapus Ais matanya, dia tak mau ada orang yang melihatnya menanggis apalagi orang itu adalah Acong, ia tak mau Acong menjadi sedih karenanya.
"Hei juga.." Ucap Ais dengan wajah yang tersenyum ramah.
"Matamu sembab, habis nangis? "Tanya Acong sedikit mancing kejujuran Ais.
"Enggak kok Cong, ini tadi tiba - tiba ada binatang kecil yang masuk mataku, jadi deh pedih banget.." Ucap Ais sedikit berbohong.
Maafin aku cong, aku terpaksa bohong, aku tak ingin kamu bersedih, batin Ais.
"Cong teman-teman yang lain mana ?" Tanya Ais.
"Mereka dah pulang semua, tadi gue bilang loe suruh mereka pulang dulu.." Ucap Acong tanpa dosa.
"Lho kok kamu gitu sih Cong.." Ucap Ais sedikit kesal.
"Maaf Ais, soalnya hari ini aku ingin memghabiskan hariku bersamamu saja.." Ucap Acong malu.
"Nggak bisa gitu dong Cong, kamu...." Ucapanan Ais terpotong karena tiba - tiba hidung Acong berdarah.
"Cong hidungmu"Ucap Ais sedikit khawatir
__ADS_1
"Aku nggak apa -apa Ais.." Ucap Acong sambil membersihkan hidungnya dengan tisue.
"Ais.. yuk kita jalan, gue ingin ngajakin loe ke danau belakang sekolah, jam segini masih sepi jadi kita bisa melihat ikan - ikan cantik itu berenang bebas.." Ucap Acong.
" Kamu beneran nggak apa - apa.." Tanya Ais.
"Selama bersamamu gue baik - baik saja kok.." Ucap Acong mantap.
Mereka berdua pun pergi ke danau belakang sekolah, karena Ais merasa Acong sangat aneh hari ini, sepanjang perjalanan beberapa kali hidung Acong berdarah, Ais sangat khawatir.
Sampai ditepi danau mereka berdua duduk agak berjauhan.
"Ais... lihat lah ikan - ikan itu sangat indah, seindah senyummu Ais... Andai gue masih bisa menikmati senyummu sapanjang waktu... Andai gue bisa bertahan lebih lama Ais... Gue ingin selalu bersamamu.." Ucap Acong dengan tatapan kosong.
Ais semakin khawatir dengan kondisi Acong.
"Cong... kamu nggak boleh putus asa selagi masih bernafas kita harus selalu yakin bahwa semua sudah digariskan Tuhan dalam jalan kehidupan yang kita jalani.." Ucap Ais dengan sedih.
Ais berusaha tampak tegar didepan Acong, ia tak mau Acong berputus asa.
"Ais... " Sapa acong.
Sementara darah segar semakin banyak mengucur dari hidungnya Acong, ia menyekanya dengan kasar, karena kesal kenapa mereka semakin banyak saja keluar dari hidung nya.
"Cong... kamu..." Ucap Ais tak mampu meneruskan ucapnya.
Acong tersenyum, sementara Ais mulai tak bisa mengontrol air matanya karena memang Ais sangat mudah tersentuh.
"Sebaiknya kita pulang Cong, hubungi papa mamamu, kita kerumah sakit.." Ucap Ais sambil berangkat dari duduknya mendekati Acong.
Acong menarik tas Ais karena ia tahu Ais tak mau tangannya disentuh laki - laki yang bukan muhrimnya.
"Ais... tak usahhhh, aku ingin menikmati hariku bersamamu saja.." Ucap Acong.
"Tapi.... " Kata Ais terhenti karena Acong memberi isyarat untuk diam.
" Aku ingin melihatmu dengan puas Ais... pandanganku semakin samar saja, padahal aku ingin terus memandangmu.." Ucap Acong tersenyum.
Sementara darah segar dari hidung dan mulut Acong sakin banyak keluar.
"Ais... panggilkan aku ulama katamu itu... aku ingin bersyahadat Ais.." Ucap Acong semakin lemah.
Ais membawa Acong ke bawah pohon rindang agar Acong tak kepanasan, dengan cepat Ais menghubungi kedua orangtua Acong, dan memberitahukan lokasi mereka, Ais juga menelpon pak ustad yang ada tak jaub dari rumahnya untuk datang ke lokasi.
"Ais... tetaplah didepanku... aku ingin memandangmu.." Ucap Acong lirih.
Ais tak kuasa menahan isak tangisnya, sambil berdiri tersenyum didepan Acong dengan linangan air matanya.
****
Kedua orangtua Acong sudah sampai, mamanya mulai menjerit melihat kondisi Acong sedangkan papanya dan cecenya hanya terisak pelan.
Kemudian pak ustad pun datang bersama dua orang temannya.
Ais menceritakan keinginan Acong kepada kedua orangtuanya dan pak ustad.
"kalau kami terserah pada kedua orangtuanya saja, jika mereka mengizinkan kami akan melakukanya.." Ucap pak ustad.
"Acong... " Sapa mamanya dengan perasaan sedih yang tak terkira.
"Apa kamu benar ingin memeluk islam.." Tanya mamanya dengan suara bergetar menahan tangis.
"Iya ma.. Acong ingin pergi sebagai seorang muslim.." Jawab Acong mantap.
Sementara darah semakin banyak keluar, wajah Acong semakin pucat. Semua tak bisa menahan tangis, Aispun matanya telah sembab karena banyak menangis.
"Ais... kamu jangan nangis terus nanti jelek, aku tak mau melihatmu jelek.." Ucap Acong masih bercanda padahal kondisinya sangat parah.
"Pa... " Panggil mama Acong.
"Lakukan saja apa yang bisa membuat anak lelaki kesayanganku tersenyum.." Ucap papa. Acong sambil tersenyum melihat Acong.
"Makasih ma.. pa.. cece.. telah merawat koko selama ini, menyayangi koko dengan tulus.." Ucap Acong tersenyum manis.
"Ayo pak ustad bimbing aku, aku sudah nggak kuat.." Ucap Acong lirih.
"Ais... gue sayang loe, kita akan bertemu disyurga Allah seperti yang sering kau ceritakankan padaku.." Ucap Acong sambil tersenyum.
Sebelum proses syahadat Pak ustad menganti nama Acong dengan Mu'amar ,
__ADS_1
kemudian segera mulai membimbing Acong untuk bersyahadat.
"Mu'amar bin Kusuma Wijaya ikuti ucapan saya.." Ucap Pak ustad.
"Asshaduanla illaha illallah wa ashaduanla muhammad darosulullah.." Ucap pak Ustad.
Dan Acong pun mulai mengikuti ucapan pak ustad.
"Assha.. duanla.. illaha... illallah... wa.. ashadu.. anla.. muhammad.. darosulullah.." Ucap Acong dengan terbata
dan segera menutup matanya untuk selamanya.
"Aconggggggg... " Teriak mama dan papanya.
"Kau pergi nak.." Ucap mamanya dan segera terjatuh tak sadarkan diri.
*****
Jenazah Acong yang telah berganti nama menjadi Mu'amar segera dibawa pak ustad untuk dikuburkan secara islam.
Ais tak kuasa menahan kesedihannya, semua teman - teman dan rekan guru sudah hadir untuk mengikuti prosesi pemakaman Mu'amar alis Acong, semua tampak berduka.
Selamat jalan Amar, aku bangga padamu bisa meraih hidayah itu diakhir hayatmu Inshaa Allah jannah Allah yang indah adalah tempatmu kawan, batin Ais dengan hati yang terluka.
Semoga kita juga diwafatkan dalam husnul khotimah, aamiin.
Bersambung.....
Mohon masukannya ya buat author karena ini tulisan perdana author. Love you readers
Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
__ADS_1
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam