
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Sudah satu minggu Ais tidak bersekolah, dengan telaten Ais mengurusi Ibu, sesekali ada Ayah dan adik kakaknya mengunjungi Ibu dan Ais. Seperti hari ini.
"Ais... Ayah datang.." Ucap Ayah sambil memeluk Ais.
"Alhamdulillah, Ayah Ais sehat.." Jawab Ais sambil tersenyum.
"Dan bagaimana keadaan belahan jiwa Ayah ini?" Tanya Ayah sambil mengecup lembut kening Ibu.
"Alhamdulillah Yah, Ibu udah baikan, Inshaa Allah kata dokter kalau tidak ada lagi keluhan besok Ibu udah boleh pulang.." Ucap ibu bahagia.
"Alhamdulillah.." Ucap Ayah senang bercampur sedih.
Ayah merasa senang karena Ibu sudah akan pulang kembali kerumah, dan sedih karena merasa takut uang yang Ayah dan kakak kumpulkan belum cukup.
"Ehmmm Bu... Ayah keluar dulu ya kebagian administrasi untuk menanyakan rincian biaya yang harus kita bayar.." Ucap Ayah tersenyum pada Ibu.
Ayah tak ingin membuat Ibu khawatir, meski sebenarnya Ayah merasa pesimis. Ayah segera bergegas menuju pintu keluar.
"Yah... " Panggil Ibu sambil menunduk.
Ayah menoleh kemudian urung keluar, dan berjalan mendekati Ibu, Ayah tahu pasti Ibu merasa sangat sedih.
"Bu... ada apa?" Tanya Ayah.
"Ibu.. minta maaf ya gara - gara Ibu sakit, Ayah dan anak - anak terpaksa kerja lembur, dan pengeluaran kita jadi tak terduga.." Ucap Ibu tertunduk dan mulai terisak.
"Cup... cup... " Ucap Ayah menenangkan Ibu kemudian memeluk Ibu.
"Semua ini bukan salah Ibu, tetapi ini sudah kehendak Allah bu, kita hanya menjalaninya saja, ingat kata Ayah kita harus sabar, inshaa Allah jika kita ikhlas dalam kesedihan nanti akan Allah ganti dengan kebahagian.." Ucap Ayah menenangkan Ibu.
Ais... Ari... dan Ara.. jaga Ibu dulu ya, Ayah keluar sebentar.." Ucap Ayah.
"Yah.. Ais temenin Ayah ya.." Ucap Ais sambil melirik ke arah Ibu seolah minta izin untuk ikut.
kemudian Ibu menganggukan kepalanya memberi izin Ais untuk ikut, karena Ibu sangat kasihan pada Ais, selama seminggu tak beranjak dari kamar kecuali mengambil obat. Ditambah lagi tak hanya mengurus Ibu, Ais juga mengurus bibi yang ada disebelah Ibu yang sakit saluran kencing karena tak ada suami yang mengurusnya disebabkan mereka sudah bercerai tanpa anak, terkadang hanya sesekali dijengguk orangtua angkatnya.
"Baiklah Ais.. ayo ikut Ayah.." Ucap Ayah seolah mengerti maksud Ibu.
*****
Disekolah....
Ibu wali kelas sudah tahu bahwa alasan Ais tidak sekolah, yang mana peraturan sekolah akan menghukum siswa yang tidak masuk tanpa pemberitahuan, tetapi akan menjadi pengecualian buat Ais karena bu guru sangat memahami Ais. Uang buku Ais sudah dilunasi oleh orangtua Maria.
"Gue bosen banget disekolah... gue kangen loe Ais.." Ucap Maria lesu.
Di mushola seseorang juga terduduk lesu, karena merindukan Ais, kadang ia tersenyum sendiri memandang wajah Ais dilayar ponselnya.
"Semoga ibumu cepat pulih Ais... cepat kembali... Entah sampai kapan aku harus menyimpan perasaan ini.." Ucapnya.
*****
Dirumah sakit....
Ais dan Ayah sudah sampai diloket administrasi .
__ADS_1
"Maaf mbak.. saya mau cek biaya administrasi istri saya berapa, karena inshaa.Allah kami akan pulang besok.." Ucap Ayah sedikit ketir.
"Alhamdulillah Pak, semua biaya istri bapak sudah dibayar lunas seseorang sekitar empat hari yang lewat.." Ucap perawat itu dengan tersenyum manis.
Ayah dan Ais saling berpandangan, rasa tak percaya menyelimuti keduanya, ada rasa haru... ada rasa penasaran... semua jadi nano - nano.
"Maaf mbak boleh tahu siapa yang melunasinya?" Tanya ayah.
"Maaf pak kami tidak bisa memberitahukan siapa yang sudah melunasinya karena orangnya tidak mau identitasnya disebutkan, katanya bilang saja dari hamba Allah, dan dia berharap ibu segera sehat, selain itu dia juga menitipkan amlop ini.." Ucap perawat itu sambil menyodorkan amplop coklat yang dibungkus kresek hitam.
Tanpa sadar air mata Ayah meluruh dari sudut matanya yang mulai tua. Ayah tak kuasa menahan haru sungguh betapa indah rencana Allah, memberikan rezeki yang tak terduga dibalik syukur menjalani cobaannya. Melihat ayah menangis Ais mengenggam tangan ayah seolah memguatkan ayah sambil tersenyum.
"Ayah kita harus semakin bersyukur, sungguh sebenarnya Allah tidak tidur, Allah sungguh maha memgetahui apa yang dibutuhkan umatnya yang selalu ikhlas dan istiqomah.." Ucap Ais dengan menangis bahagia sambil memeluk Ayah.
Sholehah Ayah.." Ucap ayah sambil memeluk Ais.
Para perawat yang menyaksikan momen langka ini juga ikut terharu, bahkan ada juga yang ikut menagis haru.
"Baiklah mbak, kami permisi dulu, terima kasih banyak.." Ucap ayah sambil menganggukkan kepala.
"Sama - sama pak, kami ikut bahagia.." Ucap perawat itu.
Ayah dan Ais berjalan tergesa - gesa menuju ruangan Ibu, rasanya tak sabar ingin berbagi kisah bahagia ini.
Sampai diruangan Ibu... Ayah langsung memeluk Ibu dengan erat sebagai luapan rasa bahagia Ayah.
"Yah..." Ucap Ibu masih dalam dekapan Ayah... sambil menepuk pundak Ayah.
"Lepasin dong... Ibu sesak... Ayah meluknya terlalu kencang.." Ucap ibu
"Maaf bu...maafin Ayah.." Ucap Ayah sambil melonggarkan pelukannya.
"Nih juga ada amplop kita buka bersama ya Bu apa isinya.." Ucap Ayah duduk ditepi ranjang Ibu.
Kami berempat hanya tetsenyum melihat dua orang yang sangat kami kasihi tersenyum bahagia.
Ya Allah, biarkan senyum itu selalu menghias bibir kedua orangtuaku batin Ais.
Saat amplop itu Ayah buka dengan spontan ayah berkata:
"Subhanallah Bu.." Ucap Ayah.
"Apa isinya Yah.." Ucap Ibu penasaran.
"Uang Bu... uang.. sepuluh juta.." Ucap Ayah bergetar karena belum pernah memegang uang sebanyak itu.
Kami semua langsung sujud syukur, sungguh pertolongan Allah akan datang dari pintu mana saja tanpa pernah dapat kita duga. Namun Ais penasaran siapakah yang telah menjadi malaikat penolong buat keluarganya.
*Namun siapapun itu terimakasih Ya Allah karena telah menggerakkan hatinya untuk membantu keluargaku, batin Ais*
Â
Bersambung...
Bersambung.....
Mohon masukannya ya buat author karena ini tulisan perdana author. Love you readers
__ADS_1
Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.
salam manis
🤗😊
Author
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
__ADS_1
Mencintaimu Dalam Diam