Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Flashback02


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Degh...


Seketika dada seorang laki-laki bertubuh kekar serasa berhenti sejenak apalagi jika bukan melihat sendiri bagaimana jatuhnya seorang gadis yang tengah berlari tanpa henti agar tak tertangkap, namun naas gadis tersebut malah sudah jatuh ke bawah dengan keadaan yang cukup mengenaskan sebelum dirinya sempat meraih pergelangan tangan gadis itu, ya seandainya dia cepat sedikit mungkin gadis tersebut tidak akan mengalami hal serupa yang juga menimpa adik kandung satu-satunya...


"Maaf"...


Gumamnya dengan badan bergetar sambil terus menatap ke bawah jurang yang lumayan tinggi...


"Bos"...


Sebuah tepukan pelan di pundaknya dirasakannya dan laki-laki tersebut langsung menoleh ke arah rekannya...


"Cepat kita turun kebawah"...


Mereka berdua bergegas turun sambil mencari jalan yang aman untuk menuju ke bawah sana...


"Ku mohon bertahanlah, aku akan menyelamatkanmu dari orang yang sudah memerintahkan kami untuk membunuhmu jika kamu mampu bertahan hidup"...gumamnya dalam hati


Mereka berdua akhirnya sampai di bawah dengan tergesa-gesa...


"Cepat ambil ponselmu, lalu ambil gambar gadis itu dan kirim ke nona, bilang padanya bahwa gadis itu sudah tewas"...


Ucapnya dengan panik saat dirinya memeriksa gadis tersebut dan alangkah bersyukurnya jika gadis itu masih bernafas...


Sedangkan rekannya nampak menuruti apa kata bosnya tersebut...


"Sudah bos"...


"Nona bilang, kita harus mengurus jasadnya agar tak terendus ke pihak berwajib"...


Lapornya saat dirinya menerima notif balasan dari orang yang dipanggil nona tersebut...


"Ded, segera cari kendaraan apa saja yang bisa mengangkut gadis ini untuk kerumah sakit"...


"Nanti aku jelaskan"...


Pungkasnya saat rekan kerjanya yang dipanggil dedi tersebut akan mencela ucapanya, dan mau tak mau dedi langsung menuruti perintah dari bosnya tanpa tau apa yang sedang direncanakan bosnya tersebut...


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka mendapatkan kendaraan yang sedang melintas dan sang sopir setuju untuk membawa kerumah sakit walau sang sopir awalnya curiga namun karena pria bernama baron yang dipanggil bos tersebut pandai mencari alasan akhirnya sang sopir langsung menyetujuinya...


Sekitar 30 menit akhirnya mereka tiba di sebuah Puskesmas, ya itupun karena saran dari sang sopir karena jika langsung kerumah sakit nanti takut nyawa gadis tersebut tak tertolong...

__ADS_1


"Dokter...suster...tolong..."...


Teriaknya saat mobil telah berhenti di sebuah puskesmas...


Seorang Dokter dan suster langsung keluar begitu mendengarkan suara teriakan dari arah luar bersama dengan brangkas...


"Mari pak silahkan angkat ke sini"...


Ucap dokter dengan terburu-buru sambil mendekatkan brangkasnya...


Baron kemudian mengangkat tubuh gadis yang sudah tak sadarkan diri tersebut ke arah brangkas yang sudah disiapkan disisi mobil...


Dokter tersebut langsung membawa kebagian UGD untuk cepat di tindak lanjuti karena melihat saking parahnya kondisi perempuan yang ada di atas berangkas ...


"Bapak tunggu saja diluar ya pak, berdoa saja agar pasien selamat"...


Ungkap seorang suster yang menghalangi pintu UGD saat baron dan rekannya mendekat...


"Ya, saya mohon selamatkan nyawa adik saya suster"...


Ucapnya memohon sambil matanya berkaca-kaca...


"Dokter akan berusaha semaksimal mungkin pak, mohon bantuannya dengan berdoa"...


Ucapnya sambil menatap iba kala melihat pria bertubuh kekar tersebut namun matanya memerah dan berkaca-kaca setelah itu suster kemudian masuk ke dalam ruangan dan segera menutup pintu...


"Gue mohon, apapun yang loe tau tentang gadis itu malam ini tolong rahasiakan rapat-rapat dari nona bos, karena kejadian barusan mengingatkan gue akan Bella adek gue yang mati mengenaskan"...


"Setelah keadaan gadis itu membaik kita akan meninggalkan pulau ini dan pergi ke pedalaman dimana nona tak mengetahui bahwa gadis itu nantinya selamat"...


Ucapnya panjang lebar dan mulai mengerti akan maksud bosnya tersebut, ya karena dirinya telah bersama sejak lama bahkan pernah menaruh rasa kepada mendiang adek dari bosnya ini...


Satu jam kemudian pintu ruangan UGD terbuka, baron buru-buru bangkit dari duduknya saat mendengar suara hendle pintu berbunyi...


"Bagaimana dok keadaan adek saya?"...


Ucapnya dengan panik sedangkan sang dokter mengulas senyum penuh haru dan iba karena laki-laki di hadapannya ini terlihat sangat menyayangi adeknya yang ditanganinya barusan...


"Bapak banyak-banyak berdoa saja supaya adek bapak bisa melewati masa kritisnya dan untuk luka-lukanya hanya bagian kepalanya yang memerlukan jahitan sedangkan untuk kaki semoga saja baik-baik saja, kita akan menunggu hingga nona.."...


Ucapnya tergantung sebab belum mengetahui nama pasien yang ditanganinya...


"Bella sus, namanya bella"...

__ADS_1


Selanya dengan cepat seakan tau dojter tersebut menanyakan nama pasiennya yang didalam...


"Ya nona bella, kita harus menunggu nona bella siuman dulu untuk memastikan praduga saya"...


"Kami permisi dulu pak, karena ingin memindahkan nona bella ke rawat inap dan bapak bisa mengurus administrasinya"...


Ucapnya...


"Nah nih sudah kembali ornag yang mengurus administrasi adek saya dokter"...


Ujarnya saat Dedi mendekat dan menyerahkan kwitansi atas pengobatan untuk Bella, ya dirinya tadi memerintahkan Dedi untuk ke bagian administrasi...


"Baik kalau begitu saya permisi pak"...


Ucapnya dengan sopan dan langsung masuk lagi ke dalam ruangan...


Beberapa menit kemudian pintu kembali terbuka dan baron melihat para suster membawa sebuah brangkas untuk memindahkan tubuh gadis tersebut ke ruangan yang sudah disediakan di puskesmas...


Setelah gadis yang diberi nama bella oleh baron tersebut berada diruangannya, para suster pun beranjak untuk keluar dan memberitahukan bahwa per dua jam akan dilakukan pemeriksaan dan memantau kondisi gadis malang itu...


Baron kemudian mendudukkan tubuhnya di kursi sebelah bed yang berada diruangan inap tersebut, walaupun hanya sebuah puskesmas namun cukup besar sebab ada ruangan rawat inapnya, dipandanginya wajah teduh nan pucat serta perban yang melilit di area kepalanya itu dengan tatapan iba serta sesal...


"Maafkan aku, semoga jika nanti kamu siuman nanti kamu dapat memaafkan aku, ya awalnya aku akan menuruti kemauan wanita tersebut namun setelah aku berfikir, aku bukan seorang pembunuh ya walau kerjaanku kotor namun kami tidak pernah membunuh orang"...


"Semoga kamu cepat sembuh"...


Ungkapnya dengan lirih kemudian dirinya beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah luar, sebelum sampai dipintu dirinya menghentikan langkahnya...


"Ded, loe jaga dulu gadis itu, gua mau keluar sebentar"...


"Baik bos"...


Ucapnya sambil menganggukkan kepalanya pelan...


HAY...HAY...


ASSALAMUALAIKUM...SELAMAT MALAM SEMUANYA...


TETAP SEMANGAT YA READERS UNTUK MENUNGGU PART-PART BERIKUTNYA...


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, GIFT SERTA SUPPORT SELALU...


SALAM SAYANG

__ADS_1


MOM OLLA


😘😘😘


__ADS_2