
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻
Keesokan harinya...
"Ais... " Sapa ibu.
"Iya bu, ada apa.." Tanya Ais.
"Kamu harus belajar yang giatnya agar bisa masuk SMA yang negeri, soalnya kalau sekolah swasta ibu dan ayah nggak sanggup untuk membiayai.." Ucap Ibu sedih.
"Iya bu Ais akan berusaha.." Jawab Ais dengan tersenyum, meski didalam hatinya sangat sedih mengingat perjuangan Kedua orangtuanya.
Terkadang Ais sangat miris dengan teman - temannya disekolah, mereka punya orangtua berada tetapi sekokahnya mals - malasan, sedangkan kami yang Ekonomi pas - pasan punya keinginan sekolah yang tinggi.
"Kedua kakakmu tidak mau lagi melanjukan ke SMA, karena merasa tak mampu lagi untuk belajar, mereka berdua memutuskan untuk membantu ayah dipabrik.." Ucap ibu sedih.
"Ibu dan ayah hanya akan mampu membiayai sekolahmu sampai SMA saja Ais, kalau untuk kuliah itu rasanya tak mungkin.." Ucap ibu.
" Ibu nggak usah sedih, jika Allah mengizinkan tak ada yang tidak mungkin bu, Ais yakin suatu hari nanti Ais akan membuat ibu dan ayah bangga memiliki Ais.." Ucap Ais sambil memeluk ibunya.
" Bu Ais berangkat dulu ya, doa kan Ais semoga selalu lancar dalam belajar.." Ucap Ais sembari mencium tangan ibunya.
"Assalamualaikum.." Pamit Ais.
"Waalaikumussalam.." Jawab ibu.
Ya Allah, aku sangat bersyukur kau titipkan anak - anak yang selalu bersyukur dan tak pernah memgeluh karena ekonomi kami yang lagi sempit, sukseskanlah mereka dimasa depannya ya Allah, Aamiin batin ibu.
*****
Disekolah...
Berita Acong yang masuk kerumah sakit karena terkurung di toilet sudah menyebar luas seantero sekolah. Hal ini membuat Reza dan Han sangat ketakutan, pasalnya mereka tak bermaksud menyakiti Acong separah itu, mereka pun tak menyangka efeknya akan separah itu untuk Acong.
Didalam kelas saat keluar dari mushola Ais sengaja memanggil Reza dan Han keruang UKS karena agak sepi, supaya mereka berdua tidak dihakimi oleh yang lain, sampai di UKS.
"Za... Han...silahkan duduk.." Ucap Ais
"Kalian mau menjelaskannya sendiri atau mau aku yang bertanya.." Ucap Ais dengan sedikit keras.
Reza dan Han menunduk, mereka tak pernah melihat Ais yang sabar dan manis bisa marah juga.
Suasana hening... belum ada yang berani membuka mulut untuk bicara baik Reza maupun Han.
"Gubrakkkk.." Suara meja dipukul Ais.
Kali ini Ais benar - benar sangat marah dengan kedua temannya itu.
Akhirnya Reza berani Membuka suara, ia merasa sangat bersalah terlebih melihat orang yang disayanginya yang selalu tersenyum dan ramah, kini menatap tajam kearahnya tanpa berkedip.
"Iya A.. A.. A. Ais..Semua aku yang lakukan.." Ucap Reza tertunduk.
"Apa maksudmu berbuat seperti itu Za, itu artinya kau sudah tak menghargai aku sebagai Ketua kelas.." Ucap Ais dengan nada yang masih tinggi.
__ADS_1
"Tadinya kami hanya mau mengurungnya saja, karena aku cemburu melihat Acong selalu menempel kemanapun kamu pergi, asal kami tahu Ais... kamu itu milik ku.." Ucap Reza tak sengaja.
"Upss !" Reza Seger menutup mulutnya karena keceplosan.
"Maaf... " Ucap Reza sambil menunduk.
"Ini nggak murni salah Reza kok Ais, gue juga ikut andil membantu Reza.." Ucap Han.
Suasana kembali hening, Ais tak henti - hentinya beistiqfar untuk meredakan marahnya.
"Baiklah aku mengerti .." Ucap Ais.
"Tapi tahukah kalian perbuatan itu sangat tidak terpuji, ayah dan ibu mu menyekolahkan kalian bukan untuk hal semacam ini, apa kalian tidak malu jika orangtua kalian dipanggil kesekolah karena ini?" Tanya Ais mulai sedikit sabar.
"Dan perlu kalian ingat, tak ada yang memiliki aku kecuali Allah, selagi kita masih satu kelas dan satu sekolah kita adalah milik bersama karena kita adalah sahabat dalam suka maupun duka.." Ucap Ais sambil menepuk bahu Reza dan Han.
"Sekarang yang aku inginkan adalah kalian berdua nanti siang ikut kerumah sakit dan meminta maaflah pada Acong.." Ucap Ais.
"Iya .." Ucap Reza dan Han bersamaan.
*****
Dirumah Sakit
"Met siang om... tante... " Ucap Ais sambil. menyalami kedua orangtua Acong yang diikuti oleh Reza dan Han.
"Siang Ais... apa ini teman - temannya Acong juga.." Ucap mama Acong.
" Iya tante.." Jawab Ais.
"Acong sudah stabil, tadi malam sempat droup tapi nih udah baikan.." Jelas mama Acong.
Reza dan Han tampak terpukul melihat kondisi Acong, mereka tak menyangka efeknya akan sehebat ini untuk Acong, mereka merasa semakin bersalah.
"Cong..." Panggil Reza.
"Gue minta maaf ya, sebenarnya yang mengunci loe di toilet itu gue.." Ucap Reza penuh penyesalan.
"Gue juga Cong.." Ucap Han.
Acong yang mulai stabil sudah bisa duduk dan tersenyum.
"Gue udah maafin loe berdua kok, lagian ini bukan salah loe, cuma sakit gue aja yang lagi pengen kambuh, kangen dia sama gue.." Ucap Acong sambil tersenyum seolah tak pernah sakit.
"Maksih ya Cong, ternyata loe baek juga.." Ucap Reza.
Mereka pun berjabat tangan dan mulai mengobrol sambil bercanda.
Melihat anaknya yang sudah tersenyum dan berceria, sedikit membuat kedua orangtua Acong tersenyum.
Ya Tuhan... jangan ambil anakku, ucap mama Acong.
Bersambung.....
__ADS_1
Mohon masukannya ya buat author karena ini tulisan perdana author. Love you readers
Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
__ADS_1
Mencintaimu Dalam Diam