Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
KULTUM SUBUH


__ADS_3

🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻


#Masih di Resort#


"Alhamdulillah, kini aku mengerti Rey-Ais terimakasih banyak, sekarang aku sudah tenang dan lega," ucap Reza tersenyum manis.


"Alhamdulillah kalau begitu, lekaslah kembali kekamarmu dan beristirahatlah, sebentar lagi akan subuh," ucap Rey.


"Oke, Assalamualaikum," pamit Reza.


"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh," ucap Rey dan Ais bersamaan.


Keduanya tersenyum manis, berjalan menuju kekamarnya masing-masing.


Ais dan Rey sudah sampai dikamar mereka masing-masing.


"Ayang ... aku masuk duluan ya," ucap Ais.


"Plis Yang ... kita tidur bareng ya." Memegang tangan Ais erat.


Akhirnya Ais mengalah karena tak tega melihat renggekan suaminya, selain itu dia teringat sebuah hadist tentang kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan biologis suaminya.


Ada sebuah hadits yang menerangkan golongan orang-orang dan istri yang dibenci dan dikutuk oleh malaikat, selain istri yang pergi tanpa izin suami, golongan istri yang lainnya adalah istri yang menolak melayani suaminya.


Seperti penjelasan hadits berikut ini :


"Apabila seorang laki-laki mengajak istrinya ke ranjang, lalu sang istri tidak mendatanginya hingga suaminya bermalam dalam keadaan marah padanya, maka malaikat melaknatnya hingga pagi tiba.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Dalam hadits tersebut telah dijelaskan, bahwa malaikat melaknat seorang istri yang menolak ajakan suaminya untuk berjima (berhubungan badan).


Hal itu dikarenakan malaikat mengetahui bahwa akan ada dosa besar bagi istri yang menolak melayani suaminya.


"Iya Yang, tapi kita cari kamar yang lain ya, enggak enak sama solgan( sholeh ganteng) kita," ucap Ais.


Senyum lebar sudah mengembang diwajah tampan Rey, dengan cepat ia menganggukkan kepalanya dan menarik tangan istrinya untuk mencari kamar yang kosong, agar bisa mereka berdua tempati untuk menghabiskan malam bersama.


Sisa malam yang panjang akhirnya dapat dilewati kedua pasutri itu dengan penuh bunga-bunga cinta yang bermekaran memenuhi rongga hati keduanya.


"Pagi Menjelang#


Azan subuh sudah berkumandang, membelai langit cinta yang membuat kedua pasutri yang sedang berlabuh dilaut cintapun segera menurunkan jangkar untuk menepikan perahu mereka agar dapat bersama yang lain untuk sholat subuh berjamaah.


Namun sebelum ikut sholat keduanya mandi hadast besar atau mandi wajib terlebih dahulu. Sesuai namanya, mandi wajib atau junub adalah suatu bentuk membersihkan diri secara fisik dari hadast atau bentuk mensucikan diri dari hadast besar. Sifatnya wajib bagi seorang muslim yang sehat secara akal.


Ketika akan salat, muslim harus berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil. Sementara ketika junub, selesai haid, dan nifas, mereka harus mandi wajib sebelum melakukan ibadah.


Melaksanakan mandi junub bukan sekedar mandi biasa, namun memiliki tata cara dan amalan yang harus dilakukan. Niat dan tata cara mandi wajib ini harus diketahui oleh seorang Muslim. Sebab saat ini, banyak sekali yang mulai lalai dengan tata cara mandi wajib yang benar.

__ADS_1


Dengan menggunakan tata cara mandi wajib yang benar, perasaan seorang muslim akan menjadi lebih nyaman saat melaksanakan ibadah atau melakukan kegiatan lainnya. Perintah mandi wajib ini memiliki dasar hukum yaitu Alquran.


Allah SWT berfirman,


"Dan jika kamu junub, maka mandilah." (QS. Al Maidah: 6)


Kemudian dalam surat lainnya Allah SWT juga menyuruh muslim mandi wajib jika dalam keadaan junub.


Allah berfirman,


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." (QS. An-Nisa': 43)


Setelah membersihkan diri dari hadast besarnya barulah keduanya keluar sudah dengan perlengkapan sholatnya.


Semua orang sudah berkumpul dimushola resort, kali ini keluarga besar mereka bertambah tiga orang yaitu Wijaya dan Cintya serta seorang gadis kecil yang manis dalam balutan mukena putih yaitu Wardah.


Sholat subuh kali ini diimami oleh Ayah Abdullah, dan diisi dengan kultum oleh Rey yang kali ini membawa materi tentang kewajiban suami istri.


Lebih lanjut Rey menyampaikan bahwa menurut Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari menyampaikan dalam kitabnya, Dhau al Mishbah fi Bayani Ahkam an Nikah bahwa kewajiban suami kepada istrinya, yaitu harus mempergaulinya dengan baik, mu’asyarah bi al ma’ruf. Suami harus memenuhi hak strinya dengan baik seperti maharnya, nafkahnya, mu’nahnya, kiswahnya. Semua itu harus dilakukan oleh suami dengan penuh kerelaan, hati baik, ucapan yang lemah lembut, dan penuh Kesabaran atas prilaku buruk misalnya si istri berakhlaq kurang baik”.


Suami juga harus bisa membimbing istrinya dengan baik dan sabar menuju kebaikan-kebaikan dan ibadah. Mengajari istrinya bagaimana bersuci yang benar sesuai perintah agama, juga membimbing istrinya dengan benar tatkala ia haid, ketika ia shalat serta ketika istri melaksanakan kewajiban-kewajiban agama yang lain.


Firman Allah SWT dalam Surat an Nisaa: 19:


وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ


Lalu dalam Surat al Baqarah: 228 yang berbunyi:


وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيْمٌ


“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”


Begitu pula bagi istri-istri mereka, wajib mempergauli suami mereka dengan baik. Bagi Laki-laki wajib kepada istri-istri mereka mempergauli dengan baik.


Semua kewajiban-kewajiban suami di atas itu tentu disesuaikan sesuai kemampuannya sebagai suami. Kalau penghasilan si suami satu bulan misalnya hanya berkisar 1 juta rupiah saja, maka bagaimana uang 1 juta rupiah itu harus di atur sedemikian rupa, sehingga segala kebutuhan rumah tangga itu bisa berjalan normal; baik itu kebutuhannya sendiri selaku suami, maupun kebutuhan istri dan anak-anaknya.


Ada satu hadis Baginda Nabi SAW yang cukup panjang, ketika beliau melaksanakan Haji Wada’ (haji perpisahan, karena tidak lama setelah melaksanakan haji ini, Baginda Nabi wafat). Beliau berwasiat begini:


“Ingatlah! Berwasiatlah (ajaklah) istri-istri kalian dengan baik, sungguh mereka itu adalah penolong bagi kalian (para suami), kalian tidak memiliki mereka kecuali sebagai penolong, kecuali mereka para istri itu melakukan fahisyah (perbuatan keji) yang nyata, maka apabila mereka itu menjauh darimu, dari tempat tidurmu, maka pukullah dengan cara yang mendidik, tidak menyakiti. Maka apabila mereka itu taat kepadamu, maka ajaklah ke jalan yang benar. Ingatlah! Bagi mereka itu ada hak yang harus diterima, begitu juga sebaliknya bagimu juga ada hak yang harus diterima. Hak yang kalian (suami) terima, dari kewajiban-kewajiban istri adalah seorang Istri tidak memasukkan seseorang ke dalam rumah (atau kamar tempat tidurnya) seseorang yang tidak kalian senangi, dan tidak memberikan izin seseorang masuk ke dalam rumah tanpa sepengetahuan kalian (para suami). Ingatlah! Hak yang kalian harus berikan kepada mereka (para istri). Wajib bagi kalian (para suami) memberikan pakaian yang baik (layak dan proporsional) dan memberikan makanan yang (juga) baik (layak, sesuai kemampuan kalian sebagai suami)."


Suami memberikan hak kepada istrinya, karena suami merupakan pemimpin keluarga yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak dihadapan Allah atas kepemimpinannya di dalam rumah tangganya.


Sebagaimana Hadist Nabi SAW:


والرّجُلُ راعٍ فِي أهلِهِ و مسئولٌ عنْ رَعِيَّتِهِ والمرأةُ رَاعِيَّةٌ فِي بيتِ زوجِها و مسئولٌ عنْ رَعِيَّتِهَا فكلّكم راعٍ وكلّكم مسئولٌ عنْ رَعِيَّتِهِ


“Laki-laki itu adalah pemimpin di dalam keluarganya, maka akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, Perempuan itu adalah pemimpin di dalam rumah suaminya, maka akan juga dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan di dalam menjaga rumah tangganya, maka setiap kalian adalah pemimpin, maka akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya”

__ADS_1


Kewajiban Suami dan Hak Istri


Suami juga harus bisa membimbing istrinya dengan baik dan sabar menuju kebaikan-kebaikan dan ibadah. Mengajari istrinya bagaimana bersuci yang benar sesuai perintah agama, juga membimbing istrinya dengan benar tatkala ia haid, ketika ia shalat serta ketika istri melaksanakan kewajiban-kewajiban agama yang lain.


Begitu pula bagi istri-istri mereka, wajib mempergauli suami mereka dengan baik. Bagi Laki-laki wajib kepada istri-istri mereka mempergauli dengan baik.


Seorang isteri wajib taat kepada suaminya terhadap segala apa saja perintah suami, selagi dalam hal yang dihalalkan menurut perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.


Istri tidak boleh berpuasa kecuali atas izin suaminya.


Istri tidak boleh keluar rumah, kecuali atas izin dan ridla suaminya.


Seorang istri harus bersungguh-sungguh mencari ridla suaminya, karena ridla Allah berada didalam ridla suaminya dan marahnya Allah berada di dalam marah suaminya.


Sekuat mungkin istri wajib berusaha menjauhi yang sekiranya menyebabkan suaminya marah.


Menawarkan diri kepada Suami nya, mau tidur atau dalam hal apakah si Suami “kerso” pingin berhubungan badan, atau sekedar bercumbu, atau yang sejenisnya (karena hal ini adalah salah satu dari hak yang harus diterima oleh suami).


Istri tidak berkhianat, atau menyimpang ketika suaminya tidak ada di rumah. Baik terkait urusan ranjang atau tempat tidur, maupun urusan harta suaminya. Apalagi zaman seperti saat ini, godaan-godaan, baik melalui medsos maupun melalui hal lain, begitu gencar dan luar biasa masif, sehingga seorang istri harus bisa menjaga diri.


Seorang Istri sebaiknya selalu berpenampilan menarik di depan suaminya, baunya selalu harum dan wangi, menjaga bau mulutnya.


Istri juga sebaiknya selalu menjaga performanya, berpenampilan menarik di depan suaminya. (Bukan malah sebaliknyanya, kalau di depan suaminya berantakan, lusuh, bau, dan lain-lain, giliran ke luar rumah tanpa bersama suami malah berpenampilan semenarik mungkin. Ini kurang tepat; setidaknya yang baik, sama-sama berpenampilan menarik. Apalagi ketika bersama suaminya, tentu harus lebih baik lagi).


Dalam kaitannya dengan hal di atas ini, Baginda Nabi SAW sabda.


“Ketika seorang istri sudah shalat lima waktu, dan ia puasa Ramadan, lalu ia telah menjaga ***********, ia telah taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya, “Masuklah wahai istri yang seperti itu, ke dalam surga dari pintu mana saja engkau inginkan“.


Jadi, menurut saya, inilah pernikahan yang agung, pernikahan yang baik, pernikahan yang sesuai perintah Allah. Kedua belah pihak dituntut harus sama-sama berlaku dan berbuat baik kepada pasangannya. Baik suami maupun istri. Bukan malah sepihak dan bukan satu saja, tapi keduadua nya harus sama-sama berlaku baik kepada pasangannya masing-masing.


Hal ini sengaja Rey sampaikan sekedar mengingatkan saja agar semua hubungan suami istri dikeluarga mereka bisa SAMAWA hingga akhir hayat. Terlebih untuk kedua pasangan yang akan mengikat janji suci besok yaitu Reza dan Nara.


Ikuti terus kisahnya ya love you readers loversku😍


Bersambung....


Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.



Dan novel apik author lainnya.




__ADS_1


__ADS_2