
๐ปTerimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.๐ป
#kisah Wardah#
Gadis kecil itu berlari sekuat tenagannya namun apalah dayanya yang masih kecil.
"Ma-maaaaaa ... jangan tinggalkan akuuuuuu," teriak Wardah kecil yang mengoyak derasnya hujan yang membasahi tubuhnya.
Mendengar ceita bu Santi, air mata Ais telah ikut berlinang, diperlukannya erat gadis kecil itu seolah ingin mengatakan padanya untuk tidak bersedih karena ada dia penganti ibunya.
Pelukan Ais membuat wardah kembali menangis, dalam benaknya ia sangat mengharapkan ibunyalah yang memeluknya, namun sepertinya itu cuma impian saja bagi Wardah.
"Sayang apa kamu mau ikut tante selama beberapa hari? Nanti setelah kamu puas bermain baru kita kembali ke panti," tanya Ais penuh harap.
Ais melepaskan pelukannya untuk mendengar jawaban Wardah.
"Bagaimana War, kamu mau?" tanya Alif.
"Iya aku mau, tapi ...." Wardah menggantungkan ucapannya.
"Tapi apa sayang?" tanya Ais.
Wardah menatap bulek Santinya.
"Iya sayang kamu boleh ikut, raihlah kebahagiaanmu sayang," ucap bu Santi.
Senyum Wardah mengembang dibibir munggilnya yang merah jambu.
"Aku mau ... aku mau," ucap Wardah melompat kegirangan.
"Yeee Babang punya teman main," ucap Alif ikut melompat.
Bu Santi dan Aispun ikut tertawa melihat kebahagiaan yang Wardah dan Alif tampakkan.
"Oke sekarang kita berangkat," ucap Ais senang.
"Tapi aku belum bawa baju," ucap Wardah sedih.
"Sudah sayang, nanti kita beli dijalan ya, sekarang salim bulek Santi kita berangkat." Menarik tangan Wardah dan Alif untuk salim sama bu Santi.
"Berapa lama Ais?" tanya Bu Santi.
"Inshaa Allah tiga atau empat hari Bu, paling lama satu minggu deh, nanti aku kabari ya," ucap Ais.
"Ais ... buatlah anak itu selalu tersenyum, kasihan dia masih kecil tapi kepahitan hidup yang dia rasakan sangat berat," ucap bu Santi.
"Inshaa Allah Bu," ucap Ais.
Ketiganya segera menuju kehalaman panti. Disana semua rombongan sudah menanti mereka . Rencananya mereka akan beristirahat ke resort milik Rey. Semua mereka lakukan sebelum acara pernikahan Reza dan Nara yang akan dilaksanan dua hari lagi. Sebab setelah menikah keduanya akan segera kembali ke Belanda bersama Burhan juga.
"Hai gadis manis ... assalamualaikum," sapa Rey.
"Waalaikumussalam," jawab Wardah.
"Dia siapa? Dia mau ikut kita?" tanya Rey lagi.
"Iya, dia Wardah temannya Alif waktu direstoran tempo hari," ucap Ais.
"Ya sudah, yuk semuanya naik," teriak Rey.
Semua sudah menaiki kendaraannya masing-masing. Rey sama keluarganya juga satu mobil. Namun karena sempit Alif dan Wardah memutuskan untuk ikut mobil papa Reza dan mama Nara.
Kini semua mulai bergerak meninggalkan panti Al Kautsar menuju keresort keluarga Rey yang ada dipinggir pantai.
#Resort Keluarga Rey#
Semua rombongan sudah sampai dengan selamat, tetapi karena sudah hampir magrib mereka semua langsung menuju kamar masing-masing. Dan karena masing-masing merasa capek mereka akhirnya sholat dikamar, kecuali Wijaya dan Cintya keduanya ikut berjamaah bersama Abdullah dan Aminah.
Selesai sholat baru mereka turun keruang makan untuk makan bersama. Semua tampak gembira terlebih Wardah, sebuah senyum selalu terukir diwajah manisnya. Seumur hidupnya baru sekaranglah dia dibawa berlibur, apalagi bersama orang-orang yang menyayanginya dengan tulus seperti keluarga Alif.
__ADS_1
Selesai makan semua bersiap untuk tidur karena masih merasa capek dan pegal, terlebih Ais dan bik Inah yang harus mengurusi kedua anak gadis kecilnya.
Kali ini Ais mengajak suaminya berdiskusi mengenai tempat tidur mereka. Sebelum memutuskan untuk tidur. Kebetulan sekarang mereka cuma berdua. Putrinya bersama nenek dan kakeknya, sedang Alif dan Wardah bersama Reza dan Nara.
"Ayang!" sapa Ais.
"hmmm," jawab Rey tersenyum.
"Kok jawabnya cuma ... hmmm ... nggak asyik," ucap Ais sambil cemberut.
"Cup," Rey mencium kening istrinya.
Seketika wajah Ais merona kemerah-merahan.
"Ayang!" Melihat kekiri dan kekanan."Kamu nggak malu asal main cium aja," ucap Ais malu.
"Biarin ... habisnya aku kangen, dari pagi kita belum bersama." Memainkan ujung jilban Ais.
"Aku mau diskusi masalah tempat tidur," ucap Ais.
"Tumben? Mau nambah prajurit?" Tersenyum menggoda Ais.
"Tus!" Mencubit perut Rey karena kesal.
"Asstaqfirullah sakit Yang," Menggosok perutnya.
"Habisnya gombal," ucap Ais kesal.
"Lah ... kan mau bahas tempat tidur? Apa aku salah jadi mikirnya kesana?" tanya Rey.
"Nggak salah sih tapi bukan itu yang mau aku diskusikan," ucap Ais merapikan jilbabnya yang tertiup angin pantai.
"Apa coba yang mau didiskusikan." Menarik tangan Ais agar duduk didekatnya.
"Kita tidurnya pisah kamar ya," ucap Ais menatap manik mata suaminya tercinta.
Ais tersenyum melihat ekspresi lucu suaminya yang sengaja dibuatnya sedemikian rupa.
"Mengapa begini dan mengapa begitu ... seseorang ... tolong jelaskan padaku," ucap Rey memasang wajah sok bingung.
"Ayang! Ais tertawa menutup mulutnya.
"Penjelasannya seperti ini Yang ... kita tidak mungkin tidur satu kamar bertujuh, karena ada aku, kamu, Alif, Ara, Aza, Wardah dan bik Inah. Apa mau tidur sempit-sempitan? Makanya kita pisah kamar, aku sama semua yang perempuan dan kamu sama Alif, bagaimana?" tanya Ais memandang suaminya yang sok berpikir.
"Iya deh, aku ngalah tapi nanti saat dirumah kamu hanya miliku nggak boleh jadi milik anak-anak," ucap Rey tersenyum sambil memainkan kedua alisnya naik turun.
"Lah kok abinya nggak mau ngalah sama anaknya sendiri," ucap Ais mencolek hidung suaminya.
"Biarin," ucap Rey menggenggam tangan Ais lembut dan menciumnya.
"Selama hayat masih dikandung badan, aku selalu ingin bersamamu khumairohku." Mencium kembali pucuk kepala istrinya.
"Terimakasih Ayang ... teruslah menjadi imam yang baik buat aku dan anak-anak kita," berbaring dipundak suaminya sambil memandang indahnya langit malam yang bertaburan bintang.
"Sekarang kita masuk ya, kasihan kamu dan anak-anak butuh istirahat," ucap Rey sambil menyunggingkan sebuah senyuman termanisnya.
Keduanya masuk kembali kedalam resort dan bersiap untuk beristirahat.
Kini semua sudah tertidur dalam buaian alam bawah sadar masing-masing. Namun Ais yang sudah terbiasa sholat malam tetap terbangun dijam dua pagi. Dengan segera Ais berwudhu dan menunaikan sholat tahajud semampunya, kali ini hanya enam rokaat saja karena kondisi tubuhnya benar-benar sangat capek.
Selesai sholat Ais tak lupa berdoa untuk suaminya, kedua kedua mertuanya yang telah berpulang, baru kedua orangtuanya, dilanjutkan putra-putrinya, dan kaum muslimin-muslimat.
Sedang khusuk berdoa Ais mendengar isakan seseorang, dan itu adalah Wardah. Sepertinya gadis kecil itu mengigau karena dalam tidurnya ia menangis sambil memanggil-manggil ibunya.
"Sungguh kasihan kamu sayang," Mengusap rambut Wardah yang hitam.
Ais mencium kening Wardah dengan penuh kasih. Ais sempat berpikir seandainya ia boleh merawat Wardah pasti sangat menyenangkan.
Perlahan Ais membacakan doa untuk anak-anaknya agar menjadi anak yang sholeh sholehah, begitu juga dengan Wardah. Doa yang Ais bacakan adalah sebagai berikut:
ุงูููููููู ูู ุงุฌูุนููู ุฃูููููุงุฏูููุง ุฃูููููุงุฏูุง ุตูุงููุญููููู ุญูุงููุธููููู ููููููุฑูุขูู ููุงูุณูููููุฉู ููููููุงุกู ููู ุงูุฏูููููู ู ูุจูุงุฑูููุง ุญูููุงุชูููู ู ููู ุงูุฏููููููุง ููุงููุขุฎูุฑูุฉู
__ADS_1
(Allahummaj โal awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qurโani wa sunnati fuqoha fid diin mubarokan hayatuhum fid dun-ya wal akhirah)
โYa Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qurโan dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka didunia dan di akhiratโ
Ais sangat menyayangi Wardah selain dia anak Yatim dia juga anak yang sholeha serta cerdas. Sehingga Ais teringat sebuah dalil tentang kita harus menyanyangi dan mengasihi anak yatim piatu. Seperti berikut ini:
Dalam Islam anak yatim mempunyai kedudukan tersendiri daripada anak-anak lainnya Islam memberikan perhatian yang besar terhadap nasib orang-orang yang lemah, fakir miskin, dan anak-anak yatim. Banyak ayat al-Qurโan dan hadits yang secara khusus menyerukan untuk memerhatikan dan menyayangi mereka, khususnya anak-anak yatim. Misalnya di ayat berikut : โฆ Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu ....โ (QS. al-Baqarah [2]: 220
Anak yatim adalah mereka yang sudah tidak memiliki orang tua lagi dan keluarga yang memeliharanya. Sebab itu, menyayangi dan berlemah lembut dengan anak yatim adalah suatu akhlak yang terpuji. karena ia tidak mungkin mendapatkan kasih sayang dari ayahnya yang telah tiada.
Barangsiapa yang tidak memiliki kepedulian terhadap nasib orang-orang miskin dan anak-anak yatim, serta menelantarkan mereka, sedang ia tergolong orang yang berkecukupan dan mampu, dikategorikan sebagai pendusta agama. Perhatikan ayat berikut: "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin."(QS. al-Maโun [107]: 1-3).
Dalam usianya yang masih belia, tentu mereka belum mampu bekerja sendiri untuk memenuhi hidupnya sehari-hari. Itulah sebabnya mereka mendapat perhatian khusus dari Rasulullah SAW, sebagaimana yang tertuang dalam hadits berikut: Rasul SAW bersabda: saya dan orang yang menanggung (memelihara) anak yatim (dengan baik) ada surga bagaikan ini, seraya beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan beliau rentangkan kedua jarinya itu. (HR. Bukhari).
Walaupun demikian, hadits di atas menjadi pengecualian manakala orang yang mengasuh anak yatim tersebut tega memakan harta dan rezeki yang diperuntukan bagi anak yatim. Sungguh perbuatan demikian amatlah terkutuk. Allah SWT berfirman:" Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)." (QS. an-Nissa [4]: 10).
Air mata Ais menetes, dia sangat prihatin dengan nasib Wardah, gadis kecil yang seharusnya selalu bahagia tetapi telah merasakan pahitnya sisi buruk kehidupan yang bernama takdir.
Ikuti terus kisahnya ya love you readers loversku๐
Bersambung....
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
*Cindyelvira
Ketika Muslimah Jatuh Cinta
Istri Sholehah
*Karlina Sulaiman
Mencintaimu Dalam Diam
__ADS_1