
Setelah mendapatkan telepon dari seorang pria yang mengaku telah membawa istri dan anaknya Rey terlihat sangat prustasi, apa lagi semua anak buahnya yang telah ditugaskannya untuk melacak keberadaan putra dan istrinya belum membuahkan hasil.
Hampir seharian Rey bolak balik ruangannya dengan memegang Hp, dan Antonio dibuat sangat pusing olehnya.
"Bro apa kau tidak sebaiknya menelepon kepolisian".
"Belum bisa bro ini belum satu kali dua puluh empat jam, belum bisa lapor ".
"Trus apa yang akan kita lakukan, menunggu saja".
"Sepertinya ditempat Ais dan Alif dibawa tidak ada sinyal soalnya aku nggak bisa melacak mereka dari liontin Ais.
*****
Manstion....
Sebuah mobil jeep kuno berwarna merah masuki halaman mansion, dan semua pelayan telah berbaris rapi menyambut tuan besar mereka.
Sebenarnya tuan mereka adalah orang yang baik, namun karena obsesinya terhadap seorang wanita membuatnya berubah menjadi dingin dan sedikit kejam.
"Selamat datang tuan Reza".
"Terimakasih Ronald, apa kekasihku sudah ada di mansion, dan apa putranya juga ikut".
"Iya Tuan Reza, kekasih anda dan putranya sudah ada didalam dan sedang beristirahat.
"Biarkan mereka istirahat nanti aku akan mengajak Alif jalan - jalan karena aku sudah janji padanya untuk mengajaknya jalan - jalan, dan nanti sore kami akan berangkat".
"Bilang sama bibi ke satu untuk menyiapkan makan siang buat kami tapi biarkan mereka makan dikamarnya saja, aku belum siap bertemu dengan kekasihku".
"Baik tuan Reza".
Reze segera memasuki kamarnya untuk beristirahat, entah bagaimana menggambarkan perasaannya saat ini, dia. berbaring sambil senyam senyum sendiri, teringat masa - masa dia masih SMP bersama Ais , setiap hari selalu bisa memandang wajahnya, dan hari ini ia akan kembali melihat Ais secara nyata, setelah sekian tahun.
Semakin memikirkan Ais kerinduannya semakin membuncah, ia memberanikan diri untuk melihat Ais ke kamarnya.Perlahan Reza menuju ke kamar Ais, keringat dingin sudah mengucur membasahi tubunya yang atletis, dan jika orang lain melihatnya pasti mereka akan tertawa, seorang yang sangat ditakuti didunia bisnis maupun dunia mafia bisa. sangat takut hanya akan bertemu dengan seorang wanita.
"Klek" Gagang pintu terbuka perlahan Reza melongokan kepalanya kedalam kamar Ais, ia langsung terpaku memandang seseorang yang sudah sangat lama dirindukannya tertidur pulas dalam balutan mukena sutra bermotif bunga lili.
__ADS_1
Subhanallah ya Allah, wajah ini, sudah sangat lama aku rindukan, ingin rasanya kudekap dan kupeluk dengan erat. Andai dia kekasihku andai dia istriku, sungguh kebahagiaan yang luar biasa untukku, namun sayang kau belum menjadi miliku kau masih milik orang lain, aku akan segera membuar Rey untuk melepasmu agar aku bisa menghalalkanmu, cukuplah sekian tahun kau bersama Reyhan namun hanya air mata kau dapat dan sekaranglah waktunya kau bahagia bersamaku Ais.
"Ehmm... kak Rey tolong aku".Lindur Ais.
Dengan cepat Reza berjongkok takut Ais melihatnya.
Dalam tidurpun kau masih menyebut namanya Ais, sungguh beruntung dirimu Reyhan.
Setelah puas memandangi wajah Ais kini Reza perlahan berjalan menuju keluar kamar Ais, tak terasa air matanya turun meleleh disudut matanya. Ia merasa sangat bahagia dan terharu bercampur menjadi rasa yang semakin aneh didadanya.
Aku semakin tidak mengerti dengan diriku Ais, entah sampai berapa lama lagi aku akan menahan semua asa ini.
Deringan telepon membuat lamunan Reza buyar, dengan segera ia berjalan menuju ruang kerjanya untuk menjawab telepon dari anak buahnya yang berada diIndonesia.
"Hallo ada kabar apa sampai kalian berani meneleponku hah".
"Kami ingin melaporkan kalau orangtua gadis itu sedang sakit sekarang karena merindukan putri dan cucunya, sebab Hp nya sudah kami sita".
"Baguslah aku akan segera membawa anak dan cucunya pulang".
"Kami akan berangkat minggu depan".Sambil menutup telepon.
Sebaiknya aku segera menghubungi Rey untuk negosiasi.
*****
Ditempat Lain....
Semua orang dikediaman Rey terlihat tegang pasalnya majikan mereka yang selama ini tidak pernah marah menjadi uring - uringan, dan semua perabot diruang kerjanya kini berantakan dan hampir hancur karena dilempar oleh Rey yang merasa sangat kesal tidak mampu melindungi anak dan istrinya.
"Akhhh... mengapa aku begitu lemah, tak becus melindungi anak dan istriku, Ais... Alif kalian dimana sayang ini sudah hampir dua hari". Sambil menangis terduduk disudut ruang kerjanya yang juga sangat berantakan seperti hatinya.
Saat suara Hp nya berdering dengan sigap Rey menerimanya, berharap itu kabar tentang anak dan istrinya.
"Halo Assalamualaikum ".
"Waalaikumussalam bagaimana kabarmu Rey, pasti kau sangat tersiksa kan, sepi tanpa Ais dan putramu Alif, begitu juga yang aku radakan selama ini, kesepian".
__ADS_1
"Siapa kamu, dan apa maumu mengapa kau mengganggu anak dan istriku, berapa tebusan yang kau minta".
"Ha... ha..., aku tidak butuh uangmu Rey, aku punya banyak uang dan tidak kekurangan apapun dalam hal materi".
"Lalu apa yang kau mau hah".
"Sebuah kesepakatan atau istilahnya negosiasi ".
"Kesepakatan apa yang kau mau" Rey semakin terpancing emosi, dan hampir melupakan akal sehatnya.
"Kau tinggal memilih berikan aku satu harta terindahmu".
"Apa maksudmu brengsek".Emosi akhirnya menguasai Rey.
"Ha... ha... akhirnya aku bisa juga mendengar makian darimu Rey, ternyata sabarmu hanya sebatas ini ha.. ha.. ".
Rey yang tersadar dengan ejekan seseorang diseberang telepon kembali bisa menguasai emosinya.
Astagfirullah ya Allah, ampuni aku karena hilaf terlepas dari mengingatmu dan malah mengikuti hawa nafsuku, ampuni aku ya Allah, bantulah aku untuk keluar dari kemelut ini, lindungilah anak dan istriku dimanapun ia berada.
"Bagaimana Rey aku memberimu pilihan kau mau memberikan Ais atau Alif padaku, aku akan tunggunjawabanmu karena minggu depan kalau kau tidak memberikan jawaban maka kau akan kehilangan keduanya, aku akan membawa mereka ke tempat yang jauh agar kau tak lagi bisa menemui mereka".
"Siapa pun kamu tolong jangan beri aku pilihan yang sulit ini demi Allah aku tidak akan sanggup untuk memilih salah satu diantara mereka apalagi harus kehilangan keduanya, biarkanlah aku mau serakah kali ini".
"Ha... ha... kau sangat lucu Rey, aku tunggu pilihanmu nanti aku akan kembali menghubungimu".
"Hei tunggu jangan diputus tolong jangan beri aku pilihan itu tolong... hei... heiii haloooo".
Namun sambungan telepon itu telah terputus dan tampak semakin terburuk.
Ya Allah tolonglah aku... mami.. papi... Mariaaa...ayah... ibu... aku butuh pelukan kalian, aku mencintai anak dan istriku melebihi diriku sendiri aku tak akan sanggup tanpa keduanya tolong aku ya Robb jangan beri aku pilihan sulit ini aku mau keduanya.
Kini tubuh kekar itu terkulai seolah tanpa jiwa, Rey tertidur dalam kerapuhan jiwanya berharap esok akan menemukan titik terang untuk kehidupannya.
Akankah Rey memilih salah satunya atau Rey akan melepaskan keduanya tunggu kisahnya diepisode berikutnya ya.
Bersambung......
__ADS_1