Nyanyian Takdir Aisyah

Nyanyian Takdir Aisyah
KABAR DARI AYAH


__ADS_3

Setelah acara lamaran itu sekarang tibalah waktunya bagi Maria untuk terbang ke Kota C dan menjadi CEO disana, dan ia berangkat ditemani oleh Biyan.


Sedangkan kedua orangtua Biyan juga bertolak ke Jepang dihari yang sama dengan Maria. Semua sudah bersiap untuk berangkat ke bandara. Selama perjalananan ke bandara dua iringan mobil segera muncur bersama.


Disepanjang perjalanan Maria dan Ais tampak berbincang kadang tersenyum dan kadang sesekali juga diselingi dengan air mata, karena keduanya merasa akan saling merindukan , sebab terpisah oleh ruang dan waktu.


Rey yang memperhatikan dua wanita yang sangat ia cintai saling merangkul dan saling berbagi suka dan duka, sebentar lagi mereka akan segera berpisah jadi wajar saja mereka akan bersikap seperti itu.


Tak terasa mereka sudah tiba dibandara, sebelum mengantarkan Maria dan Biyan, mereka terlebih dahulu mengantar tuan Nakamura dan istrinya untuk bertolak ke Jepang.


"Ais tadinya aku sudah berkhayal yang akan menjadi menantuku itu adalah dirimu, tetapi Biyan sedikit payah dalam urusan cinta maka itu dia terlambat"Ucap mama Biyan sambil memeluk Ais. Maria yang menyaksikan itu hatinya sedikit kecewa, ternyata mama Biyan lebih menyayangi Ais dari pada dirinya.


Ais yang menyadari perubahan raut muka Maria segera menarik tangannya. Dan berkata pada mama Biyan.


"Mama apa kau juga lupa kalau kau masih punya seorang putri lagi yang akan menyayangimu dihari tuamu dan memberikan cucu yang banyak untukmu"Ucap Ais sambil menarik tangan Maria mendekat. Maria hanya tersenyum kecut.


"Maaf kan mama sayang hampir melupakanmu, kemari lah biar mama peluk dirimu"


Keduanya saling berpelukan, Maria menangis karena tetiba merindukan pelukan maminya yang telah pergi meninggalkannya. Sedang asyik berpelukan terdengarlah panggilan bagi paea penumpang yang akan bertolak ke Jepang untuk segera cek in.


"Sayang mama akan pergi sekarang, segeralah menikah dan berikan mama banyak cucu"Ucap mama Biyan sambil mengecup kening Maria lembut.


"Terimakasih mama, segera kasih kabar kalau sudah sampai ya"Ucap Maria sedih.


"Iya sayang, jaga dirimu dan Biyan baik - baik, segeralah menikah mama menyayangimu"


Akhirnya pesawat yang membawa kedua orangtua Biyan sudah melinggalkan landasan dan sekarang waktunya untuk Maria dan Biyan terbang ke kota C.


"Mariaaa... aku akan sangat merindukan mu"Peluk Ais dengan berurai air mata.


"Ais tolong jaga abangku dan ponakanku tersayang,aku sangat mencintai kalian semua"Peluk Maria.


Biyan dan rey juga saling berpelukan.


"Tolong jaga Maria untukku, hanya dia lah keluargaku satu - satunya "Ucap Biyan.


"Jangan khawatir bro, aku akan menjaganya sebaik mungkin"Ucap Biyan sambil merangkul Rey.


Keduanya segera berpamitan, lambaian tangan Maria diiringi tangisan Ais. "Ayang... jangan terlalu bersedih... kita masih bisa bertemu mereka nanti kalau kangen" Rey memeluk istrinya dengan lembut.


Sekarang tinggal lah mereka berdua saling berpelukan, "Kita pulang Ayang "Rey merangkul istrinya mesra dan mencium keningnya lembut.


Dari kejauhan seseorang yang selalu memantau kegiatan Ais diluar rumah membatin.


Tak lama lagi Ais juga akan meninggalakmu Rey.. dia akan menjadi milikku, tunggu lah Ais sebentar lagi kita akan bersama dan kau pasti akan selalu bahagia.


Disepanjang perjalanan menuju pulang Ais tampak murung , dan Rey segera menghibur istrinya dengan membawanya ke kebun bunga. Dengan melihat aneka bunga mood Ais akan kembali tenang dan nampak sedikit hilang kesedihannya.


"Ayang... sekarang kita makan dulu ya, kamu udah laperkan"

__ADS_1


"Iya.. tapi pilih tempat makan cepat saji saja ya jangan ke restoran yang mahal "


"Siap bidadariku, ayo kita berangkat"


Dengan perasaan yang sudah sedikit membaik, kini Ais sudah kembali tersenyum dan itu merupakan obat penenang yang baik untuk Rey.


Mobil Rey sudah melaju perlahan menuju tempat makan yang diinginkan Ais. setelah sampai Ais segera memesan makanan yang diinginkannya. Sedang asyik menikmati makananya Hp Ais berbunyi sebuah pesan masuk, dan Ais segera meraih Hp yang ada dalam tasnya.


"Dari siapa Ayang"


"Dari ayah, Yang"


"Apa pesannya"


"Meminta Ais dan Alif untuk pulang, katanya ibu kangen"


Rey terdiam, dia binggung sekarang apa yang harus dia lakukan, mengizinkan Ais pulang atau tetap mempertahankan Ais disampingnya. Rey tampak murung, binggung dengan apa yang harus dia pikirkan. Kalau membiarkan Ais pulang dia tak bisa ikut karena pekerjaannya dan itu merupakan pukulan yang berat buat Rey.


Ais juga sibuk dengan pikirannya. Ia merasa aneh saja karena selama ini ayah tak pernah mengirim pesan karena tak bisa mengetiknya, kalau ada sesuatu ayah pasti akan menelpon. Itu pesan dari ayah atau dari seseorang yang sengaja mengirim pesan, atau ayah lupa mengisi pulsa dan menyuruh adek untuk mengirim pesan, pikir Ais.


"Ayang....kita pulang "Ucap Rey


"Hemm"


Keduanya segera meninggalkan tempat yang tadi mereka tempati. Ais masih asyik dengan pikirannya sementara Rey diam memikirkan keputusan apa yang harus diambilnya.


"Ayang... apa sebaiknya kamu telpon ayah dulu dan tanyakan kebenarannya"Ucap Rey seakan tahu pemikiran Ais.


Ais segera menelepon ayahnya di indonesia


"Tut... tut... "


"Angkatlah dan katakan kalau ibu Ais sedanh sakit, dan Ais akan segera kembali ke sini"Ancam seorang lelaki yang bertubuh tegap dan berotot yang merupakan suruhan seseorang.


Dengan wajah yang sangat tertekan ayah mengangkat telepon Ais, karena diancam seseorang.


"Assalamualaikum Ais sayang"


"Waalaikumussalam ayah"


"Bagaimana kabar ayah dan ibu, mengapa mengirim pesan ,apa ayah kehabisan pulsa"Tanya Ais senang karena rindunya terobati dengan mendengar suara ayahnya.


"Ayah baik - baik saja Ais tapi ibu... "Ayah tak melanjutkan ucapannya.


"Ibu kenapa yah, kita video call saja ya, biar Ais bisa melihat ibu dan ayah"


"Nggak usah nak, ibu sedang tidak mau kau lihat, ibu sedang sakit sekarang dan memintamu untuk pulang "Ucap ayah dengan nada yang sedih.


"Ibu sakit apa yah, apakah parah yah"

__ADS_1


"Ayah... jawablah"


"Ayah...!! "


"Pulang saja nak"


"Nanti Ais akan izin kak Rey dulu yah, kalau diizinkan nanti Ais akan pulang, Ais tutup ya yah, Assalamualaikum "Pamit Ais dengan linangan air mata.


Ya Allah maafkan ayah Ais, ayah terpaksa membohongimu, jangan pulang nak, bahaya menunggumu disini, Lindungi putriku ya Allah dimanapun ia berada, semua hanya ku serahkan padamu, Laa haulawala quata illabillah, batin ayah menagis.


Seseorang tersenyum puas, "Selamat datang Aisku sayang, aku akan menjemputmu dibandara dan membawamu pergi yang sangat jauh, sehingga tak satu pun orang yang akan menghalangi kita untuk bersama"


*****


Ais menangis setelah menelpon ayahnya, dan Rey merasa tak tega melihat kekasihnya bersedih.


"Ayang... bersabarlah, sebentar lagi kita sampai rumah, segeralah nanti berwudu dan sholatlah sampaikan keluh kesahmu pada yang memiliki kita" Ucap Rey bijak.


Ais mengangguk dan bersandar dibahu suaminya yang selalu bisa bersikap bijak saat Ais menghadapi masalah.


Mobil terus melaju dalam keramaian, menuju ke rumah mereka, karena kelelahan menangis Ais tertidur dengan lelehan air mata yang masih membekas di pipinya.


Ya Allah... sungguh kasihan kekasihku baru saja ia merasakan sedikit bahagia, kini harus kembali bersimbah air mata, sungguh berat ujian yang kau berikan padanya. Sayangilah kekasihku ya Allah, berilah ia kebahagian disisa kehidupan kami, batin Rey.


Kini mobil Rey sudah memasuki halaman rumah mereka, bibi dan pak Ahmat segera menghampiri dan ingin membuka pintu mobil.


"Pak... biarkan Ais tidur, nanti akan saya bawa ke kamar, tolong parkirkan saja mobil ini, dan bibi tolong jaga Alif dulu karena Ais sedang menghadapi sebuah masalah yang berat"Ucap Rey.


Rey segera menggendong tubuh istrinya yang tertidur dengan nyenyak Karena kelelahan. Diletakkannya Ais perlahan diatas tempat tidur Merek dengan hati - hati karena tak mau istrinya terbangun.


"Tidurlah Ayang, semoga kau merasa lebih. baik nanti"Ucap Rey sambil membelai wajah kekasihnya.


Rey segera membersihkan dirinya dikamar mandi, meski terlihat tegar dan kuat sesungguhnya Rey pun merasa rapuh. Setelah selesai ia segera berwudu dan sholat istikhoroh dan berdoa kepada Allah untuk memberikan jalan terbaik untuknya dan Ais.


Setelah sholat Rey segera berbaring dan memeluk istrinya, dan ikut berlabuh kemuara mimpi yang tak bertepi.


Namun satu yang pasti setelah sholat ia merasa tak ingin memberi izin untuk Ais pulang, entah mengapa ia pun tak tahu apa alasannya, *maafkan aku yang egois sayang... maafkan aku, semoga esok kita bisa membuat keputusan yang tepat.


Kadang sesuatu yang menurut kita baik belum tentu yang terbaik, namun sesuatu yang kita anggap buruk bisa jadi sebenarnya itulah yang terbaik untuk kita*.


To be continue


Makasih dah mampir 😍


Yang ikhlas kasih like, komen, dan Vote nya mksh banyak ya semoga sehat dan bahagia selalu 😍


Salam Manis,


🤗

__ADS_1


Author


__ADS_2