
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Hari ini adalah harinya Nessa, ya...sejak kemarin Nessa merengek ingin berjalan-jalan sendiri saja namun Serkhan belum mengijinkan, segala upaya Nessa kerahkan hingga dirinya memegang kendali semalam saat bertempur demi ingin berjalan sendiri, tentu Serkhan mengijinkan sebab dirinya sudah dipuaskan oleh sang ratu namun dengan syarat Maria tetap ikut bersama sang istri sebab Anne yang biasanya menemani sedang pergi bersama Baba sebab ada kepentingan.
Nessa sudah cantik dengan mengenakan drees khusus untuk bumil yang berwarna hijau, setelah mengantar sang suami sampai didepan pintu utama dengan memberikan vitamin yang diminta oleh suaminya sebelum berangkat kekantor, Nessa langsung mengganti pakaiannya dan setelah itu memanggil Maria untuk melakukan yang namanya me time.
Tanpa Nessa ketahui ternyata ada bodyguard bayangan yang selalu menjaga sang Nyonya dikejauhan.
Kini keduanya telah sampai dipusat perbelanjaan terbesar di Turki, Nessa berjalan berdampingan dengan Maria yang saat ini hanya menggunakan pakaian kasual sesuai dengan permintaan Nyonya mudanya dan menanggalkan pakaian perawat untuk sementara.
Ya...Nessa merasa risih jika berjalan bersama maria namun menggunakan pakaian perawat, seolah dirinya adalah seorang anak kecil yang perlu dipantau.
Hampir 2 jam lebih Nessa berkeliling didalam Mall tersebut namun sepertinya kaki mungil miliknya belum lelah sebab beberapa saat yang lalu mereka sempat mampir kesalah satu stand makanan dari Negara I.
Kini mereka berdua kembali berjalan-jalan kembali sambil menatap para pengunjung namun seketika mata Nessa berbinar saat melihat gaun cantik yang sesuai dengan seleranya.
"Ayo Maria kita kesana"...
Ajak Nessa dengan antusias sambil menggandeng tangan Maria membuat sang empu terkejut apalagi jalan sang Nyonya terlalu cepat.
"Nyonya...nyonya...pelan-pel..."...
Ucapannya terpotong saat melihat Sang Nyonya muda menabrak seseorang.
Bruk.
Jantung Maria berpacu lebih cepat, raut wajah yang sudah pucat pasi serta kedua tangan yang terasa dingin.
Kesadarannya seketika kembali saat mendengar pekikan seseorang namun dirinya tidak mengindahkan pekikan tersebut dan fokusnya kini pada sang Nyonya muda yang tengah mematung didalam dekapannya.
Ya...Maria masih sempat mendekap tubuh Nessa saat akan terhuyung kedepan, jika dirinya terlambat beberapa detik saja maka habis lah dirinya apalagi dia tau bayi yang didalam kandungan Nyonya mudanya adalah calon pewaris selanjutnya
"Nyonya...Nyonya baik-baik saja"...
Ucapnya dengan sangat panik apalagi melihat Nessa masih terpaku dengan pandangan kosong serta bibir sedikit bergetar.
"Nyonya..."...
Panggilnya sedikit keras sambil menggoyang-goyangkan kedua bahu Nessa.
__ADS_1
"HEI...kalau jalan pakai mata, punya mata nggak sih"...
Pekikan seorang wanita terdengar hingga membuat Maria seketika menoleh.
"Maaf Nyonya, namun sepertinya bukan Nyonya saya yang salah tapi anda lah yang salah sebab anda sedari tadi berjalan sambil fokus menatap ponsel"...
Ucapnya dengan datar sambil mengatur nafasnya dengan tangan masih mendekap sang Nyonya yang masih terdiam, sebab Maria sempat melihat dengan jelas seperti apa kejadian yang sebenarnya dan menurutnya bukan salah Nyonyanya saja namun salah wanita yang berbalut dress seksi tersebut.
"Kamu berani nyalahin saya, huh..."...
Tukasnya dengan suara tinggi sambil kedua tangan bertolak dipinggang.
"Kalian tidak apa-apa?"...
Tanya seorang pria yang tiba-tiba datang.
Maria menganggukkan kepalanya dan memberi isyarat untuk menangani masalah wanita yang masih marah-marah itu.
"Nyonya...mari kita duduk dulu"...
Ucapnya pelan sambil menggiring tubuh lemas Nessa kearah Kursi panjang yang tak jauh dari posisi mereka tanpa menghiraukan wanita yang masih berisik itu sebab bodyguard tersembunyi sudah muncul.
Nessa hanya mengikuti arahan dari Maria dan dirinya masih sangat syok, walau kenyataannya dia selamat namun kejadian barusan sungguh membuat dirinya sangat takut.
Maria menerima uluran sebotol air mineral dari salah satu Bodyguard sang Nyonya dan segera membuka lalu memberikan kepada Nyonya mudanya yang terlihat masih sangat syok.
Sedangkan disisi lain seorang pria dewasa tengah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi bahkan banyak pengendara yang membunyikan klakson karena ulahnya namun dirinya tidak perduli, karena saat ini fokusnya pada sang istri yang kemungkinan masih sangat syok.
Serkhan tadi sedang melakukan meeting namun karena ponselnya bergetar dirinya menghentikan sejenak meeting dan dahinya mengkerut saat melihat ID pemanggil yang berasal dari bodyguard yang ditugaskan untuk menjaga sang istri dan tiba-tiba saja perasaannya tidak enak dan ternyata benar telah terjadi sesuatu pada sang istri, tanpa menghiraukan lagi keadaan diruang meeting dirinya segera berlalu meninggalkan ruangan tersebut tanpa sepatah katapun dan untungnya Abbas dengan sigap menggantikan Tuannya tanpa tau apa yang terjadi namun dirinya bisa menduga jika keadaan sedang darurat.
BRAK.
Serkhan menutup pintu dengan keras tanpa menghiraukan apakah mobilnya sudah terparkir dengan benar atau tidak yang jelas fikirannya hanya NESSA, NESSA DAN NESSA.
Dengan berlari sekuat tenaga dan beberapa kali menyenggol bahu para pengunjung namun dirinya tidak perduli, yang diinginkannya agar dia secepatnya sampai dimana sang istri berada.
Hosh...hosh...hosh...
Serkhan mengatur nafasnya saat sudah berada didepan sang istri yang masih terdiam dengan pandangan kosongnya.
Maria yang paham lantas perlahan melepaskan dekapannya dan berdiri meninggakkan mereka berdua.
"Yang"...
Ucapnya dengan lembut sambil berjongkok tepat didepan sang istri.
__ADS_1
Serkhan membelai lembut wajah dingin sang istri dengan bibir yang masih bergetar dan warna yang pucat.
"Yang, hei...sudah tidak apa-apa...heum...mas disini sayang"...
Ucapnya lembut.
Tes.
Air mata Nessa seketika menetes.
"Maaf"...
Lirihnya namun tak lama pandangan Nessa mengabur dan menggelap.
Serkhan dengan sigap mendekap tubuh sang istri yang tidak sadarkan diri.
"Yang...yang"...
Ucapnya panik dan langsung mengangkat tubuh lemas Nessa.
Maria pun tak kalah paniknya namun matanya membulat sempurna saat melihat noda merah ditempat duduk yang tadi diduduki oleh Nyonya mudanya.
"Tuan"...
Pekiknya daan membuat Serkhan menghentikan langkahnya.
"Da...darahhh"...
Ucaapnya tergagap sambil menunjuk tempat duduk Nyonya mudanya yang saat ini tengah tak sadarkan diri didalam gendongan Tuannya.
Serkhan mengikuti arah yang ditunjuk oleh maria dan dirinya terkejut setengah mati melihat noda berwarna merah pekat itu sangat kontras dengan tempat duduk yang berwarna putih.
"Cepat Tuan, Rumah sakit"...
Lanjutnya kembali dan Serkhan langsung berjalan sedikit cepat untuk membawa sang istri ke rumah sakit, bisa saja dirinya berlari namun tak ingin mengambil resiko karena goncangan dari berlari.
Serkhan sungguh kalut dan takut terjadi apa-apa pada ratunya yang sedang menutup mata didalam dekapannya, dirinya sungguh sangat ceroboh karena ijinnya kini sang istri tak sadarkan diri ditambah ada noda darah, dirinya berharap tidak akan terjadi apa-apa nantinya.
Sedangkan ditempat kejadian sepasang mata masih menatap kearah seorang pria yang kini sedang menggendong wanita yang menabraknya tadi tak lama dirinya tersenyum, entah senyum apa yang pasti hanya dirinya dan Tuhan yang tau.
Senin...senin...
Like.vote.gift.
Jangan pelit atuh saling berbagiðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
😘😘😘