
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Waktu seakan begitu cepat berlalu kini Ais sudah duduk dibangku kelas tiga SMA bersama Maria.
Sedangkan Hanif sudah lulus dan bersiap untuk berangkat kuliah keluar Negeri juga tapi ia memilih Jerman sebagai tujuannya.
Liburan Rey pun telah habis itu artinya ia akan lama baru pulang lagi ke Indonesia .
*****
Kediaman Ais
"Bu... ayah... hari ini Ais diajak keluarga Hanif untuk pergi makan malam kerumahnya, karena besok kak Hanif akan berangkat ke Jerman untuk kuliah, apa boleh Ais pergi"Tanya Ais
"Kamu boleh pergi nak, keluarga Hanif sudah sangat berjasa pada keluarga kita"Ucap ayah
"Namun jangan pulang kemalaman ya, kamu anak gadis nggak baik pulang malam-malam"Ucap ayah
Sebenarnya Ais sangat berat untuk berangkat kerumah Hanif, Ais merasa akan ada sesuatu yang tak terduga menantinya disana.
"Yah... Ais sepertinya kurang baik kalau pergi sendiri, boleh kah Ais minta ditemani kak Ara yah"Tanya Ais
"Kak Ara nggak bisa Ais, karena udah masuk masa pingit, karena bentar lagi kak Ara akan menikah"Ucap Ayah
"Kalau begitu Ais minta ditemani Maria saja ya Yah, tapi Ais akan berangkat sekarang karena rumah Maria jauh, Ais takut nggak dapat angkot nanti"Jelas Ais
"Baiklah tapi kamu hati - hati dijalan Ais"Ucap ayah
"Makasih yah Ais berangkat sekarang, Assalamualaikum "Pamit Ais
"Waalaikumussalam"Jawab ayah
*****
Kediaman Maria
Kurang lebih setengah jam Ais naik angkot dan akhirnya sampaindi rumah Maria.
"Ting... tong... "Ais memenceg bel
Satpam keluarga Maria pun sudah kenal. dengan Ais, maka ia langsung saja mengantar Ais ke pintu utama.
"Silahkan neng Ais, masuk saja pintunya nggak dikunci kok"Ucap pak satpam
"Assalamualaikum"Ucap Ais didepan pintu
Bibi yang bekerja dirumah Maria langsung menyambut Ais, " Silahkan masuk neng Ais, silahkan duduk, bibi panggilkan dulu neng Maria nya"Ucap bibi segera berlalu
Ais menunggu diruang tamu rumah Maria, tak sengaja kak rey melihat Ais.
"Assalamualaikum Ais"Ucap Kak Rey
"Waalaikumusslaam kak Rey"Ucap Ais
"Mau ketemu kakak ya, udah nggak sabar nih pengen kakak lamar"Canda kak Rey
Wajah Ais sudah bersemu merah, ia hanya menunduk tak berani menatap wajah kak Rey.
"Hei... kok diam sih, nggak kangen sama kakak ya, bentar lagi kakak akan pulang lo"Ucap Rey sedih
"Ais... "Panggil kak Rey
"Lihat kakak Ais, apa ada yg uang ya dilantai itu hingga betah amat nunduknya"Ucap Kak Rey lagi
Ais merasa sangat salah tingkah akhirnya ia memberanikan diri menatap wajah kak Rey sebentar dan menunduk kembali.
Ya Allah Aisssss kamu sangat mengemaskan, ingin rasanya aku memelukmu dan tak akan kulepaskan lagi, natin Rey
"Ais kamu mau kemana bersam Maria, tumben kamu cantik dan rapi"Tanya kak Rey
"Ehmmm.. Ais maj ngajakin Maria nemenin Ais ke rumah Hanif, karena mama sama papanya mengundang Ais untuk makan malam, Ais nggak enak kak pergi sendiri"Ucap Ais
Rey merasa sangat cemburu, melihat ais begitu cantik tapi mau bertemu Hanif, dengan memakai atasan bermotif bunga - bunga kecil berwarna pink dan rok panjang sebatas mata kaki berwarna hitam polos dan memakai bandana pink dengan rambut hitam panjang tergerai sangat pas dibadan Ais yang proporsional.
__ADS_1
"Ais... kamu sangat cantik, tunggu sebentar ya"Ucap Rey
Rey segera berlari ke kamarnya dan mengambil sebuah kota berwarna merah, kemudian segera kembali pada Ais.
"Nih untukmu Ais, boleh kamu buka sekarang"Ucap Rey
Ais menerima pemberian kak Rey, dan segera membukanya, mata Ais berkaca - kaca melihat hadiah yang diberikan oleh kak Rey, ia teringat kala bertemu pertama kak Rey setelah sekian tahun berpisah, saat ia akan menggantikan liontin itu dengan yang baru maka saat itulah kak Rey akan pergi.
"Ais... apa kamu suka"Tanya kak Rey
"Iya kak sangat cantik"Ucap Ais.
liontin yang diberikan Rey adalah emas putih bermata love yang beisikan inisial R dan A yang terbuat dari berlian.
Ais tidak tahu harga kalunganya bisa membeli satu atau dua mobil, senadainya ia tahu maka ia tak akan mau menerimanya, dan Rey sangat tahu itu.
"Pakailah Ais, kakak ingin melihatnya, dan liontin yang lama biar kakak yang simpan"Ucap Rey
Aispun melepas liontinnya yang lama dan. menyerahkanya pada kak Rey, kini Ais makai liontin yang baru, sangat cantik saat dipakai Ais.
Tak lama...
"Tara.... teriak Maria aku cantik nggak"Tanya Maria
"Cantik .."Ucap Ais dan Rey bersamaan
"Cieee kompak ya... sehati nih kayaknya"Ucap Maria
"Yuk Ais nanti kita terlambat, kak tolong dong pak Amat anterin kita"Ucap Maria
"Yah udah gimana kalau kakak aja yang jadi supirnya, nanti kakak nunggu in dimobil aja nggak usah turun"Tawar Rey yang memang mencari kesempatan untuk bisa bersama Ais
"Ya udah deh terserah, karena kita udah telat"Ucap Maria
Akhirnya mereka bertiga berangkat menuju kediaman Hanif, selama perjalanan tak jarang Rey mencuri curi pandang pada Ais, yang membuat Ais salah tingkah.
*****
"Ais.. kok ramai banget ya katanya cuma makan malam tapi ini kok seperti pesta saja"Ucap Maria
"Iya Mar, ramai banget apa kita pulang saja, aku merasa tak pantas menghadiri acara malam ini"Ucap Ais
Hanif melihat Ais didalam mobil bersama Maria, ia segera menhampirinya.
"Ais... akhirnya kamu datang ayo turun... Mar kamu juga.. turun"Ucap Hanif
"Supir kamu suruh cari tempat parkir saja dan nanti ajak masuk juga"Ucap hanif, ia tidak tahu kalau itu kak Rey.
Maria dan Ais turun, semua mata tertuju pada mereka berdua, mereka berdua pun merasa risih menjadi pusat perhatian.
"Perhatian semuanya karena tamu spesial kita malam ini sudah datang kita mulai saja acaranya"Ucap mama Hanif
"Saya sengaja mengundang kalian Semua kesini untuk syukuran karena anak kesayangan kami akan berangkat besok ke Jerman untuk kuliah, selain itu juga kami ingin mengumumkan pertunagan anak kami Hanif dengan Aisyah, gadis sederhana dengan kelebihan yang tak biasa"Ucap mama Hanif diikuti tepuk tangan para tamu.
Ais serasa dunianya runtuh ia segera berpegangan pada Maria, mata Ais menatap tajam pada Hanif, Ais tak menyangka Hanif yega melakukan ini semua apa lagi membelakangi keluarganya. Ais segera berlari meninggalkan acara tersebut.
"Mar... kita pergi"Ucap Ais langsung berlari diikuti oleh Maria
Hanif segera berlari mengejar Ais, Ia pun tak menyangka acara ini ternyata yang dipersiapkan mamanya.
"Ais... Ais... tunggu... kakak bisa jelaskan semuanya... maaf ini bukan kakak yang mengatur tapi mama... kakak juga tidak tahu... "Teriak Hanif nafasnya mulai ngos... ngosan san dadanya terasa sesak
Ais berlari mencari mobil kak Rey diikuti Maria dibelakang nya, air mata Ais sudah tak terbendung, saat sedang memutar kiri dan kanan mencari kak Rey... Ais melihat Hanif yang sedang kesulitan bernafas. Dan Ais pun memutuskan untuk menolong Hanif.
"Mar... cepat cari kak rey, aku tolongin Hanif dulu"Ucap Ais sambil menyeka air matanya
"Kak hanif... tarik nafas yang dalam keluarkan... atur nafas kakak biar sesaknya hilang... lagi kak.. tarik... hembuskan... "Ucap Ais
Akhirnya Hanif bisa kembali tenang dan bisa bernafas normal, airmatanya mengalir deras
"Maaf kan kakak Ais yang selalu melukai hatimu, ini semua rencana mama, kakak saja tidak tahu"Ucap Hanif penuh sesal
"Sudahlah kak Ais juga minta maaf sudah membuat keluarga kakak malu, kakak jaga kesehatan ya, Ais harus pulang"Ucap Ais
__ADS_1
"Tapi kamu belum makan Aia"Ucap Hanif
"Biar nanti Ais makan sama aku"Ucap kak Rey yang entah kapan datangnya.
"Aku sebenarnya marah sama kamu Hanif, mengapa kau melanggar semua ucapanmu waktu itu dirumah sakit" ucap kak Rey
"Semua ini rencana mamaku, gue aja kaget tadi, makanya gue minta maaf sama Ais"Ucap Hanif
"Ais... izinkan kakak pamit padamu... kakak tak menyangka perpisahan kita akan begini, kakak ingin melihatmu tersenyum Ais sebelum kakak berangkat besok"Ucap Hanif
Ais akhirnya bisa tersenyum meski dengan linangan airmata.
"Selamat menuntut ilmu kak, belajarlah yang giat, agar semua impian papa dan mama kakak tercapai, Ais juga mendoakan kebahagian kakak dimanapun kakak berada"Ucap Ais
"Terima Kasih Ais, biarkan kakak memandangmu lebih dalam Ais, kakak ingin mengingat setiap lekuk wajahmu"Ucap Hanif
"Maaf Nif, gue akan bawa Ais pulang ini sudah malam, Ais belum makan, selamat jalan semoga sukses bro"Ucap Kak Rey
Ais pun meninggalkan kediaman Hanif, sepanjang jalan Ais menangis.
Ais... kakak akan berusah untuk selalu membuatmu tersenyum karena tangismu adalah lukaku dan senyummu adalah bahagiaku.. batin Rey
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam
__ADS_1