Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
DUKA BERGANTI BAHAGIA


__ADS_3

Sudah dua minggu Ais dirawat intensif pasca operasi dan selama beberapa tahun kedepan Ais belum boleh hamil lagi. Sekarang kondisi Ais sudah mulai membaik, hanya saja Ais belum boleh beraktivitas yang berat - berat.


Jika kondisi Ais sudah membaik rencananya. besok sudah boleh pulang. Meski wajahnya masih tampak pucat tetapi senyum Ais masih sangat manis untuk seorang Rey.


Bukan hanya Rey yang terpesona melihat senyum istrinya, namun seseorang yang jauh disana juga ikut tersenyum.


Andai diriku yang ada disampingmu saat ini Ais, betapa beruntungnya aku, andai dulu kau tak terikat janji dengan ayahmu aku yakin kau sudah menerima cintaku... ah.. cintaku semakin dalam saja padamu Ais sayang. batin seseorang yang jauh disana.


Rey meraih jemari istrinya yang lembut ia membisikkan sesuatu yang membuat Ais merasa sangat bahagia untuk sesaat.


"Ayang... sepulang kita dari rumah sakit aku akan membawamu ke suatu tempat yang Ku yakin kau sangat menyukainya" Ucap Rey mesara.


"Ehmm kita mau kemana Ayang"


"Tempat yang akan membuatmu merasa nyaman dan tenang"


"Pantai...??!!"


"Bukan"


"Danau Biru?? !!"


"Bukan"


"Ayanggg... "Ucap Ais manja.


""Ayang jangan mengeluarkan suara manjamu nanti aku merasa ingin berperang, apa Ayang nggak kasihan sama Kak Reymu ini"


"Ha..ha.. "Akhirnya Ais bisa tertawa juga dan tentu itu membuat Rey sangat senang.


"Kita akan ke tempat yang akan membuatmu terhibur"


"Tapi Ais mau ke pantai"


"Boleh "


"Ke kebun bunga juga"Renggek Ais manja.


"Boleh"


"Asalkan bisa membuatmu tersenyum kemana pun aku akan menurutimu Ayang"Ucap Rey sambil mencium kening istrinya.


Ais berbaring didada suaminya, meski rasa nyeri pasca operasi masih sangat sakit namun Ais tak menampakkan rasa sakitnya didepan suaminya, Ais tak mau membuat kak Rey merasa khawatir terhadap dirinya.


Sedang asyik menikmati kebersamaanya tiba - tiba pintu diketuk.


"Tok... tok... tok..."ceklek pintu terbuka muncullah sosok pria tampan yang sangat imutttttt.


"Umiiiiiii"Berlari meghampiri Ais.


"Umi kenapa nanggis? "


"Apa abi jahatin umi"


Celoteh Alif yang mulai lancar berbicara.


"Nggak kok sayang, umi menangis karena senang bertemu Alif, umi kangen "Sambil merengkuh tubuh munggil Alif.


"Auuww tubuh soleh genteng umi semakin berat" Ucap Ais gemes.


Dengan cepat Rey mengambil alih Alif dar dari gendongan Ais.


"Maaf sayang sama abi saja ya, umi masih sakit belum bisa ngegendong kakak Alif yang semakin berat"Ucap Rey lembut.


Kemudian masuklah Maria membawa seseorang yang sudah Mereka kenal.


"Ais.. apa kau mengenakan hijabmu, karena aku membawa seorang tamu laki - laki? "Tanya Maria.


"Yah masuk lah Mar, aku sudah berhijab kok"


"Krieeet" pintu terbuka dan tampak lah seseorang dengan wajah perpaduan jepang dan Indonesia, siapa lagi kalau bukan Biyan.


"Assalamualaikum "Ucap Biyan.


"Waalaikumussalam"Ucap Ais dan Rey. bersamaan.


"Bagaimana kabar mu Rey, Ais, maaf aku baru bisa berkunjung sekarang"


Ais hanya tersenyum menatap wajah Biyan sepintas kemudian seperti biasa Ais akan menundukkan pandanggannya.


"Alhamdulillah Yan, kami baik"Ucap Rey.

__ADS_1


oh ya Tuhan Ais kau semakin membuatku ingin memiliki pendamping sepertimu, tetapi mungkinkah... ah...kenapa aku ini... seperti orang yang tak waras saja. batin Biyan.


"Silahkan duduk, kamu kapan sampai, dan kenapa tidak mengabari dulu"Ucap Rey dan melepaskan Alif kesamping Ais karena sudah tertidur.


"Aku udah ngabarin Maria"


"eh... iya maaf bang Mar lupa meberi tahu abang sama Ais".


Sebenarnya Maria sengaja tak memberi tahu kak Rey dan Ais karena Maria ingin mendekatkan diri bersama Biyan.


Ais membisikkan sesuatu ke pada kak Rey tersayang.


"Ayang... " Melambaikan tangan.


"Kenapa.. kangen... mau berperang"Rey menggoda istrinya.


"Ih mesum...Trut.. "Ais mencubit perut Rey.


"Ayanggg... sakit"Bisik Rey lembut.


"Yang... aku ingin Ayang mengajak Mar dan Biyan keluar dulu aku ingin berbaring disamping putraku untuk tidur"


"Baiklah tapi Izikan kak Rey menciummu" Tanpa menunggu sahutan dari Ais, Rey langsung memgecup bibir Ais.


Maria dan Biyan. langsung membuang landangam kearah sembarangan, dan merasa sangat ngenes melihat kemesraan keduanya.


"Mar... yuk kita cari angin diluar sana"Ucap Biyan. Yang tentu saja diangguki oleh Maria.Mereka merasa gerah melihat dua orang yang membuat iri siapa saja yang melihatnya.


M*engapa hatiku terasa sakit melihatmu bermesaraan dengan suamimu, oh Tuhan apa yang terjadi padaku, batin Biyan.


Apa yang sedang kau pikirkan Biyan, mengapa kau seperti kecewa melihat Ais dicium oleh kak Rey, apa kau masih mencintai Ais*.


Rey menyudahi ciumannya, dan meminta Ais untuk segera berbaring bersama soleh ganteng mereka Alif yang sudah lebih dulu tertidur.


Rey segera berjalan meninggalkan ruangan Ais. Dan menelpon seseorang untuk menyiapkan kejutan untuk Ais di taman bunga dan sebuah panti Asuhan. Karena Rey memang berencana mengajak Ais untuk berbagi bersama anak - anak yatim piatu disebuah panti yang letakknya sedikit dipinggir kota, dan Rey merupakan donatur tetap di Yayasan Panti tersebut.


Setelah semuanya dirasa beres Rey segera bertemu dokter untuk menanyakan kepulangan Ais.


Sepeninggalan Rey tanpa mereka sadari seseorang telah masuk ke kamar Ais memberikan sebuket bunga mawar merah dan coklat beberapa batang disertai dengan kartu ucapan " Love you Ais".


Saat orang itu pergi Ais terbangun karena suara pintu yang seperti tertutup dengan tergesa. Dan Ais menemukan buket bunga dan coklat itu.


Setelah menemui dokter Rey segera menemui Ais untuk menfabarkan bahwa besok ia sudah boleh pulang. Rey mengucapkan salam dan membuka pintu.


"Assalamualaikum Ayang"


"Waalaikumussalam imamku"


Wajah Rey memerah, sudah lama Ais tak memanggilnya dengan panggilan itu.


"Terima kasih untuk kejutannya Ayang, ana. uhibuka Fillah"Ucap Ais sambil turun dari tempat tidur dan memeluk suaminya hangat.


Res sebenarnya binggung dengan buket bumga, coklat dan kartu ucapannya, namun Rey tak ingin membuat istrinya kecewa dan merasa takut kalau itu bukan darinya. Rey segera menghubungi anak buahnya untuk memastikan siapa yang mengirim buket tersebut melalui CCTV rumah sakit.


Maria dan Biyan duduk makan dikantin, Maria menatap tajam dan dalam ke manik mata Biyan.


"Mar... mengapa kau melihatku seperti itu"


"Ah.. eh.. aku... aku.. maaf"Maria tertunduk wajahnya memerah karena merasa malu ketahuan sedang menikmati wajah tampan Biyan.


"Apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan"


"Oh.. tidak.. tidak... sebaiknya kita segera menghabiskan makanan ini dan segera kembali ke ruangan Ais, soalnya aku harus segera membawa Alif kembali" Ucap Maria dan segera mengalihkan pandangnnya.


*Ya Tuhan... malunya aku... kak Biyan memergokiku, dasar aku tak bisa memyimpan rasa, rutuk Maria dalam hatinya.


Apa yang sebenarnya yang ingin Maria sampaikan, mengapa aku merasa ia menatapku dengan aneh, batin Biyan*.


Rey sedang menggendong Alif yang sudah terbangum, dan Maria serta Biyan pun sudah bergabung bersama.


"Mar... tolong bawa Alif kembali ya, Ais inshaa Allah besok sudah bisa pulang"Ucap Rey.


"Iya bang"Jawab Maria singkat entah mengapa ia merasa canggung sekarang sejak Biyan memergokinya tadi.


"Yan... gue titip Maria dan Alif ya"


"Iya Rey, aku akan memastikan mereka selamat sampai dirumah"


"Makasih ya Biyan... Maria ...maaf sudah merepotkan kalian"Ucap Ais.


Biyan tersenyum sangat manis, mendengar suara Ais saja terasa sejuk buatnya. Mereka pun pamit. Dan sekarang tinggallah dua orang yang saling pandang dengan penuh cinta.

__ADS_1


Bintang - bintang bertaburan indah diatas langit kelam, seindah nyanyian hati kedua insan yang saling berpelukan dibawah temaran sinar rembulan.


"Ayang... kita masuk ya, sudah mulai terasa dingin diluar"


"Ehmmm baiklah imamku"


Kedua insan itu masuk dan berbagi tempat tidur dan mulai berlabuh ke muara mimpi yang indah, berharap esok terbangun dengan perasaan hati yang lebuh baik.


*****


Pagi hari....


Suara azan subuh telah berkumandang membelah keheningan pagi yang begitu damai. Kedua insan yang masih berpelukan perlahan membuka mata dan saling tersenyum.


"Cup...morning kis sayang" Ucap Rey lembut. Ais tersenyum sangat manis dan segera membalas morning kis suaminya.


"Love you imamku"


Rey segera membersihkan diri dan menunaikan sholat subuh. Ais duduk ditempay tidur menunggu suaminya selesai. sholat subuh. Ais meminta Rey untuk mengaji ditempat tidurnya, dan Ais berbaring dipangkuan Rey sambil mendengarkannya memgaji.


Air mata Ais menetes perlahan, terbayang semua peristiwa dalam hidupnya, sedari kecil hingga dewasa sudah tak terhitunga air mata yang tumpah dari mata indahnya. Rey menyadari pangkuannya basah dan menghentikan bacaannya.


"Ayang... mengapa berhenti, teruskanlah aku masih ingin mendengarnya"Ucap Ais serak.


"Kenapa khumairohku"Bisik Rey ditelinga kekasihnya itu dengan lembut.


Ais dapat merasakan keharuman nafas suaminya, yang membuatnya semakin mencintai Rey.


"Nggak apa - apa, aku hanya mengingat semua perjalanan hidupku bersamamu, kita sudah menjalani semua suka duka bersama, dan ku ingin kita tetap bersama meski jiwa telah berpisah dari raga"


Rey memeluk erat tubuh istrinya yang sewangi mawar dan mencium lembut keningnya, semoga Allah mengijabah Semua pintamu, aamiin ya mujib.


Keduanya larut dalam hangatnya cinta yang bersemi, sehingga tak mendengar suara pintu yang terbuka.


"Assalamualaikum, pasangan kasmaran"Ucap dokter.


"Sepertinya nyonya Aisyah cepat sembuh karena selalu diobati dengan dosis cinta yang besar"Canda dokter.


Mereka berdua segera memperbaiki posisinya dan tersenyum malu.


"Maaf ya bu, kita periksa dulu ya"


"Alhamdulillah sepertinya semua sudah membaik, dan nyonya Ais boleh pulang sekarang".


Ais dan Rey tersenyum senang, dan Rey bisa menjalankan rencananya. Mereka segera berkemas untuk meninggalkan rumah sakit.


*****


Rey sudah menggendong Ais menuju mobil mereka. Dan Ais bertanya - tanya mereka mau kemana.


"Duduk manis saja nanti Ayang akan tahu"


Mobil melaju dengan perlahan dan setelah hampir satu jam perjalanan mereka berhenti disebuah kebun bunga yang sangat indah dan disana telah Rey siapkan sangat banyak. balon berbentuk hati yang berwarna warni.


Ais menatap takjub semuanya dan ia tak bisa mengungkapkan kebahagiaanya dengan kata - kata, hanya air mata yang menetes perlahan.


"Ayang mengapa masih menangis apa Ayang nggak bahagia"Sapa Rey lembut.


"Aku sangat bahagia, dan ini air mata kebahagiaan yang tak bisa aku ucapkan dengan kata - kata, mereka sangaaaaaaat indah"


Setelah puas bernostalgia ditaman bunga, Rey kembali mengajak Ais menuju suatu tempat yang berada diujung kota. Setelah setengah jam mereka sampai disebuah bangunan sederhana mereka disambut oleh puluhan anak - anak yang telah berbaris rapi, dan kembali Ais dibuat haru oleh Rey kekasihnya. Ais bersalam serta bercengkrama dengan mereka semua dan kesedihan Ais benar - benar terkikis sekarang, hanya rasa bahagia lah yang tersisa dalam hatinya. Setelah makan siang bersama Ais dan Rey undur diri.


"Ayang sekarang ke tujuan terakhir ya setelah itu kita pulang"


Ais tersenyum penuh cinta. Dan mencium tangan suaminya lembut.


Rey membawa mobilnya menuju pantai terdekat , suara deburan ombak seolah memanggil ...ditambah semilir angin sore yang membelai lembut wajah Ais dan Rey .Mereka berdua berdiri menghadap ke laut lepas yang terbentang membiru. Dengan Rey yang memeluk Ais dari belakang, ia meletakkan dagunya dikepala Ais, dengan tangan memeluk pinggang Ais yang ramping.


"Imamku, aku sangat bahagia sekarang, terima kasih untuk hari ini. Kau bisa menggantikan dukaku menjadi rasa bahagia yang tak terperi. Imamku ana uhibuka anta"


To be continue...


Thanks for reading 😍


Makasih juga tuk like, komen, serta votenya , semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu aamiin 😍


Salam Manis,


🤗


Author

__ADS_1


__ADS_2