Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
BUKA PUASA 1


__ADS_3

๐ŸŒปTerimakasih ya sudah membaca karyaku , jika suka tinggalkan jejakmu berupa like, komen, tip dan vote karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.๐ŸŒป


Dua minggu sudah berlalu dari acara pingitan itu, kini Rey dan Ais bagaikan sepasang kekasih yang baru memadu kasih. Rey akan mengikuti kemanapun Ais pergi, ia tak mau berpisah sedetikpun dari Ais. Kadang Ais merasa gerah sendiri meskipun cuaca sebenarnya tidak panas.


Seperti pagi ini Rey ngotot ingin ikut Ais pergi ke sungai untuk mencuci, meski Ais sudah melarangnya tetapi ia tetap mau ikut. Rey dengan sigap membantu Ais membawakan cucian kotornya dan berjalan beriringan .


"Khumairohku sayang apa sungainya masih jauh"Tanya Rey sambil nyengir karena merasa capek berjalan kaki.


"Nggak kok imamku sayang, tuh udah kelihatan juga sungainya"Ucap Ais sambil menunjukkan jarinya kearah depan.


"Imamku sebaiknya tunggu disini saja ya nggak usah dekat-dekat sungai, karena akan banyak perempuan yang akan mandi"Jelas Ais.


Namun Rey tak menghiraukannya, ia terus saja berjalan mengikuti Ais.


Ais mendengus kesal, pasalnya kak Rey tak mempercayai ucapannya. Mereka telah sampai dan Rey benar - benar terkejut ternyata ucapan istrinya tercinta tidak lah bohong. Dengan cepat ia beristiqfar dan membuang pandangnnya kesembarang arah.


"Sayang ...Kak Rey sebaiknya menunggumu dibelakang bukit itu aja ya"Ucap Rey segera berlari tanpa menunggu jawaban Ais.


Setelah selesai mencuci Ais segera menghampiri suaminya yang sibuk dengan HP nya saja, dan ia tak menyadari kedatangan istrinya.


"Hemmm.. "Ais berdehem untuk mengingatkan suaminya. Namun yang di tergur belum juga merespon karena terlalu fokus pada HP nya. Akhirnya Ais beinisiatif untuk mencium pipi Rey.


"Cuppp"Ais mengecup pipi suaminya. Dan yang dikecup terbenggong seperti orang bodoh. Rey tak menyangka istrinya berani untuk menciumnya dilingkungan luar rumah.


Detak jantung Rey langsung berpacu memompa darahnya seratus kali lebih cepat yang mengakibatkan senjata rahasianya langsung bekerja.


Ya Tuhan... mengapa Reaksinya sehebat ini padahal ini cuma kecupan sayang dari istriku.... akhhhh... pekik Rey karena senjatanya sudah siap berperang, sedangkan medan pertempurannya masih belum siap. Sayanggggg kau harus bertanggung jawab nanti, batin Rey.


Dengan cepat Rey berdiri dan memandang istrinya penuh cinta.


"Sudah selesai ya, maaf tadi tak menyadari kedatangan khumairoh sayang"Ucap Rey dengan wajah yang tegang. Ia berusaha meredam hasrat bertempurnya.


Ais memberikan baskom cuciannya untuk Rey bawa, dan mereka pun berjalan kembali pulang kerumah.


Sampai dirumah dengan cepat Rey menarik Ais kedalam kamar. Sampai dikamar ia segera memeluk istrinya. "Apa masih belum selesai tamunya berkunjung"Ucap Rey dengan nafas yang berat.


Ais pun dapat merasakan senjata tempur suaminya yang sudah mengeras, dalam hatinya Ais merasa sangat takut kalau harus memikirkan malam pertamanya nanti bersama suaminya.


Ais tersenyum getir dan mengangguk, menandakan tamu bulanannya sudah pergi. "Alhamdulillah... akhirnya bisa buka puasa nanti malam"Ucap Rey sumeringah.


Ya Allah... aku nggak menyangka sama sekali ternyata kak Rey sangat mesum, dalam pikirannya mungkin hanya berperang saja, ihhh.. aku jadi merinding, semakin aku memikirkannya... aku semakin takut, batin Ais.


Lama Rey memeluk Ais sampai akhirnya terdengan suara ibu untuk mengajak makan siang bersama.


"Rey... Ais.. ayo makan siang dulu, nanti abis Zuhur ibu rencananya akan pergi kerumah paman Ais di ujung kampung bersama ayah dan kemungkinan akan menginap semalam. "Ucap ibu.


Rey yang mendengar pun seolah mendapat angin segar.


Ya Allah ayah dan ibu memang sangat pengertian, batin Rey senang.


Rey melepaskan pelukannya, dan segera berwudhu untuk meredam senjatanya, Ais masih setia menunggu suaminya untuk pergi bersama menuju meja makan.


Makan siang selesai, ayah mengajak Rey untuk sholat zuhur bersama dimasjid belakang rumah. Disepanjang jalan tentu saja wajah tampan Rey menjadi hiburan tersendiri bagi kaum hawa dikampung Ais, hidung mancung, wajah tampan seperti artis india, kulit putih, postur tubuh tinggi, badan altletis, alis hitam tebal, bola mata coklat dengan lesung pipi yang dalam dikedua pipinya yang setiap tersenyum membua hati meleleh.


Ketampanan Rey sudah menjadi rahasia umum dikampung Ais banyak diantara mereka yang memuji keberuntumgan Ais namun ada pula yang merasa tidak senang.


*****


Rumah...


Malam mulai mejelang...


Ayah dan ibu sudah pergi kerumah paman untu menghadiri acara selamatan rumah paman, dan mereka akan menginap disana.


Setelah makan malam bersama kedua adiknya Rey mengajak Ais kekamar sambil menunggu masuk waktu isya, keduanya segera berwudhu dan membaca Al Quran.

__ADS_1


Saat waktu isya tiba keduanya sholat berjamaah dikamarnya.


Ais sangat bersyukur kak Rey menjadi imamnya, dan sangat berharap cinta kasih mereka akan di ridhoi oleh Allah sampai ke Jannahnya. Dan Ais pun sudah mempersiapkan dirinya untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri karena memang pernikahan mereka sudah hampir dua bulan, dan ia belum menjalankan kewajibannya sama sekali.


Malam sudah semakin larut Ais pun sudah membersihkan dirinya, begitu juga dengan Rey.


"Khumairohku.. Apa kau sudah siap dan tidak merasa terpaksa "Ucap Rey tersenyum manis pada istrinya.


"Inshaa Allah imamku"Ucap Ais tertunduk malu.


Merekapun melakukan sholat sunat berjamaah dua rokaan untuk memulai ritual suci dalam pernikahan mereka. Setelah selesai Rey memegang ubun - ubun istrinya dan membaca doa untuk malam pertama mereka.


Ais tampak gelisah karena jujur saja ia merasa sangat takut, dan hanya berpasarah kepada Allah, ia akan mengikhlaskan semuanya juga karena Allah.


Rey telah mengucapkan salam pada istrinya sambil mengecup keningnya. Ais menjawab salam suaminya dengan wajah yang sudah bersemu merah.


Perlahan Rey memulai strategi perangnya dengan megecup Kedua mata istrinya, turun ke hidung, dan perlahan semakin turun keleher jenjang istrinya yang mulus, dia berlama -lama disana dan meninggalkan tanda kepemilikannya, dan perlahan turun ke bibir ranum istrinya yang terasa sangat manis.


Ais tak bisa melukiskan apa yang sedang ia rasakan saat ini, karena seumur hidupnya ini pertama sekali bagi Ais bersentuhan dengan lelaki dewasa secara langsung dan intim.


Tubuhnya terasa memanas dan detak jantungnya mulai berpacu dengan cepat, keringat mulai membasahi dahinya, pertempuran itu sedang tahap warming up.


Saat hasrta keduanya mulai berjalan seirama tiba - tiba pintu kamar mereka diketuk sangat keras.


"Tok... Tok... Kak Ais... Tolong kak... Dedek panas tinggi kak, dia demam"Ucap Amy adik Ais yang nomor dua dari bungsu.


Beruntuk semua perlengkapan Ais dan Rey belum ada yang dilepas, nafas keduanya masih tersenggal. Ais tersenyum melihat wajah suaminya yang frustasi.


"Maaf... "Ucap Ais merasa bersalah sambil memengang tangan suaminya yang masih berkeringat.


Melihat wajah kekasihnya yang merasa bersalah Rey segera tersenyum.


"Nggak apa - apa sayang masih banyak waktu untuk kita bisa melanjutkannya, sekarang kita bawa dedek kerumah sakit ya, ayo bersiaplah"Bisik Rey sambil memeluk istrinya tersayang.


"Terima kasih imamku"Ucap Ais merona.


Rey segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat untuk memberikan pertolongan pada Dedek adik Ais yang bungsu, meski itu bukan nama aslinya melainkan nama panggilan kesayangnnya.


*Rumah Sakit.....


Dedek dibawa ke IGD, demamnya sangat tinggi membuat Ais sangat khawatir, Rey segera menenangkan kekasihnya bahwa semua akan baik - baik saja, serahkan semuanya hanya pada Allah.


Beruntunglah setelah menunggu hampir tiga jam akhirnya panas badan dedek mulai turun dan diperbolehkan pulang tetapi harus menebus obatnya dulu ke apotik terdekat.


Diperjalanan pulang tampak Amy dan dedek sudah tertidur dikursi belakang saling berbelukan. Rey memandang istrinya dan mengenggam tangan istrinya "Jangan bersedih ya Inshaa Allha Dedek akan baik - baik saja" Sambil tersenyum.


Ais membalas senyum suaminya dan menatap manik hitam suaminya dengan penuh syukur dan cinta.


Ya Allah... aku sangat beruntung kau berikan seorang imam seperti kak Rey, terima kasih ya Allah. Batin Ais bahagia.


Keduanya saling terdiam hanya tangan mereka yang saling mengenggam mengalirkan kehangatan ditengah dinginnya udara malam menjelang pagi.


Sampai dirumah Ais segera membantu kedua adiknya untuk tidur dikamar mereka berdua, dan Rey segera menuju Kamarnya dan Ais.


Kedua adik Ais sangat pengertian.


"Kak... maafkan Amy dan dedek ya, sudah menganggu waktu kakak bersama bang Rey"Ucap Amy sedih.


"Dek... kalian nggak salah kok, karena hanya kakak yang ada dirumah dan tempat untuk berkeluh kesah atau meminta tolong, dan kakak merasa senang bisa guna untuk kalian. Coba kalau ada ayah dan ibu apa kalian akan meminta tolong kakak, nggak kan"Terang Ais sambil memeluk adik - adiknya.


Kakak titip Dedek ya, karena kakak harus kembali ke kamar. Ais meninggalkan kamar adik - adiknya dan menuju ke kamarnya. Saat membuka pintu kamar dilihatnya kak Rey sudah tertidur lelap karena kelelahan. Ais memandang wajah suaminya yang sedang tertidur.


"Sangat tampan, aku sangat beruntung bisa memilikimu kak Rey"Ucap Ais sambil mengecup kening suaminya.


Ais berbaring disamping suaminya berselimutkan pelukan hangat suaminya yang membawanya terbang ke bebas ke alam mimpi yang indah.

__ADS_1


Bisakah Rey melancarkan serangnya ke medan tempur yang sesungguhnya.....


ikuti terus kisahnya ya...


Thanks for reading ๐Ÿ˜


Maksih juga like and komennya ๐Ÿ˜


Makasih juga yang dah kasih Votenya semurah rezeki ๐Ÿ˜


Dan untuk semua readers lovers semoga sehat dan bahagia selalu ๐Ÿ˜


Salam Manis,


๐Ÿค—


Author


Sambil menunggu ceritaku yang ini Up baca juga Novelku Cinta Bersemi Diujung Musim.


Dan karya apik author yang lain :


Fit Fithree Fitri.


Arsitek Cantik. Cinta Untuk Dokter Nisa.


Mengejar Cinta Ariel


Almaira My Secret Wife


My Love My Babysitter


*Sohibul Ikhsan. Putih Abu - Abu


Kembar Tidak Identik


*Ergina Putri


Melawan Rasa Takutku


My Heart Is Only For You


*Sudrun


Penjelah Malam


Samudra


*Putri Tanjung


OB Kerudung Biru


*Envy Yo Wesben.


My Princess OG.


*Sisca Nasty


Mafia in Love


*Cindyelvira


Ketika Muslimah Jatuh Cinta


Istri Sholehah

__ADS_1


*Karlina Sulaiman


Mencintaimu Dalam Diam


__ADS_2