
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu. 🌻Maaf ya dua hari nggak UP karena masih lebaran, minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan batin 🌻
🌻Panggung Lomba 🌻
Sudah ada 15 peserta yang tampil dan yang ke 16 adalah Muhammad Alif.
"Sekarang giliran peserta ke 16 Muhammad Alif silahkan mengambil lot nya," ucap MC.
Dengan perlahan Alif kedepan, pandangannya menuju ke pada Ais, dengan cepat Ais menganggkat kedua jempolnya untuk Alif. Dan dibalas dengan senyuman oleh Alif.
Ajungan jempol yang Ais berikan seolah menjadi penyemangat buat Alif. Dengan semangat ia mengambil lotnya dan memberikannya kepada Mc.
"Baiklah mari kita buka lot nya adik kita Alif, surat apa ya kira -kira yang dia dapatkan, ehmmmm." Membuka gulungan kertas.
"Ini dia ... surat Al Zalzalah."
Semua sudah bertepuk tangan dengan gembira, menyambut persembahan Alif.
"Ya Allah Umi Alif, apa ananda bisa ya soalnya disekolah surat Al Zalzalah itu belum saya ajarkan," ucap bu Tiara panik.
"Inshaa Allah Bu, doakan saja ananda Alif lancar mengucapkannya, dirumah sudah saya ajarkan cuma kemarin belum sempat kami ulang bersama,semoga saja dia bisa," ucap Ais menenangkan guru Alif.
"Aamiin, semoga saja ya Allah ananda dapat melafazkannya dengan lancar," ucap bu Tiara.
Semua penonton mulai hening menunggu ananda Alif untuk mengucapkan surat Al Zalzalah nya. Dan ananda Alif pun memulai bacaannya.
Surat Al Zalzalah
A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim"
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ iżā zulzilatil-arḍu zilzālahāApabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,
وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَالَهَاۙ . wa akhrajatil-arḍu aṡqālahādan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
وَقَالَ الْاِنْسَانُ مَا لَهَاۚ wa qālal-insānu mā lahāDan manusia bertanya, “Apa yang terjadi pada bumi ini?”
يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙ yauma`iżin tuḥaddiṡu akhbārahāPada hari itu bumi menyampaikan beritanya,
بِاَنَّ رَبَّكَ اَوْحٰى لَهَاۗ bi`anna rabbaka auḥā lahākarena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya.
يَوْمَىِٕذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا ەۙ لِّيُرَوْا اَعْمَالَهُمْۗ yauma`iżiy yaṣdurun-nāsu asytātal liyurau a'mālahumPada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya.
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ fa may ya'mal miṡqāla żarratin khairay yarah Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
wa may ya'mal miṡqāla żarratin syarray yarah dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
"Sodaqallahuladzim"
"Wassalaamualaikum warohmatullahi wabarokatuh."
Tepuk tangan riuh menyambut persembahan ananda Alif yang luar biasa bahkan dewan juri sampai berdiri karena salut dengan bacaan ananda Alif yang sangat bagus.
"Subhanallah," ucap bu Tiara terharu.
"Alhamdulillah ananda Alif dapat melafazkannya dengan lancar," ucap Ais menyeka air mata harunya.
"Ya Allah cucuku ... Subhanallah," ucap Abdullah memeluk Wijaya.
"Dia juga cucuku biarpun kita bukan dari agama yang sama," ucap Wijaya tertawa.
"Iya ... iya ... kamu benar dia cucu kita." Keduanya tertawa sambil berpelukan.
Begitu juga dengan kedua neneknya Alif meneteskan air mata haru dan saling menggenggam tangan.
Reza juga langsung berdiri memeluk Rey.
"Putra kita, gue sangat bangga padanya."
"Heii dia anakku," ucap Rey.
"Dia memang anakmu tapi dia putraku," ucap Reza tersenyum.
Keduanya tertawa saling menepuk pundak.
Ais, Maria, Nara, dan Biyan ikut tertawa melihat tingkah lucu kedua nya, begitu juga dengan tingkah para nenek dan kakeknya Alif.
__ADS_1
Keluarga besar itu tampak sangat bahagia dengan persembahan yang telah Alif berikan. Kini satu persatu semua peserta mulai memberikan persembahan terbaiknya, namun ada juga yang menangis tidak mau tampil meskipun sudah didampingi orangtua bahkan gurunya, bahkan ada yang lucu peserta nomor dua dari terakhir yang hanya berdiri didepan dengan senyam senyum saja sekalinya disuruh memgucapkan surat yang ada di lotnya malah dia bilang lupa, dan menawarkan dengan diganti dengan menyanyi saja. Sontak tingkah lucunya mengundang gelak tawa semua yang hadir.
Setelah semua peserta memberikan penampilan terbaik mereka, kini acara diselingi dengan lagu nasyid, sampai dewan juri memberikan keputusan terhadap peserta lomba. Salah satu lagu kesayangan Ais sewaktu kecil pun dinyanyikan para nasyider itu yaitu lagu dengan judul Ayah dan Ibu by Umam.
Wahai ayah dan ibu
Dengarlah rintihan anakmu
Pimpinlah diriku ini
Dijalan penuh berduri
Berilah ilmu mengenal Tuhan
Pencipta diri ini
Selamatkan dari tipuan dunia
Menuju alam yang abadi
Reff. :
Ilmu akhirat wajib dipelajari
Bekalan untuk bertemu Illahi
Ilmu duniawi boleh dicari
Panduan hidup untuk berbakti
Ayah dan Ibu ini impianku
Ingin menjadi anak yang sholeh
Menolong ayah membantu ibu
Terus berbakti di negeri abadi
Oh Tuhan beri kekuatan iman
Pada kedua Ayah dan ibuku
Sentiasa dalam bimbingan-Mu
Setiap detik setiap saat
Berada dalam ridho-Mu
Jalan yang lurus ditunjukki
Tuhan jadi sahabat sejati
Lagu itu membuat Ais menitikkan air matanya, ia teringat perjuangan ayah dan ibunya saat mereka kecil hingga sekarang mereka telah menjadi orang yang berguna.
"Hadirin semua, kini tibalah saat yang kita tunggu - tunggu yaitu pengumuman pemenang lomba hafalan surat pendek tingkat kabupaten, dimana kali ini ada salah satu peserta yang membuat dewan juri kita merasa sangat bahagia untuk itu nanti siapapun peserta yang terpilih sebagai peserta favorit dewan juri akan mendapatkan hadiah tambahan dari dewab juri."
"Kita sambut para hafiz hafizah kita yang sangat kita banggakan. Kasih tepuk tangan yang meriah untuk semua peserta kita."
Gemuruh tepuk tangan penonton telah memenuhi area lomba, dan satu persatu para peserta menaiki panggung kembali, dan MC kembali mengabsen dan ternyata memang kurang satu. Pas di cek dia adalah Alif. Semua orang kembali tertawa karena tingkah lucu Alif.
"Ananda Alif ayo naik sayang," ucap MC.
"Nggak mau." Menggelengkan kepalanya.
"Kenapa sayang, tadi kan udah berani tampil kok sekarang ngulang lagi?"
"Alif mau peluk Umi dulu."
Mendengar permintaan Alif semua yang hadir diarena lomba tertawa riuh, dan meriaki umi Alif untuk segera memeluk putranya.
"Baiklah kita panggil Umi Alif kedepan panggung dan peluklah putramu," ucap MC.
"Umi Alif ... Umi Alif," teriak semua orang yang ada diarena.
"Ayo Umi Alif kedepan," ucap bu Tiara guru Alif.
Akhirnya Ais maju kedepan untuk memeluk putranya dan semua orang bertepuk tangan riuh menyambut keduanya.
"Baiklah ananda Alif silahkan naik ke panggung dan bergabung dengan teman - teman yang lain."
__ADS_1
Akhirnya Alif naik ke panggung dan bergabung dengan teman - temannya.
"Baiklah peserta kita sudah komplit mari kita mulai saja pengumumannya."
"Juara harapan 3 peserta dengan nomor urut 02 atas nama Faturohman."
Tepuk tangan mulai bergemuruh.
"Juara harapan 2 peserta dengan nomor 15 atas nama Zahra."
"Juara harapan 1 peserta dengan nomot urut 5 atas nama Fadhia."
"Juara 3 jatuh pada peserta 07 atas nama Intan."
"Juara 2 jatuh pada peserta dengan nomor 24 atas nama Syamil."
"Dan juara 1 yang kita tunggu - tunggu jatuh pada peserta dengan nomor 16 atas nama Muhammad Alif."
Semua bertepuk tangan dengan riuh, semua keluarga Rey berpelukan satu sama lain karena bahagia.
"Dan satu lagi juara tambahan dari para juri yaitu juara favorit, jatuh pada ananda Muhammad Alif, karena selain mahraj hurufnya bagus tajwidnya juga bagus, selamat ya pada ananda."
Semua menyambut gembira kemenangan Alif yang dobel.
"Selamat pada ananda Alif."
Semua tersenyum gembira menyambut kemenagan Alif. Dan Ais ia tidak bisa menyembunyikan air mata harunya, ia sangat bangga pada putranya.
"Ananda Alif apa ada yang ingin disampaikan. "
"Iya." Meraih mic.
"Umi ... Abi ... terimakasih karena telah merawat dan mendidik Alif, kemenangan ini adalah kemenangan Umi dan Abi."
Semua terharu mendengar ucapan Alif yang tulus mengucapkan terimakasihnya pada kedua orangtuanya.
Semoga kita juga termasuk anak - anak yang selalu mencintai, dan menyanyangi kedua orangtua kita, terimakasih ayah dan ibu atas semua kasih sayang yang telah kalian berikan kepada kami.
Bersambung....
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan karya apik author yang lain :
Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
Mafia in Love
__ADS_1