
Malam masih berselimutkan kelam, membuai semua insan ke peraduan mimpi yang kadang tak bertepi. Seperti sepasang insan yang sedang terlelap dalam buai kasih yang menghangatkan.
Meski udara subuh telah mulai menebar sejuk, dan kokokan ayam mulai bersahutan namun kedua insan itu tetap menghangatkan tubuh dengan masih saling memeluk, sampai suara azan subuh memaksa mereka untuk melepaskan pelukannya.
"Huammm"Ais dan Rey menuap bersamaan dan saling melemparkan tawa.
"Assalamualaikum khumairohku"
"Waalaikumussalam imamku"
"Bagaimana kabarnya hari ini apa lebih baik"
"Emn alhamdulillah iya lebih baik "
"kakak sholat dulu ya, tapi temani ke mushola ya"
"Iya baiklah Ayang "
"Segeralah membersihkan dirimu Ayang"
"Kita bersihkan bersama saja ya, aku ingin menebar ranjau sebentar"
"Ayangggg, udah masuk waktu subuh nih, jangan menunda sholat"
"Baiklah bidadariku aku segera bersiap"
Ais dengan setia menemani Rey untuk sholat, meski dirinya masih belum sholat. Seperti biasa setelah sholat Rey akan membaca Al Quran dan Ais akan berbaring dipangkuannya.
Setelah selesai mengaji Rey segera memcium kening istrinya, dan memeluknya erat "Ayanggg... maafkan aku yang mungkin terdengar egois, tetapi aku sepertinya tidak bisa memberikanmu izin untuk pulang kerumah ayah dan ibu, setelah istiqhoroh tadi malam keyakinan kakak semakin kuat untuk tidak mengizinkanmu pulang"
Ais hanya mendengarkan ucapan suaminya, meski didalam lubuk hatinya yang paling dalam ia ingin menangis tetapi bagaimanapun ia harus menataati ucapan suaminya. Mungkin ini adalah keputusan terbaik yang telah Allah tetapkan untuknya.
"Inshaa Allah, Ais akan menerima semua keputusan Ayang, Ais tak akan pulang"Meski air matanya telah berlinang.
Dengan erat Rey memeluk istrinya.
"Subhanallah sungguh mulia hatimu khumairohku, sungguh aku adalah lelaki yang paling beruntung dimuka bumi ini, nikmat mana lagi yang aku dustakan"
Keduanya saling berpelukan dalam tangis, dan berharap semoga apa yang mereka putuskan adalah yang terbaik. "Ayang maafkan kak Rey ya, inshaa Allah bulan depan kita akan pulang ke rumah ayah, karena om Jon baru bisa menggantikan kakak bulan depan untuk mengurus perusahaan"
"Iya imamku, aku nggak apa - apa kok"Menghapus air matanya dan tersenyum manis pada suaminya.
"Baiklah Ayang sekarang kita bersiap untuk sarapan, dan mungkin Alif sayang sudah bangun juga" Rangkul Rey manja pada istrinya.
Mereka berdua segera meninggalkan mushola kecil yang indah memuju keruang makan untuk sarapan. Dan disananputra kesayangan mereka juga sudah menunggu sambil mendengarkan Quran murotal.
"Umiii... Abiiii..kok lama sihh dari musholanya, Alif udah laperrrre nih"Ucap Alif yang baru seminggu ini fasih menyebut huruf R.
"Uh.. Soleh ganteng umi dan abi, kabarnya hari ini sehatkah, kata bibi nenek Alif punya kejutan untuk umi dan Abi, coba kasih lihat dong"Pinta Ais.
Dengan antusias Alif menunjukkan bahwa ia sudah bisa mengucapkan doa sebelum dan sesudah makan, dan dia juga sudah bisa makan sendiri. Tentu saja Rey merasa sangat. bangga akan perkembangan yang ditunjukkan putranya.
__ADS_1
"Ayang... bolehkah aku membuka sekolah Taman Kanak - kanak untuk anak yang tidak mampu namun bukan sekolah yang bisa dipandang sebelah mata oleh sekolah - sekolah internasional disini"
"Tentu saja boleh Ayang, asalkan tidak membuatmu terlalu capek, dan melupakan kewajibanmu untuk mengurus aku dan Alif"Tatap Rey manja pada istrinya.
"Ihhh Abi lebayyy, manja sama umiii, Alif aja harus belajar mandiri kata umi ini kok Abi malah belajar manja sih"Protes Alif sambil cemberut.
Ais tak dapat menyembunyikan rasa geli dihatinya, ia tertawa melihat suaminya yang menjadi salah tingkah karena ucapan putranya sendiri.
"Alif sayang Abi manja sama umi supaya nanti Alif cepat punya adek lagi, bukan lebay"Ucap Rey membela diri.
Ais yang mendengar ucapan Rey langsung melotot dan mencubit lengan suaminya.
"Auww sakit Yang, kok nyubit sih"Rey cemberut.
"Habis Ayang kok ngomongnya nggak disaring gitu sih didepan Alif, nggak malu ya sama anaknya"Rajuk Ais.
"Iya.. maaf... maaf... aku salah"Sambil tersenyum.
Alif yang memperhatikan kedua orangtuanya sudah baikan merasa sangat senang.
"Abi... boleh kah Alif mengajak umi ke toko buku, Alif mau umi belikan buku cerita yang baaaaanyaaaaak untuk Alif"
"Wahhh anak soleh Abi sudah bisa belanja nih, boleh kok asalkan jangan pulang terlalu lama dan harus ditemani oleh orang - orang Abi yang akan menjaga Alif dan Umi"
"Siaaaaap bos besar, laksanakan"Ucap Alif mengemaskan sambil bersikap hormat pada Abinya.
Semua orang tertawa melihat tingkah alif yang memang lucu.
Rey sudah bersiap untuk ke kantor, begitu Juga dengan Alif dan Uminya juga sudah bersiap untuk hunting buku cerita.
Keduanya pergi keluar bersama meski dengan mobil yang berbeda, .mobil Rey melaju ke arah kanan sedang mobil Ais dan alif terus melaju lurus dan setelahnya belok ke kiri.
*****
Bandara Indonesia...
Seseorang yang sudah berpenampilan sangat rapi menunggu dari habis subuh dibandara. Dengan postur tubuh yang atletis dan tinggi menggunakan kemeja biru polos dengan celana katun hitam, bajunya dimasukan kedalam celana sangat rapi dan tampan, setiap penumpang pesawat yang datang ia segera mengecek adakah Kekasihnya yang telah lama dirindukannya, yang selama ini hanya bisa ia nikmati wajahnya melalui foto hp yang didapatnya dari Amrik.
"Mengapa kau lama sekali sayang, aku Rasanya sudah tak sabar ingin mengecup bibir merah mudamu yang tanpa lipstik "Ucap nya mulai tak sabar.
*****
Rumah Ayah...
Setelah semua orang yang menjaga rumahnya pergi ayah segera menelpon Ais untuk melarangnya pergi.
"Tut... Tut... "
Sudah belasan kali ayah menelpon Ais namun tak ada sahutan, ayah menjadi sangat khawatir.
Ya Allah lindungilah putriku, jangan biarkan dia pulang aku tak ingin nyawanya terancam, batin ayah.
__ADS_1
Akhirnya barunlah ayah menelpon Rey setelah ia teringat.
"Tut... tut.. "
"Assalamualaikum ayah"
"Waalaikumussalam nak"
"Ayah ada apa menelpon, dan maaf ayah Ais tidak ku izinkan pulang, soalnya aku merasa. akan terjadi sesuatu padanya kalau ia akan pulang hari ini"
"Nak rey alhamdulillah kalau Ais tak jadi pulang karena ayah juga mau mengabarkan bahwa jangan suruh Ais pulang dulu karena ada orang yang akan menculiknya dan akan membuang Alif anak kalian, sekarang orang itu sudah menunggu dibandara, sebaiknya kau jangan biarkan Ais dan Alif pergi kemana - mana dulu, kemarin waktu ayah menelpon Ais, ayah diancam kalau tak Meminta Ais yg untuk segera pulang" Jelas Ayah dengan detil.
"Nak Rey jagalah Ais setelah tempo hari mamanya Hanif yang ingin memisahkan kalian sekarang seorang lelaki tampan yang mengaku telah jatuh cinta pada Ais sejak ia SMP, namun karena Ais memengan janji pada ayah untuk tak pacaran membuat ia tak bisa menjadi pacar Ais, dan saat ia selesai kuliah malah kau sudah menikah dengan Ais dan memiliki seorang putra. Oleh karenanya ia hanya akan membawa Ais saja ke suatu tempat dan menghilangkan kau dan Alif"Ucap ayah lagi.
"Terima Kasih ayah, aku akan berusaha menjaga Ais dan Alif dengan nyawaku, sekarang aku harus menyusul Ais dan alif karena mereka pergi berbelanja buku" Ucap Rey bergegas untuk menelepon anak buahnya untuk memperketat penjagaan anak dan istrinya.
Ya Allah lindungilah anak dan istriku dari mara bahaya, aamiin. Karena kecantikan zohir dan batinmu Ais sangat banyak pria yang ingin memilikmu dan aku sangat khawatir sekarang batin Rey.
*****
Bandarara...
Ya Tuhannn aku rasanya sudah sangat lelah menunggu apa kau sekarang menjadi seseorang yang suka ingkar janji Ais, tapi aku tahu kau bukanlah wanita yang seperti itu.
Sedang merasa kesal Hp nya berbunyi dannia segera membuka Hpnya, dan ternyata sebuah pesan. Segera ia membuka pesan itu.
"Akkkhhhh"Teriaknya kesal.
BOS WANITA ITU TIDAK JADI PERGI KARENA DILARANG OLEH SUAMINYA SEKARANG WANITA ITU DAN ANAKNYA SEDANG BERBELANJA DITOKO BUKU.
Begitulah isi pesan yang disampaikan oleh anak buahnya yang ada di Amrik. Dan pria itu terlihat tersenyum.
"Aku sudah menduganya bahwa Aisku bukanlah wanita pengingkar janji, dan itu semua karena Rey"Ucap pria itu sinis.
Aura wajahnya yang sedari pagi sangat cerah kini sudah berubah dingin dan kejam.. Aura membunuh tampak diseringai Senyumnya.
Ia pun segera menelpon anak buahnya untuk segera bertindak, memberi pelajaran kepada Rey karena telah berani melarang kekasihnya datang.
"Habisi anak kecil itu tapi jangan sedikitpun kalian melukai wanitaku itu"
Halooo...
Maksih ya dah baca 😍
Semoga suka, makasih juga yang ikhlas kasih like, komen, serta vote nya, Semoga readers loversku sehat dan bahagia selalu, aamiin 😍.
Salam Manis,
😍
Author
__ADS_1