
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Setelah dirawat hampir dua minggu akhirnya Acong dapat kembali bersekolah kali ini tidak dengan wajah yang cerah namun sedikit pucat.
Pagi - pagi Acong sudah menunggu Ais digerbang sekolah, karena ia sudah rindu padanya sebab selama seminggu terakhir Ais tak menjenggunknya kerumah sakit dikarenakan persiapan untuk ulangan akhir semester.
Dari kejauhan Ais sudah dapat melihat Acong, dalam benaknya tumben Acong pagi - pagi dah jadi pager ayu disekolahnya.
"Pagiiii.." Sapa Ais.
"Tumben dah nungguin di gerbang sekolah.." Ucap Ais.
"Iya.. dah kangen sama cewek balsemku, abisnya nggak jemgguk aku dah seminggu.." Ucap Acong sambil tersenyum.
"Yuk ke kelas.." Ucap Ais.
"Yuk.. " Ucap Acong juga.
Sampai dikelas ruangan masih sepi karena memang masih pagi, baru satu dua orang saja yang datang.
"Ais... nanti pas pulang sekolah, kamu ikut aku ya.." Ucap Acong.
"Kemana? " Tanya Ais.
Mama dan papaku berencana mau ke peresmian hotel papa yang baru ,tempatnya strategis karena ada dipinggir pantai, mama menyuruhku mengajakmu, kamu mau kan? " Tanya Acong.
"Aku belum izin ayah dan ibu Cong, nanti kalau sudah dapat izin Inshaa Allah aku akan ikut.." Ucap Ais.
"Oke, nanti pulang sekolah aku temani kamu pulang ya.." Pinta Acong.
"Baiklah.." Jawab Ais sambil tersenyum.
*****
Sekolah berjalan dengan lancar meski kondisi Acong sedikit lemas, sejak kejadian itu Acong, Reza, Han, dan geng FANS menjadi semakin akrab.
"Cong loe mau pesen apa.." Tanya Reza.
"Sembari menunggu Ais dari mushola kita pesen aja dulu, hari ini biar aku yang traktir.." Ucap Han.
Semua gembira tak terkecuali Acong karena tuk pertama kalinya ia punya banyak teman.
Mereka semua sudah memesan makanan kesukaannya, tak lupa juga mereka memesan makanan untuk Ais, karena mereka tahu hanya Ais lah anak yang hampir tak pernah jajan dikantin, mereka juga tahu kondisi ekonomi keluarga Ais.
*****
Saat sedang asyik makan tiba - tiba Mereka dikejutkan dengan Acong yang tiba - tiba berdarah.
"Cong.. Loe nggak apa - apa? "Tanya Reza.
"Gue nggak apa - apa kok.." Ucap Acong.
"Nih udah biasa lagi kalau gue terlalu seneng dia nonggol, gue galau juga dia ninggol.." Ucap Acong sambil bercanda.
Mereka semua sedikit lega mendengarnya, hanya Ais yang tak terlihat senang karena dia sudah tahu saat Acong berdarah semua tubuhnya akan sangat kesakitan.
__ADS_1
Mereka cepat menyelesaikan makannya karena bell sudah berbunyi.
Selama pelajaran terakhir berlangsung Acong tampak lesu, sesekali ia tersenyum saat mata nya bertemu dengan Mata Ais.
Ya Allah, kuatkanlah Acong, sangat berat sakit yang dideritanya ya Allah, batin Ais.
Bell tanda pulang sekolah sudah berbunyi semua anak sudah berhamburan pulang. Dan Ais akan selalu menjadi yang terakhir pulang karena ia ketua kelas.
*****
Acong mengikuti Ais pulang.
"Cong, sebaiknya kamu tunggu jemputan disekolah aja nggak usah ikut aku pulang, rumahku masih jauh, nanti kamu kecapean.."Ucap Ais
"Aku nggak apa - apa Ais, asalkan bersamamu aku pasti kuat.." Ucap Acong Percaya diri.
Ais hanya tersenyum sambil memandang Acong sekilas, ya Robb andainya Acong seorang muslim mungkin aku akan sedikit kagum padanya, batin Ais.
Sampailah mereka dirumah Ais, Acong tampak sedih ternyata orang yang amat dia sukai tinggal dirumah yang sangat sederhana namun rumah Ais sangat asri dan sejuk, membuat siapa saja yang memandang akan langsung betah untuk berlama - lama disini.
"Assalamualaikum ....bu.. Ais pulang.." Ucap Ais sambil mencium tangan ibunya.
"Waalikumussalam.." Jawab ibu sambil mengusap rambut Ais.
Acong tampak terharu melihat pemandangan yang menurutnya sudah sangat langka, sekarang masih ada anak dan orangtua yang bersikap seperti Ais dan ibunya.
Aku semakin kagum padamu Ais, batin Acong andai aku berumur panjang Ais...
*****
"Ais... kita jalan - jalan ke pantai yuk.." Ajak Acong.
"Boleh Cong tapi jangan terlalu jauh ya, nanti kamu kecapean.." Ucap Ais.
Ais mau diajak Acong jalan Karena pantainya ramai dengan orang - orang.
Sepanjang jalan mereka mengobrol dan bercanda, Acong tampak benar - benar gembira, belum pernah ia merasa sesenang ini.
"Ais... aku boleh tanya sesuatu yang agak pribadi.." Tanya Acong.
"Silahkan Cong, kalau bisa akan aku jawab kalau nggak bisa jadi PR ya.." Ucap Ais sedikit penasaran apa yang ingin Acong tanya.
"Kalau mau memeluk agama Islam seperti mu apa yang harus aku lakukan?"Tanya Acong.
Ais sedikit ragu tentang apa yang Acong tanyakan.
"Kalau kamu ingin memeluk Islam, kamu cukup bersyahadat didepan para ulama yang dapat dipercaya sebagaj saksi.." Ucap Ais
"Sesimpel itu.." Ucap Acong tak percaya.
"Memang mudah tuk diucapkan Cong tetapi pertanggung jawabannya yang berat, karena itu merupakan pengakuan kita terhadap Tuhan secara langsung dan sadar.." Ucap Ais menjelaskan panjang lebar pada Acong.
"Aku.. ingin memeluk Islam Ais.." Ucap Acong tersenyum penuh keyakinan.
Ais tak dapat berkata - kata, ada rasa haru dan bahagia mendengar keinginan Acong, semoga hidayah itu milikmu Acong, waktu bersamamu terasa sangat berharga, batin Ais.
__ADS_1
Bersambung.....
Mohon masukannya ya buat author karena ini tulisan perdana author. Love you readers
Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
__ADS_1
Mencintaimu Dalam Diam