Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
BAJU HAMIL


__ADS_3

Kehamilan Ais sudah memasuki bulan ke enam, perut Ais semakin membesar dan Rey sangat terpesona melihat penampilan istrinya yang sekarang. Bagi Rey penamoilan Ais sangat seksi.


Sedang Ais mulai terlihat sedikit berat membawa perutnya yang semakin membesar, dan baju - bajunya mulai terasa sedikit sempit.


"Ayang... baju aku kayaknya udah mulai sempit, aku boleh minta beli in satu atau dua buah baju yang agak longgar "Tanya Ais dengan wajah yang di buat seimut mungkin.


"Boleh... tapi ada syaratnya"Bisik Rey manja.


"Ada syaratnya Ayang"Tanya Ais sedikit heran.


"Apa Ayang nggak sayang Ais lagi kok sama istri sendiri harus pakai persyaratan kayak mau ngelamar Kerja aja"Sewot Ais dengan wajah yang ditekukkan.


Rey sangat senang menggoda istrinya, kalau Ais belum berteriak marah, ia tak akan. berhenti.


"Iya... iya lah harus pakai syarat, karena semuanya tidak akan aku berikan secara gratisss"Jawab Rey sambil tertawa.


"Oh... bagus ya, sama istri mau pakai perhitungan, dan nggak bisa ngasih gratiss tapi harus pakai imbalan, yah udah mulai hari ini aku akan pindah dan cari kerja saja, karena ternyata percuma punya suami kaya tapi PELIIIIIIIIIIT"Ucap Ais marah dan segera membanting pintu.


Rey terdiam melihat reaksi istrinya.


Dasar wanita hamil bercanda aja tersinggung, tapi apa iya ya nanti dia marah beneran. GASWAT.... harus segera minta maaf ini , batin Rey, kalau tidak bom waktu itu akan kembali menyerangku, tak dapat jatah untuk berperang batin Rey.


Rey mencoba membuka pintu, dan ternyata dikunci oleh istrinya tersayang. Akhirnya Rey menggunakan jurus andalannya memelas.


"Tok... tok..., Ayang buka pintunya dong"Ucap Rey merayu.


"Kriiiik......kriiiik...."Masih tak ada jawaban...


"Ayang... please... jangan marah dong kasihan dedek kita yang didalam kalau umi nya marah - marah, nanti dia stress loh"Teriak Rey.


Ais mencerna kata - kata suaminya, iya si Komandan itu benar juga, aku nggak boleh marah - marah kasihan anakku, batin Ais.


Akhirnya Ais beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu. Dia melihat Kak Rey tersenyum manis dengan sebuah paper bag ditangannya.

__ADS_1


"Untukmu yang tersayang, jangan marah - marah lagi"Ucap Rey serasa mau memegang tangan istrinya.


"Nggak usah pegang - pegang, sini paper bag nya" Ucap Ais ketus.


"Tuh kan, masih marah, ya udah nggak jadi ngasih paper bag nya"Ucap Rey sambil berbalik hendak keluar


Dengan cepat Ais berlari dan berdiri menghadang pintu.


"Tidak boleh... sini in dulu paper bag nya"Ucap Ais sambil merentangkan tangannya didepan pintu.


Dengan cepat Rey berjalan menuju pintu dan langsung memeluk istrinya yang sedang merentangkan tangannya menhadang pintu.


"Terima Kasih sayang, kau memang istri yang pandai merayu suamimu ini, dan aku sudah siap berperang kembali"Ucap Rey tekekeh.


"Kak Reyyyyy"Jerit Ais Karen Rey sudah membopong tubuhnya dan membawanya ketempat tidur.


Dengan perlahan Rey membaringkan istrinya ditempat tidur, dan mulai memgecup kening dan mata istrinya.


"Terima kasih sayang, karena selalu sayang padaku dan anak kita, nih kadonya"Ucap Rey sambil menyerahkan paper bag yang sedari tadi mereka perebutkan.


Melihat senyum istrinya menghilang Rey menatap heran.


"Ada apa sayang, kok nggak senang lihat isinya"Tanya Rey.


"Bagaimana mau senang, masa Ayang belinya baju daster tanpa lengan yang panjangnya hanya selutut gitu"Ucap Ais ceberut.


"Emang baju yang bagaimana yang kamu mau"Tanya Rey heran.


"Baju gamis yang agak besar jadi bisa aku pakai pergi misalnya ke mana gitu, tapi nggak apa - apa lah karena udah dibelikan yang ini, pakai yang ini saja"Ucap Ais bermaksud mengerjai suaminya.


Ais segera turun dan berganti pakaian, setelah selesai ia pura mau turun keruang santai keluarga.


"Eh... cantik dan seksi"Ujar Rey.

__ADS_1


"Tapi mau kemana nih, kok mau keluar kamar"Tanya Rey bingung.


"Ya iya lah mau turun, mau duduk nonton TV ke bawah"Ucap Ais pura - pura mau keluar.


"eh... eh.. nggak boleh"Ucap Reyemghalangi Ais didepan pintu.


Ais rasanya udah nggak tahan lagi pengen tertawa, wajahnya sampai memerah menahan tawa.


"Kenapa nggak boleh"Ais pura - pura nggak ngerti.


"Baju nya kan seksi jadi nggak boleh turun, nanti ada yang lihat"Ucap Rey protes.


"Lah yang beli baju model begini siapa"Tanya Ais.


"Maaf... kita beli lagi yang baru ya"Renggek Rey.


Akhirnyan Ais memyelesaikan niatnya untuk mengerjai suaminya, dan mengikuti ke mauan suaminya untuk membeli baju yang baru.


Ais dan Rey juga Alif putrnya pergi keluar untuk pergi ke mall, dan mereka tidak tahu ada bahaya yang mengintai.


Mobil Rey melaju menuju sebuah pusat perbelanjaan untuk membelikan Ais baju hamil, dan mereka tak mencurigai sebuah mobil yang sedang mengikuti mereka dari belakang.


Siapakah yang sedang mengikuti mereka........ Apa yang akan terjadi pada keluarga kecil mereka... ...


Ikuti terus kisahnya ya.....


Thanks For reading 😍


Makasih yang udah like, komen, juga kasih vote, semoga sehat dan bahagia selalu, aamii 😍


Salam Manis,


😍

__ADS_1


Author


__ADS_2