Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Detik-detik


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Baca abis berbuka yes🤭🤭🤭 ada 🔥🔥🔥 soalnya🤣🤣🤣 othor nggak tanggung jawab loo ya, kalo othor mah bebas🤣🤣🤣


Hari berganti begitu cepat dan tak terasa kandungan Nessa sudah memasuki usia sembilan bulan, hanya tinggal menunggu hari kelahiran bayi kembar calon penerus Bassam Group akan tiba.


Dan semenjak usia kandungan yang sudah tua, sang calon Daddy tidak beranjak sedikitpun dari sisi sang istri tercinta.


Semua pekerjaan dia serahkan pada Abbas dan juga Danu, namun sesekali dia masih harus meluangkan waktu jika dalam keadaan genting yang tidak bisa diwakilkan oleh orang lain.


Namun dia cukup beruntung sebab Baba ikut membantu mengatasi masalah yang berada di Negaranya.


Nessa tersenyum haru memandang wajah tampan sang suami yang saat ini sedang serius memijat kakinya yang membengkak, tak dipungkiri wanita muda yang usianya baru 19 tahun beberapa bulan lalu merasa sangat beruntung memiliki seorang suami yang sangat amat menyayanginya.


Terlepas dari perbedaan usia yang cukup jauh tak membuat Nessa malu justru dia sangat bangga memiliki suami yang dewasa baik sikap maupun umurnya.


"Apa sudah enakan yang?" Tanyanya tanpa melihat sang istri sedangkan saat ini dirinya sedang fokus pada kaki-kaki istrinya yang membengkak.


"Sudah mas, terima kasih banyak." Ucapnya dengan tulus dan memandang sang suami dengan penuh cinta.


Serkhan menghentikan kegiatannya dan mendongakkan kepalanya saat mendengar ucapan istrinya.


"Tak perlu berterima kasih yang, mas justru bahagia bisa mendampingi kalian seperti ini." Serkhan menatap lembut wajah sang istri yang semakin chuby namun dia sangat menyukainya sebab beberapa bagian favoritnya semakin menonjol dan menantang membuat dirinya selalu ingin bertempur walau akhir-akhir ini tidak seintens seperti sebelumnya.


Ahhh memikirkannya saja sudah membuat senjata miliknya bereaksi dan semakin lama semakin terasa nyeri karena terjebak didalam sarung brandednya.


Telapak tangannya yang masih bertengger dikaki sang istri perlahan dia gerakkan dengan gerakan lembut dan sesekali dirinya mencuri pandang terhadap istrinya yang saat ini kembali fokus pada ponsel mahal yang diberikannya beberapa bulan lalu dan tentu saja dia tahu apa yang dilakukan istrinya itu yang tidak lain adalah membaca novel online untuk mengisi waktu luangnya selama ini.


Serkhan menyeringai me sum dan telapak tangannya mulai merambat naik hingga saat ini sudah berada pada paha mulus sang istri dan kebetulan siang ini istrinya mengenakan terusan yang nyaman bagi ibu hamil namun hal tersebut malah membuat sang istri terlihat semakin seksih dimatanya.

__ADS_1


Usapannya perlahan kian naik hingga pangkal paha, Serkhan menikmati kemulusan kulit paha sang istri yang selalu membuatnya bergai rah.


Beberapa hari tidak mengeluarkan amunisi membuat senjatanya cepat bereaksi saat merasakan halusnya kulit yang biasanya dia jamah.


"Emmm mas." De sahnya pelan menatap sang suami dengan pandangan sayu bahkan ponsel yang tadi digenggamannya kini susah berpindah tempat.


"Bolehkah, mas ingin jenguk baby twins." Ijinnya dengan suara beratnya sebab saat ini dia sungguh bergai rah.


Nessa yang memang menginginkan sentuhan sang suami hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan sembari menggigit bibir bawahnya saat merasakan usapan manjah dipermukaan kain tempat surgawi suaminya.


Serkhan semakin intens mengusap dipermukaan itu, apalagi dia bisa menikmati wajah gai rah istrinya.


Perlahan dia menggeser duduknya agar bisa lebih dekat dengan sang istri tanpa menghentikan aktifitas jari nackalnya yang sedang asyik didalam daster istrinya itu.


Serkhan memajukan wajahnya dan perlahan dia melabuhkan bibirnya kearah bibir sang istri yang sedang terbuka sedikit sebab merasakan has rat yang membara.


Mereka saling me lu mat dan menge cap rasa manis yang tidak ada bosannya melakukan hal yang begitu membuat candu, Nessa yang dulunya gadis pemalu namun lambat laun dirinya menjadi lebih bisa mengimbangi sang suami sebab dia tak ingin adanya orang ketiga hadir diantara pernikahan mereka dan sebisa mungkin dirinya harus bisa menyenangkan kebutuhan biologis sang suami oleh sebab itu dia tak pernah menolak jika sang suami sedang menginginkannya selain dosa jika harus menolak keinginan suaminya itu.


"Pelan-pelan mas." Desisnya ketika dirinya sudah berbaring dengan posisi membelakangi suaminya.


Dan entah sejak kapan keduanya kini sudah naked ditengah teriknya matahari namun tak menyurutkan api gai rah yang telah membakar has rat keduanya.


Perlahan namun pasti gerakan pinggul Serkhan maju mundur membuat irama yang semakin memanas didalam ruangan tersebut bahkan dinginnya AC tidak bisa menembus panasnya api yang membakar keduanya.


Tangan Serkhan tak tinggal diam, kini tangan itu bergerak maju kedepan untuk meraih salah satu bukit yang semakin menantang.


Matanya terpejam menikmati senjatanya yang dijepit, digigit dan dihisap milik istrinya, sungguh rasa yang tidak pernah berubah sejak pertama dirinya yang memasuki goa kenik matan milik Nessa, bahkan kini dirinya semakin merasakan kenik matan yang tiada tara apalagi melihat body sang istri yang sungguh membuatnya selalu ber has rat.


"Oouuhhh nik mat yang, aahhh milikmu semakin sempit." De sahnya dengan ucapan vul garnya bahkan kini bibirnya terbenam diantara ceruk leher sang istri dan sedikit memberikan hisapan disana dan pasti akan meninggalkan jejak kepemilikan yang beberapa hari tidak dia buat.


"Aahhh mas, aku mau sampaaii." Pekiknya saat gelombang itu hampir tiba dan ini sudah hampir kedua kalinya sedangkan sang suami belum juga menunjukkan tanda-tanda akan sampai.


"Bersamaaa yang, tunggu mas." De sahnya sembari mempercepat gerakan pinggulnya saat dirinya juga hendak mencapai kenik matan.


"Aaarrggghhh." Pekik mereka secara bersamaan dan dia menjatuhkan tubuhnya dibelakang sang istri tanpa melepas penyatuan mereka sebab dia masih menikmati semburan cairan masuk kedalam rahim istrinya, alasannya adalah supaya baby twins mendapat vitaminnya🤣🤣🤣

__ADS_1


Nafas mereka memburu namun tak urung mereka menikmati pertempuran siang hari ini.


Mata Nessa yang tadinya terpejam menikmati sisa-sisa pelepasan kini dahinya mengeryit saat merasakan ada yang tidak beres dengan perutnya.


Nessa mencoba menghembuskan nafas dengan perlahan lalu mengusap lembut perutnya yang sedikit keram namun makin lama bukannya makin membaik malah semakin terasa nyeri.


"Mas...sssttt." Panggilnya sambil merasakan sakit diperutnya bahkan perutnya kini mengencang.


Mata Serkhan seketika terbuka saat mendengar suara rintihan istrinya lantas dirinya bangun perlahan dan melepaskan penyatuan mereka.


"Yang." Panggilnya lalu mencondongkan tubuhnya hingga dirinya melihat bahwa sang istri sedang menahan rasa sakit membuat dirinya seketika membola dan berubah panik.


"Yang, kamu mau lahiran." Pekiknya saat netranya tak sengaja menatap kebawah lebih tepatnya di dua bongkahan padat terdapat cairan dan dia sudah menebak jika itu bukan saja dari cairan miliknya melainkan cairan lain.


"Mas." Panggilnya tertahan saat merasakan perutnya kembali sakit.


Serkhan dengan buru-buru turun dari ranjang lalu memakai pakaian yang tadi dia gunakan sebelum bertempur.


"Tunggu yang, pakai dasternya dulu ya." Ucapnya dengan nada panik lantas memakaikan daster pada istrinya yang masih dalam keadaan naked.


Hap.


Serkhan perlahan mengangkat tubuh istrinya yang semakin padat berisi namun dia masih tetap kuat untuk mengangkat istri tercintanya itu.


"DITOOO....DITOOO...SIAPKAN MOBIL, ISTRIKU MAU MELAKIRKAN." Teriaknya saat sudah berada dilantai dasar.


Dito yang mendengar teriakan majikannya itu lantas segera buru-buru menyiapkan mobil yang khusus yang memang didalamnya sudah berisi tas untuk kebutuhan selama berada dirumah sakit.


Ya, sang mama mertualah yang menganjurkan hal tersebut jadi tidak terlalu repot saat keadaan genting seperti saat ini.


"Hubungi mertuaku, nanti kau jemput mereka." Titahnya dengan keadaan panik saat hendak masuk kedalam mobil yang sudah ada sopir dibalik kemudinya.


Dito menganggukkan kepalanya cepat lantas menutup pintu mobil tersebut dan mobil segera berlalu meninggalkannya yang masih syok.


"Apa begitu rasanya kalau istri hendak melahirkan." Lirihnya namun segera dirinya mengenyahkan fikiran buruknya, namun didalam setiap doanya dia tak lupa memanjatkan doa agar rumah tangganya diberikan mukjizat untuk memiliki buah hati dari rahim istrinya namun dia tak pernah berharap banyak apalagi ada Cahaya didalam kehidupan rumah tangganya, gadis kecil yang saat ini sangat menggemaskan bagi mereka berdua.

__ADS_1


"Ahhh...papi rindu kalian." De sahnya namun tak lama dirinya menepuk pelan jidatnya dan segera merogoh ponsel untuk menghubungi mertua dari majikannya.


Detik-detik Baby twins launching😍😍😍


__ADS_2