
🌻Terimakasih sudah membuka chapter ini, jangan lupa tinggalkan jejakmu, semoga kamu sehat dan bahagia selalu.🌻
Selamat Membaca!
*****
Asrama ....
Anan tertawa lepas, sedihnya sedikit berkurang dengan kelucuan Alif.
"Bukan, Lif. Hanya saja karena matamu yang sembab, wajahmu mirip anak-anak cina yang suka belajar Kung Fu, begitu," jelas Anan.
Mendengar penjelasan Anan, akhirnya Alif juga ikut tertawa. Keduanya sejenak melupakan rasa sedih karena merindukan keluarganya. Dengan senyum terkembang di bibir mungilnya Alif dan Anan bergegas menuju masjid karena iqamah sudah di kumandangkan.
*****
Selesai salat subuh seperti biasa akan di isi dengan kultum. Tapi kali ini momennya sedikit spesial karena pas hari kunjungan keluarga maka ustad Fajar lah yang mengisinya. Beliau membahas tentang menghormati dan berbuat baik kepada kedua orang tua.
Ustad Fajar memulai kultumnya dengan bercerita tentang seorang laki-laki yang menghadap Rasulullah saw. Ia bermaksud mendaftarkan diri ikut berjihad bersama pasukan Rasulullah saw. Singkat cerita, setelah orang tersebut mengikuti serangkaian test kekuatan fisik, keterampilan menunggang kuda, bermain pedang, dan berenang. Ia dinyatakan lulus. Namun, sebelum orang tersebut dinobatkan menjadi bagian dari prajurit pasukan muslim, Rasulullah saw memanggilnya, kemudian bertanya,
“Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”
“Masih ya Rasulullah, keduanya masih hidup. Hanya saja sudah tua renta,” jawab orang tersebut.
“Jika kamu berangkat ke medan perang, siapa yang akan mengurus kebutuhan mereka?” tanya Rasulullah saw selanjutnya.
“Tidak ada, ya Rasulullah! Mereka akan tinggal di rumah berdua saja,” jawab orang tersebut.
Rasulullah saw menghela nafas, kemudian berkata, “Kembalilah kamu ke rumahmu. Berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu! Dengan cara seperti itu, kamu akan memperoleh pahala jihad” (Ash-Shan’ani, Subul al Salam, Juz III : 42).
Pada kesempatan lainnya, seorang laki-laki lainnya menghadap Rasulullah saw. Ia bertanya tentang berbakti kepada kedua orang tua. “Ya Rasulullah! Ibuku sudah hampir pikun. Aku sangat menghormati dan menyayanginya. Ketika ibuku mau makan, aku menyuapinya seperti ibuku menyuapiku ketika aku kecil. Ketika ia mau keluar atau ke ******, aku menggendongnya. Pokoknya aku menyayangi dan berbuat baik kepadanya. Aku selalu menjaga perilaku dan ucapanku agar tidak menyakiti perasaan ibuku. Apakah dengan cara seperti itu, aku telah membalas jasa-jasa baik dan kasih sayang ibuku kepadaku?”
“Belum! Bahkan kasih sayangmu belum mencapai satu persen dari kasih sayangnya kepadamu. Hanya saja dengan cara seperti itu, kamu telah berbuat baik dan akan mendapat pahala dari Allah Swt.” (Muhammad bin Ibrahim al Samarqandi, Tanbihul Ghafilin, hal. 43-44).
Dari dua kisah tersebut, kita mengetahui betapa besarnya pahala berbuat baik kepada kedua orang tua. Kasih sayangnya kepada kita tak akan bisa terbalas dengan pemberian apapun. Benar kata peribahasa, kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah.
"Pesan saya, berbuat baiklah kalian kepada kedua orang tua kalian selagi mereka masih hidup, hormati dan sayangi mereka seperti mereka menyayangi kita sewaktu kita masih kecil. Kalau orang tua mu sudah berpulang, sayangilah mereka dengan menjaga perilakumu, bersedekah lah atas nama mereka. Jagalah nama baik dan kehormatannya, dan yang paling utama selalu do'akan mereka setiap helaan nafasmu." Ustad Fajar menyudahi kultumnya.
Mendengar kultum ustad Fajar. Menjadi motivasi tersendiri bagi Alif untuk menjadi anak yang baik, dan bertekad untuk menyayangi umi dan abinya hingga kelak ia tiada.
*****
Kini hari sudah menjelang siang, banyak santri yang sepelas salat dhuha sudah berkumpul bersama keluarganya. Berbeda dengan Alif dan Anan. Sebentar-sebentar Alif sudah melihat ke pintu pagar pondok.
"Lif! Kenapa pandanganmu tertuju ke gerbang pondok terus?" tanya Anan.
"Iya, Kak. Alif rasanya tak sabar menunggu kedatangan umi dan abi," jawab Alif tanpa mengalihkan pandangannya.
"Tapi sebentar lagi zuhur lo, mending kita siap-siap dulu, yuk!" ajak Anan.
"Tapi ...." ucapan Alif terpotong karena suara azan zuhur sudah berkumandang.
"Ayo, kita zuhur dulu!" ajak Anan lagi.
Dengan berat hati Alif beranjak dari duduknya mengikuti langkah Anan menuju masjid. Tampak wajah Alif sangat murung. Dan Anan berusaha menghiburnya.
Keduanya sudah selesai melaksanakan salat zuhur berjama'ah. Dan Alif masih tampak khusuk berdo'a.
"Kamu belum mau keluar?" tanya Anan.
"Aku masih berdo'a, Kak. Semoga abi dan umi cepat datangnya." jawab Allif.
"Aamiin, semoga do'a mu segera di ijabah Allah," ucap Anan lagi.
__ADS_1
"Sekarang kita keluar dulu ya, kita makan! Kalau nanti nggak makan kamu akan sakit, kalau sakit nggak happy dong ketemu umi dan abi nya," ucap Anan.
"Iya, Kak. Aku mau makan, aku nggak mau sakit," ucap Alif.
Keduanya segera menuju keluar masjid. Dan saat sampai di pintu masjid Alif tidak bisa melanjutkan langkahnya. Hanya dalam sekejap mata Allah telah mengijabah do'a nya. Kini telah berdiri orang-orang terkasih yang amat sangat di rindukannya, yaitu keluarganya.
"U-Umi ...Abi ...." ucap Alif tanpa sadar.
"Tolong cubit aku, Kak Anan!" pinta Alif.
Tuss!
Anan mencubit tangan Alif." Sakit!" ucap Alif."Aku tidak sedang bermimpi," gumam Alif lagi.
Ais sudah memasang senyum terindahnya. Senyum yang penuh kerinduan. Baru dua minggu tidak bertemu putranya tetapi berasa dua tahun lamanya.
"Assalamu'alaikum, Babang!" sapa Ais.
"Umiiiiiiiiiii." Alif berlari ke pelukan ibunya yang memang sangat dirindukannya.
"Eittt, stop dulu." Rey segera menghadang putranya.
"Kenapa, Bi?" tanya Alif bingung.
"Kamu dengar tadi umi mengucapkan salam?" tanya Rey.
"Iya, Bi. Alif dengar," jawab Alif.
"Kalau dengar, kenapa Babang tidak menjawab salam, Umi?" tanya Rey.
"Maaf, Abi!" Alif tertunduk sedih.
"Apa Babang lupa kalau menjawab salam itu hukumnya wajib?" tanya Rey sedikit kesal.
"Babang dengarkan penjelasan Abi," ucap Rey pada putranya.
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatu merupakan Lafaz agung karena di dalamnya ada kalimat doa. Untuk itu wajib bagi umat Islam yang menerima salam dari Muslim yang lainnya menjawab salam itu.
"Menjawab salam hukumnya wajib mengucapkan salam sunnah" kata Ustaz Adi Hidayat saat menyampaikan kisah Nabi Ibrahim ketika kedatangan tamu pada malam hari seperti dikisahkan surat adz-Dzariyat ayat 24-27.
Ustaz yang akrab disapa UAH itu mengatakan, menjawab salam hukumnya wajib dalilnya ada di Surat An-Nisa ayat 86. "Kalau anda diberi penghormatan dengan salam maka jawab. Kalau bisa dengan lebih sempurna. "Salam," Jawab Walaikumussalam Warohmatullah." kata Ustaz Adi saat menjelaskan arti di dalam Surat An-Nisa ayat 24-27. Dan arti lengkapnya dalam surat itu.
"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu. Sekarang Babang mengertikan?" tanya Rey lagi.
"Iya, Abi. Inshaa Allah Babang akan selalu mengingatnya.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Umiiiiiii." Alif langsung menghambur ke pelukan sang ibu yang sangat di rindukannya.
Kemudian baru memeluk Rey, dan juga kedua adiknya, Alif hampir saja melupakan. Anan, karena rasa bahagianya.
"Kak, Sini!" Alif melambaikan tangannya pada Anan.
Anan hanya tersenyum, ada rasa bahagia melihat Alif bahagia, namun juga sedih karena orang tuanya tidak datang.
"Apa kamu Anan?" tanya Ais.
Anan hanya mengangguk dan tersenyum melihat Ais. Air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya.
"Sini!" lambai Ais.
Anan pun perlahan mendekat, setelah sampai ia segera mencium tangan Ais dan Rey bergantian.
"Anan, bisa om minta tolong," tanya Rey.
__ADS_1
"Iya, Om. Bisa kok.asalkan bisa Anan lakukan inshaa Allah akan Anan bantu," jawab Anan.
"Oke, kamu tolong ambilkan makanan di mobil, Om! Rey menunjukkan sebuah mobil pajerro silver yang terparkir tidak jauh dari masjid.
Anan tersenyum dan mengangguk, ia segera menuju mobil yang di tunjuk oleh Rey. Anan semakin dekat dan akhirnya sampai. Perlahan Anan menbuka pintu tengah mobil dan ....
Apa yang akan Anan temukan di dalam mobil? Tunggu di next episode!
Bersambung.....
Terimakasih sudah membaca!
Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.
Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.
Fit Tree Fitri.
Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.
Mengejar Cinta Ariel
Tabib Cantik Bulan Purnama
*Ergina Putri
Melawan Rasa Takutku
Putri Asisten Pribadiku
* Putri Tanjung
OB Kerudung Biru
*Envy Yo Wesben.
My Princess OG.
Audio Nyanyian Takdir Aisyah
* Karlina Sulaiman
Mencintaimu dalam Diam
Kembali
*WIB (Write in Box)
Ya Dia Istriku
*Khauma
I Love My Army Wife
*Syala Yaya
Istri Kedua Tuan Krisna
*Laura V
Sang Penggoda
*Bintun Arief
__ADS_1
Terjebak Cinta Brondong