Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
KEKUATAN DO'A


__ADS_3

Setelah mengirimkan pesan singkat pada Rey akhirnya Ais merasa sedikit tenang. Dan ia tidak tahu jika Reza juga mengetahui semuanya. Dan kini Ais menyembunyikan Hpnya, seolah - olah tidak terjadi apa - apa.


Sekarang pesawat yang membawa mereka telah terbang menuju ke sebuah negara yang sangat terkenal dengan ke Indahan alamnya, semula Reza hendak membawa Ais dan Alif ke Indonesia untuk berjumpa dengan ayah dan ibunya Ais namun semua ia urung karena ia kesal Ais masih belum mau menuruti keinginannya.


Setelah beberapa jam dipesawat akhirnya mereka mendarat di bandara negara Syahrukhan yang terkenal dengan keindahan alamnya dengan penduduk yang terkenal dengan pakaian syari nya, yah India.


Kini keluarga kecil yang baru tercipta itu kini telah bergerak menuju hotel yang akan mereka tempati selama disana. Setelah hampir satu jam akhirnya mereka sampai disebuah holtel yang mewah dengan nuansa keemasan disana terpampang nama Hotel Malhotra, hotel khusus orang - orang penting. Saat diturun dilobi hotel mereka segera disambut dengan ramah.


"Selamat datang tuan dan nyonya, putra anda sangat tampan."


"Terimakasih, kami pesan satu kamar Vip untuk satu bulan kedepan."


Mata Ais langsung mendelik melihat kearah Reza, yang disambut dengan senyuman oleh Reza.


*Ya Allah aku tidak akan mau satu kamar dengan lelaki yang bukan muhrimku apalagi untuk waktu satu bulan, aku harus bicara dari hati ke hati pada Reza, semoga nanti dia bisa mengerti dan mau mengantarkan kami pulang kembali kepangkuan kak Rey.


Semoga waktu satu bulan ini cukup untukmu melupakan Rey, kekasihku*.


Reza menggendong Alif agar Ais mengikutinya menuju ke kamar mereka. Dengan terpaksa Ais mengikuti langkah Reza menuju kamar mereka.


"Klek."Pintu kamar terbuka tampak sebuah kamar yang sangat indah dan megah dengan dua tempat tidur didalamnya, namun ini tak membuat sebuah senyum dibibir Ais terukir karena ia tidak menyukai perjalanan ini. Ais hanya diam seperti sebuah boneka, berbeda dengan Alif yang tampak menikmati perjalanan ini, karena ia belum memahami persoalan yang dihadapi oleh Abi, Umi, dan Papanya.


"Oke sekarang kita sudah sampai, kalian berdua pastinya sangat capek segeralah berganti pakaian dan istirahat nanti kalau sudah lebih baik baru kita pesan makanan."Ucap Reza segera meletakkan koper bawaan mereka dan segera keluar kamar.


"Aku keluar sebentar kalian cepatlah berganti pakainan sebelum aku kembali."


Reza segera keluar kamar dan memberitahu anak buahnya yang di Indonesia kalau mereka tidak jadi datang mungkin bulan depan mereka akan berkunjung kesana.


*****


Di Amrik...


Kondisi Rey semakin memburuk sekarang tubuhnya sudah tak kuat lagi untuk berdiri, jadi dia hanya terbaring ditempat tidurnya, dan hari ini Maria dan Biyan segera tiba untuk memberikan semangat pada kakaknya tercinta.


Suasana rumah yang selalu dihiasi dengan kemesraan Rey dan Ais kini dalam sekejap menjadi hening seperti kuburan, tak ada canda tawa serta riuh suara Alif yang sering merengek.


Kedatangan Maria sangat diharapkan oleh semua pegawai dirumah Rey karena mereka merasa tidak sampai hati melihat kondisi tuannya yang semakin menurun.


Kini pak Mamat telah kebandara untuk menjemput nona Maria dan Biyan, kedua sejoli ini rencananya akan menikah bulan depan namun kalau masalah kakaknya belum selesai keduanya sepakat akan menunda niat suci mereka terlebih dahulu.


Pesawat yang membawa kedua sejoli ini telah mendarat dengan selamat. Dengan tergesa keduanya segera mencari pak Mamat.


"Assalamualaikum pak."


"Waalaikumussalam neng, tuan Biyan."


"Bagaimana kak Rey, pak?"


"Tuan semakin memburuk karena dia tidak mau makan dan minum."


"Sebaiknya kita segera sampai dirumah agar segera bisa membujuk tuan untuk kerumah sakit."


Mobil pak Mamat segera meninggalkan bandara memuju kediaman tuan Rey.


*****


India....


Setelah selesai dengan urusannya Reza ssegera kembali ke kamar namun ia tak segera masuk melainkan mengetuk pintu terlebih dahulu untuk menghormati privasi Ais.


"Tok... tok.. Ais aku masuk."

__ADS_1


Hening tidak ada sahutan...


"Klek." Pintu kamar perlahan terbuka dan Reza masuk kedalam kamar dilihatnya Ais sedang menunaikan sholat.


Kau masih seperti dulu dimanapun kapanpun selalu sholat aku... aku sudah lama sekali tidak sholat... aku rasa mungkin Tuhan sudah murka padaku karena telah lama meninggalkannya, aku... aku merasa sangat kotor Ais... aku... memang tak pantas untukmu... mungkin aku salah telah menuruti nafsuku memisahkan kau dengan Rey suamimu yang taat itu. Aku....


Air mata telah mengalir tanpa komando disudut mata Reza, air yang sangat Reza benci namun dak bisa dia kendalikan. Dengan cepat Reza menyeka air matanya.


Kini Ais telah selesai solat sunat hajat ia memohon perlindungan untuknya dan suaminya, ia juga mematung saat melihat Reza telah mematung didepan pintu kamar mereka, sementara Alif sedang tertidur.


"Za.. kenapa mematung didepan pintu, masuklah sebentar lagi waktu solat Asyar akan masuk, aku ingin kita sholat berjamaah bolehkan?"


"Hah.. a.. apa sholat berjamaah, maksudmu aku... aku.. aku jadi imammu?"Tanya Reza serasa tak percaya.


"Iya Za, sudah seharusnya kau mengimami aku dan Alif, aku sangat merindukan sholat berjamaah bersama keluargaku, imamku kak Rey." Air mata ais sudah mengalir disudut matanya.


"Tapi aku sudah lama tidak sholat Ais, aku sudah lupa caranya."Reza tertunduk malu.


"Aku akan membantumu untuk mengingat semuanya kembali Za, termasuk kamu...."Ais tak melanjutkan ucapannya.


"Aku apa Ais?"


"Duduklah dulu."


Akhirnya Reza duduk disofa dekat jendela sementara Ais duduk ditepi tempat tidur Alif.


"Pertama aku akan membantumu untuk kembali solat, dan yang kedua aku ingin meminta sesuatu darimu namun nanti setelah kita solat baru aku kan mengatakannya padamu."


Reza hanya terdiam ia tak mampu membalas semua perkataan Ais.


Aisku yang dulu sudah kembali, Ais yang suka menasehati disaat aku salah, Ais yang selalu ingin aku berada dijalan yang... oh Ya Allah ampunilah aku.


Dengan telaten Ais mengajari Teza untuk mengingat semua bacaan dan gerakan sholat, karena dulu memang Reza sudah pernah bisa maka dengan cepat ia bisa kembali mengingat dan meniru gerakkannya.


Setelah sekian tahun akhirnya ini kali pertama air wudu membasahi kembali wajahnya Reza ada perasaan yang berbeda sejuk menjalar ke sekujur tubuhnya.


"Baiklah pak Imam sekarang kami. makmummu sudah siap." Ucap Ais bercanda seperti waktu mereka SMP dulu.


Kini Reza telah membentangkan sajadahnya, dan segera memulai solatnya setelag sekian tahun.


"Allahu Akbar."Takbir keluar dari mulut Reza dengan getaran yang hebat mampu mengoyak keegoisannya.


Dalam diamnya seorang Reza tak lagi dapat mempertahankan egonya, air mata telah memenuhi sajadahnya rada haru, rasa bersalah, dan rasa rindu telah bersatu diatas sajadahnya.


Dengan susah payah akhirnya Reza dapat menyelesaikan solatnya bersama Ais. Kini ia sangat menyadari apa yang dilakukannya saat ini salah.


"Ais.. aku.. aku minta maaf padamu."


"Aku salah sudah membawamu tanpa izin suamimu, aku salah telah memisahkan kalian, aku salah telah membuat rumah tanggamu diambang kehancuran, aku... ."


Rasa haru memyerang kalbu Ais, air mata bahagia mengalir diwajah cantiknya, dan sebuah senyum terukir manis dibibirnya.


Alhamdulillah ya Allah kau sudah memgijabah doaku, aku tahu kekuatanMu akan melemahkan kegoisan hati umatMu, terimakasih Ya Allah kau telah menggerakkan hati sahabatku untuk kembali kejalanMu.


"Ais.. kau tersenyum... kau tidak marah padaku."


"Za.. aku sangat bahagia karena sahabatku yang dulu telah kembali pulang dari kejamnya dunia yang selama ini kau tempuh, semua orang pasti punya kesalahan dan masa lalu, begitu juga aku, aku sudah memaafkanmu, Allah saja maha pemaaf masak aku sebagai. umatNya mau sombong nggak mau memaafkan kesalahan orang lain."


"Ais.. aku.. "Reza tak lagi mampu meneruskan ucapannya.


"Sudahlah Za, sekarang yang terpenting kamu sudah memyadari semuanya."

__ADS_1


"Istirahatlah Ais besok kita pulang, aku akan mengantarmu dengan selamat ke pangkuan suamimu, maafkanlah aku."


Reza hendak keluar kamar.


"Kamu mau kemana Za, sebentar lagi malam, sebaiknya kita makan bersama sebagai sahabat malam ini, dan tidur kau boleh tidur dikamar ini, tidurlah bedua dengan putramu."


"Maksudmu."


"Aku mengizinkan Alif memanggilmu papa, jadikanlah dia anak angkatmu." Sambil tersenyum.


"Terimakasih Ais dan itu adalah bonus terindah yang pernah aku yerima Ais, sekali lagi terimakasih dan ini." Menyerahkan Hp Ais yang telah disitanya dibandara kemarin.


"Teleponlah kekasihmu, dia pasti sangat menderita karena kehilangan kalian sudah hampir dua minggu."


"Aku akan keluar dulu sebentar untuk mengcansel sewa kamar kita."Berlalu sambil mengedipkan matanya pada Ais.


Demgan cepat Ais meraih Hpnya dan segera menelepon kekasihnya tercinta.


"Tut.... Tut..."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam benarkah ini kau Ais."


"Maria, mana kak Rey tolong berikan padanya."


"Ais kau dimana cepatlah kembali, kak Rey dia... "


"Kak Rey kenapa Maria?"


"Kondisinya sangat buruk dia tidak mau makan atau pun minum, dan bersikeras tidak mau kerumah sakit."


"Tolong berikan telepon ini padanya Maria."


"Baiklah ini."


"kak Rey."


Dengan cepat Rey memaksakan tubuhnya untuk duduk, air matanya kembali berurai terukir sebuah senyum dibibirnya yang pucat.


"Khumairohku."


"Dengarkan aku kak, tolong makanlah dan minumlah, agar kakak kuat besok aku dan Alif akan pulang, jemputlah kami dibandara, kalau kakak tidak punya tenaga bagaimana akan menjemput kami, dan satu lagi tolong sholatlah dalam kondisi apapun, kenapa kakak melupakannya hanya dengan masalah yang sepele ini."


"Ais sayang bolehkah kakak melihat wajahmu. "


"Tentu saja. "


Dengan cepat mode telepon berganti menjadi video call. Saat telepon tersambung tak ada yang bisa berkata hanya saling tatap. penuh rasa sedih, haru, dan rindu. Hanya senyum bahagia teukir diwajah keduanya.


"Ayang l love you."


"Love you too."


"Inshaa Allah kita bertemu besok segeralah sehat."


"Aku akan makan sekarang, aku ingin sehat."


"Selamat makan kekasihku, semoga esok kita segera bertemu.


"Assalamualaikum."

__ADS_1


"Waalaikumussalam."


Selalu serahkan masalahmu hanya kepada Allah, dan jangan lupakan kekuatan doa itu nyata.


__ADS_2