
Alunan suara azan berkumandang merdu menyapa mega pagi yang masih berhiaskan taburan bintang nan indah, dua insan berjalan beriringan dengan pakaian takwa yang menghiasi keduanya menuju masjid untuk memenuhi panggilan Allah.
Sungguh pemandangan yang sangat dirindukan setiap orang, untuk dapat menunaikan sholat bersama orang tersayang meski sebenarnya tidak wajib bagi kaum perempuan.
Ais dan Rey menunaikan sholat subuh berjamaah dimasjid kali ini, karena hari ini Rey berencana untuk mengajak Ais untuk menginap di aparetemen milik keluarganya yang ada di kota B, Rey ingin menghabiskan masa cuti kuliahnya yang tinggal sebentar lagi. ia tak ingin pergi dengan perasaan yang tidak tenang dengan selalu mengenang malam pertamanya bersama Ais kekasihnya.
Sepulang dari masjid Rey mengajak Ais untuk olahraga pagi dengan berjalan menyusuri jalan kampung Ais yang udaranya masih segar.
Setelah berolahraga Rey mengajak Ais sarapan bubur ayam bersama didekat jalan ujung kampung.
" Sayang apa dirimu sudah menyiapkan perlengkapan kita selama satu minggu kedepan ke kota B"Ucap Rey membuka percakapan dengan istrinya, yang hanya diam sedar tadi.
"Alhamdulillah sudah imamku sayang, kita hanya menunggu untuk pamit pada ayah dan ibu saja"Ucap Ais sambil tersenyum.
Rey meremas jemari Ais, ia sangat gemas melihat senyum manis istrinya.
"Imamku... lepas.. banyak yang lihat"Ucap Ais merasa tak enak, wajahnya sudah bersemu merah.
"Khumairohku...biarkan saja karena kita sudah halal, Rey semakin mengeratkan genggamannya.
Akhirnya Ais hanya pasrah saja, semakin dilarang Rey akan semakin jadi. Akhirnya mereka selesai juga sarapan dan berjalan kembali menuju ke rumah ayah dan ibu.
Ayah dan ibu sudah tiba dari kediaman paman dan sekarang sudah bersantai diruang keluarga menunggu kedatangan Rey dan Ais.
"Assalamualaikum " Ucap mereka bersamaan.
"Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh"Jawab ayah dan ibu menyambut keduanya dengan senyum ramah.
"Bagaimana rencana kalian berdua, apa sudah disiapkan dengan matang"Tanya ayah
"Inshaa Allah yah, nanti sore kami berangkat biar tidak terlalu malam nanti saat sampai"Ucap Rey.
Ais dan Rey sudah selesai mengepak Semua kebutuhan mereka berdua untuk satu minggu kedepan. Setelahnya mereka keluar kamar untuk membantu ayah dan ibu.
Rey membantu ayah membersihkan kebun belakang sedangkan Ais membantu ibu memasak untuk makan siang nanti.
"Bu... apa Ais boleh menanyakan sesuatu yang sifatnya pribadi"Tanya Ais malu .
"Tanya saja tidak perlu sungkan nak" Jawab ibu tersenyum tetapi sambil mengerjakan pekerjaanya.
Ais sangat binggung, ia harus memulainya dari mana, dan ibu adalah orang yang sangat mengenal sifat Ais.
"Apa kau ingin membahas tentang malam pertama ibu dan ayah"Tanya ibu tersenyum.
Ais merasa tercenggang ternyata ibu sangat memahami kegelisahan jiwanya.
" ehmmm a apa itu akan sakit bu" Ais semakin memerah wajahnya.
"Kalau kau merasa tegang maka itu akan sedikit sakit, tetapi kalau kau bersikap rileks dan menikmatinya maka itu tidak akan sakit, jadi nikmatilah setiap sentuhan suamimu, ingat jangan pernah menolak permintaan suamimu nak" Ucap ibu menjelakan.
"Terima kasihbu sekarang Ais merasa lega, inshaa Allah Ais siap untuk menjadi istri kak Rey seutuhnya " Ucap Ais sambil memeluk ibunya.
__ADS_1
Sore Hari...
Kini Rey dan Ais bersiap untuk berangkat ke kota B. Setelah berpamitan dengan keluarha Ais, mobil Rey perlahan bergerak meninggalkan rumah Ais dan mulai memasuki jalan raya.
Udara sore yang terasa sepoi - sepoi seolah turut merasakan kebahagian dua orang insan yang sedang kasmara.
Ais sangat menikmati pemandangan disepanjang perjalanan, dan saat melintasi kebun bunga Ais merenggek minta turun. Ais berlari mengitari bunga - bunga yang bermekaran dengan warna - warni yang indah, jilbab Ais yang lebar melambai - lambai tertiul angin begitu juga dengan gamisnya yang longgar dibadannya ikut melambai tertiup angin.
Rey sangat menikmati keindahan mahluk. ciptaan Tuhan yang paling sempurna buat Rey, ia mengabadikan setiap momen bersama kekasihnya. Setelah puas mereka kembali melanjutkan perjalanan ke kota B.
Akhirnya hampir tengah malam mereka telah sampai ditempat tujuan, Ais pun telah tertidur karena merasa kecapean. Rey segera turun dan menggendong Ais masuk ke apartemennya, dan barang - barang mereka telah dibawa oleh pegawai yang bertugas untuk mengurus apartemen itu.
Perlahan Rey meletakkan istri kesayangnnya, karena ia tak mau membangunkan istrinya, Setelah menidurkan Ais, Rey segera kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket, namun Ais dengan cepat terbangun, ia melihat sekelilingnya ternyata ia sudah berada dikamar yang telah ditata sangat indah, hampir ada ratusan bunga mawar merah menghiasi setiap sudut kamar, dan juga ditempat tidur yang sekarang ditempatinya pun terdapat kelopak mawar yang berbentuk hati.
Ais hendak turun dari tempat tidur tiba - tiba pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah kak Rey yang hanya menggunakan handuk sebagai penutup tubuhnya, dada bidangnya terbuka begitu saja dan menampakkan perut ratanya yang berkotak - kotak seperti roti sobek menambah keseksiannya.
Ais segera menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia tak bisa memungkiri naluri kewanitaannya muncul, Ais seolah merasa serat untuk menelan ludahnya.
Rey yang melihat reaksi istrinya malah tersenyum. dan beniat menggoda Istriny.
"Sayang apa kau sudah tidak tahan melihat tubuhku yang seksi ini "Ucap Rey meraba - raba kaki istrinya.
"Imamku hentikan... aku merasa geli"Ucap Ais yang tentu saja wajahnya sudah bersemu merah. Bukannya berhenti Rey semakin gencar menggoda istrinya.
Kini Rey telah memeluk tubuh istrinya dengan erat, "Imamku izinkan aku membersihkan diri dulu "Ais memohon. Namun Rey tak memperdulikan permintaan Ais.
"Sudahlah sayang nanti saja, aku sudah... "Ucapan Rey terputus.
Ais keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya sudah berganti pakaian memggunakan baju kun putih dan kopiah berwarna hitam sengan kain sarung merah marun.
Subhanallah suamiku sangat tampan, batin Ais. Ais pun telah siap dengan mukena serba putih yang seolah ikut memancarkan kecantikan wajahnya.
"Ya Allah istriku sangat cantik, sempurna, batin Rey.
Mereka menunaikan sholat sunat dua rokaat berjamaah, kemudian Rey membaca Doa untuk berjimak bersama istrinya dengan memegang ubun - ubun istrinya yang sangat cantik, kemudian ia mengecup keningnya.
Ais menjawab salam suaminya dan juga membaca doa atasnya, kemudian mencium punggung tangan suaminya.
Perlahan Rey melepaskan mukena yang dikenakan Ais tampaklah mahkota yang indah miliknya yaitu rambut yang hitam mengkilap panjang terurai bergelombang ikal mayang, wajah besemu Ais semakin memancarkan kecantikkanya.
Rey menatap tak berkedip pada istrinya"Sangat cantik"Ucap Rey sambil memegang pipi istrinya dengan kedua tangannya. Rey kembali memainkan stategi perang gerilyanya dengan mulai melepaskan satu persatu pakaian Ais kini hanya tinggal pakaian dalamnya saja.
Untuk melepaskan pakaian saja perjuangan Rey tidaklah mudah terjadi tarik menarik diantara keduanya, dan tentu saja Rey yang menang. Kini mereka sama - sama sudah tak mengenakan apa - apa dibalik selimut yang menutipi keduanya.
Ais sudah tak bisa lagi menyembunyikan wajahnya karena Rey kini sudah mulai mengerayangi semua tubuhnya, yang ada hanya desahan - desahan halus yang berusaha Ais tahan. "Jangan ditahan sayang biarkan saja suaramu yang seksi itu keluar"Ucap Rey yang nafasnya mulai tak beraturan.
Akhirnya dengan perjuangan yang panjang Rey berhasil masuk kemedan perang yang sesunggunnya dan memulai peperangannya sampai keduanya terkulai lemah.
Malam itu keduanya sudah menjadi suami istri yang sesungguhnya. Mereka akhirnya tertidur setelah berperang hebat dimedan tempur.
Sebelum subuh menyapa, keduanya kembali berperang melawan rasa dingin yang mulai menggelitik manja. Entah berapa kali sudah mereka memasuki medan pertempuran, sambil menunggu waktu subuh.
__ADS_1
Azan subuh kini sudah berkumandang menghentikan perang yang terus bergerilya. Ais merasakan sakit disekujur tubuhnya dengan perlahan ia bangun dari tempat tidur untuk menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Dengan sigap Rey segera menggendong istrinya dan membantunya membersihkan diri serta berpakaian. Setelah siap keduanya melaksanakan sholat subuh berjamaah.
"Terima kasih istriku untuk semuanya"Ucap Rey memeluk Ais.
"Terima kasih juga imamku sudah memberiku nafkah batin"Ucap Ais tersenyum malu.
Keduanya saling merangkul berharap setiap hari biduk rumah tangga mereka akan dipenuhi limpahan kasih sayang.
*****
Tiga hari sudah kini mereka dikota B.
Ais sudah bisa beraktivitas seperti biasa, kini ia berada didapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
Ais membuat nasi goreng seefood, dan keharuman masakannya mau tidak mau membuat cacing diperut Rey menari - nari.
"Ehmmmm... harum sekali sayang, kamu masak apa"Sambil memeluk Ais dari belakang dan mengecup lehernya.
"Sayang... lepaskan"Ucap Ais Reflek.
Mendengar Ais memanggilnya sayang Rey sangat senang.
"Kakak suka panggilan itu, mulai sekarang panggil kak Rey dengan panggilan sayang saja ya"Sambil mengecup sekilas bibir Ais.
"Mesum"Ucap Ais kesal. Bukannya berhenti Rey malah semakin memperdalam ciumannya dan itu membuat Ais kehabisan nafas.
"Sayang.. hentikan aku lapar, kapan kita makannya"Ucap Ais berusaha lepas dari pelukan suaminya.
"Sepertinya enak kalau berperang lagi di pagi hari "Ucap Rey menggoda Ais.
Ais hanya bisa menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju. Akhirnya mereka bisa sarapan dengan normal.
Habis makan Ais mencuci piring dan Rey membantu untuk membilasnya. Setelah itu mereka berdua duduk santai ditaman belakang yang memang penuh dengan bunga. Mereka duduk saling berberpelukan.
Mereka seolah tak ingin waktu ini cepat berlalu. Rey belum tahu bahwa sebuh email telah masuk ke Laptopnya yang mengharuskannya untuk kembali ke Amrik menyelesaikan kuliahnya dan mulai magang ke perushaan yang telah ditentukkan pihak kampusnya.
Bagaimana kisah cinta mereka selanjutnya....ikuti terus kisahnya ya
*****
Thanks for Reading 😍
mohon like, komen, serta votenya yang banyak ya 😍
Semoga readers lovers sehat dan bahagia 😍
Salam Manis,
🤗
__ADS_1
Author