
🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu. 🌻
🌻Kediaman Rey dan Ais 🌻
Setelah selesai ke kamar putranya Ais menuju kekamar kedua putri kembarnya dan melakukan hal yang sama untuk kedua putri sholehahnya.
Setelah selesai barulah ia kembali ke kamarnya, disana sudah menunggu suaminya tercinta. Mereka berdua segera sholat sunat berjamaah sebelum mereka menghabiskan malam yang tersisa dalam naungan cinta dan kasih sayang.
Setelah terlelap dalam buaian cinta dan kasih sayang, kini keduanya telah terbangun dan membersihkan diri bersama dikamar mandi, dan ritual kasih sayang pun berulang.
Setelah selesai dengan ritual mandinya, Rey sudah tampan dengan balutan baju koko berwarna mocca, kain sarung, dan peci dikepalanya. Sedangkan Ais juga sudah tampak cantik dengan balutan mukrna putih bermotif bunga lili kesukaannha, keduanya bersiap memuju mushola kecil yang ada di taman belakang.
Ais dan Rey mampir dulu ke kamar putra sholeh kesayangnnya untuk membawanya serta solat Subuh berjamaah dimushola. Dengan perlahan Ais membangunkan putranya yang besok akan genap berusia 6 tahun.
"Assalamualaikum Babang Alif." mencium kening putranya.
"Sayang ... bangun yuk kita sholat Subuh." Mengusap kepala putranya.
"Sayang ... ayuk bangun ... anak sholeh kesayangan umi dan abi, kalau nggak ikut sholat artinya nggak sayang sama umi dan abi." Menepuk lembut pipi putranya.
Perlahan Alif kecil mulai membuka matanya.
"Umi!" Memeluk Ais.
Ais mencium kening dan pipi putranya.
"Yuk sayang kita cuci muka dulu trus berwudu kita sholat ya, katanya mau jadi hafiz dan muazin di Makkah, kalau malas nanti nggak tercapai lo cita - citanya." Membelai kepala putranya.
"Iya Umi!" Berangkat menuju kamar mandi.
Dengan cepat Ais membantu putranya untuk mencuci muka, gosok gigi dan berwudhu. Setelahnya barulah Alif kecil berganti pakaian. Kini Alif kecil sudah tampan dengan memakai gamis mocca dan kopiah berwarna putih dikepalanya.
"Alhamdulillah putra kesayangan umi sangat tampan, yuk kita kemushola! Abi sudah menunggu diluar.
Keduanya segera keluar kamar dan Rey sudah menunggu putranya diluar kamarnya.
"Uhh Subhanaallah, putra Abi sungguh gagah, sini Abi gendong."
Rey telah menggendong Alif menuju mushola sedangkan Ais memutup pintu kamar putranya dan berjalan dibelakang mereka. Kini mereka menuju mushola.
🌻Mushola 🌻
Dimushola semua orang sudah menunggu kedatangan mereka, tampak mereka sedang berbincang sambil menunggu kedatangan Ais, Rey, dan Alif kecil.
"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh," ucap Rey dan Ais.
"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh," jawab semuanya serentak.
"Sebentar lagi masuk waktu subuh, apa ada yang belum berwudu?" Tanya rey sopan.
"Alhamdulillah kita semua sudah berwudhu Nak," ucap Ayah.
"Alhamdulillah, kalau begitu kita mulai saja untuk azan karena ini sudah masuk waktunya, karena kali ini kita jamaahnya banyak, ayo siapa yang mau azan?"
"Ayo sumaiku sayang kamu aja," ucap Maria melirik suaminya.
"Aku malu Mar, suaraku fals."
"Tapi kalau dirumah biasanya bagus." Memanyunkan bibirnya.
"Udah lah Yan, loe aja," ucap Reza.
"Ya sudah kalau begitu aku azan tapi nanti kalau fals jangan diketawain ya."
"Inshaa Allah nggak akan ada yang tertawa kok, lagian jadi muazin itu pekerjaan yang sangat mulia," ucap Ayah.
Akhirnya jadilah Biyan sebagai muazin pagi itu, lantunan azannya yang merdu membuat suasana subuh pagi itu menjadi terasa sangat syahdu.
Setelah azan barulah dilanjutkan dengan iqomah yang diucapkan oleh Reza yang kini sudah mulai mendalami islam.
Kali ini ayah meminta Rey untuk menjadi imam sholat karena kaki ayah sedikit sakit. Lantunan surat Ar Rahman yang Rey bacakan sangat merdu membuat bergetar rasa dikalbu. Sholat subuh pagi itu berjalan sangat khusuk. Setelah selesai sholat dilanjutkan dengan doa dan membaca Al Quran bersama.
Setelah semua rangkaian subuh selesai, semua orang mulai kembali ke habitatnya masing - masing, kini tinggal Rey, Ais, dan Alif yang masih tertinggal.
"Sayang kita mengulang hafalan dulu ya, kan Babang mau lomba dua hari lagi." Membelai kepala putranya.
"Tapi Alif ngantuk Umi." Memeluk Ais.
"Kita cuma sebentar kok, habis itu Babang boleh kembali ke kamar."
"Tapi Umi Babang ngantuk nggak tahan ini Mi, lihat nih Mata Babang udah kecil dan merah." Memegang matanya.
"Alif sayang, kamu anak sholeh bukan?"
"Iya dong Bi."
"Alhamdulillah kalau anak yang sholeh harus nurut kata siapa kalau dirumah?"
"Ehmm Abi dan Umi."
__ADS_1
"Trus kalau perintah yang Abi dan Umi suruh itu baik apa boleh kita tidak menuruti?"
"Enggak."
"Jadi sekarang mau dong murojaah sama Umi?"
"He ... he ... iya Bi, Babang mau, karena Babang anak yang sholeh."
"Ya sudah sekarang Abi tinggal ya karena ada kerjaan kantor yang harus Abi selesaikan." Menepuk pundak putranya.
Kini tinggallah Ais dan Alif yang siap untuk mengulang kembali hafalan Alif dijuzamah.
"Kamu siap sayang, kita mulai lima surat saja ya untuk subuh ini, nanti zuhur 5 surat juga, begitu seterusnya."
"Iya Umi, Inshaa Allah Babang siap."
"Kalau begitu kita mulai dari surat An Nas ya. "
kemudian si Alif kecil mulai membacakan surat An Nas.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙqul a'ụżu birabbin-nāsKatakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,
مَلِكِ النَّاسِۙmalikin-nāsRaja manusia,
اِلٰهِ النَّاسِۙilāhin-nāssembahan manusia,
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖmin syarril-waswāsil-khannāsdari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙallażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nāsyang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِminal-jinnati wan-nāsdari (golongan) jin dan manusia.”
Setelah membaca surat An Nas sekarang Alif membaca surat Al Falaq.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ qul a'ụżu birabbil-falaq 1.
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ min syarri mā khalaq 2. dari kejahatan makhluk-Nya
, وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَب
wa min syarri gāsiqin iżā waqab 3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad 4. dan dari kejahatan wanita-wanita
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad 5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".
Kemudian membaca surat Al Ikhlas.
قُلۡ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
اَللّٰهُ الصَّمَدُ
Allah tempat meminta segala sesuatu.
لَمۡ يَلِدۡ ۙ وَلَمۡ يُوۡلَدۡ
(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
وَلَمۡ يَكُنۡ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
Dan tidk ada sesuatu yang setara dengan Dia.
Kemudian membaca surat Al LAhab.
تَبَّتْ يَدَآ أَبِىْ لَهَبٍ وَتَبَّ ﴿اللهب:١
tabbat yadaa abii lahabiw watab
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!
مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَ ﴿اللهب:٢
maa aghnaa ‘anhumaa luhuu wamaa kasab
Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang ia usahakan.
سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ ﴿اللهب:٣
sayashlaa naaron dzaata lahab
Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).
__ADS_1
وَامْرَأَتُهٗ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ ﴿اللهب:٤
wamroatuhuu hammaa latal hatob
Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
فِى جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍ ﴿اللهب:٥
fii jiidihaa hablum mimmasad
Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
Kemudian ananda Alif membaca surat An-Nasr
إِذَا جَآءَ نَصْرُ اللهِ وَالْفَتْحُ ﴿النصر:١
idzaa jaa-a nashrullaahi wal fath
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِى دِيْنِ اللهِ أَفْوَاجًا ﴿النصر:٢
waro-aitan naasa yadkhuluuna fii diinillaahi afwaajaa
dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا ﴿النصر:٣
fasabbih bihamdi robbika wastaghfirhu innahuu kaana tawwabaa
Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima taubat.
Alhamdulillah akhirnya ananda Alif dapat mengulang hafalannya dengan lancar, dan setelahnya barulah Ais menggendong Alif sebagai hadiah untuk hafalnnya yang semakin lancar dan baik.
"Alhamdulillah sayang terimakasih ya sudah membuat Umi bangga dengan hafalanmu yang semakin baik."
"Terimakasih juga Umi sudah membimbing Babang dengan sabar." Mencium pipi Ais.
Keduanya tertawa sambil meninggalkan mushola menuju kerumah utama.
"Umi Babang masih ngantuk nih."
"Ini sudah siang sayang, mujahidah nggak boleh tidur dipagi hari sesudah subuh nanti nggak tangguh dalam berperang melawan kebatilan."
"Iya Umi." Memeluk Ais semakin erat.
"Umi ....Babang sayang Umi."
"Umi dan Abi juga menyanyangimu Nak."
Keduanya sudah sampai dirumah utama, disana Rey sudah menunggu didepan pintu menyambut bidadari syurganya dan mujahid kecilnya dengan tersenyum.
Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
dan karya apik author yang lain :
* Fit Fithree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Almaira My Secret Wife
My Love My Babysitter
*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu
Kembar Tidak Identik
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
My Heart Is Only For You
*Sudrun
Penjelah Malam
Samudra
*Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
*Sisca Nasty
__ADS_1
Mafia in Love