Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
LAMARAN REZA


__ADS_3

🌻Terimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.🌻


# Kediaman Rey #


"Nah sekarang kamu mengertikan kenapa kami hanya menyiapkan satu cicin untuk Nara?"


"Ya aku mengerti sekarang, terimakasih banyak telah memberikan Aku dan Nara ilmu yang baru." Memeluk Rey.


Setelah mendapatkan penjelasan dari Rey dan Ais, kini Reza dan Nara telah resmi bertunangan atau istilah kerennya Reza telah mengkhitbah Nara. Dan inshaa Allah mereka akan menikah seminggu kemudian karena Rey dan Ais telah menyiapkan segalanya meski tekesan sederhana namun syarat akan makna.


"Ayo Za segera pasangkan cincinnya dijari manis Nara," ucap Ais.


Wajah Nara telah merah merona selain malu tentu saja rasa bahagia yang dirasakannya. Namun saat Reza akan menyematkan cincin itu dijari Nara, seseorang menghentikan nya.


"Tunggu! Aku tidak setuju," ucap seseorang yang berdiri dalam gelapnya malam.


Seketika semua mata tertuju kearah suara. Namun seseorang itu tetap berdiri dalam kelam, sampai Nara bersuara.


"Aku tahu itu Papa, mendekatlah Pa ... I miss you," ucap Nara merentangkan tangannya dengan linangan air mata, karena pertemuan ayah dan anak ini sangat jarang terjadi.


Perlahan sosok itu mendekat dan benar saja dia adalah Burhan ayahnya Nara. Ia pun berdiri dibawah temaramnya lampu. Burhanpun merentangkan kedua tangannya.


Dengan cepat Nara berlari kepelukan papanya, sesaat dia melupakan lamaran Reza. Keduanya berpelukan sangat erat seolah tak ingin terpisahkan oleh jarak dan waktu.


"Nara rindu Papa, hampir satu tahun lebih kita tidak bertemu." Menatap manik mata Burhan yang juga berkaca-kaca.


"Maafkan Papa sayang." Mencium kening putrinya.


"Apa Papa tidak merestui putrimu ini yang akan segera melepas masa lajangnya?"


Reza pun berjalan mendekati keduanya.


"Ya aku tidak merestui lamaran ini." Melihat Reza serius.


Semua hening dan penuh tanda tanya termasuk Reza, jelas gurat kekecewaan terpahat diwajah tampannya. Begitu juga dengan Nara.


"Tapi mengapa Pa?" Tanya Nara dengan raut kecewa.


"Itu karena dia tidak memintamu langsung pada Papa, dia hanya memintamu lewat pesan yang membuat Papa harus segera datang kemari biar bisa memarahinya yang tak punya nyali."


Semua yang hadirpun akhirnya bisa sedikit menggoreskan senyum dibibir mereka, begitu juga dengan Reza dan Nara.


Dengan cepat Reza segera mendekati Burhan dan meraih tangannya.


"Pak bolehkah aku meminta anak gadismu untuk menjadi pendamping hidupku."


"Apa kau serius ingin bersama putriku?"


"Tentu saja aku serius."


"Baiklah jika demikian tolong kau jaga putriku dengan segenap hatimu, karena dia adalah permataku satu-satunya."


"Inshaa Allah, aku akan berusaha semampuku untuk mencintai dan menjaga putrimu, meski aku bukanlah lelaki yang sempurna dalam hal ibadah, namun aku akan berusaha menjadi imam yang baik bagi putrimu."


"Aku merestui kalian, segeralah hahalkan putriku, agar sebelum meninggalkan dunia ini aku sudah punya banyak cucu."


Lengkapkan sudah kebahagiannyang Nara dan Reza rasakan terlebih telah mendapatkan restu dari orangtua Nara, sedangkan orangtua reza sudah tiada.

__ADS_1


"Baiklah karena semua sudah lengkap dan acara lamaran ini pun sudah selesai sebaiknya kita semua beristirahat, dan inshaa Allah minggu depan kedua pasangan ini akan disatukan dalam sebuah ikatan suci pernikahan, semoga semua yang telah kita rencanakan dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan ridho dari Allah SWT, aamiin Allahumma aamiin," ucap Rey mengakhiri acara lamaran malam ini.


"Aamiin Allahumma aamiin," jawab mereka serentak.


Semua mulai memberikan ucapan selamat kepada Reza dan Nara dengan menyalami keduanya dan juga Burhan. Disanalah Nara seakan terpaku karena ia melihat bayangan Hanif yang tersenyum bahagia seolah juga ikut merestui hubungan keduanya. Air mata Nara jatuh membasahi kedua pipinya.


"Kenapa Ra?" Tanya Reza.


"Aku ... aku seolah barusan melihat Hanif."


"Benarkah?"


"Iya dia tersenyum seakan turut bahagia."


"Kamu yang sabar ya, inshaa Allah besok kita akan mengunjungi makan Hanif, sekarang sebaiknya kita segera mengirimi dia doa." Menatap Nara dengan tersenyum.


"Terimakasih Za."


"Untuk?"


"Semuanya." Tertunduk malu.


"Aku yang harusnya berterimakasih padamu, karena sudah mau menerima ku apa adanya."


Keduanya saling tatap dan tersenyum sambil berpegangan tangan.


"Ehmmm," ucap Rey.


Keduanya segera menoleh kearah suara.


"Rey!" Ucap keduanya bersamaan.


"Inshaa Allah seminggu itu bukanlah waktu yang lama, namun bagi yang sedang kasmaran itu terasa seperti bertahun-tahun," ucap Ais mendekati ketiganya.


"Dalam agama kita istilahnya adalah khalwat seperti yang akan aku jelaskan berikut ini," ucap Ais.


Dan Aispun memulai penjelasannya tentang khalwat.


Khalwat atau menyendiri dengan wanita asing (yang bukan mahram) merupakan bentuk kemungkaran yang sangat berbahaya. Banyak sekali orang tua yang meremehkan hal ini sehingga dampaknya adalah sebagaimana yang telah ditulis di berbagai majalah dan koran, yaitu berupa tindak kriminalitas seperti zina dan pemerkosaan atau hal-hal yang lainnya.


Di antara bentuk khalwat yang mematikan ini adalah tindakan seorang wanita untuk menerima dan menyambut tamu laki-laki suaminya, atau kerabat laki-lakinya, atau kerabat laki-lakinya sendiri serta duduk-duduk bersama mereka dan lemah lembut dalam berbicara dan bersenda gurau dengan mereka dan sebagainya.


Syaikh Ash-Shabbagh mengatakan, “Khalwat seperti ini jelas dilarang dan diharamkan secara syar’i. Kita tidak boleh menyepelekan masalah seperti ini dengan alasan percaya dengan teman laki-laki atau istri. Dampaknya jelas tidak terpuji. Tidak mungkin ada orang yang rela atau setuju dengan tindakan seperti ini kecuali orang yang telah sakit jiwanya, kehilangan rasa cemburu, serta kehilangan harga diri atau kehormatan. Hal yang semisal, namun lebih berbahaya lagi, adalah seorang wanita melakukan safar sendirian, hanya dengan sopir atau pembantu laki-laki. Demikian juga jika wanita pergi ke dokter seorang diri tanpa ditemani mahramnya sehingga akan terjadi khalwat yang berbahaya.”


Beliau juga mengatakan, “Bagaimana seorang yang bertakwa kepada Allah ta’ala dan tahu kepada-Nya itu bisa rela jika istrinya atau anak perempuannya itu berkhalwat dengan laki-laki asing? Sesungguhnya Islam itu melarang tindak kriminal (dosa) serta mencegah sebab-sebab yang mengantarkan ke sana. Sebab, orang yang mengabaikan penyebab terjadinya sesuatu yang terlarang, dia akan terperosok ke dalam larangan. Barangsiapa menggembala di sekitar daerah larangan, niscaya akan mudah baginya untuk terjerumus ke dalamnya.”


Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah melarang tindakan khalwat dengan wanita asing ini dalam hadits shahih dengan bersabda,


لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّوَمَعَهاَذُو مَحْرَمٍ


“Janganlah seorang laki-laki itu berkhalwat (menyendiri) dengan seorang wanita kecuali ada mahram yang menyertai wanita tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)


"Nah apa kalian berdua sudah faham, mengapa aku dan Rey melarang kalian untuk berdua-duan tanpa ada yang lain atau kadang dimasyarakat jawa suka bilangnya dipingit sebelum menikah? Semua itu untuk menghindari hal-hal negatif yang kemungkinan akan terjadi," jelas Ais.


"Alhamdulillah terimakasih Ais, kamu selalu menjadi teman yang terbaik buatku." Memeluk Ais.


"Aku juga Bro, terimakasih banyak, selalu bimbing aku agar bisa menjadi lebih baik." Memeluk Rey.

__ADS_1


"Kini aku mengerti kenapa dulu kamu selalu melarangku untuk pergi bersama teman-teman lelakiku,"ucap Nara.


"Karena aku menyanyangi sahabatku," tersenyum pada Nara.


Keempatnya saling tersenyum, dan akhirnya Rey dan Ais kembali kekamarnya . Namun Reza dan Nara masih berdiri terpaku.


Reza dan Nara hanya saling pandang dan tersenyum. Keduanya berjanji akan memulai semuanya dengan ridho Allah dan berharap mereka akan seperti Ais dan Rey. Barulah keduanya pergi kekamar mereka masing-masing.


Malam itu kedua pasangan yang sedang kasmaran itu mendapatkan pelajaran yang berharga dari Ais dan Rey, meskipun keduanya baru tahu apa itu khalwat dan keduanya sepakat untuk menjaga jarak sebelum mereka resmi disatukan dalam ikatan perkawinan.


Ikuti terus kisahnya ya love you readers loversku😍


Bersambung....


Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.


Dan karya apik author yang lain :


Fit Fithree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.


Almaira My Secret Wife


My Love My Babysitter


*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu


Kembar Tidak Identik


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


My Heart Is Only For You


*Sudrun


Penjelah Malam


Samudra


*Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.


*Sisca Nasty


Mafia in Love


*Cindyelvira


Ketika Muslimah Jatuh Cinta

__ADS_1


Istri Sholehah


__ADS_2