
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Kediaman Ais....
Sejak menerima surat itu perasaan Ais sedikit tidak nyaman, sebagai seseorang yang beranjak remaja tentu saja ada perasaan yang aneh dihatinya.
Malam haripun tiba, Ais tak dapat memejamkan mata seperti biasanya, dan akhirnya Ais memberanikan diri untuk bertukar pendapat dengan kak Ara, karena memang Ais lebih dekat dengan kak Ara dibandingkan dengan kak Ani karena orangnya sedikit jutek.
"Kak... kak Ara... " Sapa Ais sambil mengguncang bahu kak Ara.
"Hemmm.." Jawab kak Ara enggan karena sudah akan terlelap.
"Kak... "Renggek Ais. " Bangun dong Ais mau ngomong.." Sambil menepuk - nepuk pipi kak Ara.
Akhirnya dengan malas kak Ara membuka matanya.
"Ngapain sih Ais belum tidur, nggak biasanya juga mau begadang gini.." Ucap kak Ara.
"Kak Ais dapat surat dari kakak kelas, Ais binggung harus bagaimana? "Tanya Ais.
Kak Ara segera bangun karena tak tega melihat adik kesayangannya terlihat binggung dan tak bisa tidur.
"Kapan dapat suratnya, dan isinya apa? " Tanya kak Ara.
"Nih kakak baca aja, abis itu kasih saran buat Ais, apa yang harus Ais lakukan.." Ucap Ais.
"Cieeeee.. adek kakak udah ada yang naksir kalah nih kak Ara.." Ucap kak Ara meledek Ais.
"Ihhh kak Ara, bukannya kasih solusi malah ledekin Ais.." Ucap Ais kesal.
"Ya udah sini kak Ara baca dulu suratnya.." Ucap kak Ara sambil mengambil surat dari tangan Ais.
Setelah membaca surat itu kak Ara tersenyum.
" Ini namanya surat cinta Ais, tetapi yang buat kakak suka nih cowok nggak nuntut kamu untuk jadi pacarnya, cukup kamu jawab kamu suka dia juga apa tidak, apapun jawabanmu dia tidak akan marah. Jadi saran kakak sebaiknya kamu temui kakak kelasmu itu dan katakan secara langsung apa yang ingin Ais sampaikan, kamu sukak nggak sama dia?" Tanya kak Ara.
"Ais nggak tahu kak, wong kenal juga nggak tapi kakak ingatkan janji kita pada ayah.." Ucap Ais dengan wajah yang serius.
"Iya kakak inget, kalau selama masih sekolah kita dilarang pacaran dan harus fokus pada pelajaran, supaya tidak menganggu sekolah.." Terang kak Ara.
"Baiklah kak makasih ya udah kasih saran buat Ais, besok Ais akan temui kakak itu dan bilang kalau Ais minta maaf untuk semuanya.." Ucap Ais dengan tersenyum dan bersiap tidur.
Akhirnya Ais dapat tertidur dengan nyenyak sampai dipertiga malam terbangun untuk sholat tahajud, dilihatnya ibu sudah lebih dulu selesai bersama ayah.
*****
Kesekolah....
Pagi - pagi sekali Ais sudah rapi dan bergegas ke sekolah karena pagi ini dia kena giliran piket. Jarak sekolahnya dengan rumah tidak terlalu jauh hanya memakan waktu kurang lebih lima belas menit saja.
Tiap hari pun Ais selalu berjalan kaki hitung - hitung lumayan olahraga juga.
Sampai disekolah Ais segera membersihkan kelas dan halaman sekitanya, setelah bersih barulah Ais merapikan pakainnya dan berkipas - kipas karena kegerahan.
"Ya Allah.. capeknya.." Ucap Ais sambil membersihkan keringatnya yang bercucuran dengan tisue.
Tak lama kemudian anak - anak yang lain pun mulai berdatangan.
"Assalamualaikum Ais.." Sapa Nur sahabat Ais
"Waalaikumussalam Nur....Kok baru datang sih kita kan piket.." Tanya Ais
"Maaf... tadi aku bangun kesiangan soalnya semaleman aku belajar untuk ulangan hari ini.." Ucap Nur.
"Makamya belajarnya dicicil Nur, jangan dikebut satu malam, kayak mau balapan aja.." Ucap Ais sambil geleng kepala.
__ADS_1
Yang disebut hanya tersenyum sambil mengangkat kedua jarinya tanda piss.
"Pagiiiiiiiii.... "Teriak sari.
Belum hilang pekak telingga datang lagi yang satu tak kalah nyaring.
"Pagiii.... ...woiii...pagiiiiiiiii.." Ucap Fifit
"Aduhhhh suara merdu mu buat telinga mau pecah aja.." Ucap Nur dan Ais besamaan
Yang disebut tersenyum lebar.
"Nanti pas ulangan bilangin ya aku nggak belajar soalnya.." Ucap Fifit.
"Eh iya gue juga ya, sama belum belajar soalnya semalam ada teman kakak gue yang dateng, jadi deh nggak bisa belajar.." Ucap Sari.
"Kamu berdua emang kebiasaan, setiap ulangan mana pernah belajar, pas nilainya remedial nangis, ngeluh.." Ucap Ais.
"Kayaknya ujian kali ini aku nggak bisa bantu kamu berdua.
" Kata Ais.
"Whatttttts... Kamu nggak sayang kita Ais.." Protes Sari.
"Bukan nggak sayang soalnya kata bu Santi hari ini ujiannya lisan.." Kata Ais.
"****** gueeeee... makkkk tolongggggg.."Teriak Fifit dan Sari barengan.
Ais dan Nur hanya geleng - geleng kepala melihat tingakah lucu keduanya.
*****
Ruang Kelas...
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan tibalah waktu istirahat pertama, Ais segera bergegas ke mushola untuk sholat Dhuhah dan mengaji, dia hampir saja melupakan isi surat kemarin sampai saat menunduk memakai sepatunya surat itu terjatuh dari kantongnya.
"Astaqfirullah..aku hampir lupa untuk bertemu kakak yang memberikan surat ini.." Ucap Ais sambil mengambil suratnya dan bergegas menuju taman dibelakang mushola.
Saat sampai di taman Ais melihat ke sekelilingnya mencari - cari seseorang yang katanya menunggu disini. Pandangan mata Ais tertuju ke sebuah bangku, disana duduk seseorang yang membelakangi pintu masuk taman. Perlahan Ais mendekat dan mengucapkan salam.
"Assalamualaikum.." Ucap Ais.
"Waalaikumussalam.." Jawab si lelaki.
"Maaf kalau boleh tahu apa kakak yang mengirim surat kemarin.." Tanya Ais memberanikan diri.
Lelaki itu menoleh dan tersenyum pada Ais.
oo ternyata kakak ini orang yang paling disukai gadis - gadis disekolahnya, batin Ais.
"Iya.. duduk lah Ais.." Ucapnya.
"Maaf kak... Ais nggak enak Soalny cuma kita berdua jadi Ais berdiri saja.." Tolak Ais dengan sopan.
"Iya.. nggak apa - apa, lagian maaf kakak mengajak bertemu ditempat yang seperti ini.." Ucapnya.
"Kamu udah kenal kakak.." Tanya nya.
Ais diam menunduk sambik mengangguk.
"Bagus lah kalau kamu udah kenal, kakak bisa dipanggil Rey, kamu bisa panggil saya kak Rey saja.." Ucap Rey sambil tersenyum.
"Jadi apa jawaban kamu Ais, kakak udah menunggumu selama dua tahun ini, sebentar lagi kakak tamat kemungkinan akan melanjukan SMA ke luar kota A.." Jelas Rey.
"Sebelumnya Ais minta maaf kak, untuk sekarang Ais belum bisa menerima perasaan kakak tetapi jikalau kita berjodoh suatu hari nanti inshaa Allah pasti akan bersama kak Rey.."Jawab Ais dengan sedikit gemetar.
__ADS_1
Rey tersenyum hambar , sebenarnya ia sangat kecewa karena Ais adalah Cinta pertamanya, namun ia mengerti dan harus berlapang dada dan sangat berharap suatu hari cintanya dan Ais akan dapat bersama.
"Iya.. Ais kakak mengerti, tidak apa - apa semoga saja saat kita dewasa nanti kita dapat berjodoh, aamiin.." Ucap Rey sambil. tersenyum
"Ais.. permisi dulu kak, sekali lagi maaf.." Ucap Ais sambil meninggalkan Reyhan sendiri.
Ya Robb persatukanlah cintaku dan cinta Ais saat kami dewasa kelak, doa Reyhan dalam. hatinya.
Bersambung.....
Mohon masukannya ya buat author karena ini tulisan perdana author. Love you readers
Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam
__ADS_1