Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
HARI PERTAMA TANPA ALIF


__ADS_3

🌻Terimakasih sudah membuka chapter ini, jangan lupa tinggalkan jejakmu, semoga kamu sehat dan bahagia selalu.🌻


Selamat Membaca!


Kediaman Rey dan Ais ....


Rombongan pun telah memasuki mobil, dan mulai bergerak meninggalkan kediaman Rey, lambaian tangan kecil Alif kini hilang dikelokan jalan. Barulah Ais menumpahkan kesedihannya, dia memeluk erat tubuh kekasihnya. Buliran bening itu mengalir deras tanpa penghalang, beban yang sedari tadi ditahannya dapat terlepas juga. Rey pun memeluk istrinya. Ia tahu saat ini perasaan kekasihnya sangat hancur, namun keduanya yakin. Kesedihan ini akan Allah ganti dengan kebahagian yang tak terperi, asalakan kita ikhlas dan percaya akan semua kekuasaan-Nya.


Mobil rombongan kafilah penghafal Qur'an yang membawa putranya sudah tidak terlihat, namun Ais masih betah berdiri di tempatnya. Menatap jauh kedepan tempat hilangnya mobil Akif dari pandangan. Tatapan mata Ais jelas terasa kosong. Sisa air mata sudah mengering dipipinya. Rey merasa sangat iba pada istrinya.


"Ayang!" sapa Rey."Kita masuk ya! Istirahat di dalam saja, lebih baik tumpahkan kesedihanmu di atas sajadah, bukan diluaran seperti ini," bujuk Rey pada istrinya.


Mendengar ucapan suaminya Ais segera tersadar dari lamunannya, dengan segera ia menyeka sisa air mata dan berusaha untuk tersenyum.


"Maafkan aku, Ayang. Inshaa Allah aku sudah ikhlas melepas putra kita untuk belajar," ucap Ais dengan seulas senyuman.


"Alhamdulillah kalau begitu. Yuk kita masuk!" ajak Rey pada istrinya.


*****


Kini keduanya sudah kembali kekamar mereka, tampak Ais mulai merapikan tempat tidurnya. Mulai dari mengganti seprei, sampai dengan sarung bantal serta guling mereka.


Dari seberang meja kerjanya Rey memperhatikan istrinya, ia sangat tahu kalau duka itu masih menaungi hati kekasihnya itu. Perlahan Rey berangkat dari duduknya, dia berjalan mendekati kekasihnya itu. Dipeluknya lembut sang kekasih yang sedang membungkuk hendak mengambil seprei kotor yang baru saja digantinya.


Ais terpekik kecil karena terkejut dengan suaminya yang tiba-tiba saja sudah memeluknya dari belakang.


"Ayang! Kamu buat aku kaget," ucap Ais dengan wajah yang sudah merona.


"Apa kamu masih sedih?" mencium lembut dkepala sang kekasih dari belakang.


"Sedikit," jawab Ais.


"Do'akan saja putra kita, semoga dia betah di sana," Rey kembali mencium pundak istrinya.


"Katakan, apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu kembali tersenyum," Masih memeluk istrinya.


"Hmm aku ingin ke taman bunga atau kita ke danau, atau kita melihat kumpulan ikan aja deh," jawab Ais senang. Ia pun ingin meluapkan rasa sedih dihatinya. Ia ingin tetap tegar dan kuat. Masih ada dua orang putrinya yang harus ia urus.


"Baiklah, sepertinya kolam ikan lebih menyenangkan, apa kita ajak Ara dan Aza juga?" tanya Rey yang masih memeluk istrinya sesekali ia mencium tengkuk istrinya yang tertutup hijab.


"Iya, Ayang. Kita aja Ara dan Aza, mereka pasti senang." Ais berbalik menghadap suaminya yang masih memeluknya.


"Uhhh, Ayang. Kenapa berbalik? Gerakanmu membuat amunisi perangku terisi. Apa mentang-mentang sekarang sudah dekat dengan hari HUT RI kamu mau berangkat kemedan juang?" Rey mengeratkan pelukannya.


Wajah istrinya sudah merona, ia tidak menyangka gerakannya akan membuat reaksi yang hebat pada suaminya.


"Hmm kamu ya, membuat aku ingin segera menyiapkan peralatan untuk bertempur." Rey mencium bibir istrinya.


"Ayang, katanya mau ke taman bunga?" tanya Ais sambil merenggek.


"Tapi kamu harus bertanggung jawab. Sudah membuat undangan untuk berperang. Biarkan aku menjadi prajurit sejati hari ini. Aku ingin kita ke medan tempur." Rey segera mengendong istrinya menuju ke tempat tidur mereka.


"Tolong jangan lupa berdoa sebelum berperang," ucap Ais manja.


"Iya Ayang. Inshaa Allah aku tidak akan pernah lupa," ucap Rey dengan nafas yang mulai tidak teratur.


Keduanya berangkat menuju ke medan tempur, menikmati indahnya berjuang bersama seseorang yang saling mencintai.


*****


Setelah kembali dari medan tempur, keduanya segera membersihkan diri. Mereka baru bersiap untuk mengunjungi kolam ikan. Sesuai dengan beberapa teori jika memandang ikan berenang akan mengurangi rasa stres, dan dapat meningkatkan mood yang kurang baik menjadi lebih baik.

__ADS_1


Setelah siap, Ais segera menghampiri kedua putrinya yang membuatnya sangat takjub. Karena kedua putrinya juga sudah terlihat cantik.



Dengan cepat Ais segera menuntun keduanya yang sudah mulai lancar berjalan. Mereka tampak gembira karena baru kali ini, akan pergi bersama umi dan abinya.


Tampak Rey pun terkejut melihat kecantikan kedua putrinya. Ia pun segera menghampiri keduanya.


"Assalamu'alaikum, cantik!" Rey mencium keduanya secara bergantian. Kemudian Ais menyapa untuk menggoda suaminya.


"Uminya nggak di cium?" Ais menunjuk pipinya.


"Ayang! Kamu mau kita nggak jadi pergi melihat ikan?" tanya Rey sambil mengerling pada istrinya.


"Loh kok minta di cium pipi bisa nggak jadi pergi?" tanya Ais penasaran.


"Ya iyalah, nanti kalau aku cium kamu, pasti aku mau kita pergi ke medan tempur lagi. Kamu mau?" Rey tersenyum.


"Yaa Allah, Yang ... kamu ya!" Ais mencubit perut suaminya lembut.


"Tuh kan mulai menebar ranjau." Rey menggoda istrinya.


"Apaan sih, Yang. Yuk ah kita berangkat." Ais menuntun kedua putrinya menuju pintu keluar, meninggalkan suaminta sendiri dengan senyum yang terkembang.


Dengan cepat Rey menyusul ketiga bidadarinya, yang sudah menunggu di dekat mobil mereka.


"Maaf ya, abi lama. Tunggu abi bukakan pintu dulu." Rey segera merogoh kunci mobilnya di dalam kantong celananya.


"Ayo masuk!" Rey segera membuka pintu dan membantu Ais untuk mengangkat Ara serta Aza.


"Ayang, ayo masuk," ajak Rey pada istrinya. Melihat istrinya yang masih setia berdiri di luar Rey melonggokan kepalanya dari jendela.


"Apa aku boleh duduk di belakang bersama Aza dan Ara?" tanya Ais ragu.


"Baiklah, biarkan aku menjadi SUPRI kalian hari ini," ucap Rey sambil tersenyum.


"Supri?!" Maksudnya?" tanya Ais.


"Supir pribadi," jawab Rey lagi.


"Jadi?" ucap Ais lagi.


"Jadi apa?" tanya Rey bingung.


"Ikhlas kah aku di belakang?" Tanya Ais dengan ekspresi yang sulit dikatakan.


"Ikhlas kok, Yang. Sekarang masuk ya!" pinta Rey pada istrinya.


Baru lah Ais masuk dan duduk diantara kedua putrinya yang sudah sejak tadi menunggu. Akhirnya rencana melihat ikan dapat terlaksana juga. Meski harus banyak drama yang terjadi.


Perlahan mobil mulai bergerak menjauhi kediaman mereka. Menuju ke taman bermain yang ada kolam ikannya. Yah Rey tidak harus merogoh kocek ynag dalam untuk menghibur anak dan istrinya. Meski termasuk keluraga berada tetapi mereka tetap menerapkan pola hidup sederhana.


Tidak butuh yang lama mereka sudah sampai di sebuah taman, yang tidak terlalu padat pemgunjung. Karena Ais kurang suka keramaian. Jadi mereka sengaja memilih tempat bermain yang agak sepi.



Kedua putri mereka tampak sangat antusias saat melihat ikan-ikan yang berenang kesana kemari. Ini adalah pemandangan yang sangat indah untuk keduanya. Begitu juga dengan Ais. Ia tampak bahagia meski hanya dengan melihat ikan.


Rona bahagia akhirnya bisa juga hinggap di wajah cantik istrinya. Hari pertama tanpa putranya dapat juga ia lalui dengan mengesampingkan rasa sedihnya. Meski dalam hati kecilnya ia menangis karena sedih berpisah dengan putranya. Namun di wajahnya hanya senyumanlah yang terukir. Semua yang Ais lakukan pasti juga akan dilakukan oleh semua ibu, yang tidak mau rasa duka nya terlihat oleh orang lain terlebih oleh anak dan suaminya.


Dirgahayu Indonesiaku

__ADS_1


Semoga seluruh pelosok negeri bisa kembali berbahagia karena terbebas dari pandemi yang terjadi saat ini.


Salam MERDEKA!


Bersambung.....


Terimakasih sudah membaca.


Sambil menunggu novelku yang ini terbit, baca juga yuk novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.


Dan Novel Author lain yang tak kalah menarik.


Fit Tree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.


Mengejar Cinta Ariel


Tabib Cantik Bulan Purnama


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


Putri Asisten Pribadiku


* Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.


Audio Nyanyian Takdir Aisyah


* Karlina Sulaiman


Mencintaimu dalam Diam


Kembali


*WIB (Write in Box)


Ya Dia Istriku


*Khauma


I Love My Army Wife


*Syala Yaya


Istri Kedua Tuan Krisna


*Laura V


Sang Penggoda


*Bintun Arief


Terjebak Cinta Brondong

__ADS_1


__ADS_2