
๐ปTerimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.๐ป
#Kamar Rey dan Ais#
"Apa kamu mau mengulanginya bersamaku besok?"
"Maksudnya Ayang?"
"Kita akan melakukan hal yang sama seperti Reza dan Nara, anggap saja kita merayakan universarry kita yang ke tujuh tahun, jadi sekalian kita menyelenggarakan walimatul ursy." Memeluk Ais.
"Tapi aku malu Yang." Membalas pelukan suaminya.
"Tidak usah malu, ada aku bersamamu. Jadilah pengantinku besok." Mencium lembut kening istrinya sampai akhirnya mereka berdua terlelap dalam dekapan cinta sebelum azan zuhur membawa mereka kembali.
Kini azan zuhur telah berkumandang, semua orang mulai terbangun dan bersiap untuk sholat. Kali ini Rey mengajak semua yang laki-laki untuk sholat berjamaah ke masjid, sedangkan yang perempuan tetap sholat berjamaah dimushola rumah yang diimami oleh Ais.
Wardah kecil yang juga baru terbangun menatap kagum pada sekeliling kamar yang ditempatinya. Begitu indah dan luas tidak seperti kamarnya dulu sewaktu dirumah atau dipanti. Dengan dinding bernuansa pink dengan motif hello kitty, mulai dari tempat tidur, lemari pakaian, meja belajar, semua berwarna pink dengan motif yang sama.
Setelah puas memandangi isi kamar yang ditidurinya, barulah Wardah sadar kalau rumah yang dia tempati sangat sepi.
"Kemana semua orang? Kenapa sepi? Apa Alif dan keluarganya sudah pergi ketempat pernikahan om Reza ya? Aku .... apa aku ditinggal sendiri ... hiks ... hiks," Wardah mulai terisak.
Dengan hati-hati ia berjalan menuruni tangga karena memang kamar yang ditempatinya berada dilantai dua. Sesekali ia menyeka air matanya. Ya sejak ditinggal ibunya malam itu membuat Wardah menjadi cengeng dan takut ditinggal sendiri.
Setelah sampai dilantai satu ia masih menangis sambil terus berjalan, sampai akhirnya ia berhasil menemukan taman mushola yang indah, hatinya sedikit terhibur dan sekarang dapat tersenyum lebar karena bisa menemukan semua orang. Dengan cepat Wardah berlari menuju mushola sambil menyeka air matanya.
Sampai dimushola ia berdiri mematung didepan tangga mushola, ia bingung mau memulainya dari mana. Sampai bu Aminah menyapanya.
"Wardah sayang, kamu sudah bangun Nak, sini!" Melambaikan tangan pada Wardah.
Selangkah demi selangkah Wardah mulai menapaki kakinya menaiki tangga mushola. Dan Ais segera menghentikan bacaan Alqurannya mendengar ibunya menyapa Wardah.
"Sini sayang." Merentangkan tangannya.
Wardah tersenyum dan segera berlabuh dalam pelukan hangat Ais.
"Kamu habis menangis?" Menghapus sisa air mata dipipi Wardah.
Wardah hanya mengangguk dan tersenyum sekilas.
"Kenapa?" Mencium kepala Wardah.
"Aku takut sendirian, sewaktu bangun semua orang tidak ada, aku takut," ucap Wardah memeluk Ais.
"Semua orang sedang sholat karena sudah masuk waktu zuhur, kamu belum sholatkan?"
"Belum." Tertunduk malu.
"Sekarang kamu wudhu dulu ya baru sholat." Mencium kening Wardah.
Namun Wardah masih diam, tidak beranjak dari duduknya.
"Kenapa belum bangun? Ayo berangkat untuk berwudhu," ucap Ais memegang tangan Wardah.
"Aku ... aku belum bisa berwudhu, mama nggak pernah ngajak sholat." Menunduk makin dalam.
Hati Ais sangat sedih mendengar ucapan Wardah.
*Kasihan kamu sayang, semoga nanti dipanti bu Santi bisa membimbingmu, andai saja kamu bisa aku ambil jadi anak, pasti aku akan sangat senang mengajarimu seperti anakku sendiri, batin Ais.*
"Sudah tidak usah sedih, ayuk ikut tante." Menarik tangan Wardah.
"Tante akan membantumu untuk bisa berwudhu." Tersenyum sambil membawa Wardah menuju tempat wudhu.
Dengan sabar Ais membantu Wardah untuk berwudhu dan membaca niatnya. kemudian setelah selesai baru membantu Wardah untuk mengerjakan sholat zuhur. Selesai sholat Wardah tersenyum untuk pertama kalinya ia bisa melakukan sholat sendiri dengan bantuan Ais.
Kini semua sudah selesai sholat zuhur, dan segera menuju keruang makan untuk makan siang bersama. Karena setelah makan barulah mereka akan mempersiapkan acara akad sekalian walimahan Reza dan Nara.
#Persiapan Pernikahan #
Setelah selesai makan kini mereka mulai mempersiapkan untuk acara akad Reza dan Nara.
Mulai dari tempat akad.
Pelaminan.
Hidangan pernikan.
Kue.
Minuman.
Kue pengantin Nara dan Reza.
Tempat resepsi.
__ADS_1
Setelah semua persiapan selesai kini akadpun dimulai.
Reza terlihat sangat tampan dalam balutan baju koko putih, celana katun hitam, peci hitam ditambah dengan kain sarung yang dipakai sebagai simpitan setengah paha, menambah tampan penampilannya.
Sedangkan Nara, mengenakan baju pengantin yang tertutup berwarna putih, dengan taburan mutiara dibagian depan sampai kebawah, ditambah dengan renda dibagian depan yang menutup bagian dada sehingga tidak menampakkan bagian yang terbuka, karena mulai hari ini dia memutuskan untuk berhijab.
Dan setelah semua siap pak penghulu pun segera memulai acara akad nikah yang disaksikan oleh semua keluarga.
Sebaiknya membaca lafadh di bawah ini sebelum mengijabkan / paling tidak membaca basmalah / apabila sebelumnya belum membaca syahadat, sebaiknya dengan istigfar dan syahadat dulu.
ุจูุณูู ู ุงูููู ุงูุฑููุญูู ูู ุงูุฑููุญูููู ู. ุงูููุญูู ูุฏู ููููู ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู ููููู. ููุงูุตูููุงูุฉู ููุงูุณูููุงูู ู ุนูููู ุฃูุดูุฑููู ุงููุฃูููุจูููุงุกู ููุงููู ูุฑูุณููููููู. ุณููููุฏูููุง ู ูุญูู ููุฏู ููุนูููู ุขูููู ููุฃูุตูุญูุงุจููู ุฃูุฌูู ูุนููููู :
ููููุง ูููุงููู, ุงูููุตููููู ุจูุชูููููู ุงูููู ุฃูุฒููููุฌููู ุนูููู ู ูุง ุฃูู ูุฑู ุงูููู ุจููู ู ููู ุงูู ูุณูุงูู ุจูู ูุนูุฑููููู ุงููู ุชูุณูุฑูููุญู ุจูุฅูุญูุณูุงููู.
Burhan : "Saudara Reza bin Thalib !
Mempelai laki-laki :" saya!"
Burhan : "Saya nikahkan anda dengan anak perempuanku Nara binti Burhan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan sebuah kalung berlian sudah dibayar tunai.
Qobul :"saya terima nikahnya Nara binti Burhan putri bapak untuk saya sendiri dengan mas kawin yang tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya penghulu.
"Sah!"
"Sah!"
"Sah!"
"Alhamdulillah," ucap pak penghulu dan semua yang hadir. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa pernikahan.
Setelah kata Sah keluar dari mulut para saksi barulah mempelai wanita dibawa keluar kamar untuk bertemu mempelai lelaki. Air mata Nara tak bisa dia bendung rasa sedih dan bahagia bercampur menjadi satu. Apalagi saat dia menjabat dan mencium tangan Reza yang telah menjadi suaminya.
Setelah itu barulah keduanya sungkeman pada Burhan selaku orangtua Nara, dan rasa haru Burhan pun tak bisa dibendung. Dia teringat akan almarhumah ibunya Nara, yang dia yakini saat ini dia juga melihat momen bahagia putri yang telah dilahirkannya hingga mengantarkannya pada kesyahidan.
Rezapun menangis haru, rasa menyakitkan menjadi yatim piatu begitu dirasakannya saat momen bahagianya tiada orangtua yang mendampinginya. Namun Wijaya dan Cintya berdiri tegak memeluknya.
"Anggaplah kami sebagai ayah dan ibumu, Nak Reza." Menepuk pundak Reza.
"Terimakasih ayah Wi dan ibu Cin, aku sangat terharu sekali." Memeluk erat keduanya.
Suasan yang sakral menjadi sangat mengharukan. Kemudian semua yang hadir ikut mendoakan kedua mempelai. Karena doa untuk pengantin pada saat akad nikah disertai resepsi hendaknya dipanjatkan oleh orang-orang yang menghadirinya, termasuk orangtua, keluarga besar, kerabat, terlebih para ulama dan orang-orang saleh. Doa akad nikah diperbolehkan dengan berbagai doa, namun isinya harus meminta kebaikan dan dilandasi dengan niat yang benar.
Doa dari Rasulullah SAW yang direkam dalam hadis sahih dan diriwayatkan Abu Hurairah berbunyi:
โBaarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir.โ
Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.
Setelah mendapatkan doa dari semua keluarga . Kini saatnya mempelai pria sangat disarankan untuk memegang ubun-ubun istrinya sambil membaca doa berikut ini:
Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.
Setelah selesai semua rangkaian acara akad kini Reza dan Nara bersiap untuk menyambut para tamu undangan.
Dan setelah semua rangkaian kegiatan selesai tibalah Reza membawa Nara kekamar pengantin mereka.
"Ra ... ayo masuk, ini kamar pengantin kita." Membuka pintu.
Nara menutup mulutnya karena begitu takjub dengan dekor kamar yang telah disiapkan suaminya.
"Terimakasih Za, ini sungguh luar biasa." Memegang tangan Reza.
"Kita udah sah jadi suami istri masak masih panggil nama?" Melirik Nara dengan tersenyum.
"Jadi mau dipanggil apa?" tanya Nara balik.
"Mapa untukmu dan Pama untukku," ucap Reza.
"Mapa itu apa?"
"Mamanya papa dan Pama itu papanya mama," jelas Reza.
"Ya udah aku terserah kamu aja." Tersenyum malu.
"Mapa kita berlayar sekarang?" Memeluk istrinya.
"Terserah Pama aja." Tertunduk malu.
Pintu kamar pengantinpun tertutup.
#Sementara itu dikamar Rey dan Ais#
"Ayang kamu pakai baju ini ya." Menyerahkan gamis putih bermotif bunga lili hijau kesukaan Ais.
"Untuk apa?"
"Katanya mau mengulang masa itu, pakai sekarang ya kita foto dulu ditempat akad Reza tadi, mumpung semua sudah pergi beristirahat." Tersenyum pada istrinya sambil menaik turunkan alisnya.
Ais tertawa melihat tingkah lucu suaminya.
"Oke tunggu aku ganti baju dulu." Mengambil baju yang Rey berikan dan masuk kekamar ganti.
Tidak butuh waktu lama Ais telah keluar dengan baju pemberian suaminya. Rey telihat sangat terpesona dengan kecantikan istrinya.
"Sempurna," ucap Rey sambil menjentikkan jarinya.
"Ayo." Mengandeng tangan Istrinya menuju tempat akad.
__ADS_1
Disana telah berdiri ketiga anaknya dan seorang gadis cantik ... Wardah, mereka berempat mengenakan baju berwarna putih hijau sesuai dengan warna kesukaan uminya.
Ais tersenyum malu melihat semua buah hatinya telah menunggu ditempat akad. Mereka melakukan berbagai pose yang bagus dan menarik. Setelah puas berfoto barulah semua bubar untuk beristirahat.
"Bik! Tolong bawa anak-anak dulu ya, kami mau honeymoon," ucap Rey melirik istrinya.
"Yang! Kamu nggak ... uhhh nggak usah didengerin ya Bik, kita mau istirahat saja kok," ucap Ais kesal.
Bik Inah hanya tertawa sambil mengajak anak-anak untuk beristirahat.
Setelah sepi tiba-tiba Rey segera mengendong Ais ala bridal style menuju salah satu kamar dilantai tiga yang jarang mereka tempati.
"Ayang turunin, kenapa aku digendong, malu," teriak Ais.
"Diamlah kita akan mengulangi momen yang belum pernah kamu rasakan dan mungkin secara diam-diam kamu impikan juga, hari ini aku akan mengabulkannya, tekan pintu lipnya kelantai tiga," pinta Rey.
Hanya beberpa menit saja mereka sudah sampai dilantai tiga yang disepanjang jalan menuju kamar utama telah dihiasi dengan banyak bunga mawar.
"Oke kita sampai, sekarang buka pintunya," pinta Rey.
"Yang ... aku turun saja, kamu nggak berat?"
"Demi orang yang kusayangi, nggak ada rasa berat," Mencium bibir istrinya.
"Klek!" daun pintu terbuka dan Ais sangat takjub dibuatnya.
"Ya Allah Yang, alhamdulillah aku sangat terharu." Menghapus air matanya.
"Jangan menangis Yang, nanti ilang cantiknya," Tersenyum melihat istrinya.
Dengan pelan-pelan ia membaringkan Ais ditempat tidur dan mengambil kue pernikahannya.
Lagi-lagi Ais dibuatnya terharu.
"Ayang ana uhibuka fillah." Mencium suaminya.
Mereka berdua kembali mereguk manisnya madu cinta yang dilandasi keikhlasan dengan mengharap ridho illahi robbi.
Bersambung.....
Terimakasih sudah membaca.
Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
* Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
* Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
Putri Asisten Pribadiku
* Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Sudrun
Samudra
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Cindy Elvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
* Karlina Sulaiman
Mencintaimu dalam Diam
Kembali
*WIB (Write in Box)
Ya Dia Istriku
*Patma
Kun Fayakun
*Zanuba Ririn
Masjid Cinta
__ADS_1