
🌻Terimakasih sudah membuka chapter ini, jangan lupa tinggalkan jejakmu berupa like dan komen, karena itu sangat berarti bagiku tuk terus semangat dalam berkarya, semoga kamu sehat dan bahagia selalu.🌻
Selamat Membaca!
*****
Dibalik Jeruji ....
Nancy langsung terdiam, bagaimanapun bayangan wajah dan tubuh Rey yang seksi masih memenuhi relung pikirannya, dia sedikit pun tidak menyesalinya. Dalam benaknya ia masih berpikir bagaimana caranya agar dia bisa memiliki lelaki itu untuk jadi kekasihnya.
"Aku akan berusaha untuk menjadikanmu lelakiku, pak Rey. Aku terlanjur menyukaimu, selain tajir kamu juga sangat tampan. Setiap membayangkan wajahmu hasratku mengelora," gumam Nancy dengan senyum jahatnya.
Meski sudah mendekam dalam jeruji besi ternyata tidak membuat seorang Nancy menyadari kesalahannya. Dia malah berencana untuk menjebak Rey dan memutar balikkan fakta, agar bisa memiliki Rey seutuhnya.
Sementara itu Rey dan Ais sudah sampai di kediamannya. Rumah tampak ramai dengan asisten rumah tangga mereka yang berlarian, tentu saja ini membuat Ais sedikit heran dan khawatir.
"Yang! Kenapa para bibi berlarian? Apa terjadi sesuatu?" tanya Ais dengan rasa khawatir.
"Kamu yang tenang ya, Ayang. Kita turun sekarang." Rey keluar dan membukakan pintu mobil untuk kekasihnya.
Keduanya segera berjalan perlahan menuju ke pintu utama. Setelah melihat majikannya datang bi Ijah segera menghampiri keduanya.
"Alhamdulillah, akhirnya nak Rey dan nak Ais pulang," ucap bi Ijah dengan wajah sedikit tenang.
"Kenapa, Bi? Apa yang terjadi?" tanya Rey yang juga mulai khawatir.
"Ibu Aminah." Bi Ijah tidak melanjutkan ucapannya.
"Ibu kenapa, Bi?" tanya Ais yang mulai panik.
"Ayang! Kamu yang tenang ya, jangan panik!" Rey menenangkan istrinya.
"Bi! Jawab dong!" Ais mendesak bi Ijah untuk menjawab.
"Ibu Aminah sakit, beliau pingsan saat sedang berwudu sewaktu mau salat subuh tadi pagi," jelas bi Ijah.
"Trus apa sudah di bawa ke rumah sakit?" tanya Ais semakin panik.
"Belum, Nak. Bibi hanya menelpon dokter keluarga saja, dan kata dokter, ibu ...." Bi Ijah menunduk, dia tidak berani melanjutkan ucapannya.
"Ibu kenapa, Bi?" tanya Rey akhirnya, karena melihat buliran bening telah mengalir dari sudut mata sang istri.
"Ibu ... ibu mengalami koma, karena benturan di kepalanya sedikit keras sehingga pasukan oksigen ke otaknya berkurang." Bi Ijah menunduk sedih, ia pun ikut menangis.
"Yaa Allah, Ibuuuuuu!" teriak Ais histeris, ingin ia segera berlari namun karena tubuhhya masih lemah, sehingga ia pun pingsan.
Brukkk!
Tubuh Ais ambruk, beruntuk Rey berdiri tidak jauh dari posisinya, sehingga tubuh Ais tidak sampai jatuh ke lantai, melainkan dalam pelukan suaminya.
"Astagfirullah haladzim! Ayang!" Rey segera mengankat tubuh sang istri menuju ke kamar mereka.
"Bi! Tolong siapin air hangat kuku di baskom, sekalian minyak kayu putih ya. Dokter Sandy juga segera panggilkan ke kamar kami." Rey bergegas membawa tubuh Ais yang telah melunglai menuju kamar mereka.
Dengan cepat bi Ijah berlari ke kamar bu Aminah untuk menemui dokter Sandy.
"Dok! Tolong anda segera ke kamar nak Rey, kasihan nak Ais, dia pingsan!" jelas bi Ijah.
"Baik, Bi. Sebaiknya siapkan juga peralatan bu Aminah, kita segera rujuk ke rumah sakit, peralatan yang saya bawa tidak lah memadai." Dokter Sandy segera keluar menuju ke kamar Rey.
Pak Abdullah terduduk lesu di tepi tempat tidur sang istri, mata sepuhnya kini berkaca-kaca. Sudah lama memang mereka berdua tidak pernah sakit, selama tinggal bersama Ais, makan minum serta kesehatan mereka selalu di jaga oleh sang anak. Dan mungkin kini sudah waktunya mereka untuk kembali, meninggalkan dunia yang fana ini.
"Bu! Kamu yang kuat ya! Rey sama Ais sudah datang! Kita ke rumah sakit, ya?" Abdullah menggenggam tangan sang istri tercinta, yang sudah puluhan tahun selalu setia menemaninya dalam suka mau pun duka.
Namun tak ada reaksi dari tubuh sang kekasih yang terbaring lemah dipembaringan. Hal ini membuat Abdullah teringat akan syair sebuah lagu yang berjudul Selimut Putih by Fadly.
Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbujur di pembaringan
Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbujur di pembaringan
__ADS_1
Seluruh tubuh akan menggigil
Sekujur badan kan kedinginan
Seluruh tubuh akan menggigil
Sekujur badan kan kedinginan
Tak ada lagi gunanya harta
Kawan karib sanak saudara
Tak ada lagi gunanya harta
Kawan karib sanak saudara
Tak ada lagi guna harta
Kawan karib sanak saudara
Tak ada lagi guna harta
Kawan karib sanak saudara
Jikalau ada amal di dunia
Itulah hanya pembela kita
Jikalau ada amal di dunia
Itulah hanya pembela kita
Datang masanya insaflah diri
Selimut putih pembalut badan
Datang masanya insaflah diri
Selimut putih pembalut badan
Berbaktilah hidup sepanjang zaman
Berbaktilah hidup sepanjang zaman
Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbujur di pembaringan
Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbujur di pembaringan
Seluruh tubuh akan menggigil
Sekujur badan kan kedinginan
Seluruh tubuh akan menggigil
Sekujur badan kan kedinginan
Tak terasa kini pipi Abdullah yang mulai keriput telah dibanjiri oleh air mata, ia rasanya tak sanggup harus berpisah dari kekasih hatinya yang telah mengisi relung hatinya dalam setiap helaan nafas kehidupannya.
*****
Tak berapa lama, Ais pun tersadar. Ia ingin segera bertemu dengan sang ibu. Wanita yang sangat mulia, yang sangat berjasa dalam kehidupannya sejak masih dalam kandungan hingga dirinya sedewasa sekarang.
"Ayang! Aku mau ketemu ibu, cepat kita bawa ibu kerumah sakit! Aku tidak ingin di masa tuanya kita menjadi lalai untuk mengurusnya." Ais hendak turun dari tempat tidurnya.
"Iya-iya, tapi kamu harus perlahan jangan tergesa-gesa." Rey mengingatkan sang istri.
Perlahan Rey membimbing sang istri menuju kamar bu Aminah. Sampai di sana Rey juga terhenyak melihat kondisi ibu mertuanya yang sangat lemah. Terbayang olehnya wanita yang terbaring itu adalah sosok yang sangat ramah dan baik, selalu tersenyum baik saat susah ataupun senang.
"Ayang! Kamu yang kuat ya! Kita bawa ibu kerumah sakit sekarang." Rey merengkuh tubuh sang istri.
__ADS_1
Ais berusaha tegar ia tak ingin terlihat rapuh di depan sang Ayah. Perlahan ia menghampiri sang Ayah.
"Pak! Bapak sudah makan? Apa bapak juga udah salat duha? Ini bentar lagi jam sepuluh lo." Ais mengingatkan sang bapak.
Abdulah perlahan tersenyum, masih tampak bekas air matanya yang mengering. Ais sangat tahu kalau ayahnya sekarang sedang tidak baik-baik saja, ayahnya sedang di rundung sedih yang mendalam. Hal ini juga pernah terjadi sewaktu dulu ibu masuk rumah sakit ketika dirinya masih SMP.
Tanpa banyak kata, Abdullah segera berwudu dan menuju mushala, ia merasa tenang meninggalkan istrinya bersama Ais.
Abdullah segera melaksanakan salat sunat duha, dan dilanjutkan dengan salat sunat hajat. Abdullah memohonkan ampunan untuk sang istri jika telah banyak berbuat dosa selama hidupnya, dan ia juga memohonkan keikhlasan untuk dirinya jika benar Allah akan mengambil kekasihnya itu. Perasaan Abdullah benar-benar melebur antara mengikhkaskan dan mengharapkan. Ini menjadi sujud terpanjang dalam hidupnya.
*****
Kini bu Aminah sudah di bawa ke rumah sakit Cinta Kasih. Beliau di masukkan keruangan perawtaan bukan ke ICU karena seluruh organnya masih berfungsi dengan baik, hanya saja dia mengalami koma. Dimana dia bisa mendengar apa yang kita bicarakan namun ia tidak bisa meresponya. Paling yang bisa dia lakukan adalah mengeluarkan air mata, atau menggenggam dengan erat.
Ais dan Abdullah dengan setia mendampingi sang ibu yang sedang dalam keadaan berjuang untuk melanjutkan kehidupan atau pergi ke pangkuan sang Illahi.
Bagaimana nasib bu Aminah? Kira-kira apa yang menjadi pilihannya? Tunggu di next episode!
Bersambung.....
Terimakasih sudah membaca!
Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.
Fit Tree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Tabib Cantik Bulan Purnama
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
Putri Asisten Pribadiku
* Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
Audio Nyanyian Takdir Aisyah
* Karlina Sulaiman
Mencintaimu dalam Diam
Kembali
*WIB (Write in Box)
Ya Dia Istriku
*Khauma
I Love My Army Wife
*Syala Yaya
Istri Kedua Tuan Krisna
*Laura V
Sang Penggoda
*Bintun Arief
__ADS_1
Terjebak Cinta Brondong