
🌻Terimakasih sudah membuka chapter ini, jangan lupa tinggalkan jejakmu berupa like dan komen, karena itu sangat berarti bagiku tuk terus semangat dalam berkarya, semoga kamu sehat dan bahagia selalu.🌻
Selamat Membaca!
*****
Resto ....
Nancy tampak terkejut mendengar penuturan Rey, pasalnya selama ini semua klien pria yang berbisnis dengannya pasti langsung terpesona dengan kemolekan tubuhnya, dan bisnis mereka langsung berjalan lancar.
"Maaf, nona Nancy. Sebaiknya anda cari saja partner kerja yang lain. Sepertinya kita kurang cocok dalam hal prinsip, permisi!" Rey segera menarik tangan sang istri untuk berangkat meninggalkan tempat yang akan membuat dosanya segunung.
Nancy menatap nanar kepergian Rey, dia tidak membayangkan kalau usahanya akan sia-sia kali ini.
Brakkkk!
Nancy memukul meja karena kesal, usahanya kali ini tidak membuahkan hasil.
"Aku tidak terima penghinaan ini, aku akan membuat kau memohon nanti." Nancy menatap kepergian Rey dengan kesal.
Sementara itu Rey mengajak istrinya untuk mampir ke meja yang lain. Karena mereka belum sempat memesan makanan tadi.
"Ayang! Kita makan dulu ya! Kamu lapar kan?" Rey mengandeng tangan istrinya.
Ais hanya menganggukkan kepalanya, dan menepuk punggung tangan suaminya. Keduanya kemudian memilih duduk di meja yang posisinya menghadap ke taman sangat indah.
Sedang menunggu pesanannya tiba-tiba seorang pelayan sepertinya sengaja pura-pura jatuh saat membawa minuman dan sasarannya adalah Rey. Ais yang sudah melihatnya sejak awal dengan cepat menarik suaminya sehingga terhindar dari tumpahan minuman yang di bawa oleh si pelayan.
"Maaf ... maaf ... saya tidak sengaja, tadi kaki saya tersandung kaki meja," ucapnya Seolah-olah merasa bersalah.
"Lain kali tolong berhati-hati." Ais sedikit geram karena ia tahu pelayan itu sengaja melakukannya.
"Ayang! Jangan ketus begitu, dia kan sudah bilang tidak sengaja karena tersandung kursi." Rey menenangkan istrinya.
"Ayang! Pelayan itu sengaja melakukannya, aku tahu," ucap Ais sambil berbisik pada suaminya.
"Sudahlah kamu jangan berprasangka yang tidak-tidak, kita positif thinking aja." Rey mengenggam tangan sang istri.
Tak lama pesanan mereka pun datang, dan keduanya mulai makan dengan perlahan, baru beberapa sendok Ais merasa sesuatu yang aneh terjadi perutnya.
"Ayang! Hentikan makannya, ada sesuatu yang tidak beres." Ais segera berlari mencari wastafel dan memuntahkan makannya. Ia sangat yakin jika seseorang sengaja mencampuri makanan mereka dengan obat pencuci perut.
Sedangkan Rey yang sudah berhenti makan segera meminum jus jeruk yang tadi dipesannya. Setelah meminum minuman itu kepalanya langsung berputar dan tubuhnya terasa panas.
"Astagfirullah haladzim, yaa Allah lindungilah hamba dari hal-hal yang tidak diinginkan, minuman ini pastilah dicampur obat perangsang, tapi siapa yang melakukan ini?" Rey bergumam pada dirinya sendiri.
Dengan sekuat tenaganya Rey berusaha bangkit dari kursinya untuk menyusul sang istri ke toilet.
"Tok ... tok ... Ais! Cepatlah tolong aku." Rey memohon pada sang istri.
Mendengar suara Suaminya Ais segera keluar, suaminya telah megetuk pintu toilet yang salah. Baru saja hendak mendekati suaminya datanglah dua orang berseragam serba hitam yang telah memapah tubuh Rey keluar toilet.
Dengan berhati-hati Ais mengikutinya ternyata mereka membawa Suaminya ke lantai atas. Di sana memang ada kamar tamu khusus seperti yang tadi di pesan oleh klien Rey. Dan benar saja Suaminya dimasukan kesalah satu kamar.
"Bos! Ini pria yang kamu inginkan," ucap dua pria yang tadi membawa suaminya.
"Kalian keluar lah, cari istri dari lelaki ini yang sedang di toilet, kalian boleh menikmatinya sepuas kalian. Dan aku akan menikmati tubuh suaminya yang sangat mengoda ini." ucap wanita yang sedang berada didalam kamar.
*Bukankah itu suara Nancy, kliennya kak Rey, jadi dia yang sudah merencakan ini semua karena kak Rey membatalkan kerjasama, batin Ais.*
__ADS_1
Dengan cepat Ais menghubungi polisi terdekat dan menghubungi asisten suaminya untuk meminta bantuan dengan mengirimkan alamat restoran mewah yang mereka kunjungi.
Kemudian kembali bersembunyi sampai kedua lelaki itu pergi melewatinya. Dengan cepat Ais hendak menyelinap tetapi apes kamar itu sudah terkunci.
*Yaa Allah, kamar ini sudah terkunci. Lindungilah suami hamba yaa Allah dari perbuatan zina yang hendak dilakukan oleh wanita itu. Aku harus segera ke resepsionis untuk meminta kunci duplikatnya.*
Dengan cepat Ais segera menutupi wajahnya dengan cadar, dan berlari menuju ke ruangan resepsionis untuk meminta kunci kamar yang ditempati Nancy.
Sementara itu di dalam kamar ....
"Akhirnya, kau akan bertekuk lutut setelah ini padaku pak Rey. Aku tahu kamu sok jual mahal karena ada istrimu. Sekarang kita akan bersenang-senang, sebab sekarang mungkin istrimu juga sedang bersenang-senang dengan dua orang pria sekaligus di dalam toilet." Nancy tersenyum bahagia merasa dirinya sudah menang.
Kini Nancy telah melucuti bajunya sendiri satu persatu dan membuangnya kesembarang arah. Sekarang dia berdiri tepat disamping Rey yang sudah setengah tidak sadar, ditambah dengan reaksi obat yang diberikan Nancy mulai bekerja. Rey sudah mengeliat kepanasan, namun dalam hatinya ia masih selalu beristiqfar memohon perlindungan dari perbuatan zina yang sedang mengancamnya.
Sedangkan Ais sudah bersusah payah meyakinkan petugas resepsionis untuk memberikan kuncinya.
"Saya mohon mbak berikan duplikatnya, suami saya sedang terancam akan melakukan zina bersama wanita yang sedang mengurungnya, saya mohon mbak," ucap Ais sudah dengan linangan air mata.
Sedang memohon pada resepsionis rombongan anak buah Rey dan polisi sudah datang, baru lah petugas resepsionis itu percaya dan segera memberikan kuncinya.
Mereka semua segera naik dan menuju kamar yang dimaksud oleh Ais. Hanya dalam hitungan detik pintu kamar berhasil dibuka paksa oleh tim polisi.
Brakkkk!
Tampak Nancy yang sudah tak menggunakan selembar benang pun terkejut sedangkan Rey hanya tinggal menggunakan celana dalamnya saja, yang terbaring menggelepar dengan menutup matanya karena menahan segala hasratnya yang tak ingin dia salurkan pada wanita yang bukanlah kekasih halalnya.
Ais sudah menangis melihat kondisi suaminya yang sudah memerah menahan gairah yang memuncak. Sedangkan Nancy berteriak seperti orang gila.
"Pergiiiiii kalian semua, mengapa kalian menganggu kesenangakan ku. Belum saja aku memulai untuk menikmatinya kalian sudah menghancurkan segalanya. Tidakkkkkk!" teriak Nancy mengelepar saat polisi segera menangkapnya dan membungkusnya dengan selimut.
"Bawa dia! Dan cari anak buahnya sampai ketemu!" perintah polisi itu pada anak buahnya.
"Bu! Pak Rey bukan butuh dokter saat ini. Tapi yang dia butuhkan adalah ibu sebagai obatnya penenangnya," ucap anak buah Rey pada Ais.
"Benarkah?" tanya Ais ragu.
"Iya Bu. Cepatlah jangan sampai terlambat, sepertinya obat yang diberikan pada pak Rey dosisnya sangat tinggi, kalau tidak tersalurkan akan merusak organ tubuhnya." jelas komadan polisi yang membantu Ais.
"Baiklah, terimakasih," ucap Ais.
"Ayo segera tinggalkan tempat ini," ucap komandan pada semua anak buah Rey dan anak buahnya juga selain yang sedang mengejar anak buah Nancy.
Sepeninggalan polisi dan anak buahnya Ais segera mendekati suaminya.
"Yang! Bertahanlah ini aku Ais, istrimu," ucap Ais dengan linangan air mata melihat kondisi suaminya.
Perlahan dia meraih tubuh Rey yang sudah bergetar hebat.
"Yang! Bukalah matamu ini aku humairohmu," bisik Ais ditelinga sang kekasih.
Perlahan Rey membuka matanya yang sangat merah dalam keadaan setengah sadarnya ia dapat melihat bayangan sang istri. Dengan cepat diaraihnya tubuh Ais dan dipeluknya dengan erat.
"Aku berusaha untuk menjaga kehormatan diriku dan dirimu, aku tidak menyentuh wanita itu, dan aku menutup mata agar tak melihat yang bukan hak ku, Ayang! Bantulah aku untuk melewati semua ini." bisik Rey di telinga sang istri dengan helaan nafas yang mulai menderu.
Malam itu Rey menghabiskan malam panjangnya bersama sang istri, dengan setia Ais memenuhi hasrat sang suami yang melebihi batas normal, meski kelelahan namun keduanya bersyukur terhindar dari perbuatan yang merupakan dosa besar.
وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلً
Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keju. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32).
__ADS_1
Semua hal buruk tidak akan terjadi jika tidak ada niat dalam diri meski ada yang memulai.
Bersambung.....
Terimakasih sudah membaca!
Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.
Fit Tree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Tabib Cantik Bulan Purnama
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
Putri Asisten Pribadiku
* Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
Audio Nyanyian Takdir Aisyah
* Karlina Sulaiman
Mencintaimu dalam Diam
Kembali
*WIB (Write in Box)
Ya Dia Istriku
*Khauma
I Love My Army Wife
*Syala Yaya
Istri Kedua Tuan Krisna
*Laura V
Sang Penggoda
*Bintun Arief
Terjebak Cinta Brondong
__ADS_1