
Happy Reading🤗🤗🤗
Saat ini rombongan Nessa telah tiba di mall yang terkenal di Negara sang suami, karena sudah mengantongi ijin dari serkhan, Nessa memanfaatkan waktu sebaik mungkin walau sebenarnya dia ingin berjalan berdua bersama sang suami apalagi setelah melihat tempat yang begitu memanjakan mata walau sebenarnya nessa tak berniat untuk berbelanja sebab apa yang dibutuhkan telah disiapkan oleh suami tercintanya.
"Sayang mau belanja apa nak?"...
Tanya anne setelah setengah jam berjalan didalam mall tanpa masuk kedalam toko sama sekali dan hanya mengikuti kemana menantunya inginkan.
Nessa langsung memegang tangan maria yang sedang mendorong kursi rodanya menandakan bahwa dirinya ingin berhenti.
Nessa lantas memandang ke arah mertuanya lalu berucap.
"Nessa hanya ingin berjalan-jalan saja anne, nessa nggak mau beli apa-apa"...
Ucapnya dengan polos sambil tersenyum.
Anne melongo dibuatnya, apa katanya tadi hanya ingin berjalan-jalan seketika anne terkekeh kecil mendengar permintaan sederhana dari menantunya ini namun dirinya tidak marah sama sekali kepada menantu tersayangnya.
Dari sekian banyaknya wanita diluar sana, hanya menantunya ini yang tak ingin berbelanja padahal mereka sedang mendatangi mall terbesar diTurki dan segala barang Branded ada terpajang asalkan kita mempunyai uang.
"Yakin hanya ingin berjalan-jalan sayang, nggak mau gitu beli perhiasan, baju, tas atau sepatu"...
Ucap anne sambil memandang intens menantunya yang masih menggunakan kursi roda dengan menyebutkan hal yang biasa wanita beli jika sedang berada didalam mall.
Nessa menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum ragu karena takut jika dirinya mengatakannya akan membuat ibu mertuanya ini marah.
"Katakan saja sayang, jangan ragu... okey"...
Sambungnya lagi sambil tersenyum lembut saat melihat menantukan seakan ragu ingin mengatakan sesuatu.
"Emmm...bolehkah nessa makan direstoran itu"...
Ucapnya malu-malu sambil menunjuk kearah tempat makan tak jauh dari posisi mereka.
Anne nampak mengikuti arah kemana menantunya ini tunjukkan dan ternyata disana ada restoran Indonesia yang sedang ramai dengan pengunjung.
"Sayang mau makan disana?"...
Tanya anne untuk memastikan keinginan sang menantu.
Nessa mengangguk antusis dengan wajah menggemaskan membuat anne seakan mempunyai putri yang baru tumbuh menjadi gadis remaja.
Anne lantas terkekeh dan ibu nampak menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum dengan sesekali melihat-lihat ramainya pengunjung di mall tersebut.
"Okey...ayo kita kesana...ayo besan"...
Anne menyetujui lantas menggandeng lembut tangan besannya itu yang hanya dibalas senyuman tulus dari ibu.
__ADS_1
Saat mereka mulai berjalan untuk menuju kearah dimana restoran yang diinginkan menantunya itu, dari arah belakang ada suara seseorang sedang memanggil salah satunya.
"Anne helen"...
Seruan suara tersebut terdengar, suara wanita dewasa.
Anne tampak menolehkan wajahnya saat telinganya menangkap suara yang tak asing baginya.
Disana dia melihat ada seorang wanita dengan pakaian minim berwarna merah maroon dan tak lupa tas mewah yang berada di tangannya menambah kesan anggun serta glamor saat diperhatikan dengan teliti seketika matanya terbelalak kaget melihat wanita tersebut.
Wanita yang pernah membuat luka putranya hingga dirinya menjadi penjelajah wanita, wanita yang menjadi cinta pertamanya namun sayang harus kandas saat sang wanita meninggalkan putranya demi lelaki lain.
Anne menghembuskan nafasnya dengan kasar dan seketika mukanya berubah menjadi datar.
"Siapa besan?"...
Tanya ibu saat ikut memandang wanita yang kian mendekat kearah mereka.
Anne tersenyum dengan paksa saat mendengar pertanyaan dari besan perempuannya itu.
"Emmm...itu...em...dia Felisa"...
Jawabnya sedikit terbata-bata saat menjawab pertanyaan dari besannya.
Ibu nampak mengangguk melihat perubahan dari besannya itu namun dirinya tak ingin bertanya lebih lanjut sebab dirinya tak ingin menjadi orang yang terlalu mencampuri urusan orang lain.
"Apa kabar ma?"
Tanya wanita dewasa nan seksi tersebut sambil melakukan cipika cipiki.
Anne hanya berekspresi datar dan menganggukkan kepalanya pelan sambil terus memandang wajah wanita yang seakan tidak terjadi apa-apa saat bertemu dengannya.
Sedangkan ibu hanya menerbitkan senyum tipis walau wanita tersebut tak memandang ke arahnya.
Dan Nessa juga sama terdiamnya saat melihat bahwa ada seorang wanita dewasa dengan pakaian seksi dan anggunnya menghampiri mereka lebih tepatnya ibu mertuanya.
"Anne, burada ne yapıyorsun ve onlar kim?"...
"Mama, sedang apa disini dan siapa mereka?"...
Tanya wanita tersebut setelah menyapa mantan mertuanya sambil melihat kearah ibu dan nessa.
"Sayang, sebaiknya kita langsung kesana saja yuk?"...
Ajak anne dengan lembut dan memberi kode kepada maria agar mendorong kursi roda menantunya tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan dari wanita yang tidak ada rasa bersalahnya sama sekali bahkan bersikap santai terhadapnya.
Wanita tersebut nampak mengerutkan kening saat melihat mantan mertuanya yang tidak menjawab pertanyaannya bahkan berbicara dengan lembut kepada gadis belia yang saat ini berada diatas kursi roda, apalagi mantan mertuanya memanggil dengan sebutan sayang membuatnya semakin penasaran akan sosok gadis tersebut setaunya anne hanya memiliki seorang putra bahkan saudara jauh anne dan baba dirinya kenal.
Anne lantas beranjak dari sana bersama menantu serta besannya tanpa berucap apapun terhadap wanita yang saat ini masih dilanda penasaran.
__ADS_1
Nessa hanya menurut saja dengan keinginan ibu mertuanya dan tak ingin bertanya yang macammacam apalagi saat melihat perubahan ibu mertuanya yang seakan tak suka dengan kehadiran perempuan tersebut.
Felisa seketika tersadar saat rombongan mantan ibu mertuanya sudah memasuki sebuah restoran yang dia tau itu adalah restoran dengan menu Indonesia.
Feli kesal saat mantan ibu mertuanya sangat acuh terhadapnya sekarang tidak seperti dulu saat dirinya masih sendiri dan baru menikah dengan serkhan putra.
Dirinya seakan mempunyai kendala jika ingin kembali menjadi menantu orang terkaya di negaranya ini karena harus meluluhkan hati wanita paruhbaya tersebut.
Dihentakkannya kaki dengan kesal lantas feli memutar tubuhnya untuk meredam kekesalannya dengan melanjutkan acara berbelanja yang sempat tertunda saat dirinya tak sengaja melihat mantan ibu mertuanya.
☆☆☆
"Mau ikut?"...
Ajak serkhan sambil tangannya membereskan kertas yang berserakan diatas meja kerjanya.
"Kemana?"...
Tanya Jo balik sambil mengerutkan kening saat serkhan mengajaknya pergi.
"Makan siang"...
Jawabnya singkat dan melangkah meninggalkan meja kerjanya saat sudah kembali rapi.
Jo lantas melihat jam mahal yang melingkar dipergelangan tangannya dan benar saja waktu sudah menunjukkan tengah hari saatnya mengisi perut roti sobeknya sambil menganggukkan kepalanya dan bangun dari duduknya.
Serkhan lantas berjalan duluan dan diikuti oleh Jo dibelakangnya untuk membuka pintu ruangan serkhan.
"Malik'e öğle yemeğine çıkacağımı söyle"....
"Beritahu malik, saya pergi untuk makan siang diluar"...
Ucapnya tegas saat berada didepan meja sekretarisnya.
"Tamam genç efendi"...
"Baik Tuan muda"...
Jawabnya sambil membungkukkan tubuh seksinya dan sedikit mengukir senyum walau dirinya tau Tuan mudanya tak akan melihat senyuman miliknya.
Jo nampak mengeryitkan dahinya melihat gerak-gerik sekretaris sahabatnya ini lantas menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas pelan.
HALOHA...SORE SEMUANYA...
Terimakasih yang sudah setia menunggu update terbarunya.
Tetap semangat...
LIKE.VOTE.GIFT😘😘
__ADS_1