
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Setelah selesai membersihkan diri Ais, segera memakai gamis berwarna biru dongker yang tergantung dilemari dan menggunakan hijab yang senada.
Alhamdulillah isi lemari orang ini sangat cocok dengan ukuran tubuhku, batin Ais
Ais tidak tahu jika isi lemari itu memang untuknya, dan baju - baju itu memang tersedia sesuai ukuran tubuhnya, karena Biyan telah mendatangan pemilik sebuah butik terkenal disini untuk langsung melihat ukuran tubuh Ais, karena ia tak mau menyentuh tubuh yang masih terbaring, ia takut Ais akan salah sangka terhadapnya.
*****
Saat Ais sedang sholat tiba - tiba Biyan membuka pintu.
Oh.. ternyata dia sudah mandi dan wangi, dia sedang sholat, Dan aku lupa memyiapkan mukena untuknya, batin Biyan
Setelah sholat Ais berdoa:
"Ya Allah terima kasih masih memberikan aku kesempatan untuk bernafas, Terima kasih juga masih memyelamatkan aku dari perampokan itu, pertemukan aku dengan ayah dan ibu, entah bagaimana kabar ayah dan ibu sekarang, dan lindungilah kak Rey sekeluarga dimanapun mereka berada aku yakin suatu hari nanti kami akan betemu lagi, jika kami berjodoh jangan buat kami terpisah oleh ruang dan waktu, aku sudah lama menanti sudah satu tahun berlalu sekarang. Dan untuk siapapun itu yang telah membawaku kerumah sakit, dan sekarang seorang yang membawa aku ke kamar ini jadikan dia orang yang baik, limpahkan nikmat sehatMu untuknya, dan lindungilah dia dimanapun berada, aamiin ya Robbal a'lamin"Doa Ais
Ais tidak tahu jika Biyan mendengar Semua doa Ais, ia tersenyum sangat manis karena selama ini ia tak pernah mendengar seseorang berdoa dengan tulus untuknya seperti Ais. Dan ia tahu kalau Ais sudah punya seseorang bernama Rey dihatinya tetapi mereka sudah lama tidak bertemu, dia juga tahu ternyata Ais korban perampokkan dan sejak itu belum bertemu ayah dan ibunya. Dan Biyan merasa bersalah Karena membawa Ais ikut bersamanya sehingga membuatnya makin jauh dari keluarganya.
Selesai berdoa Ais segera berangkat dari duduknya dan ia tak sengaja melihat Biyan berdiri didepan pintu kamarnya. Ais segera menjauh dari pintu dan segera menumdukkan pandangannya.
"Maaf... kamu siapa, kenapa ada dikamar ini, saya mohon biarkan saya pergi, saya mau pulang, dan maaf... kalau saya memakai baju istri anda atau adik anda dengan tanpa izin"Ucap Ais gemetar karena takut
Pikiran Ais sudah melayang kearah yang tidak - tidak. Bagaimana kalau dia orang jahat dan mau memperkosaku atau membunuhku... assatqfirullahalazidim... ya Allah maafkan aku yang telah berburuk sangka batin Ais.
Biyan tertawa sangat lepas dan seumur hidupnya baru kali ini ia benar - benar tertawa lepas seperti ini. Dan dia benar-benar mengagumi kecantikkan Ais.
Sangat cantik batin Biyan
"Hei... jangan takut, apa wajahku tampak seperti seorang begal hah"Ucap Biyan masih tertawa, ia bergerak masuk dan duduk ditempat tidur yang tadi Ais gunakan untuk tidur.
Ais masih berdiri dipojok kamar sambil mendekapkan tangannya kedadanya.
"Sudah duduk sini, aku bukan orang jahat, aku orang yang sama yang menemukanmu dan membawamu kerumah sakit waktu itu, mengapa kamu kabur dari rumah sakit itu, dan kembali pingsan dijalan, apa itu memang hobimu"Ucap Biyan panjang lebar
Ais sedikit merasa lega ternyata orang ini yang telah menolongnya
"Maaf... untuk semuanya, hari itu aku buru - buru pergi karena teringat ayah dan ibu mereka pasti akan sangat mengkhawatirkan aku"Ucap Ais
"Apa susahnya mengabari orangtuamu kan tinggal telpon aja, segitu aja repot"Ucap Biyan
"Maaf... keluargaku nggak punya Hp"Ucap Ais
"Whatsssss zaman sekarang masih ada orang yang belum punya Hp"Ucap Biyan tertawa, ia merasa Ais hanya bercanda.
Dasar orang kaya sombong dan belagu, maki Ais dalam hatinya
"Aku nggak bohong, Karena itu adalah kenyataannya"Ucap Ais
Biyan terdiam, dia yakin Ais nggak berbohong.
"Kenalkan namaku Biyan, aku masih lajang aku tinggal dijepang mampir ke Indonesia untuk urusan bisnis dan sekarang ke Amrik untuk bertemu sahabat papaku yang sedang dalam masalah nama nya om Budi" Ucap Biyan memgulurkan tangan mau bersalaman dengan Ais
Dengan cepat Ais menangkupkan kedua tangannya kedepan dada untuk menghindari salam dengan Biyan.
"Maaf... nama saya Aisyah biasa di panggil Ais, saya tinggal dikota A tempat dimana kamu menemukan saya"Ucap Ais
Mendengar Biyan menyebut Amrik Ais sedikit shock apa mungkin sekarang ia berada di Amrik, dan om Budi apa dia papinya kak Rey dan Maria.
__ADS_1
"Maaf... jadi apa kita sekarang berada di... "Tanya Ais terputus karena Biyan segera menjawab
"Yab, kita di Amrik sekarang, setelah urusanku selesai aku akan segera membawamu pulang"Ucap Biyan
"Sekarang aku akan keluar untuk bertemu om Budi teman papaku, kamu disini saja nanti akan aku pesankan gofood untukmu"Ucap Biyan
Saat Biyan akan keluar tiba - tiba Ais menghentikannya.
"Tunggu... apa aku boleh ikut"Tanya Ais memberanikan diri, ia ingin memastikan apa benar om Budi sahabat papanya Biyan adalah papi Maria dan kak Rey
"Baiklah segera bersiap kita berangkat sekarang"Ucap Biyan dan segera diikuti Ais
*****
Cafe.....
Biyan dan Ais sudah turun dari mobil dan segera menuju ke tempat yang tadi sudah dipesannya.
"Duduklah Ais, kamu mau pesan apa, om Budi akan sedikit terlamat jadi kita kita makan dulu sambil numggu in"Ucap Biyan
Ais kebingungan ia harus memesan apa, semua makanan ini sangat asing bagi Ais meski paham akan artinya sebab Ais sangat fasih berbahasa inggris.
"Aku ikut aja, nggak ngerti soalnya mau pesan apa"Ucap Ais tertunduk
Ais.. kamu. buat aku makin gemes saja, beruntung sekali si Rey sudah menempati relung hatimu, semoga nanti aku juga bertemu dengan gadis baik sepertimu Ais, batin Biyan
Saat sedang Asyik makan Ais bermisi ke toilet karena kebelet pipis, Saat ais ke tolilet itu lah om Budi yang ditunggunpun datang bersama istrinya.
"Assalamualaikum, maaf Yan apa kamu sudah lama, untunglah om mengajak tante ternyata kau juga membawa teman"Ucap papi Maria
"Waalaikumussalam om, maaf kita makan duluan saya pikir om telatnya lama, Tante.. silahkan duduk ayo silahkan ikut memesan"Ucap Biyan
"Tentu saja tan, biarkan mereka bergabung disini, semakin ramai tentu semakin seru"Ucap Biyan
Kemudian mami melepon Rey dan Maria agar segera bergabung.
Rey dan maria datang, saat melihat Biyan, Maria sudah terpesona dengan manik hitam pekat milik Biyan .
Ya Allah, sangat tampan batin Maria
Mereka semua sedang asyik mengobrol membicarakan cara untuk menyelamatkan perusahaan keluarga om Budi, mereka tak memperhatikan ada sepasang mata yang menatap penuh lingan airmata haru, pandangan yang penuh kerinduan.
Ya Allah sungguh besar kekuasaanMu hanya dalam sekejab kau memgijabah doaku, mereka adalah benar - benar orang yang aku rindukan... terima kasih ya Allah... kau pertemukan kami kembali melalui Biyan... batin Ais...
Bagaimana reaksi keluarga Rey jika bertemu Ais
Bagaimana juga Reaksi Biyan jika tahu Rey yang dimaksud Ais... adalah Reyhan anak om Budi...
Ikuti terus kisahnya ya...
To be continue...
Makasih ya dah baca karyaku
Makasih juga like and komennya
Makasih juga yang udah kasih vote nya
Komen kalian merupakan vitamin buat Author
__ADS_1
Semoga readers loverku sehat dan bahagia selalu
Salam Manis
🤗
Author
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam
__ADS_1