Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
IKUT KE AMRIK


__ADS_3

🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻


Telah seminggu hilangnya Ais, ibu sakit karena tidak mau makan dan suka melamun, ayah sangat gelisah melihat kesehatan ibu yang terus menurun, keluarga Ais hanya bisa berpasrah diri karena kepolisian yang mengangani kasus Ais meminta mereka untuk bersabar, karena mereka akan membantu menuntaskan kasus Ais atas permintaan sahabatnya Nara.


*****


Ais berjalan kaki menunju kediamannya tetapi karena kondisinya masih lemah menuat Ais kembali pingsan dipinggir jalan sebenarnya Ais terjatuh tidak jauh dari simpang gang menuju kerumahnya hanya saja karena hari sudah malam membuat jalanan itu menjadi sepi.


Hampir tak ada kendaraan yang lewat sampai sebuah mobil mewah melintas.


"Tuan ... sepertinya ada seorang perempuan yang tergeletak dijalan, apa kita harus berhenti?" tanya sopirnya


"Apa? Ada lagi? Apa nasibku memang untuk memungut perempuan yang tergolek dijalan kali ya?" ucap tuan mudanya kesal


Namun ia bukanlah orang yang kejam, yang akan membiarkan orang lain kesusahan.


"Yah sudahlah Pak berhenti saja, tapi kali ini bawa pulang ke hotel saja dulu, aku udah sangat capek mana besok pagi -pagi kita harus berangkat ke Amrik." ucap Biyan sambil mematikan laptopnya.


Akhirnya Biyan dibantu sopirnya memapah Tubuh Ais dan merebahkannya dikursi belakang dan Tuan mudanya pindah ke kursi depan.


"Pak Romli ... bukannya ini gadis yang kita tolong beberapa hari yang lalu dan kita bawa kerumah sakit? Apa memang gadis ini senang pingsan dijalan dari pada tidur dirumah sakit?" ucap Biyan sambil membaringkan Ais dikursi belakang.


"Iya tuan muda sepertinya ini memang gadis yang sama, mungkin dia kabur dari rumah sakit," ucap pak Romli mengira-ngira.


"Ayo pak jalan! Aku sudah sangat mengantuk," ucap Biyan sambil menahan kantuknya.


"Baik tuan muda," ucap pak Romli dan segera melajukan mobil mereka.


Mobil itu pun mulai bergerak, tapi kali ini bukan kerumah sakit melainkan menuju sebuah hotel ternama dikota A.


*****


Kantor Polisi ...


Rini dan Sinta ditahan untuk sementara masih sebagai saksi, belum dijadikan tersangkan karena polisi masih melengkapi berkas untuk pelimpahan kasus mereka ke pengadilan.


Mama Hanif sangat marah saat ditelpon oleh orang suruhannya yang mengabarkan bahwa Rini keponakannya sekarang ditahan dikantor polisi karena kasus perampokan dan penculikan, dan ia pun segera menelpon Samuel agar segera pulang ke Indonesia.


Sampai dikantor polisi ....


"Selamat siang pak saya bibinya saudari Rini, mohon penjelasannya apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang dirampok ponakan saya?" tanya Mira dengan ekspresi yang sengaja dibuat sedih.


Setelah mendengar penjelasan polisi Mira sedikit shock pasalnya yang dirampok Rani adalah Ais, dan sekarang Ais hilang entah kemana.


"Boleh saya bertemu ponakan saya pak?" tanya Mira.


"Silahkan ikuti saya Bu!" ucap salah satu polisi yang bertugas.


Mama Hanif segera mengikuti polisi itu dan akhirnya ia bisa bertemu Rani. Rani dan Sinta terlihat sangat berantakan. Saat mellihat tantenya Rani dan Sinta menagis sejadi - jadinya dan meminta tantenya untuk segera mengeluarkan mereka.


"Tante ... tolong keluarkan Rani dari sini, Rani tidak mau dipenjara Tan," renggek Rani dengan linangan air mata.


"Tan tolong Sinta juga, Sinta tak mau sampai mami papi Sinta malu," ucap Sinta menangis sesegukan.


"Mengapa kalian berdua sangag ceroboh sehingga bisa begini? Apa kalian tahu siapa yang melaporkan kasus ini? Apa keluarga Ais? Dan bagaimana jika suami tante dan Hanif tahu jika Ais menghilang?" tanya mama Hanif kesal dan marah.


"Menyusahkan saja ... kalian harus bersabar tante dan ayahmu akan menyelesaikan kasus ini," ucap mama Hanif.


"Sekarang tante pergi dulu, menjemput ayahmu ke bandara setelah itu bersiaplah untuk pulang kerumah," ucap mama Hanif lagi.


Akhirnyan Rani dan Sinta bisa bernafas lega dan tenang sekarang.


*****


Hotel ....


"Pak bagaimana apa gadis itu sudah siuman?" tanya Biyan sambil memakai kemejanya karena ia akan segera bertolak ke Amrik untuk bertemu paman Budi yang merupakan sahabat ayahnya yang sedang mengalami masalah, karena dulu saat keluarga Biyan dalam masalah beliau lah yang membantunya sehingga perusahaan mereka yang ada dijepang maju sangat pesat.


Biyan sengaja mampir ke Indonesia dulu untuk melakukan perjalanan bisnisnya dan sekalian melihat perusahaan mereka yang ada di Indonesia.


"Masih belum sadar Tuan muda," ucap pak Romli.


"Yah sudah bawa saja dia sekalian, saya. takutnya dia mau pingsan dipinggir jalan lagi karena kita tak ada siapa yang akan menemukannya nanti." Biyan tersenyum sambil merapikan dasinya.


Pak Romli pun tersenyum dan segera menyiapkan keberangkatan Ais bersama mereka.


*****

__ADS_1


Didalam pesawat pribadinya Biyan ....


Biyan segera memantau keadaan Ais apa dia demam atau tidak, Biyan mengajak dokter pribadi keluarganya untuk memeriksa Ais.


"Rud ... bagaimana keadaan gadis ini apa dia baik-baik saja,"tanya Biyan khawatir.


"Tenang kawan dia hanya dehidrasi mungkin sebentar lagi dia akan siuman," ucap Rudi.


"Sebaiknya kamu kasih dia obat tidur aja dulu dan infus dia dengan vitamin, aku tak mau pas dia bangun menjerit histeris dikiranya aku yang menculiknya," ucap Biyan sambil. kembali menghadap cermin untuk mematutkan dirinya.


Setelah melakukan tugasnya Rudi kembali ke kamarnya, yah Rudi punya kamar khusus juga untuknya dipesawat pribadi milik keluarga Biyan.


Biyan masih menunggu ditepi tempat tidur Ais, dia senyam-senyum sendiri sambil mamandangan wajah Ais.


"Ternyata kamu sangat cantik ... aku beruntung bisa bertemu dengan mu, ibuku sudah lama menginginkan menantu yang berhijab, tapi aku tak tahu statusmu masih lajangkah? Menikahkah? Atau punya tunangankah?" ucap Biyan pada dirinya sendiri.


Kenapa aku jadi binggung sendiri? Semua gara-gara gadis ini, semoga saja kau masih sendiri, batin Biyan sambil tersenyum.


Biyan segera meninggalkan kamar Ais, dan beristirahat karena tak lama lagi mereka akan mendarat di Amrik.


*****


Kedatangan Samuel ....


Samuel segera memasuki mobil kakaknya Mira yang menjemputnya.


"Kakak sudah menyuruh orang-orang kakak untuk menyelidiki siapa yang melaporkan kasus ini tetapi sepertinya orang yang melapor ini bukanlah orang sembarangan dan pihak kampus pun seolah menutupi informasi apapun yang berhubungan dengan pelapor," jelas mama Hanif.


"Kita tak boleh menganggap remeh musuh kali ini, sepertinya mereka punya bukti yang kuat sehingga berani mengedepankan kasus ini, aku nggak mau semua rencanaku berantakan karena anakmu yang ceroboh itu," ucap mama Hanif marah.


Samuel mengusap kasar wajahnya ia terlihat sangat kesal dengan kejadian ini pasalnya dia juga belum berhasil menekan Budi dan sekarang harus ditinggal dulu.


"Semua terserah kakak aku hanya ingin anakku segera keluar," ucap Sam kesal.


Semua anak buah Mira sudah dikerahkan untuk mencari semua informasi tentang kejadian itu, dan mereka sudah mengakui bahwa mereka tidak menculik Ais hanya merampoknya saja. Mama Hanif semakin kesal karena Ais seperti hilang ditelan bumi.


*****


Kediaman Ais ....


Keadaan ibu semakin memburuk dan ayah sangat sedih, akhirnya mereka memutuskan untuk merujuk ibu kerumah sakit karena ibu semakin lemah dan kadang tak sadarkan diri.


Nara setiap hari selalu menyempatkan diri untuk melihat keadaan ibu Ais, dan ia merasa sangat kasihan pada ibu Ais.


"Ais ... kamu dimana sekarang ... semoga kau dalam keadaan sehat dan segera pulang, kasihan ayah dan ibumu," ucap Nara sedih setelah menjengguk ibu Ais.


*****


Amrik ....


Pesawat pribadi Biyan telah memdarat dan ia segera menuju ke hotel terlebih dahulu, ia merasa sangat lelah karena apartemen keluarganya masih jauh dari bandara.


"Pak kita ke hotel dulu, bawa serta gadis itu aku nggak mau pas bangun dia kabur lagi," ucap Biyan.


Mereka pun meluncur menuju hotel terdekat, dan Biyan memesan dua kamar saja, satu untuk pak Amat dan satu lagi untuknya dan Ais.


"Tuan muda, apa nona ini akan satu kamar dengan tuan?" tanya pak Romli.


Pasalnya dia sangat mengenal Biyan yang tak pernah begini sebelumnya dengan wanita manapun selain ibunya.


"Iya ... soalnya dia lagi sakit, biar nanti aku tidur dibalkon saja," ucap Biyan santai.


Pak Romli tersenyum senang dan meninggalkan kamar Biyan.


Kau sangat beruntung nona bisa disenangi oleh tuan mudaku, batin pak Romli.


Sepeninggalan pak Romli, Biyan segera menelpon om Budi sahabat ayahnya untuk mengatur jadwal pertemuannya.


"Assalamualaikum, om ... aku sudah mendarat, tetapi sekarang masih menginap dihotel karena masih capek, besok atau lusa baru ke apartemen papa," ucap Biyan.


"Waalaikumussalam Biyan, alhamdulillah kalau sudah sampai, istirahat saja dulu nanti besok saja baru kita bertemu di kafe biasa ya," ucap papi Maria.


*****


Ais sudah terbangun dari tidurnya ....


"Ya Allah mengapa badanku serasa remuk semua," ucap Ais sambil.meregangkan pergelangannya.

__ADS_1


Ais memandang sekitarnya berbaring dan setelah menyadari ia sedang berbaring diatas kasur king size yang berseprey putih dan membuatnya terkejut dan langsung terduduk karena ia baru menyadari kalau sedang berada ditempat yang asing.


" Assatqfirullahalazdim ... ya Allah aku ada dimana? Tempat apa ini? Tapi tampak seperti kamar hotel jangan-jangan aku."Memerikas baju yang dia pakai.


"Alhamdulillah, masih utuh dan ini juga masih pakainanku yang kemarin," ucap Ais lega.


Setelah melihat jam ditangannya ia tahu ini masih waktu dhuha dan ia seger membersihkan diri ke kamar mandi, Ais memeriksa lemari ada pakaian gamis lengkap dengan hijabnya, tanpa berpikir Ais langsung mengganti pakainnya dan segera sholat dhuha.


Ais belum tahu kalau dirinya sudah berada di Amrik.


Akankah Ais bisa bertemu keluarga Rey?


Akankah Biyan ingin memiliki Ais juga?


Ikuti terus kisahnya ya


Makasih ya dah baca karyaku


Makasih juga like and komennya


Makasih juga Vote nya


Semoga Readers loverku sehat dan bahagia selalu


Salam Manis


🤗


Author


Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.


Dan karya apik author yang lain :


Fit Fithree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.


Mengejar Cinta Ariel


Almaira My Secret Wife


My Love My Babysitter


*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu


Kembar Tidak Identik


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


My Heart Is Only For You


*Sudrun


Penjelah Malam


Samudra


*Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.


*Sisca Nasty


Mafia in Love


*Cindyelvira


Ketika Muslimah Jatuh Cinta


Istri Sholehah

__ADS_1


*Karlina Sulaiman


Mencintaimu Dalam Diam


__ADS_2