Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
PAPA 1


__ADS_3

Masih dirumah sakit....


Kedua perempuan yang berasal dari kultur berbeda namun masih dalam ikatan aqidah yang sama, kini dapat saling berbagi kisah hidup. Keakraban terjalin begitu saja diantara keduanya sampai deringan telepon menghentikan keduanya.


"Maaf ya Anggel aku terima telepon dulu dari suamiku".


"Iya Ais silahkan".


Ais berjalan sedikit menjauh dari Anggel menuju kepintu keluar.


"Assalamualaikum Ayang, ada apa".


"Waalaikumussalam kamu dimana sekarang".


"Masih dirumah sakit Yang".


"Cepat kembali ke sekolah ya, sesuatu terjadi pada Alif, sekarang aku juga dalam perjalanan kesana, cepat ya Yang".


"Iiiya Yang "Jawab Ais kalut.


Dengan segera Ais mohon pamit pada Anggel yg masih berbaring untuk segera kembali ke sekolah, dan perasaan Ais sudah sangat tak karuan mengingat buah hatinya.


Dengan cepat Ais bersama pak Amat kembali ke sekolah tempat Ais menitipkan putranya. Dan ia tiba bersamaan dengan Rey.


Ais langsung berlari menemui kepala sekolah dengan air mata yang telah berlinang.


"Assalamualaikum, ibu apa yang terjadi dengan putraku, mana Alif"Tanya Ais panik dan ketakutan.


Rey pun segera menghampiri istrinya yang tampak mulai panik.


"Maafkan kami pak.. bu.., kami pikir orang yang membawa Alif pergi benar suruhan bapak dan ibu, kalau saja bapak tidak menelpon tadi kami juga tidak akan tahu" .


Aisyah sudah tak dapat lagi menahan kesedihannya hingga ia tak sadarkan diri .


"Ayang..Ayang.. "Tubuh Ais sudah melemah dan Rey segera menelpon anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan putranya.


Rey segera membawa istrinya ke rumah sakit, sementara seseorang yang biasanya berada jauh disana kini berada dekat dengan Ais dan ia lah yang telah membawa putra Ais dan Rey untuk jalan - jalan.


Dengan tersenyum ia melihat Ais yang telah terkulai didalam gendongan Rey, sementara putra mereka Alif tertidur pulas dipangkuaannya.


"Rey... Ais... untuk kali ini aku hanya mengajak putra kalian jalan - jalan namun nanti jika aku tidak bisa memiliki Ais, maka cukuplah bagiku memiliki putra kesayangan kalian saja".Ucap seseorang itu sambil tersenyum membelai rambut Alif yang tertidur.


Semua orang sudah Rey kerahkan untuk segera mencari putranya, sementara ia mengurusi Ais yang masih belum sadarkan diri.


*****

__ADS_1


Ditempat lain....


"Om kita mau kemana".


"Alif sayang jangan panggil om ya tetapi panggil PAPA".


"Mengapa Alif harus panggi PAPA om".


"Karena Om adalah teman umimu sedari SMP dan om belum punya anak maka om ingin Alif menjadi anak om dengan memanggil om PAPA, apa Alif mau".


"Iya om eh Papa, Alif mau jadi anak papa".


"Terima kasih ya sayang kamu memang anak yang baik seperti umimu".


"Pa sekarang kita mau kemana, jangan jauh - jauh perginya nanti kasihan umi pasti panik nyariin Alif".


"Iya kita sebentar lagi pulang ya sayang sekarang kita beli mainan dulu ya".


Setelah puas membawa Alif jalan - jalan dan belanja akhirnya mereka pulang, dan seseorang itu mengantarkan Alif pulang ke kediaman mereka.


"Pa.. ayo turun biar nanti ketemu sama umi dan abi".


"Nggak usah sayang papa masih banyak kerjaan , Alif sayang nggak apa - apakan kalau papa turunin didepan gerbang biar nanti minta tolong pak satpam ya bawa in mainannya".


"Iya pa, nggak apa - apa terima kasih ya udah bawa Alif jalan - jalan dan beli banyak mainan, nanti pasti Alif dimarahin umi karena jajannya banyak"Ucap alif sambil tersenyum dan melambaikan tangan kepada papa barunya.


"Assalamualaikum, pak satpammm, tolongin Alif dong bawa bawaan Alif banyak nih".


"Mendengar suara Alif, pak satpam segera keluar gerbang dan terkejut melihat Alif sudah ada digerbang dengan belanjaan yang banyak, dengan sigap pak satpam segera menelpon tuannya pak Rey.


"tut... tut... ".


"Assalamualaikum pak"


"Waalaikumussalam, ada apa pak".


"Anu pak, tuan muda sudah ada dirumah ".


"Apa... maksudnya Alif sudah dirumah, siapa yang mengantar".


"Nggak tahu tuan tahu - tahu aja sudah ada didepan gerbang tuan ".


"Baiklah cepat bawa tuan muda kedalam, dan segera amankan cctv disetiap sudut, sebentar lagi saya dan ibu akan pulang".


"Baik pak. Assalamualaikum ".

__ADS_1


"Waalaikumussalam".


*****


Dirumah Sakit...


Setelah mendapat perawatan dari dokter Ais perlahan mulai siuman.


"Ahhhk kepalaku pusing".


"Ayang kamu udah sadar, alhamdulillah ".Ucap Rey senang.


Tapi Ais kembali menangis karena teringat akan putranya.


"Ayang... Alif.. ".


"Cup.. cup.. kamu yang tenang ya Alif sudah ada dirumah sekarang, lagi nungguin kita".


"Kamu yang bener Ayang, Alifku sudah dirumah".


"Iya Ayang tadi satpam jaga yang telpon kalau Alif sudah dirumah".


"Aku mau pulang Ayang ayo kita pulang".Ais semakin tak sabar ingin segera bertemu putranya.


"Iya kita pulang tapi tunggu dokter dulu ya".


Dengan cepat Rey memberitahu dokter agar segera memeriksa keadaan istrinya.


"Ibu Aisyah sudah boleh pulang tetapi harus tetap jaga kondisi ibu jangan terlalu stress dan jangan telat makan ya".


"Terimakasih dokter, kami pamit pulang".


Mobil Rey segera keluar parkiran rumah sakit dan disebarang jalan seseorang tersenyum melihat permainnya yang baru dimulai, namun seseorang itu sudah jatuh cinta pada Alif pada pandangan pertama yang awalnya ia akan melenyapkan Alif, kini berbalik dengan rasa cinta dan sayang.


Siapakah sebenarnya seseorang yang ingin dipanggil papa oleh Alif??!


Apakah kehidupan Rey dan Ais akan berjalan seperti biasanya penuh canda dan tawa atau sebaliknya.


Ikuti terus ceritanya ya...


Terima kasih sudah membaca karyaku semoga berkenan. Dukungan like ,komen,ataupun vote yang kalian berikan adalah anugerah terindah untukku.Terima kasih banyak, semoga sehat dan Bahagia selalu.


Salam Manis,


😍

__ADS_1


Fitri Rahayu


__ADS_2