
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Satu tahun sudah kepergian Acong alias Amar, kenangan bersamanya akan selalu Ais kenang, ketabahan dan Kesabarannya dalam menahan sakit Ais jadikan pelajaran dengan tak mengeluh hanya dengan sakit pilek atau demam saja.
Kini seragam Ais telah berganti putih abu - abu, Ais berhasil masuk SMU favorit di kotanya hanya saja jarak kesekolah Ais sangat jauh dari rumahnya, harus dua kali berganti angkot.
sekarang kak Ara tidak lagi bersekolah karena sudah tamat SMA, dia pun mulai mengikuti kursus bahasa inggris karena memang kak Ara sangat pintar, dan selalu menjadi juara umum disekolahnya, namun karena tak ada biaya jadi tak bisa sekolah.
Ais dan kak Ali sama - sama duduk dibangku SMA bedanya kak Ali memilih sekolah SMK biar katanya bisa cepat bekerja nanti setelah tamat, sebab ayah dan ibu memang benar - benar tak bisa membiayai untuk kuliah.
Setiap pagi jam enam pagi Ais sudah menunggu angkot, karena harus dua kali ganti angkot untuk sampai disekolahnya maka tak ada uang jajan buat ais. Ia akan berjajan setiap hari jumat hasil dari menyisihkan sisa ongkos angkotnya.
Selama disekolah yang baru Ais termasuk siswa yang pendiam karena teman - temanya sewaktu SMP tak ada yang satu sekolah dengannya semua orang baru.
Ais masuk ke kelas 10 jurusan IPA, dimana anak - anak jurusan ini terkenal dengan kutu buku atau selalu serius jarang tersenyum. Dikelasnya mungkin hanya Ais berasal dari keluarga kurang mampu, namun yang membuat Ais senang teman sebangkunya Maria tak pernah mempermasalahkan statusnya. Seperti hari ini.
"Ais... " Sapa Maria.
"Gimana PR loe apa sudah selesai semua.." Tanya Maria serius.
"Alhamdulillah, sudah Maria.." Jawab Ais sambil tersenyum.
"Wihhhh.. hebat loe, secara gue nggak bisa ngerja in sebanyak lima soal, botak pala gue Ais.." Ucap Maria sambil tertawa.
"Gue boleh pinjem nggak.." Ucap Maria sambil merenggek manja.
"Boleh kok, tunggu bentar ya, aku ambilin.." Ucap Ais.
"Ais... sebagai ucapan makasih gue buat loe, nanti kita makan dikantin ya, gue mau traktirin loe makan bakso mercon pak Amat Enakkkkkk banget.." Ucap Maria.
Aduh... jadi ngiler nih aku, batin Ais dasar Maria... andai aku bisa makan gratisan tiap hari enaknya, batin Ais.
Ais menepuk - nepuk pipinya.
"Aduhhh mimpi ku ketinggian.." Rutuk Ais pelan takut terdengar Maria.
"Iya, terserah kamu aja.." Ucap Ais.
*****
Bel panjang istirahat berbunyi semua anak berhamburan menuju kantin, hanya beberapa siswa yang langsung menuju mushola atau perpustakaan termasuk Ais.
"Mar... aku ke mushola dulu ya, nanti kalau udah selesai baru ke kantin, aku nggak lama kok.." Ucap Ais.
"Oke... gue tunggu ya, GPL.." Ucap Maria.
Ais segera berlari menuju mushola, ia tak mau Maria menunggu terlalu lama.
Setelah selesai dhuha Ais memyempatkan diri mengaji sebentar baru pergi ke kantin.
Ais tak menyadari ada seseorang dibalik tirai mushola yang menyukai bacaan Al Quran Ais yang memang sangat merdu meski hanya dibaca dengan tartil.
__ADS_1
****
Kantin..
Melihat Ais berdiri dipintu kantin Maria segera melambaikan tangannya, kemudian Ais segera menghampirinya.
"Duduklah Ais, gue udah pesen bakso mercon buat kita berdua dan sebentar lagi nyampai kok.." Ucap Maria.
Sambil menunggu makanannya Ais melihat sekeliling, dan jatuhlah pandangannya pada pak Amat yang sangat sibuk melayani pembeli bakso dan harus mencuci piring dengan cepat agar bisa digunakan.
"Mar.. aku ke pak Amat bentar ya, ada yang mau diomongin.." Ucap Ais.
"Eh.. iya, tapi jangan lama - lama ya, nanti bakso kita ke buru dingin.." Ucap Maria.
Ais segera berangkat dari kursinya dan menuju pak Amat.
"Assalamualaikum, pak.." Ucap Ais.
"Waalaikumussalam.." Jawab pak Amat.
"Neng orang baru ya, Bapak nggak pernah lihat neng ke kantin makan bakso.." Ucap pak Amat polos.
"Enggak kok Pak saya udah hampir satu tahun disini, nama saya Aisyah biasa dipanggil Ais.." Ucap Ais memperkenalkan diri.
"Saya memang jarang ke kantin bahkan hampir tak pernah Pak, karena uang saku saya nggak cukup Pak.." Jawab Ais jujur.
Mendengar jawaban Ais, perasaan Pak Amat tersentuh, ia ingat anaknya di kampung yang juga jarang dikasih uang jajan.
"Begini pak... anu... ehmmm... saya boleh nggak bantu pak Amat cuci piring, dan bayarannya semangkok bakso saja.." Ucap Ais malu.
"Neng beneran mau bantu Bapak, nggak malu gitu nyuci piring di warung bakso Bapak? Tanya Pak Amat.
"Iya Pak saya nggak malu, yang penting kerjaannya halal.." Ucap Ais mantap.
"Baiklah mulai besok neng Ais udah bisa bantu Bapak.." Ucap Pak Amat.
"Iya Pak, makasih banyak ya dah mau terima Ais, tetapi Ais akan ke tempat Bapak kalau sudah selesai dari mushola ya Pak.." Ucap Ais.
"Baiklah Neng, nggak apa - apa.." Ucap Pak Amat.
*****
Ais pun kembali ke tempat Maria, dan memakan bakso mercon yang dipesan Maria dengan lahap.
Ya Allah semoga yang aku lakukan akan membawa berkah untukku, aamiin... batin Ais.
Bersambung.....
Mohon masukannya ya buat author karena ini tulisan perdana author. Love you readers
Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.
__ADS_1
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam
__ADS_1