Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Flashback01


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Didalam kamar seorang gadis dengan keadaan yang sangat berantakan serta terdapat beberapa luka di area tubuhnya termasuk wajah yang dulunya chuby namun sekarang menjadi lebih tirus sedang menangis sesegukan dan badannya bergetar tengah memeluk lututnya, sedangkan diluar kamar masih terdengar suara gaduh...


"Dasar b*doh, bukankah sudah gue peringatkan elo untuk jangan menyentuhnya, apa mata loe buta hahhh!!!... bre**k..."...


Bugh...


Umpatan serta bogeman mentah seorang pria mendarat ke arah perut rekan kerjanya...


"Ckkk..."...


Decaknya saat badannya terjatuh kelantai akibat bogeman yang diterimanya, ya na**u birahinya tiba-tiba bangkit sebab ketika dirinya memasuki kamar yang berisikan seorang gadis yang tengah terlelap, niat hati hanya ingin meletakkan sepiring makanan namun siapa sangka rok yang dikenakan gadis tersebut tersingkap hingga menampilkan sebuah paha yang menggiurkan untuk dinikmatinya, alhasil dirinya mencoba untuk memperk*sa gadis tersebut, namun baru akan menyentuh gadis itu langsung terbangun dan memberontak serta berteriak kencang untuk tidak melakukan tindakan itu, karena na**unya tengah di ubun-ubun maka dirinya menampar serta merobek pakaian yang dikenakan oleh gadis tersebut agar tidak lagi memberontak tapi baru akan menyentuhnya lagi tiba-tiba kerah bajunya ditarik oleh seseorang dan terjadilah adu mulut, karena kesal dirinya sampe membuang piring yang berisikan makanan hingga jatuh dan berserakan kemana-mana...


"Sana, pergi siram kepala bo**h mu itu supaya bisa kembali seperti semula"...


Ucapnya tegas seorang pria yang biasa dipanggil baron itu, pria berkepala pelongtos namun berwajah lumayan tampan...


Sedangkan orang yang baru diberi bogemnya langsung bangkit dan berjalan meninggalkan laki-laki yang tengah menahan amarah tersebut...


Baron hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah temannya itu, tak lama kemudian baron pergi untuk melihat seorang gadis yang tengah menangis didalam kamar...


Ceklek...


Pintu dia buka dengan perlahan agar tak menimbulkan suara, dilihatnya gadis itu dengan perasaan iba, ya baron membawanya hingga kepelosok karena sejujurnya dirinya sungguh kasian dengan gadis malang tersebut, mengingatkan akan sosok adik satu-satunya yang telah meninggal akibat diper**** ramai-ramai hingga meninggal dunia, jadi ketika gadis itu akan dilecehkan oleh temannya sendiri dirinya merasa sangat murka akan tindakan yang dilakukan temannya...


Flashback...


6 bulan lalu atau lebih tepatnya dua hari setelah penculikan...


Kring...kring...


"Iya, halo Nona"...


Ucapnya saat menerima panggilan dari seseorang yang memerintahkannya untuk menculik seorang gadis yang saat ini tengah diikat disebuah kursi digedung tua dikawasan kota Bandung...


📞Bagaimana keadaan gadis itu?"...


Tanya seseorang disebrang sana yang ternyata seorang wanita...


"Keadaannya masih dalam kondisi pingsan sebab dia tadi memberontak terus jadinya saya buat dia tak sadarkan diri lagi"...


Jawabnya dengan sesuai keadaan tentang gadis tersebut...


📞Bagus, segera lenyapkan saja gadis itu agar dia tak lagi bisa kembali kepada calon suaminya, nanti saya transfer jika pekerjaanmu sudah beres"...


Klik...


Sambungan telefon langsung diputus oleh wanita yang dipanggilnya nona tersebut, kemudian dirinya mengalihkan pandangannya kepada sesosok gadis yang tengah tak sadarkan diri diatas sebuah kursi dengan tangan terikat, satu kata yang terucap dalam hatinya yaitu kasian...


"Bagaimana bos?"...


Tanya rekan kerjanya yang berada disampingnya itu...

__ADS_1


"Kita disuruh melenyapkan gadis itu, ayo segera bertindak kita persiapkan semuanya agar perbuatan kita tak tercium oleh pihak polisi"...


ucapnya lalu kemudian merwka berdua sibuk untuk melakukan segalanya agar berjalan dengan lancar hingga tanpa sadar seorang gadis tengah terbangun dari pingsannya mendengar pembicaraan mereka berdua...


"Nggak, nessa nggak boleh mati... bapak...ibu... mas Serkhan...tolong nessa..."...


Gumamnya lirih sambil meneteskan airmata...


"Nessa harus bisa kabur dari sini, nessa belum mau mati, kasian bapak dan ibu pasti sangat sedih sekali"...


lanjutnya sambil berusaha melepaskan diri...


Nessa seakan tak putus asa, dicoba terus dan terus sambil berdoa dalam hati supaya diberi kebebasan dan ternyata Tuhan mengabulkan doanya hingga tali yang mengikat pergelangan tangannya terputus akibat gesekan yang dilakukannya di sandaran kursi yang ternyata terbuat dari kayu...


Tak...


"Alhamdulillah, Ya Allah terima kasih Engkau telah mengabulkan doa Hamba"...


Ucapnya dengan lirih namun bahagia sebab tangannya telah terbebas...


Nessa langsung membuka ikatan yang berada dipergelangan kaki indahnya tersebut,setelah lepas nessa beranjak dari duduknya dan berjalan dengan pelan untuk mencari jalan keluar sambil menengok kesana-kesini...


"Ya Allah lindungilah hamba-Mu"...


Gumamnya lirih sambil terus mengendap-endap...


Beberapa saat kemudian dirinya melihat sebuah jalan keluar yang ternyata hanya ada pintu sebelah saja, nessa senang bukan main melihatnya dan buru-buru berjalan untuk sampai disana...


Duk...


Seketika jalan nessa terhenti dan langsung memutar ke arah sumber suara tersebut dan tak lama sebuah teriakan seorang pria terdengar...


"Woiiii jangan kabur"...


Teriak salah satu pria yang menculiknya...


"Bos, tawanan kabur"...


Suara pria tersebut terdengar lagi...


Nessa yang tersadar langsung berlari untuk menuju keluar gedung, hingga dirinya melupakan bahwa tak mengenakkan alas kaki dan rasa sakit langsung dirasakannya, namun karena tak ingin tertangkap dirinya mengabaikan rasa sakit tersebut dan langsung berlari mengikuti kata hatinya...


Dua pria itu masih terus mengejar, nessa yang tenaganya makin berkurang pun memperlambatkan larinya, dilihat sejak dia keluar dari gedung, sekitar gedung ternyata hutan dan mau tak mau nessa menerobos hutan tersebut untuk mencari jalan raya atau apa aja yang dapat menolongnya...


"Woiii...berhentiii..."....


Teriakan para penculik terdengar nyaring membuktikan bahwa mereka sudah dekat, mau tak mau nessa mempercepat larinya kembali hingga beberapa menit kemudian dirinya melihat cahaya yang berjalan dan diyakininya itu adalah sebuah kendaraan, berarti dibawah sana merupakan jalanan yang akan menyelamatkannya...


Posisis Nessa saat ini menuruni sebuah gunung kecil dan tak lupa pohon-pohon besar berada disekitarnya...


Hosh...hosh...hosh...


Nafasnya kian memburu membuat dirinya seakan kehabisan nafas namun dirinya harus tetap berusaha untuk mencapai jalanan yang ada dibawah sana...

__ADS_1


Hap...


"Nah...dapat..."...


Ucap salah satu dari mereka menangkap pergelangan tangannya...


"Aaaahhhhh.... tolooonggg....tollooonggg...lepassss...."..


Teriaknya saat pergelangan tangannya ditangkap seseorang dan nessa langsung memberontak sekuat tenaga hingga tiba-tiba...


"Aaahhhhh....breng***..."...


Teriak pria tersebut saat tangannya digigit kuat oleh gadis yang sudah ditangkapnya itu hingga genggaman tangannya terlepas karena saking sakitnya, alhasil gadis tersebut berlari kembali...


"Woiiii...jangan...lariii..."...


Ucap salah satunya lagi...


Nessa semakin memperlaju larinya saat melihat ada cahaya lagi yang bergerak dan dirinya merasa senang karena sebentar lagi akan selamat pikirnya....


Namun karena saking senangnya hingga dirinya tak melihat ada akar kayu yang melintang hingga...


"Aaaaaaaa...."...


Suara teriakannya terdengar nyaring dan tubuh nessa terjatuh berguling-guling karena terjalnya turunan yang dipilihnya tersebut dan dibawah ada sebuah batu besar...


Brugh...


Tubuh nessa terhantuk batu besar, darah seketika mengalir dari kepala, hidung serta mulutnya, sebelum mata indahnya terpejam bayangan wajah calon suaminya melintas seketika sambil menampilkan senyuman lebarnya...


"Ma...aasss... Serr...kkhan"...


Ucapnya terbata daan seketika pandangannya menjadi gelap...


HAY...HAY READERS....


ASSALAMUALAIKUM...


LIKE...


LIKE...


LIKE...


GIFT...


SELALU DUKUNG KARYA AUTHOR YA READERS...


SALAM SAYANG


MOM OLLA


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2