Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Hadirnya orang yang dirindukan


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


Malam ini Nessa telah bersiap karena orang tuanya tadi siang mengabari bahwa ada saudara jauh ibunya yang akan mengadakan pesta lamaran dan ibunya meminta sepulang kerja nessa harus bersiap karena nanti dirinya akan pergi bersama sahabatnya ayu, begitulah pesan sang ibu sedangkan orang tuanya sudah duluan menuju tempat acaranya berlangsung...


Tok...tok...tok...


"Nes...udah belum"...


Teriakan cempreng sahabatnya dibalik pintu...


Ceklek...


"Iya sudah, tunggu sebentar aku ambil tas dulu ya"...


Ucap nessa saat membuka pintu dan sahabatnya ternyata sudah siap juga...


"Oke.."...


Ucapnya sambil memberi tanda huruf O menggunakan tangannya namun matanya tak lepas dari layar ponsel yang sedang di pegangnya membuat nessa hanya menggelengkan kepalanya kemudian masuk guna mengambil tas kecil miliknya...


"Yuk..."...


Ucapnya sambil menutup pintu rumahnya dan menguncinya...


"Ahhh....yuk...waw nes, kamu cantik banged"...


Ucapnya kaget saat menengadahkan wajahnya dan melihat sahabatnya yang tak pernah berdandan itu seketika menjadi seperti seorang putri walau hanya menggunakan polesan make up tipis,sore ini nessa menggunakan gaun tanpa lengan berwarna coklat dan panjang sebatas lutut serta kalung rantai dihiasi batu-batuan bermarna hitam menambah kadar kecantikannya di tambah lagi rambut yang sengaja di gerainya...



"Ckkk...nggak usah berlebihan deh, kamu juga cantik yu? kalo tadi nggak disuruh ibu, aku juga nggak bakalan berdandan begini"...


Ujarnya sambil melihat penampilannya sendiri...


"Udah, sesekali memang harus berdandan, yuk keburu malam nantinya kita sampai"...


Ucapnya sambil menarik tangan sahabatnya untuk masuk kedalam mobil yang sudah ayu parkirkan di pinggir jalan depan rumah nessa....


Brak...


"Ayo mang kita lets go"...


Ucap ayu saat sudah duduk dengan tenang kepada sopir papanya itu...


"Siap atuh neh"....


Mang udin menyalakan mesin mobil majikannya kemudian melajukan perlahan sebab mereka masih di dalam gang, ya walau gang mereka sempit namun jika berhati-hati mobil dapat keluar dengan selamat karena memang ada petugas khusus yang mengatur kendaraan di dalam gang tersebut...


Mobil melaju ketika sudah berada di jalan besar dan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan mereka akhirnya tiba di sebuah pantai yang pernah nessa kunjungi bersama serkhan namun kini telah disulap menjadi lebih cantik sebab akan di adakan sebuah acara dan ditambah dengan lampu-lampu indah menambah kesan betapa cantiknya serta mewahnya tempat ini...



"Yu, ini beneran tempatnya"...


Tanya nessa dengan ragu-ragu saat menginjakkan kakinya di tempat ini namun sekarang dalam keadaan sepi...


"Iyalah, kamu nggak denger tadi kata pelan apa"...

__ADS_1


Jawab ayu sambil melangkah memasuki tempat yang sudah diarahkan oleh seorang pelayan yang dijumpainya tadi...


"Isss denger yu, tapi kok sepi amat apa sudah selesai ya, terus ibu sama bapak kok nggak kelihatan sih"...


Ucapnya sambil matanya kesana-kemari untuk mencari kedua orang tuanya...


"Belum selesai nessa, malah belum dimulai.... yuk duduk, coba hubungi ibu nes?"...


Ucapnya dengan santai sambil mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi...


"Iya sebentar, aku telfon ibu dulu"...


Jawabnya sambil mengikuti ayu dan duduk disebelahnya kemudian mengeluarkan ponsel miliknya dari tas kecil yang dibawanya...


Tut...tut...


๐Ÿ“žHalo nak


Ucap seseorang dibalik telfon...


"Halo bu, ibu dimana nessa sama ayu sudah tiba"...


Tanya nessa...


๐Ÿ“žIya, tunggu sebentar ya, ibu sebentar lagi datang...


ucap ibu dan langsung mematikan panggilan dari putrinya...


Nessa seketika menggerutu tak jelas saat dirinya masih ingin berbicara namun sudah dimatikan panggilannya oleh ibu...


"Nes, tunggu sebentar ya, aku mau ketoilet dulu... kebelet nih"...


"Huft...dasar....ckkk sendirian jadinya, ihhh kok jadi merinding ya"...


Gumamnya pelan sambil mengusap-usap lengannya...


Setelah menunggu beberapa saat ayu belum juga kembali menambah kekesalan yang ada di dalam dadanya dan dirinya menghembuskan nafas dengan kasar...


"Ini sebenarnya jadi bikin acara apa nggak sih, kok belum ada satu pun yang datang, ibu sama bapak kemana lagi bilangnya tadi sebentar lagi kesini, malah si ayu ikut-ikutan pergi lagi"...


Gerutunya sambil mengerucutkan bibirnya...


Grep...


Nessa terkesiap saat sepasang tangan melingkarkan di tubuhnya dengan tiba-tiba, ingin rasanya dia berteriak namun aroma tubuh ini sangat di kenalnya...


Nessa kemudian mendongakkan wajahnya ke arah samping dapat dilihat laki-laki yang dirindukannya serta membuat dirinya kesal seharian ini sedang tersenyum manis memperlihatkan sederet gigi putih miliknya, nessa sampai melongo dibuatnya dengan sepasang mata mengerjap lucu seperti anakkan kucing membuat serkhan tak tahan oleh godaan bibir yang dirindukannya seharian ini...


"Maaf"...


Ucapnya lirih sedetik kemudian serkhan melabuhkan ciumannya ke arah bibir ranum nessa, ya gadisnya yang seharian ini membuat dirinya harus menekan rasa ingin memeluk, mencium serta berbicara hangat, demi misinya dia harus berpura-pura acuh seharian ini, bahkan ponselnya saja sengaja dia non aktifkan....


Cup...


Tautan bibir mereka terlepas dan serkhan mengecup singkat bibir nessa, di ajaknya nessa bangkit dari duduknya dan nessa menurut namun masih belum ingin bicara...


Setelah berdiri berhadapan mata mereka saling terkunci, serkhan kemudian mengusap bibir nessa menggunakan jempolnya untuk membersihkan sisa saliva yang menempel akibat ciuman kerinduan yang dilakukannya tadi...

__ADS_1


"Cantik"...


Ucap serkhan ketika mengamati penampilan kekasihnya malam ini yang berbeda dari sebelumnya dan nessa langsung blushing dengan kata-kata manis yang serkhan ucapkan...


"Mas masih marah sama nessa?"...


Ucapnya dengan lirih namun pandangan mereka tetap terkunci...


"Tidak, mas tidak bisa marah sama kamu yang"...


Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya pelan kemudian merapikan rambut nessa yang berterbangan mengenai wajah cantiknya diselipkannya di belakang telinga nessa dengan begitu lembut...


"Lalu kenapa mas mendiamkan nessa?"...


Ucapnya lirih...


"Maafin ucapan nesaa semalam mas, nessa betul-betul nggak bermak-"...


Ucapan nessa terpotong saat serkhan membungkam kembali dengan sebuah kecupan...


"Sttt.... mas nggak marah sayang, semalam emmm sebenernya hanya sedikit kesal saja, tapi mas nggak marah kok, ckk... kalo seandainya bukan karena ide yang ku buat sendiri manalah tahan aku"....


ucapnya dengan pelan...


"Mas ngomong apa sih yang terakhir kok nessa kok bergumam gitu"...


Tanya nessa saat melihat lelaki yang dirindukannya bergumam tak jelas...


"Hehehe...nggak kok"...


"Ahhhh mas kangen berat tau"....


ucapnya kemudian menarik tubuh nessa masuk kedalam dekapannya untuk meluapkan segala rindunya seharian ini, nessa membalas pelukan hangat prianya dan serkhan melabuhkan ciuman di pucuk kepalanya....


Nessa menikmati perilaku manis sang kekasih hati dan melupakan kekesalannya seharian ini ditambah lagi orang tuanya serta sahabatnya yang belum juga menampakkan kehadirannya...


Direnggangkannya pelukan mereka, kemudian serkhan menaikkan dagu nessa dan detik berikutnya pertemuan benda kenyal pun terjadi, saling berpagut dan membelit untuk mencurahkan semua perasaan yang ada di dalam hati mereka hingga tiba-tiba


Dorrr...dorrr...dor....



Satu persatu kembang api dinyalakan namu sepertinya serkhan enggan melepaskan ciuman tersebut dan malah memegang tengkuk nessa untuk memperdalam ciuman mereka dan merapatkan tubuh nessa menggunakan tangan besarnya...


ASSALAMUALAIKUM READERS....


LIKE...


LIKE...


LIKE...


GIFT๐ŸŒน


VOTE


SALAM SAYANG

__ADS_1


MOM OLLA


๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2