
Happy Readingπ€π€π€
Tepat pukul 10 malam sebuah pesawat pribadi telah mendarat dengan mulus di Bandara Jakarta sedangkan didalam sebuah kamar nampak seorang pria tengah menatap pujaannya yang tengah terlelap, ya drama saat pesawat lepas landas dari kota Tarakan, bella seketika di landa pusing alhasil serkhan memberinya obat anti mabok dan berakhirlah bella terkapar diatas tempat tidur pesawat milik serkhan.
Tok...tok...tok...
Ceklek...
"Maaf Tuan muda, pesawat telah mendarat."...
Ucap abbas saat pintu telah dibuka oleh Tuannya.
"Hemmm"....
Balasnya sambil tetap membiarkan pintu tersebut terbuka dan dirinya kembali masuk untuk menggendong pujaannya yang masih terlelap efek obat yang diminumnya tadi.
Cup...
Serkhan membawa tubuh mungil tersebut untuk turun dari pesawat dan diikuti oleh abbas dibelakangnya sedangkan dibawah sana sudah nampak danu beserta pengawal barunya yang telah menunggu sambil berjejer rapi.
Danu dan yang lainnya saat akan menyapa langsung terdiam sebab melihat kode yang diberikan oleh Tuannya, lantas mereka semua bergegas menuju mobil masing-masing yang akan membawa mereka semua meninggalkan bandara.
"Bang, setelah ini kita akan kemana?"...
Ucapnya pelan sambil berjalan mengikuti rombongan didepannya.
"Entahlah, kita ikuti saja mereka"...
Jawabnya dengan pelan juga.
Sebenarnya dia masih nampak syok akan seberapa kayanya kah calon suami dari gadis yang pernah diculiknya itu dan mereka tak berani berbuat macam-macam oleh orang yang tengah membopong tubuh gadis itu.
Sedangkan dedi, menelan ludahnya dengan kasar berkali-kali akan kenyataan saat mereka keluar dari rumah tua itu hingga kini tiba di kota Jakarta, ya dirinya takut jika bella akan melaporkannya ke Tuan muda tersebut soal pelecehan yang dilakukannya pagi tadi, membayangkan saja dirinya sudah bergidik ngeri apa lagi orang bermuka datar dan dingin yang selalu setia disamping Serkhan.
"Kita langsung ke rumah utama"...
Ucapnya pelan saat sudah berada didalam sebuah mobil sambil tetap membawa tubuh bella dipangkuannya yang tengah terlelap dan malah mencari posisi yang nyaman.
Sedangkan danu mengangguk patuh akan perintah tuannya.
Mesin mobil telah dinyalakan danu dan bersiap meninggalkan bandara beserta dengan yang lainnya, abbas,baron dan dedi naik menggunakan mobil yang berbeda sebab abbas ditugaskan oleh Tuannya untuk membawa mereka berdua ketempat sebuah Apartemen milik serkhan.
Hampir 1 jam lamanya mobil yang dikendarai oleh danu telah tiba disebuah rumah besar berlantai 3, rumah berwarna putih dipadu padankan warna gold menambah kesan mewah bagi orang awam yang melihatnya.
Ya rumah itu serkhan persembahkan untuk pujaannya yang masih setia memejamkan matanya dengan posisi seperti bayi koala dan itu sungguh menyiksa serkhan apalagi jika bella terus banyak bergerak.
Ceklek.
Pintu mobil terbuka dengan perlahan saat sudah tiba, dan serkhan turun dengan hati-hati sebab sulitnya posisinya saat ini.
Seorang pria yang usia beberapa tahun dibawah serkhan telah menunggu kedatangannya, ya pria tersebut terpilih untuk menjadi kepala asisten dirumah baru yang serkhan buat.
Diko langsung bergegas berjalan duluan saat sang Tuannya memberi kode, ya diko lebih dulu dihubungi oleh asisten abbas.
__ADS_1
Ceklek.
Diko langsung menundukkan tubuhnya sedikit saat sudah membuka pintu kamar utama yang terletak dilantai 3, lantai yang hanya berisi khusus untuk area kamar utama serta tempat gym dan tak lupa bioskop.
Serkhan membuat semuanya untuk membahagiakan pujaannya ya walaupun dia tau bahwa pujaannya itu bukanlah wanita yang gila harta apalagi kedua orang tua yang akan menjadi mertua itu.
Cup.
cup.
"Mas tinggal dulu ya sebentar"...
Ucapnya lirih setelah melabuhkan kecupan di kening serta bibir bella kemudian menaikkan selimut hingga sebatas dada dan tak lupa serkhan mengatur suhu ruangan agar bella dapat tidur dengan nyenyak.
Setelah selesai semua, serkhan lalu berjalan menuju keluar kamar untuk pergi ke kamar yang berada dilantai 2.
"Apa Tuan ingin makan malam?"...
Tanya diko saat Tuannya sudah keluar dari kamar utama.
"Ya, buatkan saya yang berkuah"...
Titahnya sambil menuju lift tak jauh dari letak kamar yang ditempati bella.
"Baik Tuan muda"...
Jawabnya tegas.
Diko lantas berjalan menuju tangga untuk turun kelantai dasar.
Ucapnya sambil terus menuruni tangga satu persatu.
Tring...tring...tring...
Anggap aja itu nada dering ponselnya serkhan ya readersπ€π€π€
πMy angel is calling..
"Halo Assalamualaikum"...
Jawabnya saat sudah menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.
π Waalaikum salam boy, sudah sampai kah? lalu bagaimana mantu anne?"...
Tanya anne saat panggilan teleponnya diangkat oleh putranya.
Kedua orang tua serkhan telah diberi tahu saat masih berada di hotel Tarakan sore tadi namun serkhan tak menceritakan secara detail sebab waktu itu dirinya harus segera ke kamar mandi.
"Kami baru tiba anne dan nessa sedang tidur karena tadi minum obat anti mabuk"...
Jelasnya kepada anne saat sudah berada di kamar tempatnya akan mengistirahatkan tubuhnya.
πAhhh....syukurlah, apa mantu anne baik-baik saja?"...
__ADS_1
Tanya seorang ibu seakan mengerti apa yang sedang menimpa anaknya.
"Keadaannya tak cukup baik anne, bella kehilangan ingatannya dan dia harus melakukan operasi mata serta kaki kanannya"...
Ucapnya sendu sambil mendaratkan tubuhnya diatas ranjang.
π"Ohhhh Ya ampun...baiklah anne dan baba yang akan mencari dokter terbaik buat mantu kami, kamu cukup fokus pada mantu anne, okey?"...
Ucapnya saat mendengar kabar tentang calon menantunya.
"Iya anne,terima kasih sudah mau membantu boy,emmm....bisakah kami menikah sebelum operasi dilakukan"...
Ucapnya dengan serius.
π"Boy, kami akan bahagia jika putra kami bahagia, lakukanlah apa yang seharusnya kamu lakukan, namun alangkah baiknya jika kamu membicarakan hal ini dengan kedua mertuamu, okey"...
Ucapnya lembut.
"Terima kasih anne, ya...boy akan membicarakan hal ini sama ibu dan bapak"...
"Boy tutup dulu anne, Assalamualaikum"...
Ucapnya dan langsung memutuskan panggilan begitu saja.
Sedangkan dikediaman mansion Bassam, anne sedang ngomel sendiri sambil melihat ke arah ponselnya.
"Sudah lah honey, kenapa mesti marah-marah sama benda itu, bukankah dari dulu putra kita deperti itu, nanti darah tinggimu kumat lagi, lebih baik kita mencarikan dokter terbaik untuk calon mantu kita, okey"...
Ucapnya lembut sambil merengkuh mesra istrinya yang masih bermuka masam akibat ulah putranya.
Huft...
Anne menghembuskan nafasnya perlahan, ya jika menuruti tingkah laku putranya itu pasti membuatnya sakit kepala.
"Hemm...baiklah, dan kita secepatnya akan melihat putra kita bahagia sayang?"...
Ucapnya sambil menyandarkan tubuh tuanya didada sang suami.
"Ya, kita tinggal tunggu keputusan calon besan kita"....
balasnya sambil mengeratkan pelukannya.
ASSALAMUALAIKUM READERS TERSAYANG...
AUTHOR INGIN MENYAMPAIKAN JIKA TADI AUTHOR TELAH MELUNCURKAN KARYA TERBARU.
MAMPIR YA READERS, UNTUK MERAMAIKAN NOVEL KEDUA AUTHOR DAN MOHON DUKUNGANNYA SELALU.
SALAM SAYANG
MOM OLLA
__ADS_1
πππ