
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Malam itu Rey belum langsung membawa Ais pulang, tetapi mereka mampir dulu ke restoran langganan keluarga Maria, Rey mengajak Ais dan Maria makan dulu.
"Selamat malam Tuan Rey ...nona Maria"Ucap pelayan restoran itu dan mempersilahkan mereka untuk duduk serta melihat menu makanan yang ada.
"Mar... Ais... kalian mau pesan apa"Ucap kak Rey
"Terserah kak Rey aja"Ucap Ais
"Kalau Mar pesen yang biasa aja kak, nasi putih sup iga pedas"Ucap Mar
"Ya udah kita samaan aja ya"Ucap kak Rey
Tak lama pesanan mereka datang, dan mereka makan dengan suasana hening tak ada yang bicara hanya suara dentingan sendok dengan piring.
Setelah selesai makan mereka akan segera pulang karena Ais minta diantar pulang, Namun karena Rey masih ada yang akan dibicarakan pada Ais jadi mereka berhenti ditengah perjalanan.
"Loh kak kok kita berhenti disini"Tanya Ais gelisah
"Ais... kakak masih mau mengajak kamu. pergi sebentar, mau ya? "Tanya kak Rey
"Kemana kak"Tanya Ais
"Ikut aja cuma sebentar kok habis itu kita langsung pulang"Ucap Kak rey
Ais akhirnya ikut Rey pergi ke sebuah counter Hp yang tak jauh dari rumah makan tadi. Maris sudah ketiduran selain capek ia juga kekenyangan.
"Turun Ais"Ajak kak Rey
"Tapi Maria... "Ucap Ais terputus karena kak Rey sudah menarik tali tas Ais.
"Biarkan Maria tidur dimobil kita cuma sebentar"Ucap Rey tanpa menoleh dan terus menarik tas Ais.
"Ada yang bisa kami bantu Pak? "Tanya penjaga counter
"Carikan HP keluaran terbaru untuk dia"Sambil menunjuk Ais dengan dagunya
"Silahkan Dek pilih aja, ini semua keluaran terbaru"Ucap penjaga counter
"Maaf saya nggak mau beli HP"Ucap Ais jujur
Penjaga counter saling pandang dan binggung.
Rey yang sedari tadi memperhatikan menjadi sangat gemes pada Ais, ingin rasanya ia memeluk Ais dan mencubit pipinya.
"Ini mbak, saya ambil yang merah ini aja"Ucap Rey
Mata Ais mendelik melihat Rey, Karen ia merasa tak punya uang, dan semua harga HP di sini nggak ada yang murah.
Rey hanya tersenyum sambil melirik Ais, setelah membayar ia langsung menarik tas Ais dan segera menuju keluar.
__ADS_1
"Kak Rey, mengapa memberikan Ais HP ini , ini terlalu mahal untuk Ais, lagian Ais belum butuh HP kak"Ucap Ais kesal
"Ais memang tak butuh HP itu tetapi kakak yang butuh, biar kakak bisa menanyakan kabar Ais saat kakak sudah pulang ke Amrik besok, biar kakak bisa melepas rindu pada Ais dengan melihat wajah Ais"Ucap kak Rey sambil tersenyum.
"Jaga HP nya baik - baik Ais karena hanya dengan itu kita bisa terhubung"Ucap Rey
Ais hanya menganggukkan kepalanya, tanpa menjawab, ia larut dalam pikirannya, semakin dipikir Ais semakin gelisah, entah bagaimana perasaannya saat besok kak Rey pergi.
"Ais... kita pulang"Ucap kak Rey
Mereka pun pulang menuju kediaman Ais, sepanjang perjalanan kak Rey sesekali memandang wajah Ais dari kaca spion.
*Ya Allah... berat sekali rasanya meninggalkan Ais besok, entah kami akan bertemu lagi atau tidak hatiku sangat gelisah, namun aku akan berusaha untuk menjaga hatiku untukmu Ais apapun yang terjadi, batin Rey
Ya Allah kenapa berat sekali untuk melepas kak Rey pergi, kenapa rasanya kami akan berpisah sangat lama, mungkinkah kami akan bertemu lagi, mungkinkah ia akan menjadi imamku dimasa mendatang... ya Allah satukanlah kami dalam ikatan suci itu... aku akan selalu menjaga hatiku untukmu kak Rey, walau itu sampai kapan aku tak tahu... batin Ais*
*****
Keberangkatan Hanif...
" Sayang ayo pesawatmu sebentar lagi akan berangkat, kita belum cek in"Ucap mama Hanif
Hanif tampak enggan akan meninggalkan kampung halamannya, apalagi meninggalkan Ais.
"Berangkatlah sayang, nanti papa dan mama akan mengurus semuanya, Ais tak akan jadi milik siapapun kecuali milikmu, kamu hanya tinggal tunggu waktu yang tepat saja nak"Ucap mama Hanif dengan senyum penuh misteri
"Tapi ma... Hanif nggak mau sampai mama menyakiti Ais, apa lagi sampai dengan kekerasan fisik"Ucap Hanif
"Kamu tenang saja Hanif sayang, mama sudah punya rencana untuk mendapatkan Ais , dan memisahkan dia dengan Rey anaknya Rini itu"Ucap mama Hanif dengan mata sinis.
*****
Meski Ais tidak menyukai Hanif tetapi bukan berarti ia tak lagi jadi sahabatnya, Ais tak tahu bahwa keluarga Hanif punya rencana lain untuknya, Ais memutuskan pergi mengantar Hanif ke bandara tanpa sepengetahuan mama dan papa Hanif.
Saat Hanif akan cek in diujung pintu badara ia melihat Ais berdiri tersenyum padanya dengan tulus, meski kerap disakiti oleh keluarganya tetapi Ais bukan lah sosok pendendam, Ais menggunkan baju kaos oblong berwarna krem dengan celana kulot panjang berwarna hitam dengan sepatu cats pemberian Rey, rambutnya dikuncir kepang dua, sangat manis dan imut.
Air mata Hanif bergulir deras dipipinya, ia sangat menyayangi Ais dan ia tak dapat membayangkan apa yang akan dilakukan mamanya pada Ais, ia tak tega membayangkan perasaan Ais akan terluka saat itu terjadi.
Ais maafkan aku batin Hanif
Ais melambaikan tangannya sampai Hanif hilang dari pandangannya. Dan Ais pun bergegas menuju tempat Rey yang sedang menunggu Cek in juga tapi karena pesawatnya diley jadi masih ada waktu tuk bersantai.
*****
"Bagaimana Ais, apa Hamif sudah berangkat"Tanya mami Maria
"Udah Tan"Jawab Ais singkat
"Kamu sedih Hanif berangkat"Tanya mami lagi
"Sedikit "Jawab Ais jujur
__ADS_1
" Sebaiknya sekarang kamu ngobrol dulu dengan Rey, nanti lama loh nggak bisa ketemu"Canda mami Maria
"Maria mana Tan"Tanya Ais
"Noh... sama Rey lagi kangen -kangenan, susul gih"Ucap mami
Ais pun pergi ke arah Maria dan kak Rey. Melihat kedatangan Ais Rey tersenyum sangat manis.
"Ais.. sini duduk didepan kakak, biar kakak bisa puas memandang mu, kenapa hati kakak sangat berat untuk meninggalkan Ais sekarang, kakak merasa akan ada yang berusaha memisahkan kita Ais"Ucap kak Rey
"Ais juga merasa demikian kak, entah mengapa dari kemarin hati Ais menjadi sangat tidak enak, Ais menjadi ragu apakah kita akan bertemu lagi kak Rey"Ucap Ais tertunduk.
"Ais kita serahkan semuanya pada Allah, jika memang kita berjodoh , inshaa Allah kita pasti akan dipertemukan kembali, yang terpenting sekarang kita harus saling percaya dan terbuka, Ais jangan ragu hubungi kakak jika punya masalah ya"Ucap Rey bergetar menahan sesak didadanya karena tak ingin menagis didepan Ais.
Ais sudah tak kuasa menahan tangisnya, Maria pun ikut menagis, tak tahan melihat dua orang yang disayanginya terluka, kakak dan sahabatnya. Maria hanya bisa mendoakan biar keduanya dapat bahagia.
"Ting tong ting... perhatian pesawat tujuan Amerika dengan penerbangan C 1570 segera melakukan cek in karena lima belas menit lagi pesawat akan berangkat"Ucap petugas bandara.
"Ais.... "Sapa Rey dengan wajah yang sangat sedih bulir bening itu tak kuasa ia tahan akhirnya luruh juga entah mengapa Rey merasa Ais akan meninggalkannya
Ais juga tak kuasa membendung air matanya, hanya mampu berdiri dan menunduk
Mami dan Maria juga terisak melihat perpisahan yang serasa sangat berat ini.
"Mi... sudah lah Rey pergi dan akan kembali, doa kan saja mereka selalu dilindungi Allah, semoga cinta kasih mereka juga akan dijaga sama Allah, sehingga nantinya mereka dapat bahagia bersama"Ucap papi
Ais memberikan sebuah Mushab Al Quran pada Rey.
"Kak... terimalah hadiah dari Ais ini, jika nanti kakak menikah berikanlah Mushab Al Quran ini pada istri kakak siapa pun itu, semoga Allah selalu melindungi kakak dan dipermudah segala urusan kakak Sehingg kakak bisa cepat kembali"Ucap Ais berlinang air mata
"Aaamiin, terima kasih Ais kakak tersayang l Love you fillah, selamat tinggal... inshaa Allah kita bertemu lagi"Ucap Rey juga dengan linangan air mata
Pesawat yang membawa Rey telah memgudara, separuh jiwa Ais ikut bersamanya dan separuh jiwa Rey tinggal bersama Ais.
Akankah mereka dapat bertemu lagi...
Apa yang akan dilakukan keluarga Hanif terhadap Ais....
Perpisahan kali ini akan terasa sangat panjang dan menyakitkan untuk Ais dan Rey....
To be continue...
Makasih ya dah baca karyaku
makasih juga like and komennya
maksih juga yang udah kasih votenya
semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu
salam manis,
__ADS_1
🤗
Author