Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
BANDARA


__ADS_3

🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻


Kamar Alif ....


Sebuah kamar berwarna biru laut tampak sangat bersih dan rapi. Dengan dekor dinding yang polos, namun spreynya bergambar doraemon, begitu juga dengan meja belajarnya bergambar doraemon.


Seorang anak lelaki sedang berbaring bersama ibunya. Ya dia adalah Alif putra Rey dan Ais. Kali ini Ais sengaja menemaninya untuk tidur siang sambil mengulang hafalannya, karena besok ia akan berlomba ditingkat propinsi.


Keduanya mengulang hafalan juz 30 sampai akhirnya keduanya tertidur sambil berpelukan. Keduanya tidur dalam balutan doa dan kasih sayang.


Belum lama keduanya tertidur pintu kamar Alif diketuk seseorang yang membuat Ais dengan berat membuka matanya. Dan ia segera berangkat untuk membukakan pintu.


"Klek." Membuka pintu dan melonggokan kepalanya keluar sedikit.


"Aneh, kok nggak ada orangnya, siapa sih yang jahil?" gumam Ais dengan wajah khas bangun tidurnya.


Saat Ais kembali hendak menutup pintu. seseorang menarik tangannya dan itu membuatnya sangat kaget. Ais hampir saja menjerit kalau tidak melihat siapa yang menariknya.


"Ayang?! Buat kaget aja, kenapa?"


"Kita harus bersiap, sekarang hampir menjelang asar."


"Mau kemana?"


"Lah, kamu lupa Yang? Kan kita mau kebandara?!"


Ais yang pura-pura lupa sengaja ingin membuat suaminya kesal, pasalnya dia ingin membalas suaminya yang membuat dia kaget saat tidur.


"Kebandara?!"


"Iya Yang, mengantar Nara dan Reza, serta Biyan dan Maria." jelas Rey dengan sabar.


"Emang mereka mau kemana?"


"Ya Allah tolong kembalikan istri hamba yang pintar, cantik, dan sholehah, aamiin." Mengusap kedua tangannya kewajahnya.


Sedangkan Ais sudah tersenyum lebar menyaksikan tingkah laku suaminya. Sambil bersandar didekat pintu.


Melihat istrinya yang sudah tertawa Rey pun segera mendekati istrinya.


"Yang kamu udah baikan?" Mengecek suhu tubuh Ais didahi dengan punggung tangannya.


"Udah, kenapa?"


"Kalau sudah yuk kita bersiap," Mendekati wajah istrinya. Dan dengan cepat Rey mendaratkan ciumannya pada kening dan kedua pipi istrinya.


"Ayang, kamu ya!" Mencubit lembut perut suaminya. Dan dengan cepat Rey menangkap tangan istrinya dan menariknya dalam dekapannya.


"Ayang, lepasin! Nanti ada yang lihat." Melonggarkan dekapan suaminya.


"Kamu bisa diem nggak Yang? Jangan membuat perlengkapan perangku siaga." Kembali mendekap kekasihnya itu. Dan Ais dapat merasakan aroma peperangan dari suaminya. Dengan cepat Ais diam dan tenang untuk menghindari terjadinya peperangan disiang menjelang sore hari tersebut.


Perlahan situasipun kembali menjadi aman dan terkendali.


"Oke Yang, sekarang semua aman. Yuk kita segera bersiap salat asar dan segera kebandara." Mengandeng tangan istrinya menuju kamar mereka untuk segera bersiap-siap.


Ruang Keluarga ....


Selesai salat asar berjamaah dimushala semua sudah berkumpul diruang keluarga. Anak-anak tidak diajak, mereka akan tinggal bersama Abdullah dan Aminah, juga bersama Wijaya juga Cintya. Kali ini hanya Ais dan Rey yang akan mengantar mereka kebandara.


"Bagaimana Za? Apa semua sudah siap?" tanya Rey untuk memastikan.


"Inshaa Allah siap, kalau ada yang tertinggal itu hanya cintaku untuk putramu Alif. Semoga besok dia bisa memberikan penampilan terbaiknya serta memperoleh hasil yang terbaik pula." Tersenyum menatap Alif.


Dengan cepat Alif berlari kepelukan papa Reza. Dipelukknya erat seakan enggan berpisah.


"Papa jangan lupakan Alif ya?" pinta Alif manja.


"Iya sayang, papa akan selalu ingat Alif. Nanti kalau papa kangen kita video call aja ya." Mengusap rambut Alif lembut.

__ADS_1


"Iya Pa, Alif sayang papa." Mencium pipi Reza.


Semua tertawa melihat tingkah lucu Alif.


Setelah berpamitan kini rombongan mulai bergerak meninggalkan kediaman Reza menuju ke bandara.


Bandara Seoekarno Hata ....


Kini dua mobil yang membawa mereka semua sudah sampai dibandara. Ais, Rey satu mobil dengan Biyan dan Maria. Sedangkan Reza, Nara dan Burhan satu mobil bersama pak Mamat.



Perlahan mobil diparkirkan, dan merekapun turun. Semua barang mereke dibawa oleh beberapa orang kuli panggul menuju kedalam tempat cek in.



Kelimanya segera cek in sesuai dengan tujuan mereka masing-masing. Dan setelah cek in barulah mereka keluar lagi untuk menemui Rey dan Ais, sedangkan pak Mamat sudah pulang duluan.


"Hei Za ... Nara ... sudah selesai cek in nya?" tnya Ais melihat Reza dan Nara menuju kearah mereka.


"Alhamdulillah sudah Ais, oh iya Ais aku mau memberimu hadiah," ucap Nara tersenyum sangat manis.


"Za kita duduk disana aja yuk, biarkan para wanita dengan dunianya," ajak Rey yang disetujui oleh Reza. Keduanya pun duduk dikursi yang tidak jauh dari Ais dan Nara.


Setelah keduanya pergi, Nara dan Ais melanjutkan obrolannya." Mana hadianya?" tanya Ais penasaran.


Nara segera mengeluarkan sesuatu dari daam tas nya dan ....


"Taraaaaa." Mengeluarkan sebuah jilbab dari dalam tasnya.


"Ais hari ini aku ingin berhijrah, tolong pakaikan jilbab ini untukku, dan tolong doakan aku agar bisa Istiqomah dalam menjalankannya." Menyerahkan jilbabnya ketangan Ais.


Air mata haru Ais tak dapat dia tahan. Dari sejak kuliah dia selalu mengingatkan Nara untuk berhijab. Dan setelah sekian tahun Allah mengijabah doanya, dengan membisikan hidayah itu pada sahabatnya.


"Alhamdulillah Nara sayang, barakallah smoga selalu Istiqomah dalam menjaga hidayahnya. Karena menjaga lebih sudah daripada mendaptaknnya." Memeluk sahabatnya Nara.


Dengan senang hati Ais memasangkan jilbab itu kekepala sahabatnya. Kini Nara terlihat sangat cantik dalam lautan hijab. Dari kejauhan Reza memperhatikan dua wanita yang spesial dalam hidupnya. Meski ia sudah mengikhkaskan Ais untuk Rey namun wanita itu masih memiliki tempat sendiri yang istimewa direlung hatinya.


"Mapa ... apa aku tidak salah lihat?" Memandang takjub pada istrinya.


Dengan malu-malu Nara memandang suaminya."Iya Pama, kamu memang tidak salah lihat. Inshaa Allah aku sudah memantapkan hati untuk berhijan, aku tidak mau papa dan kamu masuk neraka karena auratku."


"Benarkah begitu?"


"Iya, Ais pernah menjelaskannya padaku."


"Apa semua itu benar Ais?"


"Iya Za, dalam agama kita sudah dijelaskan bahwa menutup aurat bagi wanita yang sudah aqilbaliq itu wajib. Hal ini akan saya jelaskan sedikit agar kalian berdua bisa mengarahkan anak-anak perempuanmu nanti."


"Dalam surat Al-Ahzab:59 disebutkan Allah SWT bersabda,ā€œHai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:ā€Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh merekaā€. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.ā€ (QS. Al-Ahzab: 59).


Hal ini disebabkan di masa sebelum Islam, baik wanita merdeka maupun budak biasa pergi ketempat umum dengan membuka wajahnya. Para budak sering mengalami gangguan dari lelaki di kebun-kebun kurma di malam hari saat mereka keluar untuk memenuhi kebutuhannya. Kejadian yang sama juga dialami oleh wanita-wanita merdeka. Para pengganggu akan berkilah bahwa yang diganggu mereka adalah para budak.


Inilah alasan mengapa wanita (muslimah) merdeka diperintahkan untuk memakai pakaian yang berbeda dengan yang dipakai para budak, yaitu dengan memakai kain yang menutup kepala dan wajahnya hingga tidak memunculkan keinginan para pria-pria jahat untuk mengganggunya.


Ayat tentang kewajiban berhijab ini turun sebagai respon atas pertanyaan sahabat Umar bin Khattab r.a. Dari Anas bin Malik r.a dikatakan Umar bin Khattab bertanya pada Nabi, "Wahai Rasulullah, orang yang baik dan yang jelek pernah menjumpai istri Anda, tidakkah mereka (para Ummahatul Mukminin) diperintahkan untuk berhijab?" (H.R. Bukhori dan Muslim). Kemudian turunlah ayat tentang kewajiban untuk berhijab ini.


Hijab adalah tabir, penutup atau penghalang yang menutup sesuatu yang tidak boleh dilihat orang lain. Tabir atau penghalang pandangan ini bisa berupa tirai, tembok, atau pintu jika di rumah. Jika wanita muslimah ke luar rumah, maka tabir atau penghalang itu berupa pakaian yang menutupi auratnya.


Bagi muslimah, mengenakan hijab saat ke luar rumah atau bertemu dengan lelaki yang bukan mahramnya adalah bentuk ketaatannya pada Allah SWT.


Akan halnya dengan akhlak, harus diakui banyak muslimah berhijab yang akhlaknya jauh dari adab dan syariat agama. Tapi, itu juga tidak bisa dijadikan landasan untuk mengingkari adanya kewajiban berhijab.


"Terimakasih Ais, kamu dan Rey memang keluarga yang penuh inspirasi, aku dan Nara masih harus banyak belajar pada kalian." ucap Reza.


Baru saja Maria dan Biyan ingin ikut bergabung suara alarm panggilan untuk segera memasuki pesawat sudah bergema, yang menandakan mereka semua harus segera berpisah.


"Mar, aku akan sangat merindukanmu." Memeluk Maria, air mata Ais kembali menetes."Jangan lupa saat ponakanku lahir segera kabari kami."

__ADS_1


"Inshaa Allah Ais doakan kami semoga selalu bahagia hingga ke janah Allah."


"Aamiin Allahumma aamiin."


Begitu juga dengan Nara dan Reza, Keempatnya melambaikan tangan pada Ais dan Rey yang saling memerangkul. Meski mereka bukan saudara kandung namun cinta Ais pada mereka tak akan kurang. Mereka serasa saudara kandung.


Lambaikan tangan perpisahan pastilah akan menyiksa jiwa meski suatu saat masih akan berjumpa. Namun semua punya dunianya masing-masing. Bagaimana dengan duniamu? Hiasilah duniamu dengan penuh senyuman agar terasa lapang dalam mejalani peran kita masing-masing.


Bersambung.....


Terimakasih sudah membaca.


Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.


Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.


Fit Tree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.


* Almaira My Secret Wife


My Love My Babysitter


* Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu


Kembar Tidak Identik


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


Putri Asisten Pribadiku


* Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Sudrun


Samudra


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.


*Cindy Elvira


Ketika Muslimah Jatuh Cinta


* Karlina Sulaiman


Mencintaimu dalam Diam


Kembali


*WIB (Write in Box)


Ya Dia Istriku


*Patma


Kun Fayakun


*Zanuba Ririn


Masjid Cinta


*Khauma

__ADS_1


I Love My Army Wife


__ADS_2