
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Ujian telah kelar dan pengumuman ke lulusan akan diumumkan besok, Selama menunggu pengumuman Ais tak mau berdiam diri dirumah, Ais mencari info untuk kuliah yang ter Murah agar nanti ia bisa mencoba untuk lanjut kuliah.
Malam itu ayah dan ibu sengaja memanggil Ais karena ujian sekokah udah selesai.
"Ais... anak ayah dan ibu tersayang, tugas ayah dan ibu memyekolahkan Ais sudah terpenuhi, ayah dan ibu nggak bisa meneruskan kalau untuk lanjut ke Perguruan Tinggi, maafkan ayah dan ibu ya nak"Ucap ayah sedih
"Ayah... ibu... "Ucap Ais sambil memegang tangan ayah dan ibu.
"Ais tak akan marah pada ayah dan ibu, malah Ais bersyukur biarpun susah ayah dan ibu mampu meyekolahkan kami sampai jenjang SMA, yang tak semua orang dikampung kita sanggup melakukannya, ucapan terima kasih saja tak akan cukup untuk membayar pengorbanan ayah dan ibu"Ucap Ais tersenyum meski jauh dilubuk hatinya Ais menangis ingin kuliah.
Ayah dan ibu memeluk Ais, sambil menangis karena mereka tahu keinginan Ais untuk sekolah sampai ke Perguruan Tinggi sangat besar, namun mereka merasa gagagl karena tak bisa mewujudkannya.
*****
Sekolah Ais...
Semua anak - anak kelas tiga sudah berkumpul dilapangan, hari ini adalah pengumuman kelulusan mereka, dan lulusan terbaik tahun ini akan diumumkan segera untuk mendapatkan bingkisan dari pihak sekolah.
Kepala sekolah segera naik kemimbar untuk memberika wejangan alis sambutan sekaligus membacakan sepuluh lulusan terbaik sekolah mereka tahun ini.
"Assalamualaikum wr. wb.
Anak - Anak generasi penerus bangsa ini bapak tak akan berpanjang lebar, hanya ucapan terima kasih pada kalian semua karena kalianlah tahun ini sekolah kita menjadi lulusan terbaik dipropinsi kita. Bapak. harap kalian tidak hanya sampai disini saja menimba ilmu, carilah ilmu itu sampai kenegeri cina, karena tak ada kata yang cukup untuk menuntut ilmu. Sedari lahir sampai ajal memjemput agama kita mewajibkan kita untuk menuntut ilmu. Selamat atas kelulusan kalian semua "Ucap. bapak kepala sekolah
"Baiklah ini dia sepuluh pejuang kebanggaan sekolah kita dan juga kebanggaan orangtuanya... Terbaik
zahra
2.Aisyah
3.Reno
4.Syaiful
5.Maria
6.Agus
7.Merry
8.Alin
9.Sulthan
Susanti
Selamat untuk kalian semua silahkan naik kepanggung didampingi orangtua masing -masing orangtuanya"Ucap kelapa sekolah
Semua sudah naik ke panggung bersama orangtua masing - masing, kelulusan Ais diambil oleh ibu karena ayah harus bekerja.
Ibu memeluk Ais dengan linangan air mata, pertama karena bangga Ais bisa lulus dengan predikat terbaik dua, dan sedih karena ibu merasa masa depan Ais untuk kuliah akan kandas.
"Maafin ibi dan ayah nak"Ucap ibu sambil memeluk Ais.
"Nggak usah sedih bu Ais akan berusaha memberikan yang terbaik untuk ayah dan ibu"Ucap Ais
Acara pun selesai mereka bertemu keluarga Maria.
"Ais sayang selamat ya tante sangat bangga padamu"Ucap mami Maria
"Ais selamat ya loe emang yang terbaik"Ucap Maria
Mereka saling berpelukan dan saling tangis karena ini juga merupakan pertemuan mereka yang terakhirnya pasalnya keluarga Maria untuk sementara akan menetap di Amrik karena selain Maria akan sekolah Disana, mereka juga akan mengurus perusahaan papinya yang disana karena mengalami masalah ke uangan.
"Makasih tan... Mar, selamat juga buatmu, aku akan sangat kehilanganmu Mar, tolong jaga kak Rey untukku, di sini aku akan berjuang mewujudkan mimpiku"Ucap Ais berlinang air mata
"Selamat tinggal calon mantu tante jaga diri yang baik sampai waktu itu tiba untuk tante membawamu sebagai pengantin Rey"Ucap mami Maria sedih
Mereka sekali lagi saling rangkul dan menangis bersama
Dari ujung sekolah ada yang tersenyum manis, "Permainan ini baru saja dimulai"Ucap orang itu
*****
__ADS_1
Semua kembali sepi, Ais merajut hari - harinya ditemani pekerjaan rumah, hari ini Ais disuruh ibu pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur mereka.
"Ais sayang, kamu tolong ke pasar ya beliin sayur sama bumbu -bumbu dapur yang sudah habis"Ucap ibu
"Iya Bu.. Ais berangkat bu, Assalamualaikum "Pamit Ais
"Waalaikumussalam, hati - hati nak"Ucap ibu
Ais naik sepeda untuk kepasar butuh waktu hampir dua puluh menit untuk sampai ke pasar.
*****
Di Pasar.....
Ais sedang asyik memilih sayuran dan bumbu yang dipesan ibu tiba -tiba Ais melihat seorang ibu ditabrak seseorang yang berjalan tergesa gesa, sehingga belanjaan ibu itu berhamburan. Ais segera berlari untuk membantu ibu itu.
"Ibu nggak apa - apa bu"Tanya Ais sambil membantu mengambil belanjaan ibu yang berhamburan.
"Maksih ya nak, ibu baik - baik saja"Ucap ibu itu
Ais merasa wajah dan suara ibu ini tidak asing, Ais berusaha mengingat kalau dia nggak salah ini adalah guru SD nya dulu bu Yasmin yang menemani Ais lomba melukis waktu itu.
"Maaf apa ibu ini bu Yasmin"Tanya Ais
"Iya, kamu siapa nak"Tanya bu Yasmin
"Saya Ais bu, anak murid ibu dulu"Ucap Ais
"Ya... ibu selalu ingat namamu Ais, sang juara lukis, kamu tidak berubah selalu peduli dengan sesama"Ucap bu Yasmin
Ais hanya tersenyum dan menyalami tangan bu Yasmin.
"Sekarang kamu sudah kuliah belum"Tanya bu Yasmin
"Belum bu, Ais baru saja lulus, sekarang sedang mencari tempat kuliah yang murah bu"Ucap Ais
"Apa kamu mau kuliah dijurusan Guru Taman Kanak - Kanak"Tanya bu Yasmin
"Emang murah bu"Tanya Ais berbinar
"Ais mau bu, asalkan Ais bisa kuliah"Ucap Ais
"Minggu depan kamu datang saja kerumah ibu ya kita daftar dulu ibu akan bantu kamu"Ucap bu Yasmin.
*****
Ais pun pulang dengan wajah gembira tapi dari mana ia akan mendapatkan uang untuk mendaftar kuliah itu. Ais memutuskan untuk bekerja jadi buruh pengangkut batu dikampungnya karena hanya itu cara yang tercepat untuk memgumpulkan uang yang akan Ais gunakan untuk mendaftar kuliah.
Ais pun mulai bekerja sebagai buruh pengangkut batu, setiap habis subuh ia membantu ibu didapur dan setelah jam enam ia akan mulai ke pabrik batu untuk bekerja, dan Ais selalu memgambil jam lembur agar dapat gaji mingguan yang cukup untuk biaya daftar kuliahnya. Tenaga Ais sangat kuat dia bekerja tanpa mengenal lelah.
Setelah satu minggu bekerja Ais dapat gaji yang cukup untuk mendaftar kuliahnya. Tanpa sepengetahuan ayah dan ibu Ais segera kerumah bu Yasmin membawa uang hasil kerjanya untuk dafatar kuliah.
Ais bersama bu Yasmin daftar ke kampus itu dan Ais langsung ikut test tertulis hari itu juga, karena Ais anak. yang cerdas ia dengan mudah menjawab test itu dan hasilnya akan keluar dalam waktu satu minggu kedepan.
Ais pulang dengan gembira, dengan penghasilan sekarang Ais memutuskan untuk segera memenuhi keinginannya sejak kecil yaitu berhijab, karena ia merasa telah mampu untuk membeli pakaian muslimah yang murah dan hijab yang murah juga asalkan bisa menutup auratnya.
*****
Dirumah Ais....
"Bu.. ayah... Ais inshaa Allah akan mengenakan hijab mulai besok, ayah dan ibu nggak usah khawatir Karen Ais sudah kerja di pabrik angkut batu, inshaa Allah gaji Ais cukup untuk beli beberapa baju"Ucap Ais
Ayah ibu sangat terharu dan tak bisa banyak berucap, hanya pelukan yang ayah dan ibu berikan.
Terima kasih ya Allah kau telah menitipkan bidadari yang sholehah kepada kami, batin ayah.
Sejak hari itu Ais memutuskan berhijab, dan sejak kepergian keluarga Maria ke Amrik hubungan Ais dan Rey seakan terputus, Rey tak pernah lagi menelpon Ais dan setiap Ais menelpon tak pernah lagi tersambung, Namun Ais selalu berbaik sangka mungkin kak Rey sedang sibuk urusan kuliahnya, dan keluarga Maria sibuk dengan perusahaan papinya yang terancam pailit.
*****
Hari - hari Ais jalani dengan penuh senyum meski hatinya terluka karena menyimpan rindu yang amat sangat pada kak Reynya.
Rutinitas Ais sekarang bergelut di pabrik angkut batu, dengan rajin Ais bekerja sambil menunggu pengumuman itu.
Hari yang Ais tunggu pun tiba sebuah pesan masuk ke HP nya, Ais sangat berharap itu dari kak Rey tetapi ternyata dari yang lain, namun tak memgurangi rasa bahagia Ais karena itu pengumuman penerimaannya di kampus PAUD yang diikutinya minggu lalu, Ais lulus dengan nilai terbaik sehingga Ais terbebas dari biaya administrasi penerimaan murid baru. Jadi yang Ais pikirkan adalah untuk biaya semesternya saja, dan ia masih punya banyak waktu untuk menabung biaya kuliahnya.
__ADS_1
Sekarang setiap pagi Ais ke pabrik angkut batu, dia akan bekerja sampai pukul sebelas siang habis itu pulang dan mandi kemudian memggunakan setelan olahraga lengkap dengan hijabnya, Ais segera berangkat menuju Kampusnya dengan naik sepeda karena kebetulan kampus Ais berada ditengah kota yang ditempuh selama hampir kurang lebih dua jam dengan sepeda.
Ais tak pernah mengeluh semua dilakukanya dengan ikhlas dan senang, Semua demi mimpinya, shlolat zuhur akan Ais tunaikan dimana masjid yang dilewatinya, dan setelah sampai kampus baru lah Ais menganti baju nya dengan gamis dan hijab yang baru, sedang pakaian olehrahanya dia gantung di ruang ganti kampusnya.
Perjuangan Ais meraih mimpinya baru saja dimulai, bisakah Ais mewujudkannya...
Ikuti terus kisahnya ya...
To be continue
Makasih dah baca karyaku
Makasih juga like and komennya
Makasih juga yang udah kasih vote nya
Semoga readers loversku sehat dan bahagia selalu.
Salam Manis
🤗
Author
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam
__ADS_1