
Rey segera melarikan istrinya kerumah sakit dengan memacu kendaraannya secepat mungkin, Maria membawa Alif dan bersama dengan om Jon.
Sampai dirumah sakit Rey segera membopong istrinya memasuki ruang IGD, bajunya sudah kotor karena noda darah Ais yang banyak keluar.
Ais semakin pucat dan tak sadarkan diri, petugas medis segera menangani Ais dengan cekatan dan akhirnya harus dibawa keruang operasi karena terjadi sesuatu terhadap kandungannya.
Rey tak henti -hentinya merasa gelisah dan mondar mandir, air matanya tumpah begitu saja, ia tak memyangka bahwa firasat Ais tak pernah meleset mengenai akan terjadi sesuatu yang buruk. Rey merasa Sungguh malang nasib istrinya harus selalu sakit dan menderita karenanya. Apa karena menikah dengannya Ais menjadi bernasib sial terus.
Apa aku harus melepasmu Ais baru kau akan selalu tersenyum, tapi aku tak sanggup rasanya bila harus berpisah dengan mu Ais batin Rey.
Maria beserta pak Ton baru datang mereka sangat terkejut melihat Rey yang bajunya penuh dengan darah, dengan segera Maria memesan baju untuk Rey melalui pak Amat. Setelah beberapa menit Akhirnya baju Rey sampai. Dengan segera Rey mengganti pakaiannya ia juga meminta Maria untuk mencari baju ganti untuk Ais.
Setelah lama menanti akhirnya pintu ruangan operasi terbuka, dan dokter segera memanggil suami nyonya Ais. Rey segera masuk kedalam mengikuti dokter, disana ia bisa melihat istrinya yang terbaring tak berdaya, hati Rey tentu saja terasa sangat sangat hancur.
"Silahkan duduk pak Reyhan"Ucap dokter ramah.
Rey segera duduk ditempat yang telah dokter persilahkan tadi. Dan dokter segera berbicara setelah Rey duduk dengan posisi yang pas.
"Begini pak, kondisi istri bapak tadinya sempat kritis dan kami mohon maaf karena tidak bisa menyelamatkan janin yang ada dalam kandungan istri bapak. Karena memfalami benturan yang kuat Membuatnya tak bisa bertahan.
Namun kondisi istri bapak sekarang sudah stabil dan sekitaran satu jam lagi baru akan kami pindahkan keruang perawatan dan untuk beberapa tahun kedepan kisaran 2 atau 3 tahun lah istri bapak belum boleh hamil dulu.
Rey terdiam mendengar apa yang dokter katakan, ia tak dapat membayangkan bagaimana perasaan Ais nanti kalau ia tersadar karena kehilangan putri yang sangat ia harapkan.
"Iya dok saya mengerti, terima kasih banyak, pokoknya berikan pelayanan terbaik dirumah sakit ini untuk istri saya dok"Ucap Rey sedih segera bangkit dari duduknya.
"Terima kasih banyak dok"ucap Rey meninggalkan ruangan.
Setelah sampai diluar Rey segera memeluk tubuh munggil putranya sebagai pelipur lara.
Maria perlahan mendekat dan menyentuh pundak kakaknya, ia sangat tahu kakaknya terpukul sekali melihat orang yang sangat dicintainya terbaring tak berdaya.
"Kakak yang sabar ya, mungkin ini yang terbaik untuk kak Rey dan Ais. Dan semoga Ais segera sadar dan kembali sehat"Ucap Maria menguatkan kakaknya.
Rey tersenyum dengan terpaksa dan ia baru teringat untuk memerintahkan anak buahnya untuk melihat CCTV kantor siapa yang telah menabrak istrinya dan memintanya untuk segera mengurus orang tersebut.
Tak lama selang setengah jam Rey mendapat telepon dari anak buahnya.
"Haloo Tuan Rey, kami sudah melihat rekamannya dan sudah tahu dia seorang wanita yang memang sengaja menabrak nyonya"
__ADS_1
"Kalau begitu segera kalian urus saja"
"Tapi tuan saat kami menyisisr semua ruangan, kami menemukan wanita itu sudah tak bernyawa didalam toilet, dan tidak ada satu pun yang tahu siapa yang melakukannya"
"Apa kalian sudah memeriksa Semua kamera yang ada dikantor"
"Sudah tuan dan sepertinya tak ada satupun yang mencurigakan, pekerjaan orang itu sangat rapi"
Rey tampak berpikir apa orang yang menabrak istrinya adalah suruhan seseorang, apa Ais dan Alif akan tidak aman tinggal bersamaku di Amrik, apa sebaiknya mereka pulang ke Indonesia saja, supaya lebih aman, batin Rey.
Saat Rey sedang kalut dengan pikirannya rombongan medis segera keluar mendorong ranjang yang ditiduri istrinya menuju keruang perawatan, dengan tergesa Rey segera berlari mengikuti rombongan itu. Dan Maria beserta Alif juga pak Jon terlihat ikut juga dari kejauhan.
Ais sudah terbaring diruang perawatannya dan Rey menatap pilu pada wajah pucat istrinya yang masih terpejam, perlahan digenggamnya jemari Ais yang dingin dan dikecupnya seakan mereka baru bertemu, Rey tak mau melepaskan genggaman tangannya. Saat sedang asyik dengan kesendiriannya rombongan Maria masuk keruangan juga.
"Bagaimana keadaan Ais kak"
"Dia baik - baik saja"
"Kak Rey makan dulu ya, habis itu sholat"
"Kakak tidak lapar, nanti kakak akan segera sholat"
"Kak Rey harus makan, kalau kakak lemah siapa yang akan menjaga Ais"
"Baiklah nanti kakak akan makan, tolong kau bawa dulu Alif pulang ke rumah"
"Baiklah tetapi kakak harus makan ya, kami. pulang sekarang"Maria pun pamit dan segera membawa Alif yang telah tertidur digendongan Maria.
"Nak Rey"Sapa pak Toni
"Saya juga mohon pamit, sementara nak Ais belum sehat bapak akan menangai masalah perusahaan, kamu fokus saja pada istrimu"
"Terima kasih pak Toni, aku tak akan bisa membayar budi baik bapak"Sambik merangkuk pak Toni.
"Aku hanya berusaha membalas semua kebaikan orangtuamu dan ini tidak akan sebanding dengan apa yang telah orantuamu lakukan untuk kehidupan keluarga bapak"
"Jagalah Ais dan Alif dengan baik sepertinya badai mulai menerpa rumah tanggamu, dan bapak yakin ini baru dimulai nak"
"Iya pak, semoga saja semua segera berlalu, dan mohon bimbingannya untuk selalu membantu saya dan keluarga saya"
__ADS_1
Pak Joni menepuk pundak Rey dan segera berlalu meninggalkan ruangan Aisyah.
Rey segera berwudu dan menunaikan sholat Asyar dan ia memohon kesembuhan Ais dan keikhlasan karena kehilangan putri mereka yang belum lahir.
Ais sudah terbangun dan ia merasakan amat sakit disekujur tubuhnya, dan ia segera ingat dengan kejadian yang baru saja dialaminya. Perlahan Ais meraba perutnya yang sudah datar, terasa sangat sesak didadanya mengingat buah hatinya yang telah pergi, namun dengan cepat Ais beristiqfar memohon ampunan Allah karena telah berprasangka buruk pada sang Khalik. Ais merasakan bulir - bulir hangat itu turun disudut matanya. Kemudian Ais baru melihat sekelilingnya dan melihat suaminya yang sedang bermunajat dengan linangan air mata.
"Ayang... "
Mendengar suara istrinya dengan cepat Rey bangun dan menghampiri istrinya, segera dikecupnya kening Ais dengan lembut.
"Ayang udah bangun, apa merasa haus"
"Iya Yang sedikit"
Rey segera mengambilkan segelas air putih diatas nakas dan memberikannya pada Ais.
"Minumlah dan apa kau lapar"
Ais segera meminum habis air yang Rey berikan.
"Maksih Yang tapi akuntidak lapar"
Tanpa dikontrol air mata air kembali menetes, dan Rey segera memeluknya.
"Ayang yang kuat dan sabar ya, semua sudah menjadi kehendakNya"
"kita sudah kehilangan putri kita yang belum sempat melihat indahnya dunia"Ucap Ais pilu
"Ya kita memang kehilangannya didunia ini tetapi nanti ia akan menyambut kita nanti akhirat saat kita kembali, jadi ikhlaskan semuanya sayang" Ucap Rey sambil memeluk lembut istrinya tercinta.
To be continue..
Thanks for reading 😍
makasih juga like, komen, dan votenya 😍
Semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu,aamiin.
Salam Manis,
__ADS_1
🤗
Author