Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
SUPRISE BUAT REY


__ADS_3

🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu. 🌻


🌻Masih Di Mall 🌻


Dari kejauhan Rey tersenyum melihat istrinya. Ia sungguh bersyukur memiliki Ais dalam hidupnya. Ais memang selalu dapat memberikan solusi bagi masalah siapapun itu.


Setelah selesai Rey segera menghampiri mereka dan Fransisca segera mohon pamit.


"Ayang ... terimakasih untuk segalanya." Mencium kening Ais lembut.


Ais menatap suaminya dengan penuh cinta dan keduanya saling bergandengan menuju pintu keluar mall. Dan semua orang memandang takjub pada kedua pasutri itu.


🌻Parkiran Mall 🌻


Setelah lima menit keduanya sampai diparkiran Mall, dan segera menuju kemobil mereka yang telah penuh dengan belanjaan bulanan mereka.


"Ayang ... yuk naik." Membukakan pintu mobil untuk Ais.


"Makasih Ayang." Masuk kedalam mobil.


Sepanjang perjalanan keduanya asyik mengobrol membahas masalah Fransisca sehingga tak terasa kini mereka trlah sampai dirumah.


🌻Kediaman Rey dan Ais 🌻


Mobil Rey perlahan masuk kedalam parkiran yang luas dan mewah. Setelah dirasa posisi mobilnya sudah pas Rey mulai membuka sitbeltnya dan segera mempersilakan bidadari Syurganya untuk turun.


"Ayang ... sepertinya kita pulang kemalaman ya, keadaan rumah sudah sepi," ucap Ais.


"Sepertimya nggak kok sekarang kan baru pukul 21.30 wib." Melihat jam tangan yang melekat ditangannya.


"Tapi kenapa rumah kita sudah gelap dan sepi, apa semua orang sudah tidur?"


"Entahlah tapi bisa jadi karena kecapean semua pada tidur." Melihat kesekeliling rumah.


"Ya udah yuk kita bawa belanjaannya, nggak usah ngebagunin yang lain," ucap Ais tersenyum.


"Siap Nyonya besar," ucap Rey bercanda.


Dengan sudah payah keduanya bergiliran hilir mudik membawa belanjaan mereka yang memang banyak.


"Yang tadi nggak capek ya ngurisin semua belanjaan kita sendiri?"


"Sedikit kok Yang capeknya," jawab Ais.


Kini semua belanjaan sudah masuk kedalam rumah namun masih menumpuk diruang tamu, karena keduanya sudah kecapean, mereka duduk diruang tamu yang masih berserakan dengan keringat yang sudah mengucur.


"Yang ... aku ambilin minum ya?"


"Boleh capek banget ternyata," ucap Rey menyeka keringatnya.


Dengan cepat Ais menuju kedapur untuk mengambil segelas air putih untuk suaminya. Namun saat melintasi ruang keluarga tiba - tiba ada yang menarik Ais.


"Astagfirullah ...." Ais tak lagi bisa berbicara karena mulutnya sudah dibekap oleh seseorang.


"Ssssssttt ... jangan berteriak ini aku Nara." Melepas bekapannya.


"Nara ... ini beneran kamu, kapan datang?"


"Simpen dulu semua pertanyaan kamu, sekarang ikut kami ke taman belakang ya." Menarik tangan Ais.


"Tapi Kak Rey?"


"Biarin saja, nanti kalau sudah aku kasih kode baru kamu boleh teriak memanggil Kak Rey mu itu," ucap Nara tersenyum.


Akhirnya Ais menuruti semua keinginan Nara, saat sampai ditaman belakang Ais sungguh kaget karena semua sudah didekor sedemikian indah dengan nuansa kuning keemasan. Disana sudah berkumpul semua ayah, ibu, Nara, dan seseorang yang spesial Reza. Semua asisten rumah tangga mereka pun sudah berkumpul disana, dan kedua orangtua Acong pun datang serta tamu yang tak kalah spesial adalah Maria serta Biyan.

__ADS_1


"Subhanaallah," ucap Ais menutup mulutnya seolah tak percaya semua orang - orang terkasihnya berkumpul disini.


"Kenapa kalian semua ada disini?"


"Kamu lupa hari ini hari spesial untuk Rey?"


"Oh iya astagfirullah halazim, aku benar - benar lupa." Menepuk jidatnya.


"Ya sudah sekarang berteriaklah panggil kekasihmu itu," ucap Nara.


Dengan kuat Ais berteriak memanggil nama Rey.


"Kak Reyyyyyyy!"


"Kak Reyyyyyy!"


Baru dua kali Ais berteriak, suaranya sudah didengar oleh Rey yang sedari tadi menunggu dituang tamu. Mendengar suara Ais yang tak berteriak tentu saja membuat Rey sangat khawatir. Ia segera berlari menuju dapur namun tak menjumpai Ais.


Perasaan Rey semakin kalut karena dapur sepi, ruang keluarga sepi, dan akhirnya Rey memberanikan diri membuka pintu halaman belakang yang sudah kembali gelap.


"Ais ... Ais ... kamu dimana sayang?" Melihat kekiri dan kekanan.


Dengan wajah yang sudah sangat panik, pikiran Rey juga ikut melayang, ia membayangkan sesuatu yang buruk telah terjadi pada kekasihnya itu, namun dengan cepat ia beristiqfar.


"Astagfirullah ya Allah, aku nggak boleh suudzon." Mengusap wajahnya.


Tiba - tiba sebuah lampu menyala.


"Ayang ... kamu kenapa nggak jawab waktu aku panggil." Melihat kearah Ais yang berdiri dibawah lampu yang menyala.


Dengan cepat Rey berlari memeluk Ais karena ia merasa sangat khawatir terhadapnya. Saat itulah semua lampu menyala dan semua berteriak.


"Supriseeeee."


Rey yang sedang memeluk istrinya merasa sangat kaget karena semua orang - orang tersayangnya sudah berada dirumahnya.


"Kami kesini karena hari ini adalah hari spesial untukmu Kak," ucap Maria.


"Maksud kamu Dek?"


"Hari ini adalah hari lahirmu, sekaligus hari dimana kamu dan Ais disatukan dalam ikatan suci yang sakral," ucap Maria.


"Oh ya Allah, aku benar -benar melupakan hari ini, maaf kan aku Ayang." Mencium kening Ais.


"Aku juga Ayang, sempat melupakan hari yang istimewa dalam kehidupan kita."


"Dan satu hal lagi, jangan lupakan rencana kita," ucap Reza.


Dengan cepat Ais dan Rey saling pandang kemudian tersenyum.


"Siap!" Jawab keduanya serentak.


"Wihh masih tetap kompak aja kalian," ucap ayah Wi.


Semua orang tertawa, dan Rey memulai acara doa bersama dan kemudian baru mereka makan bersama, dan tak lupa beberapa para pengurus panti asuhan yang juga ikut hadir yang nantinya akan mendapat santunan dari keluarga Rey.


Acara malam itu menjadi malam yang panjang bagi semuanya karena mereka semua saling melepas rindu, kali ini mereka sengaja tidak mengajak anak - anak yatim piatu karena sudah terlalu malam, namun semua makanan untuk mereka telah dikirimkan setelah sholat magrib.


Setelah semua selesai akhirmya mereka kembali ke kamar mereka masing - masing. Karena rumah Rey sangat besar jadi banyak kamar yang bisa mereka tempati.


Begitu juga dengan Rey dan Ais, mereka juga sudah menuju kekamarnya.


"Yang ... aku melihat anak - anak dulu ya, kamu duluan saja kekamar," ucap Ais.


"Iya Yang tapi kamu jangan lama - lama ya aku ingin minta kado spesial darimu." Mencubit hidung Ais.

__ADS_1


Wajah Ais sudah memerah, dan Rey sangat menyukai itu.


"Iya Yang, aku nggak lama kok."


Dengan lembut Rey mencium kening Ais. Barulah keduanya berpisah. Rey menuju kekamar mereka, sedangkan Ais menuju ke kamar anak - anaknya.


Pertama Ais mengunjungi kamar lelaki kecil sholehnya.


"Klek!" Membuka pintu kamar Alif.


Dilihatnya putra pertamanya sudah tertidur lelap. Perlahan Ais mendekati putranya dan duduk ditepi tempat tidurnya kemudian ia mengusap kepalanya dan membaca beberapa surat yang bagus dibacakan oleh para ibu untuk anak - anaknya yaitu.


*Surah Alfatihah 1 kali


*Ayat Kursi 1 kali


*Surah Al Insyirah 1 kali


*Surah Toha 1-5 1 kali


Kemudian ia membaca doa agar anak - anaknya menjadi anak yang sholeh - sholehah, rajin beribadah, rajin sholat, dan berbakti kepada kedua orangtuanya, serta sukses dalam kehidupan didunia dan diakhirat.


Kemudian ia meniup ubun - ubun putranya, baru kemudian mencium kening putranya.


Setelah selesai ke kamar putranya Ais menuju kekamar kedua putri kembarnya dan melakukan hal yang sama untuk kedua putri sholehahnya.


Setelah selesai barulah ia kembali ke kamarnya, disana sudah menunggu suaminya tercinta. Mereka berdua segera sholat sunat berjamaah sebelum mereka menghabiskan malam yang tersisa dalam naungan cinta dan kasih sayang.


Bersambung.....


Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.


dan karya apik author yang lain :


* Fit Fithree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.


* Almaira My Secret Wife


My Love My Babysitter


*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu


Kembar Tidak Identik


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


My Heart Is Only For You


*Sudrun


Penjelah Malam


Samudra


*Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.

__ADS_1


*Sisca Nasty


Mafia in Love


__ADS_2