
Setelah menang pertempuran dimedan juang, Rey dan Ais tertidur saling berpelukan, mereka tidak menyadari jika hari sudah jauh malam, dan lupa untuk mengabari ke rumah.
Ayah dan ibu tentu saja khawatir, apa lagi Alif sedari sore rewel menanyakan umi dan abinya.
Ibu sudah sedari lepas isya menelpon namun tak diangkat, dan orang - orang suruhan ayah Wi juga sudah melacak keberadaan mereka, dan melaporkan kalau keduanya baik - baik saja sedang berada disebuah kamar hotel.
"Dasar Rey, mentang - mentang sudah berpuasa lama tak bisa lagi menahan hasratnya sampai lupa memberi kabar membuat orang khawatir saja"Rutuk ayah Wi kesal.
Ayah Wi segera menyampaikan kepada. ayah dan ibu supaya tenang saja karena Rey dan Ais sedang melepas rindu di hotel. Akhirnya ayah Abdul dan ibu bisa juga menenangkan Alif yang sekarang sudah tertidur digendongan ayah Abdul.
*****
Hotel...
"Huaammm"Ais menguap sambil mengucek matanya dan saat melihat jam di kamar hotel.
"Astaqdirullahal adzim... ini sudah tengah malam dan Alifku"Ais bermaksud turun dari tempat tidur tetapi ia lupa kalau ia sedang tak berpakaian.
"Aahhhhh"Ais menutup tubuh bagian atas dan bawahnya dengan tangannya.
"Ya Allah.. aku.. aku... haduhhhh"Ais mengomeli dirinya sendiri.
Rey yang sudah terbangun tertawa melihat kelakuan istrinya, dia sangat faham kalau Ais sangat tidak suka tubuhnya terekspost polos begitu. Dengan cepat Rey turun membawa selimut yang membungkus dirinya juga menuju Ais.
Dengan cepat Rey meraih tubuh istrinya dan membungkusnya bersama dirinya, wajah Ais memerah dan Rey sangat menyukai itu. Saat keduanya bersentuhan langsung kulit tubuh Ais meremang, sedangkan Rey tersenyum genit dengan mengangkat kedua alisnya.
"Sayang... perang dunia ketiga "Kekeh Rey.
"Tidak sayang prajuritnya sudah capek"Ucap Ais menggeleng.
Tetapi bukan Rey jika ia akan menuruti istrinya.
"Kalau begitu kita ganti srategi perangnya, prajurit silahkan beristirahat dan biar komandan yang bergerilya sendiri yang penting ditemani oleh prajurit"Jelas Rey dengan senyum penuh kemenangan.
Ais hanya bisa pasrah dan menggelengkan kepala saat komandan perang itu membawanya kembali kemedan juang, meski lelah, desahan sang prajurit semakin menjadi saja.
"Semoga segera menghasilkan ajudan mungil yang cantik untuk menemani Alif"Ucap Rey yang kembali tertidur karena kehabisan amunisi.
"Ya Allah... kak Rey... kau membuatku mati kutu, aku menyerah"Ucap Ais kesal dan kembali berbaring dipelukan suaminya Tentunya setelah menelpon orang rumah.
*****
Suara Azan subuh telah berkumandang, Ais sudah terbaluk mukena dengan rapi, dan ia membangunkan suaminya.
"Sayang... sayang... bangun, subuh"Ais menguncangkan tubuh suaminya.
"Apa... mau perang lagi"Ucap Rey asal.
"Bhukkk"
"Aduh sayang, sakit"
"Dasar mesum"
"Bhukkk... bhukkkk"
"Ampuuuuun"
Akhirnya Rey bangun juga karena habis tubuhnya dipukul Ais dengan bantal.
"Awas ya Yang, aku laporin KDRT entar"Ucap Rey cemberut.
"Lapor aja Ayang mau dipukul pak RT atau malaikat maut hah"Ucap Ais kesal.
__ADS_1
"Iyaaaa maaf ibu peri"Ucap Rey berlalu menuju kamar mandi.
Ais tersenyum merekah, sudah lama mereka tak bercanda seperti ini, dan Ais tiba - tiba merindukan kampung halamannya, dulu saat baru menikah meraka suka begini saat dikampung.
Rasanya aku ingin pulang kampung, apa kak Rey mau ya, batin Ais.
Selagi menunggu suaminya mandi Ais membaca Al Quran.
*****
Pagi yang dingin dikota Amrik membuat tubuh Ais menggigil, karena tak membawa baju hangat. Rey yang melihat tubuh istrinya gemetar merasa tak tega, segera ia menghubungi anak buahnya untuk segera mengirimkan baju hangat untuk Kekasihnya tercinta.
"Sayang apa kau mau ku hangatkan"Rayu Rey.
Mata Ais langsung membesar dan menatap tajam pada suaminya. Tanpa kata saja sudah membuat Rey kecut.
"Maaf barcanda"Ucap Rey sambil memgacungkan dua Jarinya tanda berdamai.
Ais pura - pura tak perduli, padahal didalam. hatinya iya tertawa geli.
Sejurus kemudian suara pintu diketuk, saat Rey buka ternyata roomboy memgantarkan baju hangat Ais.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang kerumah keluarga Rey. Diperjalanan...
" Sayang... kapan kita akan pulang ke kampungku, aku sudah merindukan kampung halamanku? "Tanya Ais.
"Apa kau benar - benar tak ingin tinggal disini" Tanya Rey serius.
Ais terdiam, ia binggung sekarang harus bagaimana, di satu sisi ia merindukan kampung kelahirannya, di sisi lain kak Reh harus mengurus perusahaan papi di Amrik.
"Entahlah aku binggung sekarang"Ucap Ais pusing.
Keduanya terdiam hanyut dalam pikirannya masing - masing. Sampai mobil Rey memasuki pekarangan rumah mereka.
Ais segera turun karena didepan pintu putra kesayangnnya sudah menyambutnya dengan bibir yang di cebirkan menahan tangis.
Rey juga segera memeluk keduanya dengan bahagia. Kemudian mereka masuk untuk segera sarapan. Ais dengan telaten menyuapi putranya.
"Sayang... apa aku tak kau suapi"Renggek Rey manja.
Ya Allah... mengapa kak Rey jadi lebay begini batin Ais kesal.
" Sayang apa tanganmu sakit"Ledek Ais
"Atau kau cemburu sama anakmu sendiri"Ucap Ais lagi.
Rey terdiam merasa di skak mat oleh istrinya yang cantik.
*****
Sudah Hampir dua bulan Ais dan Alif di Amrik, sedangkan ayah dan ibu sudah pulang ke Indonesia sebulan lalu, namun sekarang komunikasinya udah lancar karena ayah dan ibu sudah punya Hp.
Pagi ini Ais sedang memandikan Alif tiba - tiba Ais terjatuh dikamar mandi dan pingsang. Alif yang melihat umi nya terbaring tak sadar menagis histeris dengan sangat. kencang sehingga terdengar keruang kerja Rey.
Rey dan beberapa pelayan dirumahnya bergegas naik kelantai dua tempat kamar Alif. Saat Rey membuka pintu ia sangat terkejut.
"Ya Allah Aissss, Aisss bangun sayang"Namun Ais tak kunjung sadar, dan didahi Ais mengalir darah segar karena terluka sehabis terbentur sudut pintu.
Rey sangat panik dan segera membawa Ais ke rumah sakit. Rey memacu kendaraannya dengan kecepatan penuh. Dan sampailah mereka di rumah sakit.
"Dok.... tolong istri saya"Teriak Rey panik.
"Tenang pak, bapak silahkan tunggu diluar biar kami bisa memeriksa istri balak"Ucap dokter.
__ADS_1
Kemudian beberapa menit kemudian, dokter keluar.
"Suami nyonya Aisyah"Panggil dokter.
"Saya pak" Jawab Rey
"Silahkan masuk dan duduk " ucap Dokter.
"Bagaimana istri saya dok, apa sakitnya??? "Tanya Rey panik.
"Ini biasa terjadi pada seorang ibu yang sedang mengandung"Ucap dokter tersenyum
"Maksud dokter istri saya HAMIL gitu"Tanya Rey senang.
"Iya sekali lagi selamat pak Rey dan jangan lupa obatnya diminum bilang ibu"Ucap dokter segera berlalu.
Rey langsung sujud syukur, ia berjanji pada kehamilan Ais yang sekarang ia akan menjaga dan merawatnya. Sebagai ganti dulu waktu Ais hamil Alif, ia tak ada disampingmnya.
Ya Allah terima kasih telah mempercayai kami untuk yang kedua kalinya. batin Rey.
Ais yang sudah siuman heran mengapa ia berada dirumah sakit, seingatnya ia sedang memandikan Alif tadi.
"Sayang kau sudah bangun, terima kasih untuk segalanya" Ucap Rey mencium hangat kening istrinya.
"Aku kenapa Yang, kok dirumah sakit, Alif mana"Tanya Ais sewot.
"Kamu hamil sayang sudah empat minggu"ucap Rey tersenyum dan mecium sekilas bibir kekasih halalnya.
"Sayang jika kau mengidam sesuatu, katakan padaku aku akan mencarikannya untukmu"ucap Rey.
"Sayang, aku ngidam sesuatu"Ucap Ais manja.
"Ngidam apa sayang"
"aku ingin pulang kampung"
"Hadehhhh????!!!!! "
"Kak Reyyyyyy katanya tadi mau nurutin semuanya" Teriak Ais kesal.
Rey menutup telinganya dengan bantal ia tak sanggup mendengar suara Auman singa betina yang sedang marah.
" Pokoknya mau pulang KAAAMPUUUUUNG"
"aaaakhhhhh, sakitttt sayang"
Ya Allah mengapa dia segarang ini, kemana Aisku yang lemah lembut dan penyabar, apa ini hukuman buatku karena dulu meninggalkanya saat hamil, batin Rey sambil menepok jidatnya.
" Hai sob... apa istrimu sepemarah gitu kalau lagi hamil, bantu jawab dong??? "Ucap Rey Tersenyum bertanya dengan bodyguardnya.
Ais mendengar ucapan suaminya dan hampir saja ia ngakak, namun ditahannya.
Salah sendiri mengajaku berperang setiap hari, nikmati saja akibatnya, batin Ais tersenyum menang.
To be continue...
Thanks for reading 😍
Mohon like, komen, dan votenya ya 😍
Semoga readers loverku sehat dan bahagia selalu 😍
Salam Manis,
__ADS_1
🤗
Author